Kamis, 20 November 2008

Lima Langkah untuk Berantas Korupsi

Ada lima langkah yang harus dilaksanakan pemerintah Indonesia jika ingin dinilai serius memberantas aksi korupsi. Hal itu diingatkan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amien Sunaryadi, kemarin, dalam seminar antikorupsi bertajuk Mewujudkan Birokrasi Antikorupsi yang diselenggarakan di Universitas Paramadina, Jakarta.

"Indonesia baru dianggap serius dalam memberantas korupsi bila telah melakukan lima langkah," tuturnya.

Kelima langkah tersebut, menurut Amien adalah:
Pertama, menyiapkan grand design pemberantasan korupsi secara nasional.
Kedua, memiliki DPR yang kuat. DPR merupakan elemen vital dalam menentukan banyak hal yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebenarnya, pasca amendemen konstitusi DPR telah memiliki kekuatan yang lebih besar.

Ketiga adalah memperkukuh Mahkamah Agung (MA) dan lembaga peradilan. Dalam hal itu, langkah tersebut tidak hanya dilakukan terhadap sistem, tapi juga infrastruktur.

Keempat adalah menciptakan badan antikorupsi yang sangat kuat.
Kelima, diharapkan Indonesia bisa menangkap pelaku korupsi yang termasuk big fish (kelas kakap).

Pada kesempatan itu, Amien juga menilai perjalanan perilaku korupsi dalam lintasan sejarah di Indonesia kerap berulang. Untuk itu, sambungnya, sewajarnya berbagai pihak belajar dari peristiwa sejarah untuk memberantas aksi itu di Tanah Air.

"Kasus korupsi telah terdokumentasikan sejak era 50-an. Salah satu kasus korupsi yang berulang dalam sejarah Indonesia ialah pada Pemilu 1955 yang diikuti 175 partai. Pemilu itu dinilai relatif sama demokratisnya dengan Pemilu 2004. Namun setahun setelah kedua pemilu itu berlangsung, justru terkuak kasus korupsi terkait dengan penyelewengan dana untuk pengadaan peralatan pemilu," katanya.

Sumber : Media Indonesia, 12 November 2008

Link: KPK.go.id

***
Ya moga-moga ini bukan hanya sekedar teori belaka...Amiiin

RATUALIT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar