Jumat, 06 Februari 2009

Tentang Huruf HANACARAKA

Ada satu hal yang kupikirkan saat aku ingin kembali ke akar. Aku teringat dengan huruf-huruf abjad peninggalan nenek moyangku, tidak lain berupa Huruf HANACARAKA. Secara, aku berasal dari suku Jawa, jadi tidak ada salahnya kalau aku ingin mengingat sejarahku dulu pada jaman dulu. Pikirku, kalau orang Jepang bisa berpikir maju tanpa harus meninggalkan sejarah nenek moyangnya, kenapa aku ga??

Jadi, disinilah aku, ingin kembali mengingat apa yang dulu pernah aku dapatkan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.

The "huruf jawa" or "hanacaraka" are the traditional Javanese alphabet. Huruf Jawa atau Hanacaraka adalah alpabet tradisional orang Jawa.

Mengenal Huruf Jawa atau Hanacaraka

Hanacaraka atau dikenal dengan nama carakan atau cacarakan adalah aksara turunan aksara Brahmi yang digunakan untuk naskah-naskah berbahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Sunda, bahasa Palembang dan Bahasa Sasak. Beberapa surat berbahasa Melayu diketahui juga ditulis dengan aksara Jawa Hanacaraka. Aksara Jawa modern adalah modifikasi dari aksara Kawi dan merupakan abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili dua buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "hari". Aksara Na yang mewakili dua huruf yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "nabi".

Beberapa buah aksara itu bisa digabungkan secara langsung untuk membentuk sebuah kata. Sebagai contoh :

Berkas:02ContohHanacaraka.JPG

Berkas:03PasanganHanacaraka.JPG

Berkas:03PasanganHanacaraka.JPG

Berkas:04AksaraMurda.JPG

Berkas:05ContohAksaraMurda.JPG

Berkas:06AksaraSwara.JPG

Berkas:07ContohAksaraSwara.JPG


Berkas:08AksaraRekan.JPG

Perbedaan Huruf Jawa dengan Huruf Bali

Hanacaraka gaya Jawa, aksara-aksara dasar
ket-huruf Jawa

Hanacaraka gaya Bali, aksara-aksara dasar
ket-huruf Bali

(sumber---> wikipedia)

Makna Di Balik Huruf Hanacaraka

Ada berbagai macam versi tentang riwayat huruf Jawa tersebut, ada yang menyebutkan bahwa yang pertama mencetuskan (mau pakai kata menciptakan ataupun menemukan rasanya tidak pas) huruf Jawa tersebut adalah Sultan Agung Hanyokrokusumo dari kerajaan Mataram di Yogyakarta tetapi ada juga yang menyebutkan kalau huruf Jawa sebenarnya dikenalkan oleh Aji Saka. Nah, tentang riwayat Aji Saka itu sendiri juga ada beberapa versi karena ada yang mengatakan bahwa Aji Saka sebenarnya adalah seorang ulama dari Mekkah (tidak tahu nama aslinya) dan ada juga yang menyatakan bahwa Aji Saka adalah ksatria asli Jawa.

Karena kebanyakan orang menyatakan bahwa Aji Saka-lah yang mengenalkan huruf Jawa pertama kali maka sekarang saya akan menceritakan salah satu versi sejarah munculnya huruf Jawa yang lumayan populer. Salah satu versi cerita menyatakan bahwa huruf Jawa tersebut sebenarnya menceritakan bagian dari sepenggal kisah perjalanan Aji Saka. Huruf Jawa tersebut menceritakan tentang kesetiaan dua orang pengikut Aji Saka.

Kira-kira secara garis besar ceritanya seperti ini :

Aji Saka adalah seorang pengembara yang terkenal sebagai penakluk seorang raja penuh angkara murka, yaitu Prabu Dewata Cengkar. Dalam mengembara Aji Saka senantiasa diikuti dua orang pengikut setianya. Ketika pengembaraan pada suatu tempat Aji Saka meninggalkan senjata pusakanya dan menyuruh salah seorang pengikutnya untuk menjaga senjata pusaka tersebut (ada versi lain yang menyatakan bahwa Aji Saka pergi mengembara dan senjata pusakanya ditinggalkan di keraton untuk dijaga salah seorang pengikutnya). Aji Saka menyuruh sang abdi untuk menjaga senjata pusaka baik-baik dan tidak boleh menyerahkan senjata pusaka tsb selain kepada Aji Saka sendiri.

Aji Saka kemudian melanjutkan pengembaraan bersama seorang abdi yang lain hingga pada suatu tempat Aji Saka meminta abdinya yang kedua untuk mengambil senjata pusakanya yang ditinggalkan. Pergilah abdi yang kedua untuk mengambil pusaka, tetapi abdi pertama tidak mau menyerahkan pusaka karena dia memegang teguh perintah Aji Saka (hanya boleh menyerahkan pusaka kepada Aji Saka). Di lain pihak, abdi yang kedua juga bersikeras untuk menunaikan tugas dari Aji Saka untuk mengambil pusaka. Karena kedua orang abdi berusaha menjalankan tugasnya masing-masing maka akhirnya terjadilah pertarungan yang cukup seimbang yang mengakibatkan kematian kedua orang utusan tersebut.

Sehingga akhirnya kisah tersebut diabadikan dalam huruf Jawa sebagai berikut:

  • Ha na ca ra ka –> Hana caraka = Ada utusan
  • Da ta saw a la –> Data sawala = saling berselisih
  • Pa dha ja ya nya –> Padha jayanya = sama kuatnya
  • Ma ga ba tha nga –> Maga bathanga = sama-sama mati/ menjadi bathang (mayat)
(sumber--> http://deking.wordpress.com/2007/04/05/mengenal-sejarah-huruf-jawa/)

Integrasi Hancaraka ke Dalam Sistem Informasi Komputer

Usaha-usaha untuk mengintegrasikan aksara ini ke sistem informasi elektronik telah dilakukan sejak 1983 oleh peneliti dari Universitas Leiden (dipimpin Willem van der Molen). Integrasi ini diperlukan agar setiap anggota aksara Jawa memiliki kode yang khas yang diakui di seluruh dunia.

Jeroen Hellingman mengajukan proposal untuk mendaftarkan aksara ini ke Unicode pada pertengahan tahun 1993 dan Maret 1998. Selanjutnya, Jason Glavy membuat "font" aksara Jawa yang diedarkan secara bebas sejak 2002 dan mengajukan proposal pula ke Unicode. Teguh Budi Sayoga pada tahun 2004 telah pula membuat suatu font aksara Jawa untuk Windows (disebut "Hanacaraka") berdasarkan ANSI.

Baru sejak awal 2005 dilakukan usaha bertahap yang nyata untuk mengintegrasikan aksara Jawa ke dalam Unicode setelah Michael Everson membuat suatu code table sementara untuk didaftarkan kelak. Kelambatan ini terjadi karena kurangnya dukungan dari masyarakat pengguna aksara ini. Baru semenjak masa ini mulai terhimpun dukungan dari masyarakat pengguna. Berdasarkan proses pengajuan, aksara Jawa akan dimasukkan ke dalam Unicode versi 5.2 (tergabung dalam Amandemen 6) yang dijadwalkan keluar pada paruh akhir 2009.

(sumber---> wikipedia)

Catatan nih---> Yang minat ingin mendownload fontnya bisa kok klik di sini

2 komentar:

  1. terimakasi info nya kak….
    mampir kak ketempat saya
    http://gigaprameswari.wordpress.com/

    BalasHapus
  2. ada tutorialnya ga buat yg font al-jawi? ak pas coba susah mau nyari mana ..

    terima kasih :)

    BalasHapus