Kamis, 04 Desember 2008

TIPS MEMILIH HEWAN QURBAN

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tatkala memilih hewan kurban, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Pilih Hewan Kurban yang cukup umur.Kriteria umur : Kambing dan Domba 12-18 bulan,Sapi dan Kerbau 22 bulan Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui umur ternak antara lain adalah melihat catatan kelahiran ternak tersebut, yaitu dengan bertanya kepada pemiliknya, atau dapat dilihat dari gigi ternak tersebut. Jika gigi susunya telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), itu menandakan ternak tersebut (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau sekitar 22 bulan.
  • Pilih Hewan Kurban yang Sehat.
  1. Secara fisik memilih hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba bisa melihat aktivitasnya. Bila pergerakannya aktif saat didekati itu berarti hewannya sehat. Gerak/temperamennya bebas, lincah, kuat, bersemangat, tidak pincang, tidak gelisah, dan selera makannya bagus.
  2. Rambut atau bulunya halus, mengkilap, tidak rontok, tidak mengalami kebotakan, tidak berdiri,tidak ada perubahan warna, tidak dihinggapi parasit kulit (caplak, tungau, kutu, dll.).
  3. Matanya bersinar dan jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air (eksudat), tidak berwarna merah (yang berarti juga tidak sedang terjadi perdarahan), dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang.Bila ditemukan mata hewan ternak yang beleken dan keruh, itu berarti sedang sakit.
  4. Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal. Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang.
  5. Selain itu, dapat pula dilihat pada bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit. Adapun ternak yang cacat adalah karena salah satu bagian dari tubuhnya hilang atau rusak, misalnya tanduknya patah sebelah, tulang kakinya patah. Sikap berdirinya tegak, kokoh, kuat, dan bertumpu pada keempat kaki.
  6. Hidung terlihat basah, bersih, dan tidak mengeluarkan cairan. Selaput lendir hidung berwarna merah terang.
  7. Mulut dan gusi bersih, tidak ngiler, tidak mengeluarkan eksudat, tidak menganga, dan tidak ada bercak-bercak perdangan.
  8. Celah kuku bersih, tidak ada luka, tidak ada peradangan, tidak ada pembengkakan.
  9. Kulitnya lentur/elastis, tidak ada penebalan, tidak ada bisul, tidak ada luka.
  10. Bagian pangkal hingga ujung ekor bersih, licin, kering. Bulu ekor lebat, bersih, dan kering.
  11. Bagian dubur/anus bersih, kering, dan tidak menunjukkan tanda-tanda diare (mencret).
  12. Hati-hati dalam memilih hewan ternak saat musim hujan. Sebab hewan rawan terkena diare dan cacingan.Biasanya pada hewan yang cacingan kulitnya terlihat kusam dan badannya kurus.
  13. Agar tidak membeli hewan ternak yang kulitnya mengalami korengan. Itu berarti hewan tersebut mengalami penyakit kulit sceabie
(sumber: http://www.ikasmanca.com)

Ada satu jenis penyakit yang paling perlu diwaspadai sebelum membeli hewan kurban, yakni penyakit antraks. Sebelum membeli, ada baiknya kalau kita benar-benar waspada mengingat dampaknya sangat buruk bagi kesehatan manusia. Memang agak sedikit sulit membedakan hewan yang terkena antraks dan yang sehat, namun demikian jika kita menemukan hal-hal yang mencurigakan pada hewan ternak yang hendak dibeli untuk hari raya kurban nanti kita bisa lebih mawas diri.

Adapun ciri-ciri hewan ternak yang terkena antraks diantaranya adalah:
  1. suhu tubuh tinggi,
  2. tidak mau makan,
  3. hewan mengeluarkan darah dari hidung, mata, dubur, dan kuping saat mati.
Pada hewan ternak yang terkena antraks akan terbentuk spora dalam darahnya. Apabila daging hewan ternak yang terserang antraks tidak diproses dengan benar, maka spora antraks akan tetap ada dan akan hidup pada manusia yang mengonsumsinya. (sumber: suaramerdeka.com)

Dr H Faisal Amri SH, pimpinan Rumah Sakit Siti Asiyah Bumiayu, menyatakan terdapat tiga macam gejala klinis penyakit antraks yang menimpa manusia.

Pertama adalah penderita yang terjangkit kuman antraks melalui pernapasan. Pada penderita ini penyakit diawali dengan tenggorokan kering. Dalam hitungan jam, muncul sesak napas secara tiba-tiba, diikuti peluh keringat, dan kulit membiru. Pada stadium ini berarti kuman penyebab penyakit antraks telah seminggu hidup dan berkembang biak dalam tubuh penderita. Jika tidak segera ditangani, dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam, penderita dapat mengalami kekurangan oksigen dan meninggal.

Kedua, penderita yang terkena penyakit antraks melalui kulit. Gejala awal yang muncul pada penderita ini adalah gatal-gatal merah pada kulit. Kulit terlihat seperti melepuh.

Ketiga, penderita yang tertular dari makanan berupa daging. Gejala klinis yang muncul yakni mual serta muntah-muntah.Apabila seseorang mengalami ketiga gejala tersebut maka disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter atau puskesmas terdekat. "Kalau muncul gejala itu, sebaiknya segera ditangani. Jangan pikirkan dulu masalah biaya," imbuhnya. (sumber: suaramerdeka.com)

****
Sudah siap mau merayakan Hari Raya Idul Adha? Kalau begitu Selamat Merayakannya!!!! Semoga sedikit tips ini dapat bermanfaat.@ alit-2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar