Minggu, 26 April 2009

Depkes Keluarkan Surat Waspada Flu Babi


Waspada!!Flu Babi sedang mengancam nyawa kita

MAKASSAR | SURYA Online - Departemen Kesehatan (Depkes), melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit “flu babi” yang saat ini merebak di Amerika Serikat dan Meksiko.

Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, di Makassar, Minggu (26/4), menjelaskan, pihaknya mengumpulkan data dan kajian ilmiah tentang penyakit itu dan berkoordinasi dengan organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk memantau perkembangannya.

Selain itu, lanjut Tjandra, pihaknya mengeluarkan surat edaran kewaspadaan dini dan berkoordinasi dengan para kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk meningkatkan kewaspadaan.

Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) untuk kemungkinan pemeriksaan spesimen serta dengan Dirjen Peternakan Departemen Pertanian untuk merumuskan langkah dan tindakan penanggulangan.

Ia menjelaskan flu babi merupakan penyakit yang disebabkan virus influenza tipe A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan oleh binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan menular antarmanusia.

Secara umum penyakit ini mirip influenza dengan gejala demam, batuk, pilek, sesak nafas, nyeri tenggorokan, lesu, letih dan mungkin disertai mual, muntah dan diare.

Peningkatan kewaspadaan terhadap penularan virus influenza babi sub tipe H1N1 tersebut dilakukan menyusul pernyataan Direktur Jendral WHO Margaret Chan yang menetapkan kejadian flu babi sebagai kedaruratan kesehatan publik yang butuh perhatian internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHIC) berdasarkan masukan Emergency Committee.

Namun demikian, kata Tjandra, pemerintah belum mengeluarkan peringatan atau larangan perjalanan bagi warga negara Indonesia dan penduduk dari negara tertentu.

“WHO belum merekomendasikan tindakan spesifik yang mesti dilakukan, termasuk soal ‘travel warning’ dan ‘travel ban’. Kami bisa menunggu rekomendasi itu, bisa juga tidak, kami akan melihat dulu perkembangannya,” jelasnya.

Meski demikian, tambah Tjandra, pemerintah memperketat pengawasan terhadap perpindahan orang di pelabuhan dengan menempatkan dan mengoperasikan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) untuk menjaring penumpang yang dicurigai demam di KKP-KKP besar.

Pada Sabtu (25/4), Direktur Jendral WHO Margaret Chan melakukan pertemuan dengan Emergency Committee untuk merespons kejadian influenza babi akibat virus influenza tipe A subtipe H1N1 di Meksiko dan Amerika Serikat.

Komite mengaku masih membutuhkan jawaban atas sejumlah pertanyaan sebelum memutuskan tindak lanjut yang diperlukan namun mereka sepakat menetapkan kejadian itu sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian internasional.

Direktur Jendral WHO sepakat dengan hal itu dan meminta negara-negara anggotanya mengintensifkan surveilans terhadap kasus serupa influensa (Influenza-Like Illness/ILI) dan pneumonia berat.

Tjandra menjelaskan bahwa penyakit yang disebabkan oleh Swine Influenza Virus (SIV) tersebut hingga kini belum dilaporkan terjadi di Indonesia.

Menurut data WHO hingga saat ini dilaporkan telah terjadi delapan kasus flu babi pada manusia di Amerika Serikat yang dikonfirmasi positif dengan pemeriksaan laboratorium.

Sementara di Meksiko dilaporkan terdapat 878 orang yang diduga terinfeksi dengan lebih dari 60 kematian.

WHO segera merespons kejadian itu karena kasus tersebut dikhawatirkan berpotensi menimbulkan pandemi. ant

***

nah, itu dia masalahnya, masa harus nunggu "kejadian" dulu sih baru travel warning diberlakukan. Tolong dong dengan sangat pada Pemerintah untuk bergerak dengan sangat cepat. cepat keluarkan travel warning buat orang Indonesia yang mau ke California, AS dan Meksiko. Sebaliknya untuk orang-orang daratan Amerika untuk sementara diberlakukan pelarangan berkunjung ke Indonesia. Sekali-kali Indonesia perlu nih berlaku tegas pada orang barat. Gantian dooong....Mereka bisa tentunya kita juga bisa dong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar