Senin, 02 Maret 2009

Ancaman Medis Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Kalau anda mengaku orang yang "smart" dan "ga Cupu" coba nih baca ini, kali-kali bisa membantu mengendalikan keinginan buat nyoba-nyoba NARKOBA:

Penyalahgunaan narkoba tidak hanya melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang, tetapi juga berkaitan dengan berbagai perilaku berbahaya seperti pemakaian jarum suntik secara bergantian, dan perilaku seks bebas. Kombinasi dari keduanya akan sangat berpotensi meningkatkan resiko tertular penyakit HIV/AIDS, hepatitis, dan beragam penyakit infeksi lainnya.

Demikian dikatakan Dr. Diah Setia Utami, SpKJ, narasumber dari Badan Narkotika Nasional, dalam makalahnya yang disampaikan di hadapan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam acara pemberdayaan potensi masyarakat anti narkoba di lingkungan pendidikan bagi Praja IPDN, di Balairung Rudini, Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (18/2)

Menurut Diah, penyuntikan zat-zat psikotropika juga dapat menyebabkan kolapsnya saluran vena, serta resiko masuknya bakteri lewat pembuluh darah dan klep jantung. Beberapa jenis narkoba yang dapat merusak kinerja sistem jantung antara lain kokain, heroin, inhalan, ketamin, LSD, mariyuana, MDMA, methamphetamin, nikotin, PCP, dan steroid.

“Penyalahgunaan narkoba juga dapat menyebabkan beragam permasalahan sistem pernapasan. Merokok, misalnya, sudah terbukti merupakan penyebab penyakit bronkhitis, emphysema, dan kanker paru-paru. Begitu pula dengan menghisap mariyuana yang bisa membawa dampak lebih parah lagi. Penggunaan sejumlah zat psikotropika juga dapat mengakibatkan lambatnya pernapasan, menghalangi udara segar memasuki paru-paru yang lebih buruk dari gejala asma,” jelas Diah.

Semua perilaku penyalahgunaan narkoba, kata Diah, mendorong otak untuk memproduksi efek euforis. Bagaimanapun, beberapa jenis psikotropika juga memberikan dampak yang sangat negatif pada otak seperti stroke, dan kerusakan otak secara meluas yang dapat melumpuhkan segala aspek kehidupan pecandunya. Penggunaan narkoba juga dapat mengakibatkan perubahan fungsi otak, sehingga menimbulkan permasalahan ingatan, permasalahan konsentrasi, serta ketidakmampuan dalam pengambilan keputusan

“Penyalahgunaan narkoba yang sudah sampai pada level kronis dapat mengakibatkan perubahan jangka panjang dalam sel-sel otak, yang mendorong terjadinya paranoia, depresi, agresi, dan halusinasi,” tandas Diah.

Bukan hanya itu, penyalahgunaan narkoba juga dapat mengganggu produksi hormon di dalam tubuh secara normal, yang mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan kembali. Semua perusakan ini meliputi kemandulan dan penyusutan testikel pada pria, sebagaimana juga efek maskulinisasi yang terjadi pada wanita.

Menurut Dr. Diah, aktifitas merokok nikotin juga dapat penyebabkan penyakit kanker mulut, leher, lambung, dan paru-paru. Merokok mariyuana bisa mengakibatkan masuknya bakteri karsinogen ke dalam paru-paru, hingga merubah fungsi paru-paru di tahap pra-kanker.

Berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba memiliki potensi merubah fungsi tubuh secara keseluruhan. Termasuk perubahan selera makan dan peningkatan suhu tubuh secara dramatis yang bisa melumpuhkan kesehatan dalam waktu singkat. Tidak cukup sampai disitu, zat psikotropika berpotensi menimbulkan kelelahan yang berkepanjangan, mengombang-ambingkan perasaan, kepenatan mendalam, perubahan selera makan, nyeri pada otot dan tulang, hilang ingatan, diare, keringat dingin, dan muntah-muntah.

Paparan yang diikuti sekitar 300 Praja itu, mendapat perhatian serius, utamanya menyangkut materi penyalahgunaan Narkoba dan obat-obat terlarang yakni, mantan penyalahguna narkoba tidak bisa sembuh 100 persen. Timbulnya penyakit ikutan seperti HIV, AIDS, Hepatitis B dan C. Rusaknya organ tubuh seperti otak, jantung, urat syaraf, ginjal dan hati. Mengakibatkan kematian karena serangan jantung dan pecahnya pembuluh darah, menderita gangguan jiwa, munculnya aksi kriminalitas, prostitusi dan lain-lain. (as) (sumber: BNN, tanggal 23 Pebruari 2008)

***
masih mau nyoba-nyoba make NARKOBA neh? Weleh, itu mah Kunooo maaan....ini jamannya outbound, kalo stress ya outbound aja. kalo ga punya duit ajak aja temen2 lomba makan kerupuk di halaman rumah...hehehe...ini nih lebih gaul!!!@alit

2 komentar:

  1. dulu dedi pernah pake narkoba, tapi untungnya bisa berhenti.... sebenarnya narkoba itu pencegahannya yang utama dari kalangan para pemegang kekuasaan...
    tergantung bagaimana mereka menerapkan hukum secara nyata di indonesia,...

    BalasHapus
  2. iya juga seh...tapi kalo emang pemegang kekuasaan tidak bisa diharapkan kita juga bisa kan "mencegah diri kita sendiri", bukannya ada pepatah yang bilang "banyak jalan menuju Roma". yah, minimal itu bisa juga yah digunakan untuk kasus narkoba, "banyak jalan untuk menjauhi narkoba"..hehehe...gimana nih menurut yang lain???

    BalasHapus