Selasa, 29 Desember 2009

Sidon, Kota Gunung Sampah

Teranyata yang bermasalah dengan sampah tuh tidak hanya Indonesia ya, kalau tidakpercaya coba deh baca atikel ini:

Sidon, Kota di Lebanon yang Terancam Gunung Sampah
Siprus Kena Getah, Jadi Gantungan Hidup Pengungsi

Tumpukan sampah di pinggir Pantai Sidon setinggi gedung empat lantai. Bantuan luar negeri banyak, tapi terhadang pertikaian birokrasi.

Dua orang berdiri di atas gunung sampah
---

BAU yang luar biasa menusuk itu menjadi makanan sehari-hari Mohamad. Maklum, sebagai nelayan, tiap kali melaut dia harus melewati gunung sampah -dalam bahasa setempat disebut Makab- di pinggir Laut Mediterania sebelah selatan kota tempat tinggalnya, Sidon, Lebanon.

''Mengerikan, bukan? Anda bahkan sudah bisa mencium baunya sebelum melihat sampahnya," kata Mohammad kepada BBC.

Dari semula tempat pembuangan sementara yang dibangun pada 1975, Makab kini ''berkembang" menjadi gunung dengan volume sampah mencapai 50 juta meter persegi. Adalah serangan udara Israel ke Lebanon pada 1982 yang menjadi awal masalah Makab Sidon.

Sampah-sampah bangunan yang hancur akibat serangan tersebut dibuang ke Makab. Perlahan, volumenya terus menggelembung hingga kini menjadi "ikon" Sidon. Segala macam sampah dari warga kota yang berumur 6 ribu tahun dan berpenghuni 350 ribu orang itu menumpuk di sana.

Bagi nelayan seperti Mohammad, polusi bau bukanlah masalah utama. Yang jauh lebih mengganggu dari itu, limbah dari Makab telah mencemari perairan Mediterania di sekitarnya. Akibatnya, banyak ikan mati. Jala nelayan pun sering rusak karena lebih sering menjaring sampah.

''Padahal, jala kami itu berharga USD 500 (sekitar Rp 4,6 juta). Kalau rusak, kami tak mampu membeli lagi," keluh Mohammad.

Saking lamanya beroperasi tanpa didukung fasilitas daur ulang dan daya tampung yang sudah melewati batas normal, tiap hari sebagian sampah Makab pun melorot ke laut dan hanyut. Kabarnya, sampah dari Makab itu sampai ke Siprus, yang juga terletak di kawasan Mediaterania.

Termasuk sampah dari rumah sakit di Sidon. ''Banyak sekali sampah jarum, darah, daging, bahkan ginjal di sini (Makab)," kata Mohammad Hamdan, seorang pemulung yang merupakan pengungsi Palestina, kepada BBC.

Tak heran, limbah beracun dari Makab diyakini sangat mengancam kehidupan laut di Mediterania. ''Ekosistem di sepanjang Pantai Sidon sangat rusak," kata Garabed Kazanjian, aktivis lingkungan dari Greenpeace.

Pemerintah Kota Sidon bukan tak sadar akan ancaman tersebut. Rencana memindahkan lokasi Makab sudah lama disusun, tapi tak jua terwujud hingga kini. Padahal, bantuan dana dari luar negeri terus menguncur.

Pangeran Alwaleed dari Uni Emirat Arab telah mendonasikan USD 5 juta (Rp 46,5 miliar). Pemerintah Arab Saudi merogoh kocek USD 20 juta (Rp 186 miliar). Pemerintah Lebanon juga tak ketinggalan. Mereka menawarkan dana total USD 20 juta untuk membangun tanggul penahan air, pelabuhan, dan fasilitas daur ulang.

Wali Kota Sidon Dr Abdul Rahman Bizri mengakui, dana sebanyak itu belum termanfaatkan maksimal karena perpecahan di birokrasi Sidon akibat politik sektarian. ''Padahal, kondisi Sidon sudah benar-benar terancam karena Makab. Dari total tujuh kilometer persegi wilayah kota ini, empat kilometer di antaranya telah tercemari. Sudah tak mungkin lagi mengembalikan Sidon sebagai daerah tujuan memancing atau ekoturisme," kata Bizri kepada situs Emirates Business.

Satu-satunya pihak yang bisa mengambil sisi positif dari Makab barangkali cuma para pengungsi Palestina. Sebab, di Makab-lah mereka menggantungkan hidup sebagai pemulung.

''Sulit mencari pekerjaan di kota ini. Banyak di antara pemulung di sini yang bergelar sarjana. Apa boleh buat, kalau tak memulung, pilihan bagi kami hanya mengemis," kata Hamdan. (cak/ttg)

Sumber: Jawa pos; Senin, 28 Desember 2009


potret seorang pemulung

Minggu, 22 November 2009

Indonesia Hitung Kerugian Pencemaran Laut Timor

Kalau biasanya Indonesia yang jadi bulan-bulanan Australia (walaupun persoalannya kadang-kadang sangat sepele), nah sekarang mestinya Indonesia-lah yang menunjukkan taringnya. Jangan biarkan tetangga terus-terusan bertampang sangar dengan kita. Sebaliknya sekarang Indonesia sangat-sangat-sangat "BERHAK" menuntut Australia untuk bertanggung jawab pada pencemaran yang dibuatnya! HARUS!! Ayo Indonesia jangan menyerah!!! (Waduh jadi seperti lagunya D'Masiv-Jangan menyerah..Jangan menyerah!!)

Alit

***
KUPANG (SuaraMedia News) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Kabinet Indonesia Bersatu II, Marty Natalegawa telah membentuk panitia nasional untuk menghitung kerugian yang dialami akibat pencemaran Laut Timor yang disebabkan meledaknya ladang minyak Montara.

"Menlu telah membentuk panitia nasional guna menghitung kerugian yang dialami Indonesia akibat pencemaran Laut Timor," kata Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni di sela-sela diskusi publik media dalam reformasi sektor keamanan di Kupang, Sabtu.

Pencemaran Laut Timor terjadi akibat meledaknya ladang minyak Montara pada 20 Agustus lalu yang setiap harinya memuntahkan sedikitnya 500.000 liter minyak mentah ke Laut Timor.

Dia memberikan apresiasi dengan dibentuknya panitia nasional yang akan menghitung kerugian akibat pencemaran tersebut, karena pencemaran Laut Timor kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah dan DPRD NTT. "Kami gembira dengan pembentukan forum tersebut, sehingga kita tahu berapa kerugian yang dialami Indonesia akibat pencemaran tersebu," katanya.

Walaupun telah dibentuk panitia nasional, namun Dia merasa kecewa dengan sikap pemerintah daerah dan DPRD NTT yang kurang memberikan perhatian serius terhadap pencemaran yang terjadi di Laut Timor.

"Pemda dan DPRD NTT kurang memberikan perhatian serius dalam melakukan kajian mendalam tentang pencemaran Laut Timor," katanya.

Selama ini, lanjutnya, Pemerintah pusat dan daerah mengabaikan hak-hak warga NTT, khususnya nelayan di Laut Timor. Padahal, negara lain di Eropa mendukung YPTB untuk terus memperjuangkan kerugian yang dialami Indonesia akibat pencemaran Laut Timor. "Gerakan kita didukung oleh negara-negara di eropa," katanya.

Akibat dari meledaknya ladang minyak Montara, katanya, Indonesia sangat dirugikan, karena banyak terumbu karang dan ikan yang berada di perairan tersebut ikut tercemar. Sehingga masyarakat NTT selalu menyuarakan pencemaran tersebut.

Dia berharap dengan adanya perhitungan kerugian tersebut, maka Indonesia dapat mengklaim kerugian yang dialami ke Pemerintah Australia, akibat meledaknya ladang minyak tersebut.

Sebelumnya, Ferdi Tanoni mengatakan, masalah pencemaran Laut Timor tidak hanya menjadi masalah bilateral antara Indonesia-Asutralia, namun masalah ini sudah menjadi masalah trilateral, karena Negara Timor Leste juga masuk dalam pembahasan tentang pencemaran Laut Timor.

"Masalah Laut Timor sudah tidak lagi menjadi urusan Indonesia-Australia. Masalah itu sudah menjadi urusan antara Australia dan Timor Leste," katanya.

Departemen Luar Negeri pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan persoalan di laut Timor bukan urusan Indonesia, melainkan Australia dan Timor Leste.(ant)
Sumber: www.suaramedia.com

Selasa, 03 November 2009

Nonton TV Pun Ada Aturannya

Ternyata nonton TV tidak boleh sembarangan. Ada aturan-aturan tertentu yang harus diperhatikan jika ingin mata tetap sehat tanpa keluar biaya. (Alit)

****
Nonton TV 21 Inci Sebaiknya Tak Kurang dari 2,5 Meter

KEHADIRAN teknologi sering sulit ditolak. Begitu pula televisi. Televisi layar datar sudah menggantikan televisi layar cembung. ''Karena kehadiran teknologi tidak bisa ditolak, orang tua perlu melindungi anak dengan menyampaikan tata cara menonton televisi yang benar,'' kata dr Hendrian D. Soebagjo SpM.

Dokter spesialis mata RSUD dr Soetomo itu mengatakan, ada rumus untuk mengatur jarak mata dengan layar televisi. Untuk televisi berukuran 21 inci, jarak terdekat menonton adalah 2,5 meter. Sementara untuk televisi 30 inci, jarak pandang terdekatnya adalah 3-4 meter. ''Intinya, makin banyak incinya, jarak pandang terdekatnya tambah jauh,'' jelasnya.

Dengan menonton televisi sesuai jarak pandang tersebut, mata menjadi rileks. Sebaliknya, bila menonton dari jarak lebih dekat, otot mata bekerja keras. ''Lama-kelamaan, mata bisa jadi cembung,'' lanjut Hendrian.

Bila lensa mata ''dipaksa'' cembung terus, penglihatan anak di masa depan bisa terpengaruh. ''Anak berpotensi menggunakan kacamata minus saat beranjak dewasa,'' imbuh dokter alumnus FK Unair tersebut.

Selain menjaga jarak baca dekat, lanjut dia, mata harus sering berkedip saat melihat suatu objek. Dengan begitu, tak terjadi dry eye (mata kering). Dengan sering berkedip, kelenjar yang berada di kelopak mata akan memproduksi air mata untuk melindungi mata agar tak rusak.

''Orang tua perlu terus mengingatkan anak untuk berkedip. Sebab, bila sudah serius main laptop atau game di handphone, anak sering lupa berkedip,'' kata Hendrian.

Kalau memang perlu, pelumas mata bisa dimanfaatkan. Namun, Hendrian menyarankan untuk membeli pelumas mata yang tak menggunakan bahan pengawet. ''Jadi, masa penggunaannya hanya 24 jam. Itu lebih menyehatkan untuk anak,'' tuturnya.

Yang juga perlu diperhatikan orang tua, ingatkan anak untuk tak mematikan atau meredupkan lampu bila menyalakan televisi atau laptop. Jangan seperti menonton film di bioskop.

Hendrian menjelaskan, bila cahaya yang keluar dari laptop lebih terang daripada sekitarnya (cahaya ruang), mata akan silau. ''Cahaya ruang minimal sama dengan yang keluar dari monitor atau TV,'' ingatnya. (ai/soe)

Sumber: Jawapos.com, 2 Nopember 2009

Sabtu, 31 Oktober 2009

Susu Kambing Warisan Islam Sepanjang Masa

Ummat Islam tentu tahu bahwa Rasulullah biasa meminum susu kambing, dan bukan susu sapi atau pun unta. Terutama, susu kambing yang dingin. Ternyata kebiasaan atau sunnah beliau yang satu ini juga menyimpan banyak hikmah.

Dibanding susu sapi, susu kambing punya beberapa keunggulan sebagai makanan tambahan bagi anak balita. Selain lebih mudah dicerna, susu kambing mengandung lebih banyak mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.

Di kalangan masyarakat luas, terutama di negara berkembang, pengertian susu lebih mengacu pada produk susu sapi. Di Amerika saja tidak kurang dari 10 juta ekor sapi dipelihara dan menghasilkan sekitar 56,7 juta ton susu. Padahal selain sapi, ternak lain yang sangat potensial menghasilkan susu adalah kambing. Saat ini susu kambing mulai populer di Indonesia, walaupun penyediaannya belum sebanyak susu sapi.

Jika pada sapi perah dikenal keturunan Holstein sebagai penghasil susu utama, di “keluarga” kambing yang terkenal sebagai penghasil susu berkualitas tinggi dengan kandungan lemak rendah adalah jenis Saanen. Jenis Nubian menghasilkan sedikit susu, tetapi berkadar lemak tinggi. Jenis Toggenburg, LaMancha, Ober hasli, dan Alpine termasuk penghasil susu kualitas menengah.

Bagaimana rasanya? Susu kambing yang berlemak tinggi tentu jauh lebih nikmat dibandingkan dengan yang berlemak rendah. Namun, konsumsi susu berlemak tinggi berpotensi menyebabkan obesitas.

Susu kambing memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan susu sapi ataupun ASI. Susu kambing memiliki daya cerna protein yang tinggi dan rasa asam yang sangat khas.

Aroma Kambing

Ada masyarakat yang beranggapan bahwa susu kambing beraroma seperti kambing. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Adanya aroma yang mengganggu sangat tergantung pada cara pengolahan susu tersebut.

Bau kambing pada susu kambing sebenarnya merupakan dampak dari wadah susu yang tercemar aroma yang dihasilkan oleh kelenjar kambing. Jika pengolahan dilakukan secara benar, susu kambing tidak akan memiliki aroma yang terlalu mengganggu.

Pengaturan konsumsi pakan juga memengaruhi kualitas susu kambing. Hal serupa juga berlaku pada susu sapi. Untuk menambah selera, terutama bagi mereka yang mempunyai indra penciuman yang sangat sensitif, konsumsi susu kambing juga dapat dicampur dengan flavor lain seperti cokelat, vanila, atau stroberi.

Susu kambing yang terbaik untuk dikonsumsi adalah dalam bentuk segar (raw milk) karena kandungan gizinya belum banyak yang hilang akibat proses pengolahan. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengonsumsi susu kambing segar. Bentuk olahan susu kambing yang lain adalah susu pasteurisasi, yoghurt, es krim, dodol, ataupun kefir (susu asam).

Susu kambing mempunyai struktur dan ukuran lemak yang lebih kecil dibandingkan dengan susu sapi, sehingga lemak mudah sekali larut dan tercampur secara lebih merata (homogen). Hal itulah yang menyebabkan susu kambing terasa lebih halus dan lembut. Di sisi lain, susu kambing mempunyai kandungan lemak relatif lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi.

Mudah Dicerna

Dalam beberapa hal, susu kambing juga mempunyai keunggulan dibanding susu sapi. Kandungan asam lemak pada susu kambing jauh lebih banyak dibanding susu sapi atau susu kedelai. Namun, dibanding asam lemak pada susu sapi, susu kambing lebih banyak mengandung asam lemak berantai pendek dan sedang.

Hal tersebut menyebabkan lemak susu kambing lebih mudah dicerna tubuh untuk menghasilkan energi, sehingga tidak tertimbun sebagai lemak atau kolesterol. Dengan demikian, kekhawatiran menjadi gemuk atau terserang penyakit yang berkaitan dengan kolesterol, tidak perlu terjadi.

Dari hasil penelitian Mack pada tahun 1953 terbukti, kelompok anak yang diberi susu kambing memiliki berat badan, mineralisasi kerangka, kepadatan tulang, vitamin A plasma darah, kalsium, tiamin, riboflavin, niasin, dan konsentrasi hemoglobin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok anak yang diberi susu sapi.

Selain itu, susu kambing juga memiliki kapasitas buffer yang lebih baik, sehingga bermanfaat bagi anak yang mengalami gangguan pencernaan. Namun, susu kambing juga memiliki kelemahan, yakni kandungan asam folat dan vitamin B12-nya lebih rendah daripada susu sapi.

Susu kambing juga mengandung lebih sedikit orotic acid. Relatif rendahnya kandungan senyawa tersebut berpengaruh baik terhadap pencegahan sindroma perlemakan hati. Hal itu menyebabkan susu kambing sangat baik untuk menjaga kesehatan hati.

Kalsium Lebih Tinggi

andungan kalsium pada susu kambing jauh lebih baik daripada susu sapi atau kedelai, yaitu dalam 100 gramnya masing-masing mengandung 133, 100, dan 15 mg (lihat Tabel 2). Demikian juga dengan kadar fosfornya. Kadar fosfor dalam 100 gram susu kambing, susu sapi, dan susu kedelai adalah 110, 90, dan 49 mg


Konsumsi segelas susu kambing dapat memenuhi 32,6 persen kebutuhan tubuh akan kalsium dan 27 persen kebutuhan tubuh akan fosfor setiap hari. Sebaliknya, segelas susu sapi hanya memenuhi 29,7 persen kebutuhan tubuh akan kalsium dan 23,2 persen fosfor setiap hari.

Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang. Selain itu, kalsium juga penting untuk melindungi sel-sel di kolon (usus besar) agar terhindar dari kanker. Kalsium juga dapat mengurangi angka kejadian tulang keropos (osteoporosis), terutama pada ibu-ibu yang sudah memasuki masa menopause.

Manfaat lain dari kalsium adalah mencegah migrain dan mengatur tekanan darah. Menurut sebuah publikasi pada The American Journal of Clinical Nutrition, seorang gadis yang baru mengalami menstruasi sebaiknya diberi asupan susu kambing untuk menjaga kandungan kalsium di dalam tubuhnya.

Kadar protein susu kambing tidak jauh berbeda dengan susu sapi. Konsumsi satu gelas susu kambing dan susu sapi masing-masing dapat memenuhi 17,4 dan 16,3 persen kebutuhan tubuh akan protein setiap hari. Protein merupakan zat gizi yang sangat dibutuhkan untuk mendukung proses tumbuh kembang pada anak. Pada orang dewasa, protein sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan jaringan dan penggantian sel tubuh yang rusak.

Susu kambing juga dipercaya dapat mengatasi penyakit darah tinggi karena kandungan kaliumnya yang tinggi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kandungan kolesterolnya yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi. Karena itu, susu kambing tidak disarankan bagi mereka yang menderita obesitas dan kolesterol tinggi.

Seperti halnya susu sapi, susu kambing juga mengandung laktosa yang cukup tinggi, meskipun sedikit lebih rendah daripada susu sapi. Kadar laktosa pada susu kambing dan susu sapi masing-masing mencapai 4,1 dan 4,7 persen dari total padatan. Karena itu, penderita lactose intolerance sebaiknya menghindari konsumsi susu kambing dalam keadaan segar. Susu kambing dapat juga dikonsumsi dalam bentuk olahan seperti yoghurt maupun kefir yang memiliki kadar laktosa rendah.

Pengganti Susu Sapi

Pada bayi, sering ditemukan kasus alergi terhadap susu sapi. Susu sapi merupakan salah satu bahan pangan penyebab alergi yang paling sering terjadi pada anak-anak. Penyebab alergi lain yang potensial adalah telur, udang, dan ikan.

Hippocrates pertama kali melaporkan adanya reaksi alergi terhadap susu sapi sekitar tahun 370 Masehi. Dalam beberapa dekade belakangan ini, prevalensi dan perhatian terhadap alergi susu sapi semakin meningkat.

Beberapa penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa prevalensi alergi susu sapi dalam tahun pertama kehidupan anak adalah sekitar 2 persen. Sekitar 1-7 persen bayi menderita alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Perlu diingat bahwa sekitar 80 persen susu formula bayi yang beredar di pasaran ternyata menggunakan bahan dasar susu sapi.

Alergi merupakan masalah yang tidak boleh diremehkan. Reaksi yang ditimbulkan dapat mengganggu semua organ tubuh dan perilaku anak, sehingga bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada tahun pertama kehidupan anak, sistem imun tubuhnya relatif masih sangat lemah dan rentan.

Gejala alergi terhadap protein susu biasanya timbul pada bayi yang berumur dua sampai empat minggu, dan gejalanya akan semakin jelas saat usia enam bulan. Bagian tubuh yang terserang alergi adalah saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan kulit. Gejala yang tampak akibat alergi terhadap protein susu antara lain muntah, diare, penyerapan zat gizi yang kurang sempurna, asma, bronkitis, migrain dan hipersensitif.

Menurut Judarwanto (2000), alergi susu sapi 80 persen akan menghilang atau menjadi toleran sebelum anak berusia 3 tahun. Upaya penanganan terhadap alergi susu sapi adalah mengkundari konsumsi susu sapi dan makanan lain yang mengandung susu sapi. Sebagai penggantinya, dapat digunakan susu kedelai atau susu kambing.

Sekitar 20-50 persen dari bayi yang diteliti memperlihatkan gejala tidak toleran terhadap susu kedelai. Karena itu, susu kambing lebih direkomendasikan sebagai pengganti susu sapi pada bayi yang menderita alergi.

Susu kambing dilaporkan telah banyak digunakan sebagai pengganti ataupun bahan pembuatan makanan bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi. Alergi pada saluran pencernaan bayi dilaporkan berangsur-angsur dapat disembuhkan setelah diberikan susu kambing.

Menurut Noor (2002), sekitar 40 persen pasien yang alergi terhadap protein susu sapi memiliki toleransi yang baik terhadap susu kambing. Pasien tersebut kemungkinan besar sensitif terhadap laktoglobulin yang terkandung dalam susu sapi. Diduga bahwa laktogloglobulin (salah satu komponen protein susu) merupakan komponen yang paling bertanggung jawab terhadap kejadian alergi protein susu.

Menurut Judarwanto (2000), terdapat lebih dari 40 jenis protein pada susu sapi yang dapat menyebabkan atergi. Selain betalaktoglobulin, komponen protein lain seperti kasein, alfa-laktalbumin, serum albumin, dan immunoglobulin, juga dapat menyebabkan alergi.

Pemanasan hingga 100 derajat Celsius tidak berpengaruh banyak terhadap kandungan protein tersebut (lihat Tabel 1).


Hanya Sebagai Menu Pelengkap

Meskipun susu, baik susu sapi maupun susu kambing mempunyai kandungan gizi yang cukup baik, susu tidak dapat menggantikan peran dari makanan sehari-hari. Selain karbohidrat yang rendah, susu juga mengandung sedikit zat besi sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehari-hari.

Selama ini, dengan alasan waktu yang sangat sedikit, banyak orang menggantikan sarapan dengan segelas susu saja. Padahal lebih bergizi bila kita sarapan dengan sepiring nasi dan sebutir telur.

Kalaupun hendak sarapan dengan susu, tetap harus ditambahkan sumber karbohidrat yang juga berprotein tinggi, seperti cereal. Pola sarapan yang diterapkan oleh masyarakat Barat, yaitu susu plus sereal atau roti tawar yang disisipi keju, cukup baik untuk mencukupi kebutuhan gizi di pagi hari.

Konsumsi susu sampai bayi berusia sekitar enam bulan adalah sekitar 900-1.200 mililiter per hari. Setelah berusia diatas enam bulan, kebutuhan susu semakin berku rang karena anak sudah mengenal makanan lain, sehingga cukup diberikan 300-400 ml
per hari.

Setelah usia anak lebih dari dua tahun, cukup sekitar 200 ml susu per hari. Pada usia di atas dua tahun, anak-anak harus diprioritaskan makan tiga kali sehari. Sungguh tidak benar kalau sebagai orangtua memaksa anak untuk minum susu 4-5 gelas dan membiarkannya makan hanya satu atau dua kali sehari.

Karena itu, perhatikan konsumsi susu anak kita. Jangan memaksa anak mengonsumsi terlalu banyak karena mereka akan merasa kenyang mengingat kandungan airnya mencapai 90 persen.

Sabun untuk Kesehatan kulit

Sebelum dikonsumsi, sebaiknya perhatikan mutunya. Susu kambing yang masih baik dapat dicium dari aromanya yang khas.


Susu kambing yang belum dikonsumsi dapat disimpan dalam lemari pendingin. Penyimpanan susu kambing pada suhu ruang dapat menyebabkan susu lebih cepat asam dan rusak.

Susu kambing juga dapat diolah menjadi berbagai produk, mulai dari minuman, makanan, hingga kosmetika. Campuran susu kambing, minyak zaitun, kelapa, kedelai, bubuk cokelat, dan sodium hidroksida merupakan bahan sabun yang lembut sekaligus dapat menjaga kelembaban kulit.

Susu kambing juga menjadi bahan pembuatan cairan pelembab (lotion), lipstik, dan garam untuk mandi. Dibandingkan dengan sabun biasa yang menyebabkan kulit menjadi kering, susu kambing yang diproses menjadi sabun memiliki kadar gliserin alami yang sangat baik bagi kesehatan kulit.

Sumber: Suaramuslim.net (Senior/hotarticle)

Selasa, 27 Oktober 2009

Asyiknya Kumpul-Kumpul Sama keluarga

Lebaran kemarin, Alhamdulillah semua anggota keluarga bisa kumpul . Senang banget rasanya. Momen itu kita manfaatin buat jalan-jalan bareng dan inilah hasilnya:

Lebaran hari pertama, ziarah dulu ke makam dan berdoa deh

Baru setelah itu pulang n' rencanya mo makan-makan
asyiiik...terus puter-puter keliling lebaran sama para sodara&tetangga

Walah, difotho kok ga ada yang jelas begini ekspresinya?


Selanjutnya di hari kedua dan ketiga
mari kita jalan-jalan
...Gooong!!!



Yah pokoknya begitulah liburan lebaranku tahun ini....@Alit

Awas Bahaya Riya’

Awas Bahaya Riya’

Riya’ merupakan perbuatan yang dicela oleh Allah SWT. Orang yang riya’ adalah orang yang memperlihatkan kepada orang lain agar mendapatkan pujian dari mereka. Allah SWT. Berfirman:

Awas Bahaya Riya’

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-6)

Awas Bahaya Riya’

Dalam sebuah hadist qudsi disebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

Barangsiapa yang melakukan satu amal dengan menyekutukan-Ku, maka amal itu akan diberikan kepada sesuatu yang disekutukannya dengan-Ku dan Aku tidak akan memberinya apa-apa.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW pun telah mengingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap tiga macam riya, yakni:

Riya perkataan.

Riya’ perkataan adalah ujaran yang disampaikan oleh seseorang, baik yang berisi kalimat-kalimat dzikir maupun nasehat-nasehat, yang ditujukan untuk mendapatkan pujian dari orang banyak atau agar dianggap sebagai orang yang bertakwa serta berilmu.

Riya perbuatan

Riya perbuatan adalah menunjukkan kekhusyukannya dalam sholat, atau memberikan sedekah agar dinilai sebagai orang dermawan.

Riya al-khafiy

Riya’ al-khafiy adalah riya’ yang tidak tampak atau tersembunyi. Riya’ yang satu inilah yang paling harus diwaspadai oleh setiap umat muslim karena riya’ jenis ini dapat merusak perbuatan baik umat manusia secara perlahan-lahan tanpa disadari. Mendeteksi riya’ al khafiy lebih sulit daripada mencari semut yang merayap di malam hari.

Untuk itu Rasulullah SAW. menganjurkan agar kita selalu berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepadamu untuk tidak menyekutukan Engkau dengan sesuatu yang aku ketahui dan aku memohon ampun terhadap segala sesuatu yang tidak aku ketahui.

Berikut ini beberapa contoh riya’ tersembunyi (al-khafiy):

  • Melakukan ketaatan jika dilihat oleh orang lain.
  • Merasa bahagia ketika orang melihat ketaatannya.
  • Senang mendengar pujian orang atas ketaatannya. Namun, jika pujjian itu berkurang atau tidak ada, hatinya merasa berat untuk melakukan ketaatan.
  • Merasa takut akan hinaan orang, seperti takut dianggap sebagai pengecut di tengah para pemberani. Ia berusaha untuk tetap bertahan di medan perang (bisa juga berlaku di tempat kerja dan tempat belajar mengajar, alit.) hanya agar tidak dicela orang lain.

Orang-orang yang tidak melakukan amal saleh atau ketatan karena takut akan tergelincir dalam riya’ sesungguhnya telah masuk dalam perangkap setan. Siapa pun paham bahwa setan akan terus berusaha memalingkan manusia dari pintu ketatan, baik dengan urusan dunia maupun dengan bisikan, “kita adalah orang yang bertakwa dan wara’, karenanya, jangan berlaku taat kepada Allah dihadapan manusia.”

Ketika berada dihadapan orang banyak, lakukanlah segala sesuatu, semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Ketika tidak ada orang, tingkatkan kualitas ibadah itu. Dengan demikian, kita akan membuat setan murka dan bisikan-bisikannya tidak mempunyai pengaruh.

Siapa saja yang sengaja menunjukkan ketaatannya agar dicontoh orang lain, sesungguhnya, dia tidak dianggap sebagai orang yang berbuat riya’. Bahkan, dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, yakni pahala orang yang berjuang memerangi rasa riya dan pahala orang yang mengajak manusia melakukan ketaatan. (Lakukan saja seperti kita memberikan kado istimewa tanpa nama pada seseorang. Semuanya dilakukan semata-mata karena terdorong rasa ikhlas, alit)

Akan tetapi, dakwah deas Bahaya Riya’Awas Bahaya Riya’ngan cara tersebut hanya dianjurkan bagi orang yang benar-benar kuat imannya, orang yang sempurna keikhlasannya, dan orang yang tidak membutuhkan pujian manusia. Baginya, pujian atau celaan tidak mempunyai arti, dan tidak akan mempengaruhi ketaatannya kepada Allah SWT.

Orang seperti ini tidak memiliki ketergantungan dengan orang lain ketika akan melakukan suatu amal atau aktivitas ibadah. Ia tidak mempedulikan, apakah manusia akan melihat perbuatannya atau tidak. Ia hanya peduli terhadap penilaian Allah SWT, Tuhannya.

Barangsiapa yang merahasiakan perbuatan dosanya, juga tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang riya’. Sebab, Allah SWT pun tidak senang membuka aib manusia. Rasulullah SAW bersabda,

Barangsiapa yang mempunyai aib, hendaknya ia memohon kepada Allah agar aibnya ditutupi.” (HR. Malik)

Barangsiapa yang berniat taat kepada Allah, kemudian ia bergabung dengan sekelompok orang saleh untuk memantapkan niatnya, sehingga ketaatannya bertambah bersama mereka, hal tersebut pun tidak dianggap sebagai bagian dari riya. Bahkan, Allah SWT berfirman,

Awas Bahaya Riya’

...Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa...”(Al-Maa’idah: 2)

Tingkatan Riya’

  1. Tingkat Pertama

Tingkat riya yang pertama adalah menjadikan pujian orang sebagai tujuan utama dari seluruh amal dan ibadah yang dilakukannya, seperti orang yang hanya akan melaksanakan sholat ketika ia berada di tengah orang-orang yang mendirikan sholat. Namun jika ia berada di tengah-tengah mereka, ia pun tidak akan melaksanakan sholat. Ini merupakan tingkatan riya yang paling buruk. Orang yang melaksanakannya dinilai sebagai orang yang berdosa dihadapan Allah.

  1. Tingkat Kedua

Tingkatan kedua terjadi pada orang yang memiliki niat riya’ ketika melakukan suatu amal atau ibadah, namun terselip dalam hatinya sedikit keinginan untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Karena niat mencari pahala itu begitu lemah, ketika ia sedang sendiri, amal atau ibadah itu pun urung dilakukan. Riya’ dalam tingkatan ini sama buruknya dan sama ganjarannya dengan riya tingkatan pertama.

  1. Tingkat Ketiga

Pada tingkatan yang ketiga, niat riya dan niat seseorang untuk mendapatkan pahala dari amal atau ibadah yang dilakukannya, sama. Pahala orang yang memiliki niat seperti itu akan terkikis habis karena niat riya’-nya. Dengan demikian, ia tidak akan mendapatkan apa-apa, baik kebaikan maupun keburukan.

  1. Tingkat Keempat

Tingkatan riya yang keempat dialami oleh orang yang ketaatannya dalam beribadah berkurang ketika dilihat oleh orang lain. Akan tetapi, ketika orang-orang tidak melihatnya, ia tetap melaksanakn ketaatannya itu. Orang seperti ini akan mendapatkan pahala seperti yang diniatkannya. Hanya saja, pahala tersebut tetap akan dikurangi untuk menutupi riya’ yang pernah terbersit di dalam hatinya.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman bahwa orang yang paling sempurna adalah orang yang terbatas dari menyekutukan Allah.” (HR. Ibnu Majah)

Hukum Riya

  • Melakukan segala sesuatu bukan karena Allah, dari awal sampai akhir. Orang seperti ini dianggap tidak pernah berbuat kebaikan apa-apa. Bahkan, ia dianggap berdosa dan hanya akan mendapatkan berbagai kesulitan maupun petaka.
  • Perbuatan yang diniatkan untuk Allah, namun berubah menjadi riya. Seandainya orang itu berusaha untuk menghilangkan niat riya’-nya dan berhasil, ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala untuk usaha menghilangkan niat riya’-nya dan pahala untuk amal yang dilakukannya. Seandainya ia meneruskan keinginannya untuk riya’, sebagian ulama berpendapat bahwa orang ini tetap mendapatkan pahala. Akan tetapi, pahala tersebut akan gugur karena riya’, dengan anggapan, ia melakukan perbuatan dosa.
  • Memulai dan mengakhiri suatu amal karena Allah, tetapi berharap diketahui orang lain. Seandainya ia merasa bangga dan membicarakan amalnya dengan orang lain agar mendapatkan simpati mereka, maka amalnya tidak gugur. Namun, pahala amal itu akan berkurang setiap kali ia membicarakannya, sehingga habislah pahala yang ada. Bahkan, ia akan mendapatkan dosa baru. Karena itu, sebaiknya kita memperbanyak istigfar setiap kali selesai menunaikan suatu amal. Semoga kalimat istigfar yang kita ucapkan dapat menngantikan pahala yang telah berkurang atau hilang ucapan dan perbuatan riya yang kita lakukan.

Seandainya seseorang merasa senang ketika orang lain mengetahui amalnya, jika tidak disengaja atai tidak diniatkan untuk menyombongkan diri, amal itu tidak akan gugur dan pahalanya tidak berkurang sedikitpun. Kebahagiaan-yang dirasakan sebagai kabar gembira dari Allah karena usaha yang dilakukan berhasil-dan penyampainnya kepada orang-orang yang ada di sekitarnya bukanlah riya, karena tidak diniatkan untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Suatu ketika, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, apakah engkau pernah melihat orang yang mengerjakan perbuatan baik, dan dipuji oleh orang-orang?” Pada waktu itu Rasulullah SAW bersabda, “Ya, itulah kabar gembira yang datang dari Allah dengan cepat.” (HR. Muslim)

Cara-Cara Mengobati Penyakit Riya

  1. Dengan Ilmu

Seseorang yang berbuat riya seharusnya mengetahui bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit ini dan siksaan yang menunggunya di akhirat nanti. Sebenarnya, riya lahir dari kegamangan seseorang dalam menanggapi respons masyarakat. Kegamangan itu mendorong seseorang untuk emlakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh orang-orang yang hidup di sekitarnya. Padahal, keridhaan manusia sangat sulit untuk didapatkan.

Kita dapat melihat bagaimana satu persoalan dapat diterima oleh satu golongan, tetapi tidak oleh golongan yang lain, terlebih lagi opini masyarakat tentang sesuatu, tidak pernah tetap. Hari ini didukung, besok dicela. Ironisnya, inilah kenyataan hidup yang harus kita hadapi sampai sekarang.

Seandainya seseorang telah memahami realitas yang dihadapi, namun masih bersikeras untuk riya, jelaslah bahwa orang tersebut memang senang berbuat riya.

  1. Dengan Amal

Setiap muslim hendaknya melakukan beberapa langkah konkret untuk mengatasi penyakit riya, seperti di bawah ini:

  • Bersungguh-sungguh melatih diri untuk melawan dorongan berbuat riya
  • Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari sifat riya
  • Senantiasa mengingatkan diri sendiri akan akibat buruk sifat riya
  • Berusaha menyembunyikan amal dari perhatian orang banyak.

Pada mulanya, hal tersebut memang terasa sangat sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, dengan sedikit kesabaran-meskipun berat- Allah akan memberikan pertolongan untuk mengalahkan sifat tersebut, setiap kali datang menggoda. Allah berfirman,

Awas Bahaya Riya’

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Oktober 2009@Alit

***

Pesan Alit sih cuman begini:

Well, pada akhirnya semua pilihan gaya hidup terserah saja kepada diri kita sendiri, mau jadi seperti apa kita di dunia ini itu tergantung diri kita sendiri...caooo...

Jumat, 09 Oktober 2009

Seperempat Penghuni Bumi Adalah Muslim

LONDON - Seorang di antara empat penduduk dunia adalah muslim. Indonesia menempati peringkat pertama dengan jumlah muslim terbanyak di seluruh dunia. Laporan itu disampaikan oleh Pew Forum on Religion and Public Life setelah meneliti, menyurvei, dan mengompilasikan data selama tiga tahun dari 232 negara serta teritori di seluruh dunia. Setidaknya, 60 persen dari 1,57 miliar populasi muslim seluruh dunia diperkirakan berada di Asia. Sedangkan 20 persen berada di Timur Tengah dan Afrika Utara.

"Jika dunia hendak menciptakan pengertian yang lebih baik antara AS dan dunia muslim, kini kita harus terfokus pada wilayah selatan dan Asia Tenggara, bukan Timur Tengah," ungkap Brian Grim, peneliti senior Pew Forum on Religion and Public Life, lembaga survei Amerika, kepada CNN kemarin (8/10).

Penelitian itu menghasilkan daftar sepuluh negara dengan penduduk muslim terbanyak. Peringkat teratas adalah Indonesia. Total umat muslim Indonesia 202.867.000 jiwa. Negeri Zamrud Khatulistiwa tersebut dikenal dengan 88,2 persen penduduknya muslim. Kemudian, ada Pakistan di posisi kedua, India ketiga, Bangladesh keempat. Berturut-turut mulai peringkat kelima hingga kesepuluh, ada Mesir, Nigeria, Iran, Turki, Aljazair, dan Maroko. Sebesar 99 persen penduduk Maroko muslim. Total pemeluk Islam di sana 31.993.000 jiwa.

Lembaga survei tersebut juga mendapatkan data yang tidak pernah disangka sebelumnya. Lebih dari 300 juta umat Islam tinggal di negara yang tidak menjadikan Islam sebagai agama mayoritas. Satu di antara lima muslim di dunia ternyata tinggal di negara minoritas muslim.

Contohnya, jumlah muslim di Jerman ternyata lebih banyak daripada Lebanon. Begitu juga muslim di Rusia, lebih banyak daripada Jordania dan Libya. Selain itu, jumlah muslim di Jerman lebih banyak daripada Lebanon. (cak/ami)

Sumber: Jawa Post, Jum'at, 09 Oktober 2009

****
Yah, jumlah boleh saja besar tapi hal itu masih belum bisa membuat saya puas. Belum sebelum seluruh umat Islam (termasuk saya sendiri) bisa menjalankan syariat agama dengan sebenar-benarnya. Bukan hanya sekedar teori tapi juga aplikasi yang amat sangat nyata. Harapan saya sih kedepannya Islam bisa jauh lebih baik keadaannya dari sekarang. Mari tetap semangaaat berlomba-lomba mencintai Allah bukan karena DUNIA!!! Beramal bukan untuk mengharapkan surga, tapi takut jika bertemu neraka. Cukup katakan saja..AKU INGIN ALLAH...

alit

Senin, 14 September 2009

Lebaran

Ramadhan emang masih beberapa hari lagi sih, tapi sedihnya berpisah dengan Ramadhan sudah kerasa sejak sekarang. Tapi..yah, apa boleh buat roda kehidupan kan memang harus terus berputar. Jadi, yah...mumpung belum lebaran Mohon Maaf Lahir Bathin aja yah...dan Selamat hari Raya Idul Fitri 1430 H.



Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)

Tentang Kubah Masjid

Mengenal Sejarah Kubah

Seperti halnya menara dan mihrab, secara historis kubah belum dikenal pada masa Rasulullah SAW. Arsitektur terkemuka, Prof K Cresswell dalam Early Muslim Architecture menyatakan bahwa pada desain awal masjid Madinah sama sekali belum mengenal kubah. Dalam rekonstruksi arsitekturnya, Cresswell menunjukkan betapa sederhananya masjid yang dibangun Nabi Muhammad SAW.

Arsitektur awal masjid Rasul berbentuk segi empat dengan dinding sebagai pembatas sekelilingnya. Di sepanjang bagian dalam dinding tersebut dibuat semacam serambi yang langsung berhubungan dengan lapangan terbuka yang berada di tengahnya. Seiring berkembangnya teknologi arsitektur, maka kubah pun muncul sebagai penutup bangunan masjid.

Kubah memang bukan berasal dan berakar dari arsitektur Islam. Itu karena memang ajaran Islam tidak membawa secara langsung tradisi budaya fisik atau Islam tidak mengajarkan secara konkrit tata bentuk arsitektur. Islam memberi kesempatan kepada umatnya untuk menentukan pilihan-pilihan fisiknya pada akal-budi.
Hampir semua kebudayaan mengenal dan memiliki kubah. Dari masa ke masa bentuk kubah selalu berubah-ubah. Konon, peradaban pertama yang mengenal dan menggunakan kubah adalah bangsa Mesopotamia sejak 6000 tahun yang lalu. Pada abad ke-14 SM, di Mycenaean Greeks sudah ditemukan bangunan makam berbentuk kubah (tholos tombs).

Namun, ada pula yang menyatakan bahwa kubah mulai muncul pada masa Imperium Romawi, sekitar tahun 100 M. Salah satu buktinya adalah bangunan pantheon (kuil) di kota Roma yang dibangun Raja Hadria pada 118 M - 128 M. Penggunaan kubah tercatat mulai berkembang pesat di periode awal masa Kristen.

Struktur dan bentang kubah pada waktu itu tak terlalu besar, seperti terdapat pada bangunan Santa Costanza di Roma. Pada era kekuasaan Bizantium, Kaisar Justinian juga telah membangun kubah kuno yang megah. Pada tahun 500 M, dia menggunakan kubah pada bangunan Hagia Spohia di Konstantinopel.

Lalu sejak kapan Islam mulai menggunakan kubah pada arsitektur masjid? Secara historis dan arkeologis, kubah pertama dalam arsitektur Islam ditemukan di Kubah Batu (Dome of Rock) atau yang biasa dikenal sebagai Masjid Umar di Yerusalem. Kubah Batu dibangun sekitar tahun 685 M sampai 691 M.

Interior Kubah Batu dihiasi dengan arabesk - hiasan berbentuk geometris, tanaman rambatan dan ornamen kaligrafi. Unsur hiasan sempat menjadi ciri khas arsitektur Islam sejak abad ke-7 M. Hingga kini, kaligrafi masih menjadi ornamen yang menghiasi interior bangunan sebuah masjid.

Sejak saat itulah, para arsitek Islam terus mengembangkan beragam gaya kubah pada masjid yang dibangunnya. Pada abad ke-12 M, di Kairo kubah menjadi semacam lambang arsitektur nasional Mesir dalam struktur masyarakat Islam. Dari masa ke masa bentuk kubah pada masjid juga terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.

Ketika Islam menyebar dan berinteraksi dengan budaya dan peradaban lain, para arsitek Islam tampaknya tidak segan-segan untuk mengambil pilihan-pilihan bentuk yang sudah ada, termasuk teknik dan cara membangun yang memang sudah dimiliki oleh masyarakat setempat tersebut.

Tak heran, jika bentuk kubah masjid pun terbilang beragam, sesuai dengan budaya dan tempat masyarakat Muslim tinggal. Hampir di setiap negara berpenduduk Muslim memiliki masjid berkubah. Di antara masjid berkubah yang terkenal antara lain; Masjid Biru di Istanbul Turki, Taj Mahal di Agra India, Kubah Batu di Yerusalem, dan lainnya. ( http://cvmicro2000.com/kubah-simbol-kebesaran-islam/)

Komentar Alit:

Sejarah tentang kubah memang belum terlalu jelas detailnya, namun menurut saya nih kubah masjid merupakan bentuk akulturasi dari kebudayaan Islam dan kebudayaan kaum Majusi (Penyembah Api). Hal ini bisa dilihat secara jelas dari bentuk kubah yang tampak seperti nyala api. Tapi Islam adalah agama yang lentur atau fleksibel. Islam boleh menggunakan bentuk bangunan yang sama asal tidak mengimani filosofinya, yakni menyembah api. Hal yang mana juga sama berlakunya dengan budaya tahlilan yang berkembang di sebagian masyarakat Indonesia, budaya nenek moyang boleh sama asal tidak mengimani filosofinya.

Senin, 07 September 2009

Kemoterapi, Khazanah Warisan Islam

Baru tahu soal ini nih aku..keren..keren...Islam emang kereeeen...selamat membaca (alit) :

Setiap penyakit pasti ada obatnya. Demikian sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim. Muhammad ibnu Ismail al-Bukhari (810 M-870 M) juga menegaskan hal tersebut dalam karyanya Sahih Bukhari, “Tidak ada penyakit yang dibuat oleh Allah tanpa ada pengobatannya.

Allah menciptakan penyakit, Allah pula yang menyembuhkannya melalui seorang perantara, yaitu dokter. Dokter dipercaya menjadi seorang khalifah oleh Allah, untuk membantu menyembuhkan penyakit yang diderita pasien. Nidai, seorang dokter di abad ke- 16 M pernah mencoba memberikan nasihat kepada rekan-rekannya sesama dokter. Ia meminta kepada mereka untuk tidak berbangga diri karena berhasil menyembuhkan pasien.

Menurutnya, seorang dokter harus percaya bahwa kesembuhan datangnya dari Allah. "Jangan katakan saya telah menyembuhkan pasien, sebab asumsi itu adalah dusta".

"Penyakit dan pengobatan berasal dari Sang Pencipta. Dia lakukan apa yang jadi kehendak-Nya. Allah-lah yang berkendak," tutur Nidai.

Para dokter Muslim di era kejayaan peradaban Islam mempercayai hal tersebut. Keimanan yang demikian itu mendorong mereka untuk terus berinovasi dalam dunia kedokteran. Sehingga, mereka berhasil mengidentifikasi ragam penyakit beserta obat dan metode pengobatannya tanpa bertentangan dengan keyakinan agama. Salah satunya adalah Kemoterapi.

Kemoterapi adalah metode pe rawat an penyakit dengan menggunakan zat kimia untuk membunuh sel penyakit kanker. Perawatan ini berfungsi untuk menghambat kerja sel. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini merujuk kepada obat antineoplastik yang digunakan untuk melawan kanker.

Di dunia modern, untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika, namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi, dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar. Dalam penggunaan non-oncologi, istilah ini juga merujuk pada antibiotik (kemoterapi antibacterial). Dalam pengertian ini, kemoterapi modern pertama adalah arsphenamine karya Paul Ehrlich, sebuah Arsenic kompleks ditemukan pada tahun 1909 dan digunakan untuk merawat sipilis.

Ini kemudian diikuti oleh sulfonamides ditemukan oleh Domagk, dan penisilin ditemukan oleh Alexander Fleming. Tindakan kemoterapi paling sering digunakan untuk membunuh sel-sel kanker dengan memisahkan sel-sel itu dengan cepat. Hal ini berarti juga memisahkan dengan cepat sel-sel jahat dalam keadaan normal, seperti sel di sumsum tulang, sistem pencernaan dan kantong rambut (hair follicles).

Kegunaan lain dari kemoterapi cytostatic (sitostatik) adalah perawatan penyakit autoimmune seperti multiple sclerosis (sklerosa yang banyak), dan rheumatoid arthritis (radang sendi rheumatoid) dan penindasan penolakan pencangkokan (the suppression of transplant rejections). Namun, kemoterapi ini menimbulkan efek samping seperti rasa lelah fisik, mual dan muntah-muntah, diare atau sembelit, anemia, malnutrisi, kerontokkan rambut, bahkan kehilangan memori.

Melawan Kanker
Pada prinsipnya, kanker adalah pertumbuhan sel yang tak terkendalikan dan bersifat ganas. Kanker disebabkan oleh interaksi antara genetik dan lingkungan kerentanan toxin. Oleh karena itu, kemoterapi bekerja untuk memisahan sel dengan cepat. Terdapat beberapa strategi dalam sistem perawatan kemoterapi yang digunakan sekarang. Kemoterapi dapat diberikan dengan maksud kuratif atau bertujuan untuk memperpanjang hidup atau untuk meredakan gejala.

Sebagian besar kanker sekarang dirawat dengan cara ini. Kombinasi kemoterapi yang sama praktis itu melibatkan pengobatan pasien dengan jumlah obat yang berbeda secara bersamaan. Obat-obatan berbeda dalam mekanisme dan efek sam ping nya.

Dalam kemoterapi neoadjuvant (perawatan preoperative), kemoterapi dirancang untuk menyembunyikan tumor utama, sehingga terapi lokal (operasi atau radioterapi) merusak atau kurang lebih efektif. Kemoterapi adjuvant merupakan perawatan pasca operasi, dapat digunakan apabila ada sedikit bukti tentang kanker, tapi ada risiko kambuh.

Hal ini dapat membantu mengurangi peluang pengembangan resistensi jika tumor tidak berkembang. Ini juga berguna untuk membunuh setiap sel-sel kanker yang telah menyebar ke ba gian tubuh yang lain. Kemoterapi di berikan untuk menurunkan beban tu mor dan meningkatkan harapan hidup.

Semua cara kemoterapi mengharuskan pasien mampu menjalani perawatan. Performa status sering digunakan sebagai ukuran untuk menentukan apakah pasien dapat menerima kemoterapi, atau apakah dosis pengurangan diperlukan. "Karena hanya sebagian kecil dari sel tumor yang mati dengan masing-masing pengobatan (membunuh pecahan), dosis harus diulang untuk administratif untuk melanjutkan guna mengurangi ukuran tumor," jelas Skeel, R. T. dalam Handbook of Cancer Chemotherapy.

Bahan kimia
Penggunaan bahan kimia sebagai obat kemoterapi dapat diusut dari peradaban India kuno. Sistem pengobatan tersebut disebut Ayurveda. Di dalam peradaban Islam ada seorang dokter dari Persia, yaitu Muhammad ibnu Zakaria al-Razi (Rhazes), pada abad 10 M yang menemukan metode kemoterapi.

Ia memperkenalkan penggunaan bahan kimia seperti asam belerang, tembaga, merkuri dan garam arsenic, sal ammoniac, scoria emas, kapur, tanah, karang, mutiara, dan alkohol untuk keperluan medis. Hal tersebut disebutkan dalam artikel bertajuk "Science, Technology and Medicine in the Roman Empire" yang mengambil referensi dari Bloch, R. dalam karyanya Etruscan science.

Bahan kimia ini digunakan kembali untuk kemoterapi kanker sekitar abad 20 M. Walaupun begitu, awalnya tidak dimaksudkan untuk tujuan itu. Gas mustard digunakan sebagai bahan kimia selama Perang Dunia I dan dipelajari lebih lanjut selama Perang Dunia II.


Al-Razi, Pencetus Kemoterapi


Al-Razi

Salah satu tokoh Muslim yang berjasa di bidang kedokteran modern adalah al-Razi. Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al-Razi. Umat Islam mengenalnya dengan nama al-Razi.

Sedangkan masyarakat Barat menyebutnya Rhazes. Ia dilahirkan di Rayy, Teheran sekitar tahun 251 H./865 M. Pada tahun 313 H/925 M, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, dan meninggalkan segudang karya agung yang bermanfaat bagi umat manusia seluruhnya. Dalam tulisan berjudul "The Valuable Contribution of al-Razi (Rhazes) to the History of Pharmacy," disebutkan bahwa kemoterapi pertama kali diperkenalkan seorang dokter Muslim legendaris bernama al-Razi alias Rhazes (865 M-925 M) pada abad ke-10 M.

Sesungguhnya dalam diri al-Razi terdapat banyak potensi. Tidak saja ilmu kedokteran yang dikuasainya, namun juga disiplin lain. Pada awalnya al-Razi sangat tertarik dengan seni musik. Seiring dengan perkembangan intelektualitasnya, ia kemudian menekuni beberapa disiplin ilmu pengetahuan lainnya seperti kimia, filsafat, logika, matematika dan fisika. Maka, tak heran jika sebagian besar masa hidupnya dihabiskan untuk mengkaji dan mengembangkan ilmu-ilmu yang dicintainya tersebut.

Beberapa ilmuwan Barat pun mengakui bahwa Al-Razi merupakan penggagas ilmu kimia modern. Hal ini dibuktikan dengan hasil karya tulis maupun hasil penemuan eksperimennya. Al-Razi berhasil memberikan informasi lengkap dari beberapa reaksi kimia serta deskripsi dan desain lebih dari dua puluh instrument untuk analisis kimia. Al-Razi dapat memberikan deskripsi ilmu kimia secara sederhana dan rasional. Dia juga disebut sebagai orang pertama yang mampu menghasilkan asam sulfat serta beberapa asam lainnya serta penggunaan alkohol untuk fermentasi zat yang manis.

Tetapi memang nama al-Razi lebih banyak disangkutpautkan dengan dunia kedokteran. Ia dikenal sebagai ahli pengobatan, walaupun awalnya seorang ahli kimia. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa al-Razi meninggalkan dunia kimia karena penglihatannya mulai kabur akibat ekperimen-eksperimen kimia yang meletihkannya. Dan dengan bekal ilmu kimianya yang luas itu, dia kemudian menekuni dunia medis-kedokteran. Di dunia itu, sang ilmuan juga banyak menelurkan karya dan teori-teori ilmiah. Misalnya, al-Razi mengatakan bahwa seorang pasien yang telah sembuh dari penyakitnya lebih disebabkan oleh respons reaksi kimia yang terdapat di dalam tubuh pasien tersebut.

Maka, tak heran jika kemoterapi pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter Muslim legendaris ini pada abad ke-10 M. Sebagaimana disebut dalam artikel berjudul "The Valuable Contribution of al-Razi (Rhazes) to the History of Pharmacy" di atas. Kepakaran al-Razi dalam bidang kedokteran dibuktikan dengan penemuan-penemuannya yang menjadi dasar pengembangan disiplin ini. Dialah orang pertama yang memperkenalkan penggunaan zat-zat kimia dan obat-obatan dalam pengobatan. Zat-zat kimia ini meliputi belerang, tembaga, merkuri dan garam arsenik, sal ammoniac, gold scoria, zat kapur, tanah liat, karang, mutiara, ter, aspal dan alkohol. she/RioL

Sumber: swaramuslim.net, 21 Juni 2009

Selasa, 01 September 2009

Buah Untuk Sahur Dan Berbuka

Isi postingin ini masih perlu pengkajian lebih dalam lagi sih kayaknya, tapi....bolehlah jadi bahan masukan

Alit

*****

Buah merupakan makanan yang berpengaruh penting untuk menjaga kesehatan dan dayatahan Tubuh. (SuaraMedia News)

Buah merupakan makanan yang berpengaruh penting untuk menjaga kesehatan dan dayatahan Tubuh. (SuaraMedia News)

Aneka buah dapat disantap utuh, diblender ataupun dibuat jus. Untuk keperluan sahur dan berbuka, kenali perbedaan cara menyantap buah yang sehat juga tepat. Seperti apa?

Selama bulan Ramadan, orang yang berpuasa umumnya mengalami perubahan, terutama terkait pola makan yang semula tiga kali sehari menjadi dua kali yaitu saat sahur dan berbuka. Demikian halnya jam makan yang tidak memungkinkan orang berpuasa Ramadan untuk makan dan minum sejak pagi hingga sore hari selama kurang lebih 14 jam.

Penurunan frekuensi makan dan minum menyebabkan metabolisme tubuh berkurang. Akibatnya, energi yang digunakan untuk mempertahankan kelangsungan kinerja fungsi organ tubuh pun ikut menurun. Idealnya, perhitungan persentase makan saat sahur dan buka haruslah memenuhi syarat gizi seimbang harian, yaitu 1.500-2.000 kalori untuk perempuan dewasa dan 1.800-2.500 kalori untuk laki-laki dewasa.

Glukosa yang merupakan salah satu karbohidrat terpenting penghasil tenaga juga harus dikonsumsi secara seimbang. Lengkapi juga dengan sumber lain seperti protein dan lemak yang baik. Di samping itu, amatlah penting untuk mengedepankan konsumsi sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan serat selama berpuasa.

"Setiap hari, makanlah 10 macam buah dengan warna beragam. Juga 3 porsi sayuran," saran ahli gizi dari Semanggi Specialist Clinic Jakarta,Dr Samuel Oetoro SpG(K).

Orang yang berpuasa umumnya akan mengalami beberapa perubahan fisiologis, misalnya terjadi penurunan kadar gula darah (glukosa) di dalam tubuh. Itulah sebabnya, saat berbuka dianjurkan makan-makanan yang manis supaya gula yang hilang cepat tergantikan. Makanan atau minuman yang disantap saat awal berbuka pun hendaknya tak sekedar manis, tapi juga sehat.

Saat beduk magrib bertalu, kebiasaan langsung menyantap es cendol, kolak yang sangat legit, ataupun teh manis bergula banyak, menurut Samuel, kurang tepat. Sebabnya, kandungan gula dalam makanan tersebut cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan kadar gula berlebih, bahkan memicu diabetes. Untuk itulah, Samuel menyarankan alternatif paling tepat adalah dengan meminum jus buah yang kandungan airnya tinggi seperti apel, jambu, dan jeruk.

"Saat berbuka, jangan langsung makan buah utuh ataupun buah yang diblender. Yang terbaik, minumlah jusnya," ujarnya dalam talksow "Sehat di Bulan Ramadan" yang digelar Buavita dan Celebrity Fitness di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mungkin Anda bertanya-tanya, tidakkah menyantap buah utuh lebih baik? Menurut Samuel, hal terpenting saat berbuka adalah selekasnya mengembalikan kadar gula ke posisi normal sehingga tubuh bugar kembali dengan cepat.

"Kalau makan buah utuh ataupun buah yang diblender berarti masih banyak seratnya sehingga kadar gula akan lambat naiknya," jelas dia.

Samuel menambahkan, variasi jenis buah yang dikonsumsi perlu dilakukan agar elektrolit vitamin yang diperoleh lebih lengkap lantaran tidak ada satu buah pun yang komposisinya lengkap. "Seusai minum jus, baru makan dengan gizi seimbang dan tidak tinggi lemak," katanya.

Sumber gula lainnya yang juga dianggap baik untuk disantap saat berbuka adalah kurma. Buah bernama latin Phoenix dactilyfera ini mengandung gula, kalium, magnesium, potasium sekaligus karbohidrat yang baik bagi tubuh.

"Tidak masalah kalau saat berbuka langsung makan kurma dulu untuk mengisi glukosa yang turun," sebut Guru Besar Pangan dan Gizi dari IPB, Prof Dr Ir Ali Khomsan.

Berbeda dengan buka puasa, saat sahur orang dianjurkan menyantap jenis makanan yang lambat dicerna dan tinggi serat sehingga menunda lapar lebih lama. Untuk keperluan ini, Anda disarankan menyantap buah yang masih segar dan utuh.

"Makanlah buah dengan seratnya. Kalau malas dimakan utuh, diblender saja. Gula dan serat pada buah ini akan diserap perlahan-lahan, sehingga kadar gula naiknya pelan dan turunnya juga pelan," papar Samuel.

Perlu diingat bahwa mengonsumsi buah merupakan elemen penting selama berpuasa. Untuk sahur, 15-30 menit setelah makan besar disarankan mengonsumsi buah-buahan segar seperti apel, pir, jeruk, dan jambu. Selain sebagai sumber vitamin dan mineral, buah juga kaya serat terutama di bagian kulitnya sehingga dapat membuat perut kenyang dalam waktu lama.

"Makanan yang berserat membuat proses penyerapan glukosa lebih lambat dan tidak merangsang peningkatan insulin," sebut dia.

Lebih lanjut Samuel menyarankan untuk tidak menambahkan gula saat membuat jus buah segar. Kalaupun tetap ingin diberi gula, tambahkan sedikit saja. Hal ini diterapkan terutama bagi orang dewasa usia di atas 30 dan orang lanjut usia (lansia).

"Kalau pada anak dan remaja tidak perlu terlalu ketat karena sebenarnya pada usia tersebut umumnya tubuh masih mampu menetralisasi kelebihan gula dengan baik," kata dia.

Masih terkait buah, bagi Anda para orangtua sebaiknya rajin memperkenalkan beragam buah pada anak sedini mungkin. Dengan begitu, pada masa mendatang si anak akan suka dan terbiasa menyantap buah, minimal satu macam buah sebagai pendamping makan.

Buah seperti tomat dan mangga juga tinggi betakaroten yang bagus untuk menangkal radikal bebas dan menjaga kesehatan mata si kecil. Ali Khomsan mengatakan, buah baik bagi semua umur, termasuk lansia. Konsumsi buah saat berbuka dan sahur juga membantu meningkatkan asupan cairan sehingga mencegah dehidrasi saat puasa.

"Saat puasa biasanya tubuh lebih sedikit mendapat cairan yang mencukupi. Untuk itu, dianjurkan mengonsumsi buah-buahan berair seperti semangka, melon, dan jeruk. Kalau jeruk dirasa terlalu asam, bisa diganti yang lebih manis seperti apel dan pisang. Bagi penderita maag, sebaiknya juga lebih berhati-hati memilih makanan," pungkas Ali.(okz)

Sumber: www.suaramedia.com, Senin, 31 Agustus 2009

Minggu, 16 Agustus 2009

DIRGAHAYU INDONESIA


Wah, besok udah 17-an nih, jadi inget jaman sekolah dulu, bangun pagi-pagi terus berangkat ke lapangan sekolah ikutan upacara bendera. Hiks jadi rindu masa-masa itu nih sekarang...

Btw, tuk negeriku tercinta, apapun yang terjadi padamu. Tak peduli meski bumi berguncang beradu dengan kemelut kelabu, bagiku kau tetap Indonesiaku, merdekaaaaaa...!!!

Meski raga ini masih belum cukup mengabdi Namun jiwaku telah menyatu denganmu, duhai negeriku Merahnya darahku dan putihnya tulangku kuberikan tuk panji negeriku
Indonesia....dengan penuh rasa syukur pada ilahi kupercayakan hidupku tuk berikan yang terbaik untukmu Alit

B
ersama ini aku persembahkan lagu SYUKUR untuk negeriku, sebagai wujud rasa syukurku kepada Allah yang telah menjadikan aku salah satu bagian dari bangsa ini-apapun keadaannya kini:

SYUKUR

Ciptaan : H. Mutahar

Dari yakinku teguh
Hati ikhlaskupenuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan

Dari yakinku teguh
Cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha

Pahlawanku yang baka

Indonesia merdeka

Syukur aku hanjukkan
Ke bawah duli tuan

Dari yakinku teguh
Bakti ikhlasku penuh
Akan azas rukunmu
Pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Kehadapanmu tuan

aku kalo nyanyi lagu syukur pake penghayatan
bawaannya pasti pengen naangis, tau kenapa...

Sail Bunaken, Terbesar Di Abad 21?

Mengikuti berita tentang Sail Bunaken bener-bener kereeeen....Tidak hanya membuat nama Indonesia terangkat ke muka dunia momen kali ini juga bisa mempertebal rasa nasionalisme seluruh bangsa Indonesia. Upacara 17 Agustus di laut githo loh! Jadi pengen teriak MERDEKAAAAA!!!....

Sail Bunaken yang melibatkan puluhan negara lengkap dengan kapal perang dan kapal layar, merupakan event maritim terbesar abad 21 yang digelar di perairan Manado dan Bitung, 12-20 Agustus 2009.

“Sail Bunaken merupakan momentum untuk memulihkan citra Indonesia, karena event maritim terbesar di dunia sukses digelar di Manado,” kata Dirjen pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan Aji Sularso di Manado, Kamis.

Kegiatan Sail Bunaken dengan mengagendakan Sailing dan Flying Pass berbagai kapal dan pesawat perang, merupakan kegiatan yang jarang dilakukan di dunia.

Provinsi Sulut mendapatkan momentum yang sangat prestisius dengan kegiatan itu, sehingga diharapkan masyarakat setempat mampu mendukung dan menyukseskan kegiatan itu.

Menurutnya, ada dua hal penting terkait pelaksanaan Sail Bunaken di Sulut, yakni potensi kelautan dan sumber daya hayati yang besar, sangat layak dikonversikan untuk kegiatan ekonomi bagi rakyat.

“Bangsa Indonesia bisa mempromosikan potensi yang ada dengan mengundang sejumlah investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia,” katanya.

Kemudian, bangsa Indonesia bisa menunjukkan kekuatan pertahanan dan keamanan maritim, sehingga tidak bisa dipandang enteng oleh negara-negara manapun.

“Sudah ada ribuan peserta mancanegara berada di Sulut, berarti mereka mengakui bahwa event internasional di Indonesia diakui,” jelasnya.

sumber: www.goblue.or.id

cantiknya alam bunaken

persiapan sudah dilakukan sejak bulan Juli

Tambahan:

berita terbaru sih siang tadi rekor sudah berhasil dipecahkan dan berhasil masuk Guinness Record dengan catatan waktu menyelam massal terlama di dunia, yakni sekitar 29 menit, dengan peserta terbanyak di dunia....Kereeeeen!!

Selasa, 11 Agustus 2009

Terapi Ikan Dokter

Rileks dulu ah bentar, abis bosan sih tiap hari masa' liat dan baca berita teror melulu. Hari ini mau posting yang unik aja dulu deh

Alit


Garra rufa obtusas atau yang lebih populer disebut ikan dokter memang punya fungsi layaknya seorang dokter penyakit kulit. Ikan-ikan yang hidup di air kaya mineral itu buka praktik di sebuah kolam spa di Kangal, Anatolia, Turki. Pasiennya adalah mereka yang menderita penyakit kulit. Para pasien tersebut biasanya datang ke Kangal selama 21 hari dan berendam di kolam dua kali sehari selama empat jam tiap sesi. Selama berendam, kulit yang berpenyakit akan digigit oleh ikan dokter. Tak dijelaskan berapa biaya yang dipungut dokter-dokter itu dalam sekali terapi. (REUTERS)

Sumber: Jawa Pos, 11 Agustus 2009

Selasa, 04 Agustus 2009

Award...!!! SEO....!!

Nah, ini award dari Agama dan Media..... menurut beliau award ini harus dibagikan lagi secara estafet.




Award ini bergambar MARIA OZAWA. ckckck... Mantep tuh .....!!!
Berhubung ini award ber-backlink dan ada aturan maennya. Yakni harus membagikan award ini ke sepuluh orang teman. Maka saya memilih memberikan award ini dengan tulus dan ihklas kepada :

  1. asyhabin
  2. karatekapuitis
  3. notnine
  4. dwicy
  5. ekspresi diri
  6. pernak-pernik
  7. do your best today
  8. raja terapi awet muda
  9. gene netto
  10. menjawab misionaris

Selamat ya yang dapat award..... Peace for Blogger...!!!!

Maksudnya award berbacklink tu begini. Ada cara mainnya lho, dan ini sangat menguntungkan buat trafik ke blog kamu. Salah satu tehnik SEO yang ampuh juga !

Ini penjelasannya langsung saja saya copy paste karena mas Pendi juga begitu. Dan blogger yang ngasih award ini ke dia juga kemungkinan besar copy paste dari sebelumnya. Anda yang mendapat award ini juga boleh copas penjelasan dibawah. Yup, langsung saja :“Bagi siapa saja yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya. Dan selanjutnya si penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu :

  1. Reni Judhanto
  2. Evylia Hardy
  3. Eric Ariyanto
  4. Irfan
  5. Piyenkz
  6. Mas Doyok
  7. Pendi
  8. Lembaga Pelatihan
  9. Agama & Media
  10. Ratualit


Aturannya begini : sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah Ketika :


posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan traffik tambahan.Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.”


Gimana?? Mantap kan?! Pasti udah banyak yang tau tentang bisnis affiliasi alias MLM. Gak dipungkiri hari gini sistem kaya gitu emang lagi rame dan tau sendiri lah hasil dari sistem ini gak bisa dianggap remeh. Nah, itu dia. Langsung diterapkan aja ke Teknik SEO backlink. Selamat mengambil award nya sobat - sobat bloger ku. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih buat mas Pendi atas award yang Anda berikan.

****

NB: Trims yah buat Acex yang udah menganugerahkan award ini pada saya (waduuuh..bahasane reeek!!). pokoknya trims-lah..hehehe... @alit

Bedah Buku : "Deadly Mist" upaya Amerika merusak kesehatan manusia

Secara sepintas sih sepertinya artikel ini sulit dipercaya, tapi apapun itu patutlah juga bagi kita-selaku umat manusia, tanpa memandang SUKU, AGAMA, dan RAS- untuk mewaspadai apa yang terjadi di sekeliling kita. Paling tidak hal ini bisa kita jadikan sebagai tambahan wawasan baca kita-lah, biar kita juga bisa memahami dari sudut pandang lainnya (di luar yang biasa kita mau percayai). Intinya cukup sebagai pembanding 'sumber berita' gitu loh. Nah, perkara mau percaya apa tidak itu kembali lagi pada para pembaca sendiri untuk menyimpulkannya

=Alit=

Forumswaramuslim.net, Hari Minggu tanggal 26 Juli 2009 bertepatan dengan Acara talim bulanan dakta, di halaman radio dakta dilakukan dengan tema acara "Deadly Mist upaya Amerika merusak kesehatan manusia" dengan pembicara penulis buku tersebut yaitu Mr. Jerry D.Grey/ H.Abdurahman .

Dalam bedah buku tersebut Mr. Grey memaparkan bagaimana Amerika berupaya merusak kesehatan manusia tidak hanya melalui perang, makanan, namun juga melalui penyebaran wabah penyakit. Mr. Jerry D Grey merupakan orang Amerika yang telah menjadi muallaf dan telah menjadi WNI adalah mantan anggota Angkatan Udara Amerika dan seorang mantan jurnalis di salah satu media terkenal di Amerika. Beliau telah melihat banyak sekali upaya2 Amerika dalam merusak kesehatan manusia.

Tujuan utama upaya Amerika itu adalah untuk menciptakan suatu dunia yang berada dalam satu tatanan yaitu tatanan yang diinginkan oleh Yahudi yang telah lama bercokol di parlemen Amerika. Dalam bedah buku tersebut, beliau juga menceritakan bagaimana Amerika menjadikan rakyatnya sendiri sebagai tikus percobaan terhadap segala penemuan terbaru mereka, entah itu senjata atau virus/bakteri penyakit. Pernah suatu ketika beberapa orang tentara dimasukkan ke dalam suatu ruangan tertutup dan disemprot dengan suatu cairan hingga tentara2 itu meninggal.

Mr. Jerry D Grey pun mengungkapkan suatu fakta yang mengejutkan bahwa pada tahun 1977 salah seorang Presiden Amerika (saya lupa namanya) menandatangani suatu dokumen (millenium report card) yang isinya persetujuan untuk memusnahkan sebagian penduduk dunia yang mempunyai kulit berwarna (Afrika, Asia) dengan tujuan menghalangi mereka memimpin dunia dan menjadikan warga kulit putih sebagai satu2nya penguasa di dunia. Jadi teringat dengan mendiang Michael Jackson yang telah mengubah warna kulitnya menjadi putih, apakah dia sudah tahu tentang rencana Amerika ini?

Beliau juga menyinggung tentang virus flu Babi yang kini tengah melanda dunia. Bagaimana Presiden Barack Obama yang telah mengunjungi Meksiko bisa lolos dari pemeriksaan dan oleh para dokter disana dinyatakan bahwa Presiden Amerika tersebut telah mendapatkan vaksin anti flu babi sebelum memasuki Meksiko! Coba bayangkan….di saat seluruh dunia sedang kebingungan mendapatkan obat untuk mencegah flu babi, Presiden Amerika telah menerima vaksin-nya bahkan sebelum virus itu menyebar!!!

Begitupun dengan vaksin yang diberikan untuk balita2 di seluruh dunia (imunisasi), pada dasarnya vaksin itu tidaklah membuat tubuh manusia menjadi kebal, melainkan malah membunuh sistem kekebalan tubuh manusia itu sendiri karena ternyata di dalam vaksin2 itu ditemukan sejumlah mercury, hal ini diperkuat dengan sikap 30% dokter Amerika yang menolak keluarganya mendapatkan imunisasi!

Mr.Jerry D Grey pun bekisah bagaimana beliau dulu sebelum menjadi tentara jarang sakit namun setelah menjadi tentara malah sering sakit2an karena seringnya mengkonsumsi bermacam2 vitamin yang diberikan negaranya dengan dalih untuk memperkuat daya tahan tubuh para tentara.

Beliau juga mengingatkan, bagaimana dulu Indonesia telah dinyatakan bebas polio selama bertahun2 namun tiba2 beberapa tahun kemudian di Jawa Barat ditemukan ratusan anak yang menderita polio! Menurut analisis beliau, hal itu terkait dengan bantuan Indonesia dalam memberikan vaksin polio yang aman kepada suatu negara di afrika yang telah menolak bantuan vaksin polio dari PBB karena diketahui mengandung zat yang berbahaya! Ada kemungkinan semua itu adalah balasan dari Amerika karena merasa dipermalukan dan tentu saja karena vaksin2nya menjadi tidak laku!

Beliau juga mengingatkan agar kita selalu berhati2 dan tidak gampang meminum obat2an buatan pabrik karena sebenarnya obat itu dibuat bukan untuk menyembuhkan secara total tetapi dibuat sebagai penyembuh sementara untuk kemudian sakit lagi, tentu hal ini terkait dengan industri farmasi yang sampai saat ini dikuasai oleh Amerika, bahkan pemegang saham terbesar pabrik farmasi Amerika adalah mantan Presiden George W Bush dan keluarganya.

Bahkan dalam urusan kesehatan ini Amerika bekerja sama dengan PBB dan media massa barat. (dakta)

Sumber: forum. swaramuslim.net (tanggal 28 Juli 2009)

Selasa, 21 Juli 2009

BAGAIMANA MENILAI JIHADNYA PARA 'TERORIS' ISLAM..??

Ini adalah hasil aspirasi dari salah satu sobat diskusi di swaramuslim neh, boleh aku posting disini juga ah. Tuk Archa minta ijinnya ya bro...hehehe...:

Boleh dikatakan hampir semua Muslim mengetahui tentang perang Uhud, salah satu perang yang dilakukan oleh Rasulullah dan pengikutnya setelah kemenangan gemilang perang sebelumnya, perang Badar. Pada awalnya, dengan strategi yang jitu menempatkan para pemanah di suatu bukit sehingga kelebihan jumlah pasukan musuh menjadi tidak berguna akibat bertempur pada front yang terbatas, membuat musuh mati kutu dan mengalami kekalahan.

Namun kemenangan yang diperoleh pasukan Muslim hanyalah sementara karena para pemanah yang ditempatkan di bukit tidak mampu menahan dorongan hawa nafsunya untuk ikut merebut pampasan perang yang ditingggalkan musuh, mereka lalu meninggalkan posisi dan membuat area pertempuran kembali terbuka. Kita juga mengetahui kisah selanjutnya, ketika pasukan Quraisyi berbalik melewati jalur yang terbuka tersebut, menyerang pasukan Muslim yang sibuk memungut harta pampasan perang. Tercatat 70 tentara Muslim tewas dalam pertempuran, tentunya termasuk para pemanah yang telah meninggalkan pos mereka.

Pertanyaan muncul :”Apakah para pemanah yang telah lalai dan melanggar perintah Rasulullah tersebut bisa dikatakan mati syahid..?”. Boleh jadi ketika mereka berangkat dari Madinah dihati mereka tertanam kerelaan dan keikhlasan untuk berjuang dijalan Allah, sekalipun dengan resiko harus tewas di medan pertempuran. Semangat dan niat tersebut tentu masih ada ketika mereka menempatkan posisi sebagai pemanah. Namun kita bisa menduga bahwa ketika mereka meninggalkan pos mereka untuk ikut ‘cawe-cawe’ memungut harta pampasan perang, mungkin ada niat yang berubah dalam hati, dan pada saat itulah mereka kemudian ikut tewas dalam pertempuran. Lalu apakah kemudian Rasulullah memberikan statement bahwa mereka tidak mati syahid..?? bahwa mereka telah melakukan ‘jihad yang salah’..??, tidak ada catatan adanya pernyataan Rasulullah tersebut, yang ada justru hadist yang mengatakan Rasulullah memperlakukan jenazah mereka sebagai orang-orang yang mati syahid :

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. : bahwa Nabi Muhammad Saw mengumpulkan setiap dua orang yang mati syahid dalam perang Uhud di dalam selembar kain, kemudian bertanya, “siapa di antara mereka yang lebih mengetahui tentang Al Quran?” ketika salah seorang dari mereka ditunjukkan, Nabi Muhammad Saw memasukkan orang itu terlebih dahulu ke dalam kubur dan berkata, “aku akan bersaksi untuk mereka di hari kiamat”. Nabi Muhammad Saw memerintahkan untuk mengubur mereka tanpa membersihkan darah mereka lebih dahulu dan Nabi Muhammad Saw tidak memandikan maupun menshalatkan mereka.

Secara ‘kasat mata’ kita tentu bisa memberikan penilaian bahwa tindakan para pemanah yang meninggalkan pos mereka tersebut merupakan suatu kesalahan. Dari kisah tersebut kita bisa mencatat bahwa Rasulullah sendiri tidak menghakimi, apakah seseorang melakukan jihad atau tidak, apalagi memberikan penilaian tentang ‘jihad yang benar atau yang salah’. Kalaulah waktu itu Rasulullah memberikan penilaian soal jihad atau tidak, maka tentu akan ada suatu riwayat yang menceritakan prosesi pemakaman yang berbeda, minimal Rasulullah akan membagi dua model pemakanan, yang satu untuk para sahabat bukan pemanah yang syahid, dan yang satu lagi proses penguburan ‘model biasa’ untuk jenazah para pemanah karena dinilai tidak mati syahid. Jadi apa yang dilakukan Rasulullah terbatas kepada penilaian bahwa semua yang tewas dalam pertempuran tercakup kedalam suatu rombongan yang berangkat dari Madinah, dibawah komando Rasulullah dan berperang untuk membela agama Allah. Sebagai seorang manusia, Rasulullah hanya bisa menilai perbuatan orang dari BENTUKnya saja. Lalu apakah mereka dikatakan mati syahid dan masuk surga atau tidak..?? siapa yang tahu..??

Kata ‘jihad’ banyak terulang dalam Al-Qur’an mengesankan tentang adanya “perjuangan secara sungguh- sungguh mengerahkan segala potensi dan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan”, dan kalau didalami lebih lanjut, kata ini terkait dengan adanya pengorbanan atas suatu usaha yang kita lakukan.

[4:95] Tidaklah sama antara mu'min yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat.


Ayat tersebut menjelaskan bahwa perbedaan antara orang yang berjihad dan yang tidak berjihad terletak kepada ‘pengorbanan’ harta dan nyawa.

Biasanya, kata ‘jihad’ selalu disandingkan dengan ‘fii sabilillaah’ = di jalan Allah, menunjukkan bahwa ‘jihad’ tersebut sebenarnya adalah suatu yang netral. Salah atau benarnya suatu perbuatan tidak terkait dengan adanya ‘jihad’ atau tidak, tapi dinilai berdasarkan bentuk perbuatannya, dan penghakiman manusia terhadap bentuk perbuatan juga tidak berbanding lurus dengan nilai perbuatan tersebut adalah jihad atau tidak, keduanya merupakan hal yang sama sekali tidak berkaitan. Anda mengatakan perbuatan seseorang ‘tidak fii sabilillaah’, namun penilaian tersebut tidak menjelaskan apakah orang tersebut telah berjihad atau tidak, sebaliknya ketika anda mengatakan perbuatannya ‘fii sabilillaah’, anda juga tidak bisa memastikan apakah orang tersebut memang sedang berjihad sehingga ketika dia mati, anda bisa pastikan akan masuk surga.

Kata ‘jihad’ juga sering dikaitkan dengan perbuatan berperang, sekalipun dalam terminologi Islam, jihad tidak hanya terkait dengan hal tersebut. Ini disebabkan karena perang adalah satu bentuk perbuatan yang ‘sangat nyata’ dalam memberikan pengorbanan harta dan nyawa. Saya menulis di forum ini (ket: swaramuslim.net) dengan niat berjihad di jalan Allah, namun pengorbanan yang saya berikan mungkin hanya terbatas kepada pengorbanan waktu dan duit buat bayar koneksi internet, bahkan hal tersebut sering ‘tidak terasa’ karena kebetulan saya memang lagi menganggur. Lain hal ketika saya ingin berjihad dengan mengasah pedang, hendak maju ke medan pertempuran melawan musuh yang ingin membunuh saya, maka pengorbanan yang akan saya berikan akan saya rasa sangat besar. Al-Qur'an banyak mengkaitkan kata 'jihad' dengan 'perang' karena bentuk perbuatan tersebutlah yang 'paling ekstrim' untuk menjelaskan soal pengorbanan.

Dalam Al-Qur’an kata ‘jihad’ ini tidak hanya disandingkan dengan suatu perbuatan di jalan Allah saja, tapi juga terkait dengan tindakan yang menyimpang dari jalan Allah, misalnya pada QS 29:8 dan QS 31:15,

wawashshaynaa al-insaana biwaalidayhi husnan wa-in jaahadaaka litusyrika
[29:8] Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu ,= berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempersekutukan Aku..

wa-in jaahadaaka 'alaa an tusyrika bii maa laysa laka bihi 'ilmun
[31:15] Dan jika keduanya memaksamu = berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,..

Setelah menempatkan istilah ‘jihad’ pada posisinya yang benar, maka kita bisa melanjutkan dengan mengkaitkannya dengan contoh-contoh perbuatan yang kita temukan di jaman sekarang ini. Pertanyaannya adalah : Bagaimana menilai suatu perbuatan sekelompok orang yang melakukan bom bunuh diri di tempat umum, seperti restoran, hotel, di jalanan, dll dengan tujuan ‘berjihad’ di jalan Allah..?? apakah mereka benar mati syahid atau tidak..??

Petama, ijinkanlah saya mengatakan bahwa atribut ‘jihad’ yang disematkan terhadap perbuatan orang-orang tersebut adalah datang dari mereka sendiri, dan keyakinan akan masuk surga karena tewas bersama bom yang mereka ledakkan di tempat umum juga datang dari mereka sendiri. Tentu saja kita tidak bisa memastikan apakah mereka memang masuk surga atau tidak, tidak ada seorangpun yang bisa memastikan :”Ooo..dia nggak bakalan masuk surga...”, atau sebaliknya :”Sudah pasti laah..bakal masuk surga..”, bahkan ketika hal tersebut datang dari ‘atasan’ mereka sendiri, yang telah melakukan ‘indoktrinasi’ sehingga mereka memiliki keyakinan yang kuat akan masuk surga.

Penilaian yang bisa kita lakukan hanyalah menentukan benar atau salah BENTUK perbuatan mereka, apakah merupakan perbuatan ‘fii sabilillaah’ atau sebaliknya ‘bukan fii sabilillaah’. Sebuah bom yang sengaja diledakkan di tempat umum, pasti punya sasaran untuk mematikan semua orang yang kebetulan berada disana, tidak peduli siapa orangnya, apakah muslim atau bukan, kalau bukan Muslim, apakah memusuhi Islam atau tidak. Maka ketika bom tersebut menewaskan sesama saudara Muslim, kita bisa mengkategorikannya merupakan ‘pembunuhan yang disengaja’ oleh seorang Muslim terhadap Muslim yang lain, dalam hal ini berlaku aturan Al-Qur’an :

[4:93] Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.


Apakah masih perlu kita memelintir pengertian ayat ini..?? semuanya tertulis dengan jelas. Bahkan Al-Qur’an juga memberikan gambaran bahwa membunuh siapapun dengan alasan yang tidak jelas adalah suatu kedzaliman :

[5:32] Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya412. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

412: Hukum ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya.

Ketika bom JW Marriott dan Ritz Carlton, menewaskan beberapa orang non-Muslim (berdasarkan asumsi bahwa si pelaku memang sekelompok orang yang sedang memperjuangkan/membela Islam) , kita seharusnya bertanya kepada mereka sebelumnya :’Apakah anda memusuhi Islam..?? apakah anda melakukan tindakan-tindakan yang menyerang Islam..??”, bahkan pertanyaan ini terasa sangat sumir kalau kita tujukan kepada saudara-saudara kita yang Muslim, yang juga tewas dalam pengeboman tersebut.

Marilah kita berandai-andai, katakanlah saat ini Indonesia memberlakukan syari’at Islam dengan Amirul Mukminin yang terpercaya seperti para Khulafah Rasyidin, apakah yang akan diputuskan terhadap pelaku pembunuhan ini..?? menurut saya, mereka tentu akan memberlakukan hukum Islam juga :

[2:178] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.


Apakah mungkin seorang Khalifah yang berusaha menegakkan syari’at Islam akan memberikan ‘dispensasi’ terhadap peledakan bom yang dilakukan di tempat umum dan bertujuan untuk membunuh siapapun yang ada disitu, hanya karena pelakunya menyatakan perbuatan mereka adalah ‘jihad fi sabililaah’..?? tentu saja hukum Islam tidak akan mempedulikan pengakuan mereka soal jihad, berjihad atau tidak itu urusan mereka dengan Allah, hukum Islam akan dijatuhkan berdasarkan penilaian apakah perbuatan mereka merupakan ‘fii sabilillah’ atau bukan. Al-Qur’an menyatakan dengan jelas dilarang membunuh manusia tanpa alasan, dilarang membunuh sesama Muslim dengan sengaja, sedangkan BENTUK perbuatan yang ada : membunuh dengan sengaja dan tanpa alasan yang terkait dengan si korban, maka itu jelas bukan fii sabililaah.

Berikut ini saya ingin menyampaikan pikiran saya terkait dengan penyebab adanya se kelompok Muslim yang melakukan peledakan bom di tempat umum sebagai salah satu bentuk perjuangan mereka menegakkan ajaran Allah..

Terlihat adanya kesan ‘keputus-asaan’ terhadap pertolongan Allah dalam melakukan perjuangan. Saat ini dunia Islam memang menghadapi lawan yang ‘tidak berbentuk’, penyerangan terhadap Islam sering ‘dibungkus’ jargon-jargon yang sebaliknya : damai, kasih, hak azazi, demokrasi, kebebasan berpendapat dan disisi lain terlihat perbuatan mereka sedikit demi sedikit telah merusak tatanan masyarakat, sehingga makin jauh dari nilai-nilai Islam. Disamping kekuatan, teknologi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki pihak musuh dinilai sangat besar untuk dilawan secara ‘berhadap-hadapan’.

Kondisi ini kelihatannya membuat sebagian Muslim merasa terpojok dan mencari segala cara untuk mengadakan perlawanan. Akibat musuh yang tidak jelas, maka segala sesuatu yang ‘berbau musuh’ akan dihabisi. Padahal Al-Qur'an menasehatkan bahwa bagaimanapun hebatnya tipu-daya musuh-musuh Islam, Allah tidak akan membiarkan mereka merajalela :

[3:120] Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

[4:76] Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

[8:18] Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.

[8:30] Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

[9:48] Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.

[13:42] Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.

[27:70] Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipudayakan".

Serangan musuh yang licik dan pengecut seharusnya tetap harus dilawan dengan cara yang hati-hati dan mempetimbangakan SEMUA aturan Allah, baik yang terdapat dalam Al-Qur'an maupun hadist, bukan hanya mengambil dasar sebagian-sebagian saja. Mungkin kelihatannya kita telah berperang dengan cara yang dinilai 'terlalu naif' berdasarkan pandangan manusia, namun belum tentu 'naif' dalam pandangan Allah. Musuh-musuh Islam punya sumber daya yang luar biasa, namun Allah sudah menjanjikan hal tersebut tidak akan berarti untuk menghancurkan Islam. Allah sudah menjanjikannya dalam Al-Qur'an, tergantung tingkat keyakinan kita sehingga kita tetap bisa istiqomah/konsisten dalam melakukan bentuk perjuangan yang benar-benar mempertimbangan semua aturan Allah tersebut.

Pertanyaan sering muncul, baik dari umat Islam maupun pihak non-Muslim :”Apakah si pelaku pengeboman bisa dikatakan telah berjihad atau tidak..??”, atau pertanyaan yang lebih konyol :”Apakah yang dilakukan merupakan jihad yang benar atau jihad yang salah..??”. lalu pihak Islam terbawa untuk menjawab pertanyaan tersebut ‘menari dalam irama gendang yang dilakukan orang’, ada yang bilang itu jihad dan ada juga yang mengatakan itu bukan jihad, bahkan sebagian ulama perlu repot-repot mengeluarkan fakwa untuk itu, seolah-olah yang menjawab mengerti betul bagaimana nasib si pelaku pengeboman setelah mereka tewas. Umat Islam seharusnya tidak perlu menggubris soal ini, karena sebaiknya semua energi kita perlu kita pakai untuk menyadarkan umat, memberikan pengertian tentang mana suatu perbuatan dikategorikan sebagai ‘fii sabilillah’ dan mana yang bukan..

By Archa : Contributor Swaramuslim

This Article Posted by : archa
Date : 18 Jul 2009
*****
Pada intinya saya sih setuju sama tulisan ini. JIHAD TIDAK BERARTI BRUTAL DAN LANGSUNG MEMVONIS ORANG LAIN PASTI BERSALAH!! WALLAHU'ALAM@alit