Minggu, 16 November 2008

Muslim Yang Dihujat, Muslim Yang Dicintai

Hidup itu ternyata sebuah ironi, sementara di sebagian sisi dunia Islam begitu dibenci orang, ternyata dibagian sisi dunia lainnya Islam justru membuat orang semakin penasaran dan ingin tahu lebih banyak 'apa itu Islam'. Singkat kata, ketika Islam 'dituduh' sebagai dalang munculnya kekerasan di dunia, dengan anugerah-Nya yang begitu besar Allah SWT memutarbalikkan opini 'buruk' manusia. Lihat saja dua artikel berikut, bagaimana dua kelompok, baik yang anti-muslim atau yang pro-muslim ketika sama-sama melakukan kampanye 'anti kekerasan' menurut versi mereka. Menurut anda siapa yang sejatinya suka 'adegan' kekerasan dan mengajarkannya pada orang lain, khususnya kepada anak-anak?

Australia Kecam Video Game Pembantaian Muslim

Redaksi 10 Nov 2008 - 10:30 pm
SYDNEY, Benih-benih kebencian terhadap Agama Islam terus ditaburkan di negara barat. Tuduhan sebagai teroris seolah melekat kuat pada Islam, berbagai cara dilakukan untuk menyudutkan agama ini. Salah satunya melalui game online yang bisa diunduh secara gratis.

Game online yang berjudul Muslim Massacre telah beredar pertama kali di Inggris beberapa bulan lalu. Muslim Massacre sendiri merupakan permainan yang di awali dengan kisah turunnya pasukan bersenjata lengkap Amerika Serikat menggunakan parasut ke kawasan Timur Tengah, dan pemain langsung diajak menembaki orang-orang Arab sebanyak mungkin. Beberapa objek yang harus dibasmi, digambarkan menggunakan pakaian seperti teroris dengan penutup kepala. Setelah di Inggris, game ini pun beredar luas di Australia. Komunitas Muslim Australia pun berang. Mereka dengan cepat melaporkan game ini kepada kepolisian Australia, Muslim di Australia menuding bahwa game ini dapat menebar kebencian warga Australia terhadap muslim setempat, dan bisa mengakibatkan tingkat pembunuhan terhadap orang Islam bisa semakin meningkat.

"Game Muslim Massacre ini dapat mengajarkan anak muda di Australia semakin membenci Muslim, dan itu bisa mengancam jiwa kami. Untuk itu kami meminta game ini dilarang," kecam Presiden The Islamic Friendship Associaton Keysar Trad,

Pihak kepolisan Australia segera bereaksi setelah mendapatkan laporan itu, saat ini mereka sedang melakukan investigasi apakah game ini layak untuk dilarang peredarannya di Negara Australia.

Adalah programer yang mempunyai nama samaran Sigvtar menciptakan game ini. Menurut Sigvtar game ini dibuat untuk memperingati peristiwa serangan WTC 9 September, awalnya Pembuat game itu membuat game tersebut hanya untuk lucu-lucuan, tetapi tak mengira akan menimbulkan efek yang luar biasa. Sepertinya, pihak Google telah bertindak cepat dengan menyulitkan akses segala situs yang berhubungan dengan game Muslim Massacre.

Saat ditelusuri IOL, Jum'at (7/11/2008), situs dengan nama yang sama terlihat sulit diakses. Bahkan tampilannya hanya berupa kalimat notifikasi "Forbidden: You don't have permission to access/ on this server" yang tidak memungkinkan siapa pun untuk mengakses situs tersebut.

Hal yang sama terjadi pada situs-situs lain yang berhubungan dengan game ini. Bahkan dalam googlesearch, dengan keyword 'muslim massacre games download', situs-situs berkaitan yang dimunculkan oleh Google tidak menunjukkan kemudahan dalam mengakses atau pun mendownload situs tersebut. Misalnya saja situs Ratevin. Meskipun situs tersebut menampilkan link khusus untuk mendownload game tersebut namun saat diklik, tidak ada respon balik sama sekali, bahkan tidak ada notifikasi cara untuk mendowload game satire dan sadis tersebut.

Game yang menampilkan adegan kekerasan sepanjang permainan, yang mengetengahkan aksi sadistis yang dilakukan oleh karakter tentara Amerika terhadap orang-orang Arab, dapat juga tersebar di Indonesia. Hal ini sangat memungkinkan terjadi mengingat dunia internet merupakan media dengan penyebaran yang cepat dan luas. (suaramedia)

17 Warga Chicago Masuk Islam Setelah Lihat Iklan di Bus

Redaksi 11 Nov 2008 - 3:00 am
Beberapa waktu lalu, artikel Gain Peace, Berdakwah Lewat Bis Kota mengangkat laporan tentang kegiatan kampanye tentang Islam dengan cara memasang iklan di badan bus, yang dilakukan organisasi GainPeace di Chicago. Kegiatan yang dilakukan organisasi ini ternyata membuahkan hasil, bukan hanya mampu meluruskan pandangan masyarakat Barat yang miring tentang Islam tapi setelah melihat iklan di badan bus tersebut, ada 17 warga Chicago yang menyatakan diri masuk Islam.

Salah satunya adalah Leslie C. Toole, seorang guru di Chicago yang sudah sepuluh tahun berkeingan masuk Islam. Tekadnya menjadi seorang Muslim akhirnya terlaksana setelah ia melihat iklan GainPeace di badan bus

"Saya tidak pernah sungguh-sungguh. Tapi ketika saya melihat iklan itu, saya sadar bahwa itulah akhir dari pertanda dimana saya harus melengkapi niat saya," kata Toole.

Toole mengaku pertama kali mengenal Islam secara tak sengaja. Sepuluh tahun lalu, seorang laki-laki memberinya selebaran dan mengatakan ia akan mendapatkan pencerahan dari selebaran itu. "Saya pun membacanya, berulang kali dan memastikan saya memahami apa yang sedang saya baca," Toole mengisahkan.

"Bagaimana menjadi seorang Muslim, itulah yang menjadi pertanyaan utama saya," sambung Toole sampai akhirnya, ia melihat iklan tentang Islam di bus-bus Chicago Transit Authority (CTA) bertuliskan "Got Questions? Get Answers" dan langsung menghubungi nomor telepon yang ada di bus tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan dan berdiskusi dengan pihak GainPeace, Toole mengucap syahadar pada Senin, 29 September 2008. Kisah Toole masuk Islam hampir serupa kisah 16 Muslim Chicago lainnya yang memilih masuk Islam setelah melihat iklan GainPeace di bus-bus CTA.

Menurut Toole, iklan layanan masyarakat GainPeace yang dipasang di bus-bus merupakan ide brilian untuk menarik perhatian masyarakat. Setelah masuk Islam, Toole yang memilih nama Ilyas sebagai nama Islamnya juga mendapatkan bimbingan seorang mentor dari GainPeace.

"Saya sangat berterimakasih dengan mentor saya yang sudah sangat membantu. Beliau memberikan saya banyak buku agar saya bisa banyak belajar tentang Islam," kata Toole.

GainPeace juga memberikan layanan belajar Islam online setiap seminggu sekali untuk para mualaf, dimana mereka bisa belajar apa saja mulai dari cara salat, cara hidup seorang Muslim bahkan bahasa Arab.

Toole atau Ilyas mengatakan, semakin banyak ia tahu tentang Islam, ia semakin percaya diri bahwa ia sudah membuat keputusan yang benar. "Agama ini betul-betul sempurna bagi saya. Sulit untuk menjelaskannya ketika Anda mengetahui sebuah kebenaran. Anda akan merasakan perasaan yang begitu mendalam di hati sanubari Anda bahwa Anda telah menemukan rumah yang benar," papar Toole.

Seperti diberitakan sebelumnya, GainPeace menggelar kampanye dengan memasang iklan layanan tanya jawab tentang Islam di bus-bus CTA pada tanggal 19 September sampai 20 Oktober kemarin. Dan iklan itu diperpanjang sampai 23 November mendatang karena mendapatkan respon positif dari masyarakat Chicago.

Organisasi itu mengeluarkan dana sebesar 30.900 dollar AS sebagai biaya pemasangan iklan 25 bus CTA yang melayani rute di seluruh Chicago. Setelah iklan itu tampil, GainPeace menerima ribuan telepon dan situsnya dikunjungi lebih dari 300.000 orang. GainPeace juga memberikan al-Quran dengan terjemahan berbahasa Inggris, majalah The Message on Prophet Muhammad serta brosur dan buku-buku Islam bagi mereka yang ingin tahu lebih jauh tentang Islam.

Direktur GainPeace, Sabeel Muhammad mengatakan pesan dari iklan itu adalah untuk menimbulkan minat masyarakat terhadap berbagai informasi tentang Islam, sehingga bisa meluruskan penafsiran-penafsiran yang salah tentang Islam.

Selain GainPeace, kampanye serupa juga dilakukan ICNA, organisasi Muslim yang berbasis di New York dan memiliki 22 cabang di seluruh AS. Namun ICNA baru melakukan kampanye itu di Seattle dan New York. Di New York, ICNA menempelkan lebih dari 1.000 iklan layanan tanya jawab tentang Islam di stasiun-stasiun kereta bawah tanah.

Karena kampanye dengan cara itu sukses, kota-kota lainnya di AS dan Canada sudah meminta bantuan agar ICNA juga melakukan kampanye yang sama di kota-kota tersebut. (ln/iol/eramuslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar