Jumat, 25 Juni 2010

Vitamin B Cegah Kanker Paru

Lama tidak muncul di dnia maya jadi kangen nih....btw, sambl mendengarkan alunan nada lembut OST Final Fintasy X: Tidus and Yuna's theme alit kutip artikel KOMPAS .com tertanggal 25 Januari 2010 dan 18 Juni 2010, semoga bermanfaat

ALIT

******

Kompas.com - Vitamin B selama ini lebih terkenal karena manfaatnya untuk menjaga kesehatan otak. Namun studi teranyar menunjukkan vitamin B juga menurunkan risiko kanker paru, bahkan pada perokok.

Penelitian terhadap 400.000 orang menunjukkan, kadar vitamin B6 dan asam amino methionin yang cukup dalam tubuh akan mengurangi risiko kanker paru hingga setengahnya. Kendati demikian, para ahli menegaskan bahwa berhenti merokok jauh lebih efektif untuk mencegah kanker paru.

"Menambah asupan vitamin B tidak akan pernah sama efeknya dengan jika kita berhenti merokok," kata Dr.Panagiota Mitrou dari World Cancer Research Fund, salah satu peneliti.

Penelitian yang sifatnya masih awal ini tentu membutuhkan riset lanjutan untuk membuktikan apakah vitamin yang banyak terdapat dalam kacang-kacangan, ikan, atau daging ini memang efektif mencegah kanker paru.

Kendati begitu, para mantan perokok atau orang yang tidak pernah merokok tetap bisa melakukan hal yang positif, seperti mencukupi kebutuhan vitamin B, untuk mengurangi risiko kanker paru.

Stop Merokok, Harapan Hidup Pasien Kanker Lebih Besar

Pasien kanker paru stadium awal yang menghentikan kebiasaan merokok memiliki kesempatan lebih besar untuk bertahan hidup. Demikian pernyataan sejumlah peneliti dari Inggris. Sebelumnya, hanya sedikit bukti yang menyebutkan bahwa berhenti merokok setelah divonis kanker paru akan memberikan manfaat.

Pasien kanker paru stadium awal yang tetap merokok memiliki kesempatan 29-33 persen untuk bertahan hidup sampai lima tahun. Namun, mereka yang langsung menghentikan kebiasaan buruk itu peluang hidupnya naik 63-70 persen. Hal tersebut disimpulkan para peneliti berdasarkan analisis data dari 10 penelitian tentang rokok dan kualitas hidup pasien kanker paru.

Kanker paru menempati urutan pertama dalam jenis kanker yang paling sering diderita populasi penduduk dunia. Kanker ini biasanya baru didiagnosis pada stadium lanjut. Hanya 7 persen dari 20 persen pasien yang didiagnosis dini mampu bertahan hidup dalam lima tahun.

"Jangan pernah menyerah untuk lepas dari jeratan rokok. Bahkan, meski Anda sudah didiagnosis kanker paru, masih ada manfaat dari berhenti merokok. Sebagian dari tubuh akan pulih dan risiko kematian menurun," kata ketua peneliti Amanda Parsons dari UK Centre for Tobacco Control Studies.

Meski dokter dengan tegas telah meminta pasien kanker paru untuk berhenti merokok, nyatanya tidak semua menuruti. Namun, dengan hasil penelitian terbaru ini, pasien diharapkan memiliki semangat dan harapan baru untuk berhenti merokok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar