Kamis, 25 Juni 2009

Pertamina Uji Coba Bahan Bakar Pengganti LPG


"Ada berita keren apaan sih di bawah, jadi penasaran??"

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menguji coba pasar (market trial) dalam menggunakan bahan bakar alternatif Dimethyl Ether (DME), bahan bakar ini diproyeksikan sebagai pengganti bahan bakar LPG.

"Bahan bakar alternatif DME tersebut untuk mengurangi ketergantungan impor gas LPG akibat konversi dari minyak tanah ke LPG yang tidak bisa dipenuhi oleh pasokan domestik," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal, saat market trial Energi Alternatif DME, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Rabu (24/6/2009).

DME adalah senyawa kimia berbentuk gas pada ambient temperature (suhu lingkungan) dan dapat dicairkan seperti halnya LPG, sehingga infrastruktur untuk LPG dapat digunakan juga untuk DME. Beberapa negara yang sudah menggunakan DME adalah China, Australia, Jepang, Iran, dan Mesir.

Gb. DME Plant China Bengbu XinAo

Sebagai bahan bakar rumah tangga, DME dapat digunakan sebagai campuran LPG dan DME hingga 100 persen. Saat ini Pertamina melakukan kerja sama dengan PT Artur Mega Energie sebagai partner pengembang DME dan PT Aditec Cakrawiyasa sebagai pembuat kompor standar DME.

Pengujicobaan sendiri dilakukan untuk komposisi 20 persen DME dan 80 persen LPG; 50 persen DME dan 50 persen DME; serta 100 persen DME.

Pada peluncuran market trial Pertamina akan membagikan kompor dan tabung gas DME kepada kelompok usaha dan rumah tangga. Ke depannya, DME akan diusulkan sebagai pengganti solar pada bus kota dan mesin-mesin diesel.

"Uji coba sendiri akan berlangsung sekira tiga bulan baru kemudian akan dilakukan evaluasi," tukasnya. (ade)

Kira-kira begini kali yah proses pengolahan DME

Bangun Plant DME, Pertamina Butuh Dana USD1,9 M

PT Pertamina (Persero) dan PT Arrtu Mega Energie akan melakukan joint venture untuk membangun plant Dimethyl Ether (DME) sebagai bentuk komitmen pengembangan DME sebagai bahan bakar alternatif.

"Nilai investasinya diperkirakan sebesar USD1,9 miliar dengan kapasitas produksi sebesar 1,7 juta ton DME per tahun," ujar Direktur Utama Arrtu Mega Energie Christoforus Richard, seusai peluncuran market trial Energi Alternatif DME, di Kantor Pusat PT Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Rabu (24/6/2009).

Direncanakan akan ada dua lokasi plant yaitu di Balongan, Indramayu pada Agustus dengan kapasitas 2x400 ribu ton DME yang akan mengubah gas metanol menjadi DME dan sisanya di Riau yang akan beroperasi di 2013 yang akan mengubah batu bara menjadi gas metanol. Adapun Pertamina akan memiliki share sekira 20 persen dalam pembangunan plant tersebut.

Selain pembangunan plant, kerja sama juga akan dilakukan dalam penyediaan kompor yang sesuai dengan spesifikasi DME karena kompor yang digunakan untuk LPG berbeda dengan DME.

Diharapkan dengan pembangunan plant dan pengembangan DME maka akan mengurangi ketergantungan impor LPG dan kualitas udara yang semakin bersih.

"Indonesia memiliki potensi cadangan batu bara muda hingga 200 tahun yang akan diubah jadi DME," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal. (ade)

Sumber: okezone.com, 24 Juni 2009

baguslaaah...

Yah..yah....moga-moga aja berita ini benar-benar bisa jadi solusi yang bagus buat masa mendatang, apalagi katanya kan harganya lebih murah dibanding LPG terus katanya lagi kalo kita pake DME kita cuman cukup nuker tabung gas LPG sama tabungnya DME aja. Eh, tapi ngomong-ngomong bayar tabungnya nambah ga yah???

1 komentar:

  1. Wah pusing juga nih jadinya ,baru aja ganti dari minyak tanah ,mau ganti lagi ke DME .Apakah mekanismenya sama dengan lpg?lebih murah nggak harganya dari lpg dan tingkat bahayanya rendah/tinggi dari lpg

    BalasHapus