Selasa, 23 Juni 2009

Adu Kampung Bersih Dari Narkoba

Sebuah konsep baru yang bersifat reenfortsmen positif tentang pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan komunitas, saat ini sedang dikembangkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), bekerjasama dengan Jawa Pos Grup, dan Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya, dengan menggelar Adu Kampung Bersih dari Narkoba.

Lewat program ini, penanggulangan bahaya narkoba dimulai dari komunitas terkecil yaitu kampung-kampung di kawasan Surabaya dan sekitarnya, namun melibatkan seluruh masyarakat Jawa Timur.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kalakhar BNN) Drs. Gories Mere, masalah narkoba adalah masalah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan aksi dari masyarakat sendiri, karena masyarakat lebih mengetahui lingkungannya sendiri dari pada siapa pun,“Jika masyarakat telah mengidentifikasi dan paham masalah penyalahgunaan narkoba, ditambah dengan adanya kemauan kolektif dari sebuah komunitas, maka upaya pencegahan dan penanggulangannya akan lebih mudah,” Kata Kalakhar dalam sambutannya pada acara launching Adu Kampung Bersih Dari Narkoba, di Atrium DBL Arena, Surabaya, Sabtu (2/5).

Selanjutnya Kalakhar mengatakan, potensi masyarakat harus ditumbuhkan semangatnya untuk lebih mengoptimalkan upaya pencegahan dan penyembuhan mereka yang terlanjur mengkonsumsi narkoba.”Saya menyambut gembira dan mendukung dilaksanakannya Adu Kampung Bersih dari Narkoba, yang diprakarsai Pusat Pencegahan BNN dan Jawa Pos Grup yang dilaksanakan di Kota Surabaya ini,” katanya.

Sedangkan Kepala Pusat Pencegahan Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kapus Cegah Lakhar BNN), Drs. Anang Iskandar, SH.MH, sebagai kepala proyek menjelaskan, bahwa Adu Kampung Bersih dari Narkoba, ditujukan untuk mendorong seluruh kampung di Surabaya dan sekitarnya agar berlomba-lomba menyajikan kreasi dalam menangani permasalahan narkoba di kampungnya masing-masing. “Kreasi tersebut tidak harus berbentuk program fisik yang muluk-muluk. Misalnya ada seorang ibu atau kader penyuluh anti narkoba yang sedang memberi pengarahan kepada anaknya atau komunitasnya agar menjauhi narkoba. Lalu kegiatan itu disimpan dalam bentuk file. Itu sudah cukup, yang penting adalah esensinya, mereka telah melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, dari masyarakat untuk masyarakat,” kata Kapus Cegah.

Selain itu, tambah Kapus Cegah, mengharapkan masyarakat tersebut berperan dalam upaya menyadarkan mereka yang sudah terkena narkoba, dan berusaha untuk menyembuhkan atau menghentikan mengkonsumsi narkoba, sesuai dengan cara yang dipahami komunitas di kampung tersebut.

Sumber: berita BNN, 11 Juni 2009: bnn.go.id

****

Ide kereeeen...setuju banget niiih....moga-moga bentar lagi merembet ke kampungku yang ga jauh-jauh drai Surabaya hehehe...@alit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar