Rabu, 21 Juli 2010

Allah Curhat Kita Pantas Malu

Allah sangat baik kepada hamba-hamba-Nya meskipun hamba-hamba-Nya berbuat kezaliman dan berbuat kerusakan di muka bumi. Namun sayangnya sebagai hamba-hamba-Nya seringkali kita melupakan fakta yang satu ini hingga kadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan telah demikian besar tingkat kezalimannya. Tidak mengherankan jika kemudian Allah SWT terkadang menyampaikan curhat-Nya dalam bentuk hadis qudsi yang masih jarang terekspos dibanding Al Qur’an, bukan karena ingin mengeluh melainkan semata-mata karena dorongan rasa sayang yang teramat besar dari Dia yang menyandang nama kebesaran Yang Maha Pemurah dan Maha Pengampun kepada hamba-Nya. Berikut akan dijabarkan beberapa isi hadist qudsi yang coba saya sarikan.

Alit

****

  • Curhat Allah SWT yang Pertama

Al Ghazali dalam bukunya Al Mawa’izh fi Al Ahadits Al Qudsiyah menyebutkan sebuah hadist qudsi yang kurang lebih memiliki arti terjemahan seperti ini:

Aku bersaksi tiada tuhan selain Aku. Tiada sekutu bagi-Ku, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku. Barangsiapa tidak mau menerima suratan nasib yang telah Aku putuskan, tidak bersabar atas segala cobaan yang Aku berikan, tidak mau berterima kasih atas segala nikmat yang Aku curahkan, dan tidak mau menerima apa adanya atas segala yang Aku berikan, maka sembahlah tuhan selain Aku. Barangsiapa yang susah karena urusan dunia, sama saja ia marah kepada-Ku. Barangsiapa mengadukan musibah yang menimpa dirinya (pada sesama makhluk), ia sungguh-sungguh berkeluh kesah kepada-Ku. Barangsiapa menghadap orang kaya dengan menundukkan diri karena kekayaannya, maka lenyaplah dua pertiga agamanya. Barangsiapa menampar mukanya atas kematian seseorang, maka ia sama saja dengan mengambil sebuah tombak untuk memerangi Aku. Barangsiapa memecah kayu di atas kubur, maka ia sama saja dengan merobohkan pintu Ka’bah-Ku. Barangsiapa tidak peduli terhadap cara mendapatkan makanan, berarti ia tidak peduli dari pintu mana Allah akan memasukkannya ke dalam neraka jahanam. Barangsiapa tidak bertambah tingkat penghayatan keagamaannya, sungguh ia dalam keadaan selalu berkurang. Barangsiapa yang terus-menerus dalam keadaan berkurang, kematian adalah jauh lebih baik baginya. Barangsiapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah akan menganugerahkan ilmu yang belum ia ketahui. Barangsiapa yang angan-angannya membumbung tinggi, maka amal perbuatannya akan keruh.

  • Curhat Allah SWT Kedua

Siapa bilang nikmat-nikmat yang kita dapatkan di dunia selalu berarti telah diridloi oleh-Nya? Jangan salah, justru kita harus selalu waspada terhadap pemberian-pemberian-Nya. Bukan berarti kita terus berburuk sangka pada-Nya, tapi setidaknya kita juga harus berpikir dulu ‘mengapa Allah mengamanahkan sesuatu ini kepada kita ya?’ sebelum kita terlanjur menggunakannya untuk hal yang kurang bermanfaat. Setidaknya segala pemberian tersebut jangan sampai membuat kita terlena. Yah, daripada panjang lebar lebih baik kita baca saja hadis qudsinya berikut ini:

Allah SWT berfirman: “Wahai manusia! Barangsiapa bersedih karena persoalan dunia, maka ia akan semakin jauh dari Allah, semakin sengsara di dunia dan semakin menderita di akhirat. Allah akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka selamanya, kebingungan yang tak berakhir, kepapaan yang berlarut-larut dan angan-angan yang selalu mengusik ketenangan hidupnya.”

Wahai manusia! Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rezeki kepadamu, namun engkau tidak pernah memuji-Ku. Dengan pemberian yang sedikit engkau tidak pernah lapang dada. Dengan pemberian yang banyak engkau tidak pernah merasa puas.”

Wahai manusia! Setiap hari Aku mendatangkan rezeki untukmu. Namun, setiap malam malaikat datang kepada-Ku dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rezeki-Ku, namun engkau tak segan-segan pula berbuat durjana kepada-Ku. Aku kabulkan jika engkau memohon kepada-Ku. Kebaikan-Ku tak putus-putus mengalir untukmu. Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepada-Ku tiada henti. Akulah pelindung terbaik untukmu, sedangkan engkau hamba terjelek bagi-Ku. Kau raup segala yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan demi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan. Aku sungguh malu kepadamu, sedangkan engkau sedikit pun tidak pernah merasa malu kepada-Ku. Engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain. Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa aman-aman saja. Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.

  • Curhat Allah SWT Ketiga

Sesungguhnya yang terpenting bukan kapan kita mati, tetapi apa yang telah kita perbuat selama kita hidup. Kenapa? Hadis qudsi berikut adalah alasannya:

Allah berfirman: ‘Hai manusia! Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tetapi ia hidup bersuka ria. Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tetapi ia asyik mengumpulkan dan menumpuk harta benda. Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tetapi ia tertawa terbahak-bahak. Aku heran pada orang yang yakin akan alam akhirat, tetapi ia menjalani kehidupan dengan bersantai-santai. Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tetapi ia menggandrunginya. Aku heran pada orang yang berilmu dengan lisannya, tetapi bodoh terhadap hatinya. Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor. Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya sendiri. Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah selalu mengawasi segala perilakunya, tetapi ia berbuat durjana. Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, lalu dimintai pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tetapi berharap belas kasih dari orang lain. Sungguh tiada tuhan selain Aku dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.”

Untuk sementara kita cukupkan ini dulu. Sebagai penutup mungkin yang diajarkan oleh Rasulullah SAW berikut tak akan membuat kita jadi berputus asa dari rahmat Allah karena curhatan-curhatan Allah tersebut. Rasulullah SAW bersabda:

Hai anak muda, peliharalah selalu Allah, niscaya Dia akan memeliharamu; peliharalah Allah, niscaya engkau jumpai Dia berada di hadapanmu. Apabila engkau meminta, mintalah kepada Allah; dan apabila engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla.” (H.R. Turmudzi)

Sumber: buku Sulaiman al-Kumayi, Hari-Hari Dalam Naungan Al Qur’an, penerbit Erlangga Jakarta, 2008

***

Maaf nih, karena terburu-buru jadi tulisannya mungkin kurang asyik dibacanya. Btw, tulisan ini kupersembahkan khususnya untuk ayah dan ibuku juga seluruh keluarga besarku. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dalam naungan kasih sayang-Nya. Amin.(Alit, 21 Juli 2010)

2 komentar:

  1. terimakasih banyak atas ilmunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAMI SEKELUARGA TAK LUPA MENGUCAPKAN PUJI SYUKUR KEPADA ALLAH S,W,T
      dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor yang AKI
      beri 4 angka [5377] alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus .
      dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
      ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu KI. insya
      allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
      kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
      sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka PASANG NOMOR
      yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi KI JAYA,,di no (((085-321-606-847)))
      insya allah anda bisa seperti saya…menang NOMOR 850 JUTA , wassalam.

      Hapus