Jumat, 28 November 2008

Kosmetik Berbahaya Bisa Akibatkan Kerusakan Otak

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Husniah Rubiana Thamrin menunjukkan beberapa produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan zat pewarna yang dilarang di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Rabu (26/11). Dari hasil investigasi dan penelitian dari BPOM telah menemukan 27 produk kosmestik yang beredar di masyarakat telah mengandung logam berat jenis Merkuri dan zat pewarna Rhodamin (Merah K.10).
KOMPAS, Rabu, 26 November 2008 | 14:31 WIB

JAKARTA, RABU - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan bagi produsen 27 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Pasalnya, akibat yang bisa terjadi bila terus dikonsumsi, ada yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada beberapa organ tubuh seperti otak, ginjal dan susunan syaraf.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib dalam jumpa pers di kantornya di Jl Percetakan Negara No 23, Jakarta, Rabu (26/11). "Dari 27 merek kosmetik itu mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang digunakan dalam kosmetik seperti Merkuri, Asam Retinoat, zat warna Rhodamin (Merah K.10) dan merah K.3. Dari 27 produk itu 11 produk impor dari Jepang dan China, 8 produk lokal dan sisanya 8 tak terdaftar secara resmi," ujar Husniah.


Lebih lanjut, ia mengatakan merkuri termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. "Pemakaian Merkuri dapat menimbulkan akibat seperti perubahan warna kulit yang bisa menjadi bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan syaraf, otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin," kata Husniah.

Bahkan, pemakaian merkuri dalam jangka pendek dengan dosis tinggi dapat mengakibatkan muntah-muntah, diare, keruskan ginjal dan yang paling berbahaya karena merupakan zat karsinogenik dapat menyebabkan kanker. Sedangkan akibat menggunakan bahan retinoic acid atau asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, cacat pada janin (teratogenik).

Sementara itu, menurut Husniah, bahan pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Merah K.3 adalah zat warna sintetis yang umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. "Zat warna ini tak lain adalah zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, zat ini bila terkonsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kerusakan hati," ujar Husniah.

Husniah menegaskan bagi produsen yang masih mengedarkan 27 produk kosmetik yang dilarang tersebut dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda maksimal sekitar Rp 100 juta berdasar UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. "Kegiatan memproduksi, mengimpor atau mengedarkan produk tersebut juga dapat dijerat dengan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda maksimal Rp 2 miliar," ujar Husniah.

Inilah 27 Kosmetik Berbahaya

Inilah daftar kosmetik yang ditarik dari peredaran oleh BPOM karena mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang digunakan dalam kosmetik.

Penggunaan bahan tersebut dalam sediaan kosmetik dapat membahayakan kesehatan dan dilarang digunakan seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.445/MENKES/PER/V/1998 tentang Bahan, Zat Warna, Substratum, Zat Pengawet dan Tabir Surya dalam Kosmetik dan Keputusan Kepala BPOM No.HK.00.05.4.1745 tentang Kosmetik.

Berikut daftar Kosmetik berbahaya tersebut:

  1. Doctor Kayama (Whitening Day Cream) diproduksi oleh CV. Estetika Karya Pratama, Jakarta mengandung merkuri.
  2. Doctor Kayama (Whitening Night Cream) diproduksi oleh CV. Estetika Karya Pratama, Jakarta mengandung merkuri.
  3. MRC Putri Salju Cream diproduksi oleh CV. Ngongoh Cosmetic, Bekasi mengandung retinoic acid.
  4. MRC PS Crystal Cream diproduksi oleh CV. Ngongoh Cosmetic, Bekasi mengandung retinoic acid.
  5. Blossom Day Cream, tak diketahui produsennya, mengandung Merkuri.
  6. Blossom Night Cream, tak diketahui produsennya, mengandung Merkuri.
  7. Cream Malam, distributor Lily Cosmetics, Yogyakarta mengandung Merkuri.
  8. Day Cream Vitamin E Herbal diproduksi PT. Locos, Bandung mengandung Merkuri.
  9. Locos Anti Flek Vit.E dan Herbal diproduksi PT. Locos, Bandung mengandung Merkuri.
  10. Night Cream Vitamin E Herbal diproduksi PT. Locos, Bandung mengandung Merkuri.
  11. Kosmetik Ibu Sari Krim Siang, tidak ada produsennya, mengandung Merkuri.
  12. Krim Malam, tidak ada produsennya, mengandung Merkuri.
  13. Meei Yung (putih) diimpor dari Huang Zhou mengandung Merkuri.
  14. Meei Yung (kuning) diimpor dari Huang Zhou mengandung Merkuri.
  15. New Rody Special (putih) diimpor dari Shenzhen, China mengandung Merkuri.
  16. New Rody Special (kuning) diimpor dari Shenzen, China mengandung Merkuri.
  17. Shee Na Whitening Pearl Cream dari Atlie Cosmetic mengandung Merkuri
  18. Aily Cake 2 in 1 Eye Shadow "01", tidak ada produsennya, mengandung merah K.3.
  19. Baolishi Eye Shadow diproduksi dari Baolishi Group Hongkong mengandung Rhodamin B (merah K.10).
  20. Cameo Make Up Kit 3 in 1 Two Way Cake dan Multi Eye Shadow dan Blush dari Tailamei Cosmetic Industrial Company mengandung Rhodamin B.
  21. Cressida Eye Shadow, tak ada produsennya, mengandung Rhodamin B.
  22. KAI Eye Shadoq dan Blush On mengandung Rhodamin B.
  23. Meixue Yizu Eye Shadow diproduksi oleh Meixue Cosmetic Co.Ltd mengandung Merah K.10.
  24. Noubeier Blusher diproduksi oleh Taizhou Xhongcun Tianyuan mengandung Merah K 3.
  25. Noubeier Blush On mengandung merah K 3 dan Rhodamin B.
  26. Noubeier Pro-make up Blusher No.5 diproduksi oleh Taizhou Zhongcun Tianyuan Daily-Use Chemivals Co Ltd mengandung merah K3.
  27. Sutsyu Eye Shadow diproduksi oleh Sutsyu Corp Tokyo mengandung Merah K3.
Situs surat resminya dapat dilihat di sini: BPOM peringatan_publik

BPOM: Kosmetik Berbahaya? Jumlahnya Jutaan!

Jumlah kosmetik yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, asam retinoat, dan zat pewarna rhodamin diakui Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Husniah Rubiana Thamrin Akib, mencapai jutaan, dengan peredaran bebas di Indonesia.

"Dari hasil razia yang dilakukan Balai POM di seluruh Indonesia, kami berhasil menarik dan memusnahkan kosmetik berbahaya dari toko hingga gudang besar. Kami menengarai jumlah peredaran kosmetika berbahaya ini mencapai jutaan," kata Husniah Rubiana Thamrin Akib dalam jumpa pers pengumuman 27 merek kosmetik berbahaya, di Jakarta, Rabu (26/11).

Berdasarkan hasil investigasi dan penelitian Badan POM selama tahun 2007, didapati bahwa ada 27 merek kosmetik yang berbahaya karena mengandung merkuri, asam retinoat, dan zat pewarna rhodamin yang bisa mengganggu kesehatan secara serius.

"Efek dari konsumsi merkuri mulai dari perubahan warna kulit, yang akhirnya bisa menyebabkan bintik-bintik hitam di kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan syaraf, otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin. Bahkan dalam paparan jangka pendek dalam dosis tinggi dapat menyebabkan muntah-muntah, diare, dan kerusakan ginjal serta merupakan zat yang menyebabkan kanker pada manusia (karsinogenik)," ujarnya.

Sementara itu, bahaya pengunaan tretinoin/asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan cacat pada janin (teratogenik).

"Bahan pewarna merah K.10 dan merah K.3 merupakan zat warna sintesis yang umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil, atau tinta. Zat warna ini merupakan zat karsinogenik, sedang rhodamin dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati," kata Husniah.

Itu sebabnya, Badan POM akan menggencarkan razia produk-produk kosmetik berbahaya ini bukan hanya di pasar tradisional, tapi juga pasar modern seperti mal dan plasa.

"Justru di pasar modern seperti razia Grand Indonesia, kami kemarin berhasil menyita 3.000 kosmetik yang tergolong berbahaya dan melanggar ketentuan izin serta merek," kata dia.

Sementara di beberapa Balai POM, razia kosmetik berbahaya berujung dengan penemuan gudang-gudang yang menyimpan ribuan kosmetik yang tergolong wajib dimusnahkan oleh Badan POM.

"Tiga daerah yang paling banyak peredaran kosmetik berbahayanya adalah Medan, Jakarta, dan Bali," kata dia. Di Jakarta dan Medan, Badan POM mendapati gudang-gudang penyimpan produk kosmetik yang tergolong membahayakan kesehatan.

Sementara itu, Badan POM juga akan menyeret semua produsen, importir, atau distributor ke meja pengadilan. "Kami akan serahkan kasus yang kami temukan agar diadili di pengadilan. Putusan tentang kasus biasanya relatif, kadang enam bulan, kadang ada juga yang hingga dua tahun," demikian kata Husniah.

Sumber: KOMPAS.com

2 komentar:

  1. mau tanya kalo super formura pearl cream top gel mca termasuk berbahaya apa tidak

    BalasHapus
  2. hihi..kalo itu coba ditanyain ke ahlinya (dokter kulit/ahli kecantikan), abis saya juga ga tau...maaf yah...

    BalasHapus