Minggu, 14 Desember 2008

TERAPI DO’A UNTUK PEMULIHAN PECANDU

Terapi Islam merupakan suatu ajakan kepada para penyalahguna narkoba, ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), para pengidap pengguna psikologis (gelisah, frustasi, cemas, bersedih hati, emosi tidak stabil, putus asa, hidup tanpa tujuan, gangguan kepribadian, dan sebagainya) dan segenap umumat Nabi Muhammad SAW, untuk menjadikan Islam sebagai modalitas terapi.

Ajaran Islam yang umumnya seperti sholat, sholat berjamaah, puasa, wudhu, bersiwak, memakai wewangian, membaca Al-Qur’an, dzikir, sholat tahajud, dan sebagainya telah dilakukan banyak riset oleh para pakar kesehatan di berbagai negara termasuk Indonesia. Hasilnya, segala yang diperintahkan dalam agama Islam berkaitan erat dengan kesehatan fisik dan mental serta kesehatan lingkungan hidup sedangkan segala yang dilarang adalah karena dapat merusak tubuh, jiwa, sistem imun, sistem sensor, akal, dan sebagainya.

Terapi Do’a

Larry Dossey, MD. seorang dokter yang lebih terkenal karena bukunya yang berjudul Recovering the Soul, pandangan dunianya yang ilmiah itu menjadi goncang setelah ia praktek bertahun-tahun dan akhirnya menemukan bukti ilmiah bahwa do’a mempunyai kekuatan menyembuhkan.

Terbitlah bukunya yang berjudul Healing Words, yang dalam pengantarnya diakatakan bahwa dengan memasukkan seni penyembuhan yang memperhatikan segi-segi spiritual ke dalam ilmu kedokteran, buku ini akan membuka jalan menuju “suatu ilmu kedokteran yang lebih efektif dan sekaligus lebih manusiawi, suatu ilmu kedokteran yang berfungsi dan lebih baik”. Seperti umumnya orang yang menyelesaikan pendidikan kedokteran, Larry Dossey pada awalnya juga menganggap do’a adalah tak ubahnya seperti takhayul.

Mereka yang tidak percaya akan do’a pada umumnya menganggap bahwa penelitian-penelitian yang dilakukan untuk menunjukkan bukti kemanjuran do’a itu metodologinya payah, rancangan dan pengamatannya jelek, sehingga hasilnya berupa khayalan belaka. Tetapi, ternyata tidak demikian. Hingga tahun 1993, para peneliti telah melakukan studi terkontrol sebanyak 131 kali (Healing Reserach), bahkan ada yang telah menggunakan rancangan tertinggi, Double Blind Randomized Control Trial. Lima puluh enam kajian ini memperlihatkan hasil-hasil yang signifikan secasra statistik pada P lebih kecil 0,01 sebanyak 21 studi memperlihatkan signifikansi P lebih kecil 0,5. Percobaan-percobaan ini berkaitan dengan pengaruh-pengaruh penyembuhan do’a terhadap enzim, sel, ragi, bakteri, tumbuhan, binatang, dan manusia. Apabila masih dipertanyakan mutunya, maka jawabnya, 10 diantaranya adalah disertasi doktor, 2 tesis magister, sisanya terpublikasikan dalam jurnal-jurnal kedokteran ternama.

Larry Dossey mengajukan beberapa kecenderungan masa depan bahwa apabila konsep non lokal sudah diterima maka do’a/aktifitas ibadah akan diakui sebagai suatu kekuatan ampuh dalam ilmu kedokteran dan akan menjadi bagian dalam arus utama kedokteran. Aktifitas. Aktifitas ibadah akan menjadi baku dalam praktek kedokteran ilmiah pada kebanyakan komunitas kedokteran. Penggunaannya akan semakin meluas, sehingga untuk tidak menyarankan penggunaan do’a sebagai bagian integral perawatan medis pada suatu hari akan merupakan kesalahan pengobatan medis.

Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater, Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Doktor di bidang Narkoba mengungkapkan selain terapi medis, sholat, berdo’a dan berdzikir dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HIV/AIDS.

Silahkan baca juga buku : Do’a dan Dzikir sebagai Pelengkap Terapi Medis karya Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Hidup Sehat dengan Dzikir dan Do’a karya Syaikh Muhammad Bayumi, Rahasia Kekuatan Do’a karya Asep Rohidin, Meraih Kesembuhan dengan Do’a karya Ibrahim Muhammad Hasan al-Jamal dan lain-lain.

Terapi Sholat Tahajud

Anda mempunyai penyakit yang sulit disembuhkan, lupakan obat, lakukan sholat tahajud. Sebagaimana terungkap dalam buku “Terapi Salat Tahajud” karya Dr. Moh Sholeh, terbukti secara akademis dan medis, sholat tahajud mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Shalat Tahajud yang dijalankan dengan penuh kesungguhan, khusyuk, tepat, ikhlas, dan kontinu diduga dapat memnumbuhkan persepsi dan motivasi positif dan mengefektifkan coping. Dan respons emosi positif (positif thinking), dapat menghindarkan reaksi stress.

Dr. Agustini, SpPK seorang dokter dan dosen fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang mengemukakan, “Setelah mendapatkan pelatihan salat tahajud secara benar dari pak Sholeh, Alhamdulillah penyakit saya hilang dan saya tidak lagi tergantung pada obat”.

Sementara itu, Dr. Quraish Shihab seorang Ulama mengakui bila waktu yang paling ia sukai untuk menuntaskan karya-karya tulisnya adalah waktu sebelum shubuh dan kemudian dilanjutkan sejenak setelah shalat shubuh.

Tentu saja, setelah ia mengerjakan shalat tahajudnya. “Itu waktu yang saya sukai karena selain tenang dan sepi, ada kesegaran yang tak kita peroleh bila dikerjakan siang hari,” ujarnya.

Sedang Ny. Hartati pekerjaannya wiraswasta, pemilik dan desainer dari Visi Furniture, Yogyakarta ini selalu mendesain berbagai produk perabot rumah tangga seperti meja, kursi, bufet, almari, tempat tidur, hiasan dinding, gebyok, lampu, pot bunga, antara pukul 03.00 – 04.00 WIB selepas tahajud. Dalam satu jam tersebut ia dapat membuat sekitar 10 desain yang selalu berbeda dengan desain yang sudah ada sebelumnya. Desaini ekslusif yang hampir semuanya dibuat setelah sholat tahajud itu banyak disukai oleh konsumen, baik asing maupun Indonesia sendiri.

“Saya selalu membuat desain ekslusif dengan menonjolkan motif asli Indonesia, seperti Jawa, Bali, Lombok, dan lain-lain. Dan, ini ternyata disukai oleh orang asing maupun orang Indonesia senidri,” ungkap Tatik.

Uniknya, walaupun ruang pamernya tidak berbeda di tengah kota Yogyakarta, melainkan di Dusun Mudal, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kebanyakan konsumen berasal dari luar kota dan dari Jakarta. Sekitar 80 persen produk untuk konsumen lokal dan sisanya diekspor.

Menurut pengakuan Andi Utama seorang karyawan swasta, sholat tahajud sangat kuat dalam mendorong pencapaian keinginan. Dulu, ketika mau masuk Universitas negeri di mana persaingan ketat, selain belajar keras dia juga tak lupa selalu tahajud tiap malam. Ketika tes penerimaan tiba, dia merasa tenang dalam mengerjakan soal dengan tenang dan merasa yakin bisa mengerjakan, sekaligus merasa yakin juga akan diterima. Sebulan kemudian, ternyata keinginan masuk Universitas ternama itu terkabul.

“Saya yakin itu salah satunya karena saya rajin Sholat tahajud”. Pengalaman tersebut berulang ketika setelah lulus kuliash dan kemudian mencari pekerjaan. Ketika mencari pekerjaan ratusan surat lamaran dikirim, bersamaan dengan itu sholat tahajud juga tidak pernah terlewatkan. Dan tak lama kemudian, kata Andi, dirinya memperoleh pekerjaan sesuai dengan keinginan.

Sebagai perbandingan silahkan baca juga buku terapi sholat tahajud karya dr. Moh. Sholeh, keajaiban sholat tahajud karya Ahmad Mu’arif, dan lain-lain.

Terapi Bersiwak

Siwak merupakan alat untuk membersihkan mulut (sama halnya dengan sikat gigi dalam istilah sekarang). Siwak berasal dari tumbuhan yang mengandung beberapa bahan kimawi, yang mempunyai spesialisasi dalam membunuh kuman-kuman dan mempunyai efek pencegahan.

Universitas Minnesota Amerika, dalam risetnya menemukan bahwa orang-orang muslim kulit hitam yang mempergunakan siwak, memiliki gigi dan gusi yang lebih sehat bila dibandingkan dengan orang-orang yang mempergunakan sikat gigi biasa. Para dokter gigi di London mengakui adanya pengaruh positif siwak terhadap kebersihan gigi, serta manfaat yang menakjubkan dari siwak yang mampu menangkal berbagai penyakit.

Oleh: M. Yusuf Taujiri
Koordinator dan Penyusun Program Islam Therapi

SUMBER: BNN, 12 Desember 2008

Tambahan Tentang Siwak

"Ana harus rajhin..rajhin...bersyiwaakk..
sufaya thak fau naghaa.."

Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :

  • Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.
  • Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
  • Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
  • Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
  • Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.
Sebuah penelitian terbaru tentang ‘Periodontal Treatment’ (Perawatan gigi secara periodik/berkala) dengan mengambil sample terhadap 480 orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para ilmuwan dari King Abdul Aziz University, Jeddah, menunjukkan bahwa Periodontal treatement untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara lain, hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan siwak berhubungan sangat erat terhadap rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap ‘Periodontal Treatment’.

Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran bubuk siwak, karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaanperusahaan di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan.

SUMBER: http://forum.dudung.net/index.php?topic=2813.0

@alit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar