Jumat, 19 Desember 2008

Anak Indigo....Menurutmu?

Artikel ini saya dapat ambil dari MyQuran, tanggal 12 September 2008:

Assalamu'alaykum

Selama ini saya pikir anak2 indigo cuma omong kosong. Tapi saya terkaget-kaget ketika KOMPAS melalui kompas.com memberitakan bahwa anak Indigo ada di Indonesia (check this out: http://kompas.com/read/xml/2008/09/12/11032987/annisa.mendadak.bicara.dalam.bahasa.inggris)

SURABAYA - Setelah selama ini hanya menyebarkan ilmunya lewat ceramah-ceramah dan kuliah Annisa Rania Putri kini mulai menjangkau lebih banyak orang. Bocah ajaib berusia 9 tahun itu menerbitkan sebuah buku yang berisi kumpulan tulisannya selama ini yang diberi judul Hope Is on the Way: Kumpulan Pesan Alam.

Rabu (10/9) malam, ditemani ayah-ibunya, Annisa mampir ke kantor Surya untuk berbagi cerita tentang bukunya (yang baru diluncurkan di Jakarta 29 Agustus) sekaligus melakukan tanya jawab dengan awak redaksi Surya yang penasaran dengan kelebihan Annisa.

Bocah yang menguasai bahasa Inggris, Arab, Korea, dan Belanda tanpa belajar secara formal itu memang memiliki daya linuwih, kemampuan supranatural. Ia bisa melihat hal-hal gaib yang tak bisa ditembus penglihatan orang awam. Ia bisa menjangka masa depan, menyembuhkan orang sakit, dan melatih meditasi orang-orang dewasa.

Bahkan, saat berusia 6 tahun, Annisa sudah merancang arsitektur sebuah bangunan megah berlantai empat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.

"Buku ini berisi kumpulan ceramah dan kuliah saya di berbagai tempat dan waktu. I just fixed some of them (saya cuma memperbaiki beberapa saja) sebelum diterbitkan," tutur Annisa yang tak bisa berbahasa Indonesia.

Perihal bahasa ini, orangtua Annisa (pasangan dr Arwin SpKj dan Yenni Handojo) beberapa kali sempat miskomunikasi dengan anaknya itu.

"Suatu saat, karena beberapa kali kami sempat tidak menangkap bahasa Annisa, dengan polos dia berujar 'kenapa kok orangtua saya bodoh begini'," tutur Yenni yang tak pernah tersinggung tapi justru terhibur dan bersyukur memiliki anak Annisa yang dilahirkannya secara caesar di Jakarta pada 5 Juli 1999.

Meski masih anak-anak, buku Annisa jelas bukan untuk konsumsi anak-anak, apalagi anak seusianya. Bahkan, remaja pun belum tentu bisa mencerna pesan yang disampaikan Annisa dalam bukunya yang diterbitkan kelompok penerbit Gramedia itu.

Sebab, isi pesan-pesan dalam tulisan Annisa memang kelas berat, filosofis, dan mungkin baru bisa ditangkap oleh orang-orang dewasa atau yang sudah tercerahkan. Ia membahas, misalnya, tentang misteri kebijaksanaan, kasih, dan keadilan serta makna puasa.

Semua isi buku itu berasal dari 'pesan-pesan alam' yang bisa ditangkap Annisa kapan saja. Bisa tiba-tiba di sela-sela pembicaraan dengan orang lain, tapi kerap di keheningan malam.

"Kalau sedang mendapat 'pesan alam', tangan Annisa biasanya bergerak mencoret-coretkan 'pesan alam' itu atau bibirnya seperti mengucapkan sesuatu. Hurufnya tak bisa dipahami orang lain kecuali ia sendiri," kata Yenni.

Kelebihan Annisa sudah diakui banyak pihak. Wapres Jusuf Kalla pernah mengundangnya, berbagai universitas terkenal telah memintanya untuk memberi ceramah, dan sebuah majelis taklim yang beranggotakan orang-orang kelas menengah atas di Jakarta kerap mengundang Annisa.

Bocah itu juga memberi pelatihan dan konsultasi pada beberapa kelompok meditasi di ibu kota. Kalau sampai sekarang Annisa belum bersekolah, bukan bebarti orangtuanya membiarkannya. "Tapi, ketika sekolah di dalam kelas justru gurunya yang belajar dari Annisa. Ia kemudian tak mau sekolah," ucap Yenni.

Kemampuan berbahasa Inggris Annisa pun diperoleh secara alamiah. Setelah mulai bisa bicara saat berusia setahun lebih, tiba-tiba Annisa sudah cas cis cus dalam bahasa Inggris. Tentu orangtuanya bingung karena bahasa Inggris bukanlah bahasa sehari-hari mereka.

Keanehan lain, ketika belum lancar bicara, saat diajak menjenguk neneknya yang sakit, Annisa bilang "kembang" dalam bahasa Inggris. Tak berapa lama, neneknya meninggal. Kembang tadi tampaknya isyarat kematian.

Saat ditanya Surya apa cita-citanya, Annisa bilang ingin menjadi pengacara (lawyer). Terakhir, ketika agak bergurau Surya bertanya apakah kantor Surya "bersih", Annisa menjawab, "Yang ada makhluk putih, bukan hitam. Tidak apa-apa, mereka baik, pelindung."

Ibunya, Yenni Handojo, yang memperhatikan gerak-gerik anaknya itu beberapa kali berujar, "Annisa, Annisa...." ida/sko


ABI


====================================================

Bagaimana pendapat kalian?

Secara logika, ndak mungkin khan ada anak yang ngga pernah pegang buku pelajaran bahasa inggris tiba2 jago ngomong bahasa inggris? arab? korea???

****

Agaknya sebagian besar orang masih belum bisa mempercayai bahwa disamping dunianya yang kasat mata, ternyata masih ada kehidupan lainnya. Tapi seperti yang pernah saya postingkan di salah satu blogger mengenai masalah Annisa ini, pada dasarnya saya kurang setuju nih kalo ada orang yang berkomentar kalau Annisa adalah hasil renkarnasi dari jiwa yang pernah hidup di masa lalu. Kalo dapat “ilham” dari Allah lhaaa..itu baru saya percaya. Disamping itu, di dunia ini juga hidup yg namanya golongan makhluk bernama Jin. Dan walaupun golongan yang satu ini ga pernah keliatan bagi org normal, tapi saya tahu dg pasti dan tahu betul gimana rasanya bagi anak-anak Indigo makhluk2 lain ini bisa berada lebih dekat ketimbang keluarga/sahabat2-nya sendiri. Dari mulai ditemani tidur semalaman, ditungguin waktu mandi sampai beraktifitas sehari-hari pun ditungguin juga. Pengaruhnya bagi si anak indigo sangat besar, kalo ga kuat si anak bisa sakit2an terus. Bahayanya, kalo Jin-nya ini “jahat” pengaruhnya bisa jelek, tapi kalo “baik” sih masih ga begitu masalah. Kadang2 dari Jin -apalagi kalo dia pinter- inilah anak-anak mendapatkan ilmu tambahan (kayak bahasa Inggris, bahasa korea bahkan filsafat).

Tapi kemampuan berkomunikasi antar dunia yang berbeda ini pada masing-masing anak berbeda-beda, ada anak yang sangat kuat menahan gelombang perbedaan itu sehingga berpengaruh juga pada kecerdasan IQ-nya. Namun ada juga yang lemah, sehingga anak-anak indigo ini mudah sakit-sakitan dan bahkan ada yang sampai mengalami kesurupan berulang-ulang. Yang pasti baik anak-anak indigo yang kuat maupun yang lemah sama-sama memiliki kemampuan, yakni sanggup melihat dan mengetahui apa-apa yang tak tampak mata kasar. Kesulitannya, mereka banyak yang menderita secara psikologis karena kemampuan istimewanya ini justru membuatnya dianggap aneh oleh orang-orang normal. Kalau sudah sampai di titik nadir, paling-paling mereka cuman bisa menyesali diri, "mengapa semua orang ga bisa percaya?". Kalau berdasarkan pengalaman pribadi saya sih, paling-paling saya pernah nangis semalaman karena dianggap "mengada-ada". Tapi bersamaan dengan bertambahnya usia sekarang sih saya sudah ga pernah nangis lagi..hehehe...

Cukup dinikmati saja-lah hidup ini...@alit

3 komentar:

  1. ih keren y..tapi agak ngeri juga..

    BalasHapus
  2. bertambah lagi keajaiban di indonesia....

    oia lam kenal ya...

    BalasHapus
  3. ya...kalo kita mau memperhatikan sebenarnya setiap hari kita selalu menghadapi yg namanya keajaiban...salam kenal balik semuanya...:-)

    BalasHapus