Rabu, 27 Mei 2009

Pola Tidur Rasulullah Saw dan Aturan Yang Beliau Ajarkan Berkenaan Dengan Tidur


Mau tahu banyak bagaimana cara-cara Rasulullah saw tidur? Kalau begitu ayo kta intip. Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan Rasulullah saw berkenaan dengan tidur yang mungkin kita tidak tahu selama ini namun perlu kita ketahui sekarang agar kita bisa lebih mengenal orang yang paling kita sayangi didunia ini setelah Allah swt ini, yaitu:
  • Rasulullah saw mempunyai kebiasaan tidur pada awal malam kemudian bangun pada permulaan paruh kedua malam. Pada saat itu beliau bangun lalu bersiwak, berwudhu dan melaksanakan sholat tahajjjud
  • Rasulullah saw selalu tidur dalam keadaan miring, terutama dalam posisi miring ke kanan
  • Terus berdzikir sampai jatuh tertidur
  • Rasulullah saw tidak pernah tidur dalam kondisi perut penuh makanan dan minuman
  • Rasulullah saw tidak pernah tidur di atas tanah tanpa alas dan tidak pernah tidur di atas kasur yang terlalu tinggi pula. Minimal beliau memakai kasur yang berisi sabut, menngunakan bantal dan kadang-kadang meletakkan tangannya di bawah pipi

Setelah tahu kebiasaan-kebiasaan Rasulullah saw dalam hal tidur mungkin kita juga perlu tahu bagaimana aturan-aturan tentang tidur yang telah diajarkan oleh Rasulullah:

1.Tidur Terbaik

Tidur terbaik adalah tidur yang dimulai dengan posisi miring ke kanan. Tujuannya adalah agar makanan dapat masuk ke dalam lambung dengan sempurna. Hal ini dikarenakan posisi lambung yang berada agak ke samping kiri. Kemudian padanya dianjurkan untuk mengubah posisi ke kiri untuk mempercepat proses pencernaan. Baru kemudian tidur dilanjutkan dengan posisi miring ke kanan kembali. Sebagai peringatan, jangan terlalu sering tidur dalam posisi miring ke kiri karena hal itu dapat membahayakan organ hati yang berada di sisi kiri dekat dengan lambung. Pada saat itu organ-organ tubuh akan mengarah pada hati dan beresiko mengalirkan bahan berbahaya ke dalamnya.

Email Umpan Balik

Posisi tidur terbaik adalah miring ke kanan nih, kan mengikuti sunnah Rasul!

Ada yang menyatakan bahwa hikmah tidur dengan posisi miring ke kanan adalah agar orang yang melakukannya terlalu lelap dalam tidurnya, karena posisi hati/jantung di dalam tubuhnya agak miring ke kiri. Jadi jika seseorang tidur dengan posisi miring ke kanan, maka jantungnya akan terdorong dari tempatnya di sebelah kiri. Hal itu akan mencegah orang yang bersangkutan tidur terlalu lama dan terlalu lelap

2. Tidur Terburuk

Tidur terburuk adalah tidur dalam posisi telentang. Posisi ini hanya diperkenankan untuk beristirahat dan bukan untuk tidur. Namun demikian dibandingkan dengan posisi tidur telentang tidur dengan posisi tengkurap adalah posisi tidur yang paling buruk. Selain itu, selain bagi orang sakit, tidur di pagi dan sore hari adalah hal terburuk. Tidur di pagi hari dapat membahayakan tubuh karena kebiasaan ini dapat membuat tubuh lemah dan merusak organ-organ tubuh. Bahkan jika tidur di pagi hari dilakukan sebelum buang air besar, gerak badan/olah raga dan mengaktifkan lambung dengan makanan, maka kebiasaan tersebut dapat memunculkan berbagai macam penyakit. Sedangkan tidur di sore hari sesudah sholat Ashar dapat membuat orang kehilangan akal.

money-joke-sleeper-copyright5.gif

jangan keterusan tidur telentang dong Om!
Makanya mikirnya dollar terus tuh

hei, lucunya! tapi kok tidurnya tengkurap?

Hal terburuk lainnya berkenaan dengan tidur adalah tidur di bawah sinar matahari, meski hanya sebagian badan saja. Tidur di bawah sinar matahari dapat membangkitkan penyakit dalam tubuh. Berkenaan dengan hal ini, dari Abu Hurairah Rasulullah saw pernah bersabda,

“Jika salah satu dari kalian berada di bwah sinar matahari, kemudian ada bayangan yang menerpa tubuhnya, sehingga sebagian dari tubuhnya berada di bawah sinar matahari dan sebagian lainnya tidak, maka hendaklah dia bangun.”

Juga dari Buraidah bin Al Hushaib diterangkan bahwa, “Bahwasannya Rasulullah saw melarang seseorang di antara tempat yang teduh dan yang tersinari matahari.”

Pada akhirnya Rasulullah saw memberikan petunjukkanya kepada kita tentang bagaimana hendaknya kita tidur ucapkan doa berikut, ‘Ya Allah sesungguhnya aku menyerahkan jiwaku kepada-Mu. Aku serahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku ‘sandarkan punggungku’ pada-Mu, suka ataupun tidak,karena ak ada tempat berlindung dan mpat bermohon dari azab-Mu kecuali hanya pada-Mu. Aku beriman kepada Nabi-Mu yang telah Kau utus.’ Jadikanlah itu sebagai akhir dari perkataanmu (sebelum tidur), seandainya kau mati pada tidurmu itu, maka matimu adalah kematian di atas fitrah.

***

Sumber: Buku Penyembuhan Berbagai Penyakit Cara Nabi, oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

***

Hari ini aku lagi kurang enak badan nih, jadi tulisannya agak kacau…hiks… Tapi ga ngapa-ngapain juga ga enak banget rasanya. Mana di rumah ga ada siapa-siapa lagi kecuali hanya para hantu yang menemaniku…sedihnyaaa…@Alit

5 komentar:

  1. Diantara tempat yang teduh dan yang tersinari oleh matahari adalah tempat yang disukai para jin. Jika seseorang tertidur diantaranya, mungkin dia akan diganggu oleh jin.

    BalasHapus
  2. assalamu'alaykum wrwb
    salam kenal bunda...makasih nih sharenya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. wa'alaikumsalam
    salam kenal balik...alhamdulillah kalo tulisannya emang bisa bermanfaat tuk ziezie

    BalasHapus
  4. Jadi tidur yg baik di malam hari itu berapa lama ya bunda???

    BalasHapus
  5. wah...kayaknya jaman dulu ga ada jam dinding sih jadi susah ngukurnya harus berapa jam, tapi ada hadits yang bunyinya begini:

    “Puasa yang amat tercinta di sisi Allah adalah puasanya Nabi Dawud, sedang shalat yang amat tercinta di sisi Allah juga shalatnya Nabi Dawud. Ia tidur separuh malam, lalu bangun – untuk bersembahyang malam- sepertiga malam, kemudian tidur lagi seperenam malam. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari. Ia tidak akan lari jikalau menemui – berhadapan dengan musuhnya." (diambil dari Riyadus shalihin)

    ada yg bilang kurang lebih sekitar lima sampai enam jam, begitulah...semoga membantu ^_^

    BalasHapus