Selasa, 03 Agustus 2010

Hati-Hatilah Bila Anda Seorang Pengemis

Setiap muslim tidak halal bermalas-malasan bekerja untuk mencari rejeki dengan dalih sibuk beribadah kepada Allah SWT sebab langit tidak akan mnecurahkan hujan emas dan perak. Tidak halal juga seorang muslim hanya menggantungkan dirinya pada sedekah orang. Padahal, dia masih mampu berusaha untuk memnuhi kepentingan dirinya sendiri dan keluarga serta tanggungannya. Untuk itu, Rasulullah SAW bersabda:

Sedekah tidak halal untuk orang kaya dan orang yang amsih mempunyai kekuatan dengan sempurna.” (Riwayat Tarmidzi)

Yang sangat ditentang oleh Nabi SAW, serta diharamkannya terhadap diri

seorang muslim adalah meminta-minta kepada orang lain tanpa mencucurkan keringatnya. Hal itu dapat menurunkan gengsi dan karamahnya, padahal dia bukan terpaksa harus meminta-minta.

Kepada orang yang suka minta-minta, padahal masih berada dalam keadaa sanggup, Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut:

Orang yang minta-minta padahal tidak begitu menghajatkan, sama halnya dengan orang yang memungut bara api.” (Riwayat Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah)

Dan sabdanya pula:

Siapa yang meminta-minta pada orang lain untuk menambah kekayaan hartanya berarti menampar mukanya sampai hari kiamat dan makan batu dari neraka jahanam. Oleh karena itu, siapa yang mau silahkan minta sedikit dan siapa yang mau silahkan minta sebanyak-banyaknya.”

Dan sabdanya pula:

Senantiasa minta-minta itu dilakukan oleh seseorang diantara kamu sehingga dia akan bertemu Allah dan tidak ada mukanya sepotong daging pun.” (Riwayat Bukhari dan Muslim.)

Peringatan keras ini dicanangkan oleh Rasulullah demi melindungi harga diri seorang muslim dan supaya seorang muslim membiasakan hidup suci serta percaya pada diri sendiri dan jauh dari menggantungkan diri pada orang lain.

Pengecualian dari itu hanyalah meliputi hal-hal berikut:

Sesungguhnya minta-minta itu tidak halal, melainkan bagi salah satu dari orang: (1) Seorang yang menanggung beban yang berat, halal baginya meminta-minta sehingga dia dapat mengatasinya kemudian sesudah itu dia berhenti. (2) Seorang yang ditimpa suatu bahaya yang membinasakan hartanya, maka halal baginya meminta-minta hingga dia mendapatkan suatu standar untuk hidup, (3) Seseorang ditimpa suatu kemiskinan sehingga ada tiga dari orang-orang pandai dari kaumnya mengatakan: Sungguh si anu itu ditimpa suatu kemiskinan, maka halal baginya meminta-minta hingga di

a mendapatkan suatu standar hidup.

Mungkin kalau diharuskan menyebutkan contohnya yang paling ekstrim adalah seseorang yang sakit keras dan membutuhkan biaya pengobatan sesegera mungkin. Selain alasan itu apalagi sampai menjadikannya sebagai mata pencaharian, meminta-minta adalah haram hukumnya dan melakukannya sama artinya dengan makan barang haram.

Menurut Nabi SAW pekerjaan (dengan syarat tidak bertentangan dengan syariat) yang dipandang sangat hina oleh masyarakat sekalipun derajatnya dianggap lebih tinggi daripada mengemis, sebagaimana tertuang dalam sabdanya berikut:

Sungguh seseorang yang membawa tali, kemudian ia membawa seikat kayu di punggungnya lantas dijualnya, maka dengan itu Allah menjaga dirinya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka yang diminta itu memberi atau menolaknya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Untuk itu, setiap muslim diperbolehkan bekerja baik dengan jalan bercocok tanam, berdagang, mendirikan pabrik, pekerjaan apa-pun atau menjadi pegawai, selama pekerjaan tersebut tidak dilakukan dengan jalan haram, atau membantu perbuatan haram atau bersekutu dengan haram.

kira-kira orang yang memandang gambar di atas

lebih simpatik sama yang mana yah?

Mungkin kalau menurut alit nih, bekerja sebagai pemulung berkawan dengan sampah setiap hari bisa dikatakan lebih terhormat dibanding dengan mereka yang tinggal di rumah gedong namun hasil uangnya diperoleh dari hasil mengemis. Apalagi sampai punya kampung yang disebut dengan 'kampung pengemis'@

Sumber Pustaka: Halal dan Haram Dalam Islam, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi

1 komentar:

  1. KAMI SEKELUARGA TAK LUPA MENGUCAPKAN PUJI SYUKUR KEPADA ALLAH S,W,T
    dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor yang AKI
    beri 4 angka [5377] alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus .
    dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
    ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu KI. insya
    allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
    kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
    sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka PASANG NOMOR
    yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi KI JAYA,,di no (((085-321-606-847)))
    insya allah anda bisa seperti saya…menang NOMOR 850 JUTA , wassalam.


    BalasHapus