Minggu, 16 November 2008

Maling Laptop Pingsan di Plafon Hi-Tech Mall, Embat 10 Laptop, Kehabisan Oksigen

SURABAYA - Andre dan Jaka tergolong cerdik sekaligus ceroboh. Mereka berhasil membobol toko di Hi-Tech Mall dan mencuri 10 unit laptop. Tapi, karena tak punya rencana kabur yang rapi, maling itu justru pingsan di plafon karena kehabisan oksigen. Keduanya pun dibekuk polisi.

Andre, 30, dan Jaka, 20, sama-sama indekos di Jalan Tuwowo. Rabu malam lalu, mereka berniat membobol toko di Hi-Tech Mall. Sekitar pukul 21.00, keduanya masuk melalui plafon. Mereka tahu benar di tiap mal pasti ada celah antara plafon dan dek-dekan untuk akses kabel dan ventilasi.

Badan kurus memudahkan keduanya menyusup masuk. Andre kemudian melubangi plafon dan masuk toko sasaran. Dia mengambil puluhan laptop, lalu menyerahkannya kepada Jaka yang menunggu di plafon. Penggarongan tersebut sukses. Namun, mereka tidak bisa langsung keluar malam itu. Banyak satpam yang berjaga.

''Rencananya, kami menunggu ramai, waktu orang banyak mau pulang, sore-sore," ucap Andre. Perkiraan mereka, waktu aman itu sekitar pukul 17.30.

Namun, Kamis (13/11) sekitar pukul 16.00, Jaka sudah tak kuat. Gara-garanya, dalam plafon oksigen terbatas dan pengap. Apalagi mereka hanya bawa bekal sebotol air mineral. Tentu, keduanya dehidrasi berat. Tak tahan, Jaka terpaksa turun dan ketahuan satpam.

Tentu saja, petugas curiga. Dengan wajah masih pucat dan badan lemas akibat dehidrasi, Jaka akhirnya mengaku. Satpam Hi-Tech Mall langsung berkoordinasi dengan Unit Idik I Satreskrim Polwiltabes Surabaya.

Bersama polisi, satpam kemudian meneriaki Andre yang masih di plafon agar segera turun. Karena dia tak turun-turun, petugas naik dan menemukan Andre sudah tak sadar. Di dekatnya ada 10 laptop. Saat petugas sibuk menolong Andre, Jaka berusaha mengambil langkah seribu. Polisi terpaksa meletupkan timah panas di betis kanan. Jaka tumbang.

Setelah siuman, Andre mengakui perbuatannya. ''Rupanya, sudah tiga kali dia beraksi. Total, sudah 22 laptop high end yang diembatnya,'' jelas Kanit Idik I Satreskrim Polwiltabes Surabaya AKP Arbaridi Jumhur. Andre mengaku, laptop-laptop itu dijual sendiri melalui iklan baris. ''Harganya Rp 3,5 juta-Rp 4,5 juta, bergantung mereknya," tambah Jumhur. (ano/roz)

SUMBER: jawapos.com, Sabtu, 15 November 2008
*****
Mungkin ada baiknya para Pencuri kalau mau mencuri dari atas plafon bawa tabung oksigen aja buat jaga-jaga biar ga sampai pingsan....
atauuuu..pilihan lainnya, ya jangan mencuri dong Cak...weleh..weleh...weleh...

RATUALIT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar