Rabu, 19 November 2008

Budayakan Belajar tanpa kertas

SURABAYA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengukir prestasi. Tiga mahasiswa jurusan sistem informasi teknik informatika meraih posisi lima besar di ajang International Association of Students in Agriculture & Related Sciences (IAAS) Olympic 2008 di Bogor pada 15-16 November lalu.

Tiga mahasiswa itu adalah Andre Parvian Aristio, Aghita Sekarini Yusinda, dan Fitrah Meilia Purnama. Prestasi tersebut terbilang istimewa karena background ilmu mereka bukan pertanian, tetapi jurusan sistem informasi. Meski demikian, ternyata ketiganya mampu berbicara di olimpiade yang bertema Global Act towards Our Beloved Earth itu.

Dalam olimpiade tersebut, juara pertama hingga keempat diraih mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB). ''Juara kelimanya baru kami. Sebetulnya, ketika berangkat, targetnya tidak muluk-muluk. Lolos semifinalis dan maju ke final saja sudah menjadi prestasi tersendiri buat kami,'' kata Andre.

Tim dari ITS itu membawakan paper berjudul The Implementation of blog e-learning in Indonesia's Education: Effort to Reduce the Excess Consumption of Papers & Deforestation. Menurut Andre, pihaknya tergerak ikut olimpiade itu karena ingin membudayakan e-learning untuk mengurangi pemakaian kertas. ''Jangka panjangnya mengurangi penebangan hutan,'' ujar mahasiswa angkatan 2005 itu.

E-learning merupakan model pengajaran dengan memanfaatkan teknologi internet. Contohnya, pengumpulan tugas mahasiswa yang tidak lagi dengan menggunakan media kertas. Tetapi, cukup mengirim dengan e-mail dan blog. Dari papernya itu, Andre menunjukkan tingkat pemakaian kertas per mahasiswa per tahun mencapai 27 kilogram. Angka tersebut setara dengan 0,26-0,44 pohon per mahasiswa.

Jika pemakaian kertas itu dikalkulasikan dengan jumlah mahasiswa se-Indonesia, angka pemakaian kertas diperkirakan mencapai 119.000 ton per tahun.(alb/hud)

Sumber: jawapos.com,
Rabu, 19 November 2008

****
Ada bagusnya juga usaha ini, itung-itung buat mengurangi dampak Global Warning orang tak lagi perlu banyak-banyak menebang pohon demi memenuhi kebutuhan pasar akan kertas. Benar tidak???

RATUALIT

1 komentar:

  1. wah, berita saya masuk blog ini... jadi malu :) ya papernya mau di publish di jurnal nasional dan internasional loh mbak :) ditunggu ya... :)

    BalasHapus