Selasa, 14 Oktober 2008

ORANG ISLAM MEMELIHARA ANJING, BAGAIMANA HUKUMNYA?

Islam selalu meletakkan segala hal pada tempatnya yang seimbang dan benar sehingga tidak mengharamkan anjing. Akan tetapi, Islam membuat syarat-syarat khusus sehingga bibit penyakit yang mungkin dibawanya tidak menular kepada manusia. Di antara syarat-syarat tersebut adalah:
  • Anjing yang dipelihara harus anjing yang sudah terlatih, terdidik, bersih dan tidak terjangkit penyakit.
  • Memelihara bukan untuk kesenangan atau main-main.
  • Memelihara untuk tujuan tertentu, seperti untuk menjaga rumah atau untuk berburu,
  • Menyingkirkan anjing-anjing liar untuk berburu.

Tentang hal itu, Rasulullah saw bersabda,
Barangsiapa yang memlihara anjing bukan untuk menjaga gembalaan atau berburu, maka amalannya akan dikurangi setiap hari satu qirath (4/6 dinar).” (HR. Bukhari)

Adapun yang dimaksudkan dengan definisi anjing terdidik adalah jika si anjing diundang, maka ia akan datang; kalau dilepas untuk berburu, dia akan bertahan; dan kalau diusir , ia akan pergi. Walaupun definisi ini ada sedikit perbedaan di antara ahli-ahli fiqih dalam beberapa hal yang terpenting adalah pendidikannya itu dapat dibuktikan menurut kebiasaan yang berlaku.

Khusus untuk anjing yang dipelihara sebagai anjing pemburu, jika anjing itu memakan daging binatang buruannya, maka hewan hasil buruan tersebut-meski sempat disembelih- dikategorikan sebagai sisa makanan anjing. Oleh karenanya hukumnya adalah haram. Begitu juga saat melepas anjing untuk berburu tanpa menyebut asma Allah, hukumnya adalah haram. Hal ini disamakan dengan hukum melepaskan anak panah, tombak, pedang dan senjata lainnya.

Kalau kamu melepas anjing, kemudian anjing itu makan binatang buruannya, maka jangan kamu makan buruan itu sebab berarti anjing itu menangkap untuk dirinya sendiri. Tetapi jika kamu lepas anjing itu kemudian membunuh dan tidak makan, maka makanlah karena anjing itu menangkap untuk tuannya.” (HR. Ahmad)

bulu anjing menurut ahli fikih yang paling kuat hukumnya tidak najis, tapi air liurnya najis

Waspadai Bahaya Memelihara Anjing

Dalam hal tertentu Islam memang mengijinkan memelihara anjing. Akan tetapi, jika tidak cukup terdesak ada baiknya jika manusia tidak memeliharanya demi menjaga kesehatan dirinya dan lingkungannya. Perlu diketahui bahwasannya ada beberapa alasan penting yang menyebabkan batasan-batasan tentang kebiasaan memelihara anjing sangat perlu diterapkan. Secara ilmiah cacing-cacing berbahaya dapat lebih bertahan hidup jika berada dalam perut anjing, diantara jenis itu adalah:

  1. Cacing pita jenis Dibeld Cuninam yang menyebabkan kerusakan alat pencernakan, pankreas, dan kantong empedu, terkadang juga masuk ke hati menembus lambung serta menyebabkan radang prostat.
  2. Cacing Miletbisip. Telur cacing ini keluar bersama kotoran anjing. Jika berpindah ke manusia, akan membentuk kantong dalam otak sehingga mengakibatkan terganggunya otak, tidak mampu melihat, atau keseimbangan tubuh akan hilang.
  3. Cacing pita yang dinamakan Taenia akinoks, yang dapat berpindah dengan mudah dari dubur anjing ke mulutnya sehingga mulutnya akan tercemar ribuan telur-telur cacing. Jika berpindah ke manusia akan menyebabkan penyakit hepatitis. Penyakit ini menyerang daerah hati, paru-paru, limpa, pankreas, otak dan tulang belakang.

Karena alasan-alasan di atas itulah Rasulullah saw begitu mengkhususkan hidung dan mulut anjing sebagai tempat yang paling patut diwaspadai dibandingkan bagian-bagian tubuh yang lain. Cacing-cacing tersebut penuh dengan telur-telur yang telah dibuahi. Ketika sampai di lubang moncongnya, anjing akan merasa gatal dan menggaruknya dengan moncongnya. Dari sini penyakit dapat menyebar dengan mudah. Begitu mudahnya sampai-sampai Rasulullah saw menasehatkan agar mencuci wadah yang terkena jilatan anjing sebanyak tujuh kali dengan air bersih dimana salah satunya memakai debu (atau sabun). Sementara itu, mengenai bulu anjing menurut ahli fiqih yang terkuat hukumnya adalah suci. Tidak ada alasan menyatakannya najis. Bulu anjing tidak sama seperti bulu babi yang pada setiap helainya terdapat bibit penyakit karena di kulitnya ada parasit yang dinamakan Swine Erysipelas (pernah dibahas di topik bahaya daging babi bagi kesehatan). Satu-satunya yang menjadikan bulu anjing menjadi najis adalah karena bulu-bulu itu dikhawatirkan telah terkena air liurnya.

Anjing mungkin saja bukan satu-satunya hewan peliharaan yang mudah terjangkit penyakit sebagaimana kucing juga rentan terkena toksoplasma. Namun demikian, kita bisa menyimpulkan bahwa ditinjau dari sisi kesehatan, fisik anjing jauh lebih rentan pada penyakit ketimbang fisik kucing atau hewan peliharaan lainnya. Maka jika sekarang ini kita lihat jumlah klinik khusus anjing jumlahnya lebih banyak dibanding klinik khusus kucing sebaiknya kita tidak perlu lagi merasa heran.@

SUMBER:

Rasulullah Sang Dokter, Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad Sayyid
Halal dan Haram, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi
Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq

80 komentar:

  1. kok bisa najis yea????????????????????

    BalasHapus
  2. Subaedy Yusuf26 Mei 2009 23.12

    Assalamu alaikum..
    Saya menginginkan penjalasana tentang:
    1. Siklus hidup ke3 cacing yang dimaksud di atas
    2. Obat-obatan yang mampu menghambat reproduksi cacing-cacing tersebut
    3. Bisa tidak antiseptik yang beredar dipasaran melisiskan membran telur cacing tersebut sehingga dapat mengganti hukum thaharah menggunakan debu.
    4. Debu/tanah yang bagaimana yang dapat dipakai bersuci, bukankah saat ini penyakit menular berbahaya justru kebanyakan melalui inhalasi?
    mohon penjelasan
    Wassalam
    Subaedy Yusuf

    BalasHapus
  3. Wa'alaikumsalam...

    Maaf, baru kebaca komentarnya sekarang. Wouw pertanyaannya banyak sekali. Btw, tentang hal-hal yang anda tanyakan jujur saja saya belum pernah mendapatkan referensinya yang jelas. Selama ini pembahasannya masih seputar sisi luarnya, belum sampai pada tataran solusinya (atau saya yang kurang baca yah?hehehe..maaf deh...)

    nah, kalau soal debu/tanah yang dipakai untuk bersuci sejauh yang saya tahu tidak ada ketentuan tertentu kecuali kita yakin tanahnya bersih (tidak tercampur kotoran hewan/kena polusi. Dan lagi sebagian ulama memperbolehkan penggunaan sabun untuk menghilangkan najis anjing.

    Saya rasa untuk sementara ini dulu jawaban saya, mohon maaf kalau ternyata kurang memuaskan anda. Insya Allah kalau saya dapat referensi baru tentang masalah ini saya akan postingkan di sini...

    Wassalam

    BalasHapus
  4. menarik sekali artikelnya... tapi aku terlanur suka sama anjing tu gmana dong?

    BalasHapus
  5. Assalamu alaikum...
    saya ingin mengatakan kepada kalian
    1.memelihara anjing itu najis
    2.kalau anjing itu basah kita tak boleh memegang anjing itu.boleh tapi najis itu cepatlah kalian mengambil tanah dan gosoklah sampai najis pun hilang
    3.anjing itu seperti babi tidak boleh kita makan itu haram memelihara dan juga memegang

    Karena sekarang sedang ada masa perbaikan

    Assalamu alaikum warohmat tulohi wabarokatu
    terima kasih
    dan saya inta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang sudah ada sabun. Tanah terbukti mengandung antiseptik makanya rasulullah memerintahkan mencuci "BEJANA" yg dijilat anjing dgn tanah. Tp itu dulu, skrg udh ada sabun, udh ada antiseptik, knp lg harus pake tanah? Luka dibalur pake tanah ya jadinya infeksi, Cerdas sedikit lah bung. Yang diperintahkan untuk dicuci pake tanah itu bejana, bukan yg lainnya. Wasallam...

      Hapus
  6. Julie, lucu dan imut ya anjing? emang, bahkan kalo dipegang pun bulunya rasanya jauh lebih halus dan lembut ketimbang bulu kucing (yang juga sama-sama lucunya). Tapi kalo inget pada bahayanya kayaknya perlu pikir dua kali deh. jujur saja saya juga suka sama anjing tapi karena saya takut pada resikonya saya jadi ga begitu suka lagi pegang-pegang anjing. Mending punya boneka anjing aja kali yeeee....hehehe...

    mungkin benar juga apa kata inta, kalo abis pegang anjing cepat-cepat cuci tangan ato mandi sekalian yang bersih... :-)

    BalasHapus
  7. ass. tanah tdk bisa diganti yg lain dlm membersihkan air liur anjing coz bakteri nya msh ada kecuali dibersihkan dgn tanah/debu yg suci alias tdk tercampur kencing/kotoran hewan.

    BalasHapus
  8. Oooo..gitu ya? tapi gimana dengan sebagian ulama yang membolehkannya? Bisa kita sharing disini? Thanks buat masukannya

    BalasHapus
  9. Gak peduli mau kayak gimana pun.. daging anjing juga enak dimakan...
    kalo makan daging anjing haram gak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahaha... ni orang ketauan bodoh dan gak berilmu. Ngomong asal jeplak aja.

      Hapus
  10. artikel yang aneh.....kucing juga suka jilatin bulunya sendiri tapi koq gak jadi binatang najis????coba kalo dulu rasulullah binatang kesayangannya anjing, pasti yang namanya kucing pasti jadi binatang haram dan najis.... di dunia ini liur siapa sih yang bebas kuman????
    menurut nabi dawud rasulullah saw, "barang siapa yang memelihara kucing bukan untuk berburu tikus, maka amalannya akan dikurangi setiap hari satu qirath (4/6 dinar)"


    jadi setiap orang yang mau pelihara kucing harus:
    kucing yang dipelihara harus kucig yang sudah terlatih, terdidik, bersih dan tidak terjangkit penyakit.
    Memelihara bukan untuk kesenangan atau main-main.
    Memelihara untuk tujuan tertentu, seperti untuk menjaga rumah atau untuk berburu tikus,
    Menyingkirkan anjing-anjing liar untuk berburu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sumber dari mana bung??

      Hapus
  11. anjing memanglah binatang haram,itu kalo mentah....kalo sudah matang????ya hallal lan toyiban lah....

    BalasHapus
  12. wakakak...anonim, kalo gitu cara berpikir kamu jangan pilih2 juga sama serangga. penampilan kecoa juga lebih 'cling' dan ganteng ketimbang (kayaknya menandakan dia rajin mandi), tapi kenapa bnyk orang lebih jijik sama kecoa dibanding belalang yang penampilannya lebih suram? hayooo...

    salam,
    angin ribut

    BalasHapus
  13. Kalo misalnya aku pelihara anjing karena aku sayang aj sama dia n bukan buat jagain rumah, hukumnya gimana? anjing aku masih kecil,jadi ga bisa jaga rumah.. ( Gianina ^_^ )

    BalasHapus
  14. hidup itu pilihan, boleh-boleh aja kalo mbk/mas Gianina pengen pelihara anjing. kalo anda bkn seorang muslim mgk ga ada masalah sama sekali, tapi kalo anda seorang muslim berarti kudu siap-siap sama segala konsekuensinya, seperti minimal sehari kudu mandi lima kali sehari (soalnya muslim sholat wajibnya juga ada 5x sehari), bersedia berjibaku tiap menit ngepel lantai rumah yg kena najis anjing, nungguin anjing tiap detik spy ga naik2 ke atas sofa, tempat tidur dll...hehehe...gimana, gampang kan solusinya?

    nah, solusi yg lain kalo ga mu repot kenapa ga kasih aja anjingnya ke org lain (non muslim)/tempat penangkaran hewan biar ada yg ngerawat?

    BalasHapus
  15. Mohon maaf sebelumnya....saya ingin bertanya apa latar belakang pendidikan ratualit?? saya mohon maaf sekali, karena saya khawatir muslim seperti kita buta kebenaran dan ditertawakan agama lain, jd agama lain mikir gak heran y kalo muncul banyak teroris muslim gara2 menelan mentah2 isi hadis dan Qur'an
    begini..saya bertanya kepada dua orang dokter hewan muslim di kota saya....trus mereka bilang "tidak ada bakteri ataupun zat berbahaya bagi manusia yang terdapat dalam liur anjing yang dipelihara dengan baik, dipelihara dengan baik maksudnya punya tempat khusus untuk buang kotoran, makanannya terjaga dan rumah tempat memelihara juga bersih, memelihara mereka sama saja seperti memelihara kucing bahkan lebih mudah dilatih"
    sekali lagi saya mohon maaf, ini semata-mata agar meluruskan bahwa agama kita (islam) adalah rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta, penuh cinta kasih tanpa pandang bulu, termasuk pada makhluk seperti anjing
    kasihan anjing kena fitnah terus!!

    BalasHapus
  16. dari mana anda tahu bahwa anjing membawa penyakit2 seperti anda klaim pada artikel anda? anda dokter hewan? atau sudah konsultasi dengan dokter hewan. harap anda tahu, saya sudah berkonsultasi langsung dengan dokter hewan (muslim, kalau itu memuaskan anda) dan fakta saya dapatkan sama sekali berbeda dengan fitnah anda terhadap sesama mahluk Allah.

    lalu, anda sebagai muslim kok pilih kasih benar ya? saya juga muslim, dan saya angkat topi sama rio yang kasih komen sebelumnya. Islam agama rahmatan lil alamin , berkah bagi semua mahluk. ingat ratualit, bukan hanya manusia aja yang hidup di alam semesta ini. menurut saya artikel anda ini berbahaya dan tidak jelas juntrungannya. apakah anda pernah berkonsultasi dengan ahli agama yang bisa bicara objektif, tanpa kebencian, dan berpikiran terbuka? saya sudah melakukannya. makanya saya ngeri melihat artikel anda. (kalau mau, kasih saya alamat e-mail anda dan akan saya kirim hasil penelitian ringan saya terhadap isu ini). bagi saya, dengan menyampaikan hal semacam ini, anda sedang meletakkan landasan bagi sebuah pembenaran untuk memusuhi anjing. apa anda tidak tahu, tanpa artikel semacam inipun, anjing kerap jadi korban penghakiman, dilempari, dimusuhi, bahkan diracuni! anda mau jadi pembenar bagi semua tindakan semacam ini?

    saya bukan malaikat. mungkin saya salah. tapi yang jelas, saya mencoba objektif dengan benar2 melakukan penelitian sebelum berpendapat. dan yang lebih penting lagi, saya berpegangan bahwa Allah tidak sia-sia menciptakan akal buat manusia. dia mau kita berpikir menuju kebenaran. lagipula, hei, Islam agama yang penuh kasih kan? pikirkan itu baik2.

    BalasHapus
  17. terima kasih untuk Rio dan Levi masukannya.

    Btw, mungkin benar saya masih kurang banyak belajar tentang Islam (sdr Rio). Tapi untuk sekedar tahu saja, saya tidak pernah bilang saya musuhin anjing lho(sdr Levi)

    yah, kalo memang ga setuju dengan artikel saya, saya juga ga apa-apa kok. Jujur aja ya, saya juga pernah pegang anjing (yang lucu dan cute yang bulunya lebih lembut dari kucing), saya juga pernah main-main sama anjing (jangan dikira ga lho).

    Nah, artikel diatas saya bikin hanya untuk mengingatkan saja bahaya dan resikonya binatang anjing, ga lebih. makanya itu saya kasih sub judul : Waspadai Bahaya Memelihara Anjing. Bukan karena orang ga boleh pelihara anjing sama sekali (emang saya pernah bilang di artikel saya DILARANG pelihara Anjing?).

    Sebenarnya saya hanya ingin menyampaikan, tolong deh lebih berhati-hati lagi. Saya bukannya mau mendiskriminasikan anjing kok, sama halnya saya juga ga ingin mendiskriminasikan babi(anda menuduh saya mendiskriminasi anjing tapi bagaimana pendapat anda tentang babi? bukankah babi yang dipelihara dengan baik juga tidak akan mengandung bibit penyakit tuh?).

    Pada dasarnya semuanya adalah makhluk Allah yang punya hak untuk menikmati hidup kok. Hanya saja saya ingin menegaskan Allah menciptakan binatang ini dan itu sesuka-Nya itu pasti karena ada tujuannya kan? Supaya manusia mau belajar memahami mengapa aturan hidup harus dibuat.

    kalo saya dituduh fitnah soal anjing, ya maaf-maaf saja. Kalo emang seperti itu boleh saya tanya, mengapa sesuatu yang kena liur anjing harus disiram sebanyak tujuh kali? atau mungkin ada yang sengaja atau tidak sengaja menuduh Rasulullah bid'ah ya?

    BalasHapus
  18. maaf saudara ratualit...
    daripada qta berdebat gak da ujungnya jd mgkin lebih baik qta berdua lebih memperdalam agama islam dulu dari berbagai pandangan ulama dan mazhab jadi tidak terpaku atau fanatik pada satu perspektif saja, dan saran saya juga belajar dari perspektif ilmu pengetahuan biar bisa dikawinkan antara agama dan ilmu pengetahuan yang insya Allah tidak membuat kita buta...
    yagh..jawaban saya hanya mengingatkan sebagai sesama muslim, sama seperti tujuan artikel anda ini kan?! mungkin anda cermati lagi komen saya sebelumnya, saya sama sekali tidak menyudutkan anda.
    terima kasih banyak untuk jawaban pedas Anda

    BalasHapus
  19. oke...saya juga minta maaf kalo jawaban saya menyinggung perasaan anda, saran anda benar sebaiknya kita sama-sama belajar lebih mendalam lagi saja. tapi trims untuk partisipasinya....dan maafkan saya kalo saya tetap tidak bisa sependapat dengan anda karena bagi saya ilmu pengetahuan manusia yg ditemukan hari ini bisa jadi tidak sama dengan hasil penemuan dua tiga tahun bahkan sepuluh tahun mendatang lho...

    BalasHapus
  20. saya seorang muslim memelihara anjing dan punya 3 untuk jaga rumah saya di waktu malam hari selain itu apabila saya terkena liurnya tak lupa saya memebersihkannya 7x

    BalasHapus
  21. nah ini (komentar diatas) baru bener...taat pada syariat agama bukan berarti memperlakukan anjing secara diskriminatif kan??? saya sendiri pernah kena kotoran anjing yah saya bersihinnya 7X cuci

    BalasHapus
  22. JASA PEMBUATAN IJAZAH
    ANDA BUTUH IJAZAH UNTUK MENCARI KERJA / MELANJUTKAN KULIAH / KENAIKAN JABATAN ?!?!
    KAMI JASA PEMBUATAN IJAZAH SIAP MEMBANTU ANDA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN IJAZAH UNTUK BEKERJA ATAU MELANJUTKAN SEKOLAH / KULIAH.
    BERIKUT INI MERUPAKAN JASA YANG KAMI SEDIAKAN.

    -SMU:3.000.000
    -D3:6.000.000
    -S1:8.000.000

    * AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DI UNIVERSITAS / KOPERTIS / DIKTI, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI).

    JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL.

    SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.KIRIM KE: pembuatanijazah@yahoo.co.id

    HUB: 085736927001.

    (HANYA UNTUK YANG SERIUS SAJA)

    Nb:Semua manusia berhak meiliki pekerjaan dan pendidikan yang layak,entah dari kalangan atas,menengah dan bawah.Maka dari itu kami ada untuk anda yang mebutuhkan ijazah atau surat-surat penting lainnya.


    TERIMAKASIH

    BalasHapus
  23. Anjing gue samponya lebih mahal dari manusia, di steril, berobat ke dokter hewan, ga ada cacing, ga ada kutu, makanan terbaik dan terbagus dan kakek saya hidup sampai puluhan tahun dengan anjing setia lebih loyal dari manusia.
    Agama jangan cuma diliat dari ritual, meski saya kena liur anjing, ga ada relevansinya harus basuh 7 kali karena anjing saya jelas terjamin kesehatannya...
    Kasian kalo agama diyakini hanya kulit2nya aja...

    BalasHapus
  24. anonim, silahkan jika anda berpendapat demikian. hal itu sepenuhnya hak anda. yang pasti saya juga tidak pernah memandang ketetapan dalam agama (Islam) sekedar sebagai ritual belaka.

    BalasHapus
  25. terlalu mengada-2 gak logis, dan pembodohan menurut gw mau bukti banyak orang yang hidup tanpa anjing tapi dia mengidap cacing pita yg berbahaya. sedangkan orang yg hidup dgn anjing dia so far aja, baik-2 saja. sekarang tergantung kebersihan orang tersebut.
    untuk penyakit tokso malah bulu kucinglah lebih berbahaya dari pada bulu anjing..bukti (teman saya sewaktu smp meninggal beserta adiknya karena bulu kucing (coba anda search di google)
    kalau sekarang rumah klinik anjing lebih banyak dari pada kucing ya karena yg melihara kucing lebih sedikit dari pada anjing.
    Anda tau kenapa anjing saat ini usus nya mampu mencerna makanan yg dimakan manusia, karena usus anjing termasuk jenis usus besar. usus anjing sudah berevolusi menjadi lebih baik. kalau anda perhatikan saat anjing peliharaan membunuh tikus,
    dia tidak akan memakan tikus tersebut (kecuali serigala).
    point disini adalah saat islam lahir tahun 630 an
    mungkin saja anjing sangat jarang dipelihara dirumah hanya dipakai berburu, menggembala, berperang dsb. saat ini fungsi anjing beralih dan dipakai kepolisian untuk melacak bom,narkoba, menjaga rumah, dan hobi. saat ini jenis anjing disilang-2 sehingga mendapatkan anjing yg mini dan besar, sedang.
    jadi penjelasan anda tidak logis menurut saya.

    BalasHapus
  26. Sdr Anonim, airliur anjing itu tetap najis dlm islam, spt air kencing dan sejenisnya. Artinya setiap muslim yg mau melaksanakan ibadah hrs yakin akan kesucian dirinya, sehingga ruh kita bs kontak dengan penciptaNya jk kita dlm keadaan suci. Mengenai alasan ada penyakit di liur anjing bagi ratulit, itu kurang tepat, semua makhluk yg tdk jerjaga kebersihan dan kesehatannya berpotensi menimbulkan penyakit menular. Anjing sangat bnyk manfaatnya, tmsk melatih seseorang utk lebih berkasih sayang terhadap semua CiptaanNya. Dan Alloh SWT tdk menciptakan segala sesuatu sia2. Saya memiliki anjing jenis siberian husky yg dirawat dari kecil, mengajarkan kpd anak2 sy utk peduli dan kasih sayang kpd sesama dan makhluk lain, sesuai tujuan Islam Rahmatan Lil Alamin, memberi manfaat dengan kasih sayang dmnapun dan kapapun selama itu tdk membahayakan diri sendiri dan org lain. Sebenarnya Rasulullah Muhammad menyampaikan sifat liur anjing itu najis krn sifat anjing yg senang menjilat-jilatnya majikannya, dan kadang beberapa org yg mau beribadah masih terkena jilatan pd wkt itu tetap brgkat utk ibadah, serta liur anjing yg menetes dimana-mana menyebabkan tampak lengket dan kotor kl tdk dijaga. Sdgkan utk membersihkannya hrs berkali-kali sehingga Rasul prihatin melihat hal tersebut, dan menetapkan standar najis bagi liur anjing, bukan be alasan berrpenyaki. Dan tetap utk ibadah Rasul mendidik kesucian yg tinggi pd segala hal, sehingga tecapai kesucian jiwa dan jasmani yg akhirnya akan mebawa kebaikan2 selama kita hidup di bumi ini. Itulah tujuan hidup, Rahmatan lil Alamin. Semoga bermanfaat

    BalasHapus
  27. pak Ratualit, postingan yang bagus pak! Wajar2 aja kali anjing emang bawa penyakit, kucing juga bawa penyakit kok. Liat aja tuh kebanyakan yang pelihara kucing jadi mandul kan?
    emang lo kira cuma kucing kampung yang diurus seadanya yang bawa penyakit, kucing yang dipelihara baik juga bawa penyakit juga kalelelele....

    nah sekarang wajar dong anjing juga punya dampak negatif ke kesehatan, mau dibilang dirawat baik kek, kandangnya bersih kek, dokter hewan bilang ga ada penyakit ya supaya lo melihara anjing trus ke dokter itu terus HAHAHA. Lagipula si dokter juga ga bilang anjing bener2 ga bawa penyakit kan? pasti ada embel2nya "asal kandangnya blablabla~ tempat kotorannya blablabla~"

    nah karena di postingan ini menyinggung agama, gue dari pertama masuk sekolah juga udah dikasihtau liur anjing itu najis besar. mau anjingnya lo pelihara baik kek, di salonin tiap hari kek, tetep aja liurnya najis besar. masa iya lo mau complain soal sabda Allah? Allah Maha Mengetahui boss, Al-Quran ga perlu diragukan lagi. buat penerapannya nah baru itu urusan lo. Lo harusnya berterima kasih sama pak Ratualit yang udah ngasih artikel lengkap kayak begini, ada dampak negatif pada kesehatan jasmani dan rohani. Terserah lo juga sih kalo meragukan latar belakang pak Ratualit, tapi toh pak Ratualit udah ngasih tau dampaknya dan udah sabar banget jawab comment lo, jadi, kalo ntar lo kedatengan penyakit gara2 anjing lo inget tuh pak Ratualit!

    BalasHapus
  28. anonim 1:
    yah, silahkan jika anda berpendapat demikian

    sdr. roby:
    begitu ya, tapi apapun trims masukannya ya

    anonim 2:
    cooling down aja bro...^_^

    BalasHapus
  29. tapi byk jga yg melihara anjing dan g sakit ?

    BalasHapus
  30. kalo gitu dia lagi beruntung tuh ga sampe sakit.... ^_^

    BalasHapus
  31. haha iy kali, tpi sodara ku jga g sakit
    padahal anjingnya penyakitan

    BalasHapus
  32. mbih mengatakan..
    saya sangat suka dengan bintang sya seorang muslim sya ingin sekali memelihara anjing menurut sya anjing itu bintang yg lucu n sma" peliharaan allah jga tp knapa dilarang sementara ada yg mngatakan anjing sahabat manusia
    .. jika tidak boleh memegang bulunya lalu untuk apa ada anjing? seandainya anjing itu hanya sya rawat n sya jga bgaimana? apakah msh ttp d haramkan? tolong beri penjelasan secepatnya!!!!

    BalasHapus
  33. mbih bertanya,

    "jika tidak boleh memegang anjing lalu untuk apa ada anjing?"

    jawab:

    karena masalahnya emang bukan pada bulunya tapi pada air liurnya

    mbih bertanya,

    "seandainya anjing itu hanya sya rawat n sya jga bgaimana? apakah msh ttp d haramkan?"

    jawab:
    silahkan saja kalo anda berniat merawatnya bahkan Nabi SAW pun memperbolehkan jika anda berniat memakainya untuk berburu, itu sih sah-sah aja.
    yg jelas, ini kan bukan masalah haram deket2 anjingnya tapi lebih pada "menjauhi najisnya". berbeda dg orang berburu kl dah selesai "najis anjing bisa dibersihkan" lalu ga pegang2 anjing lagi tapi kalo ngerawat kan tiap hari bertatapan muka sama anjing, yah silahkan aja kalo mo mandi tiap menit. itu sah-sah aja...

    Mbih bilang,
    "tolong beri penjelasan secepatnya"

    jawab:
    maaf baru kebaca sekarang, dah lama ga pernah negok blog...

    BalasHapus
  34. dhio farras:

    hehe...kalo gitu dia banyak keberuntungannya ya...aku juga pernah pegang2 anjing (tapi abis itu mandi bersih dunk) dan alhamdulillah ga sakit padahal dibilang sehat banget anjingnya juga biasa2 aja, malah bulunya rontok... :D

    BalasHapus
  35. Gak usah didebatkan..
    gw juga bukan orang yg mengerti akan agama..
    sebagai seorang muslim, gw taat akan apa yg di firmankan oleh Allah SWT..Jujur gw suka anjing, tapi karena firman Allah, gw gak mau pelihara anjing tetapi bukan berarti gw diperbolehkan menyiksa anjing :)
    Salah satu syarat menjadi seorang muslim adalah percaya kepada Al-quran.. Allah yg menciptakan alam semesta dan isinya.. Allah mengetahui apapun yg akan terjadi.. Alquran itu bersifat universal, jadi hukum2 di dalam Alquran itu bisa dipakai di jaman kapanpun..
    sudah jelas bahwa Allah mengkategorikan anjing sebagai najis besar, lebih haram ketimbang babi..
    Seorang muslim hanya berkewajiban tidak memeliharanya untuk kepentingan hobi, dan tidak pula menyuruh untuk membunuhnya.. Bahkan dalam suatu hadits, orang yg memberikan minum kepada anjing yg kehausan saja balasannya adalah surga..

    tidak perlu diperdebatkan, ketentuan Allah dalam Alquran bahwa anjing adalah najis besar itu sudah clear..

    Silahkan kita lihat di akhirat nanti, siapa yg benar dan salah :)

    segala sesuatu yg ada di dunia ini dibuat untuk mengukur tingkat keimanan seseorang.. Klo Allah hanya membuat semua baik di alam semesta ini bisa, tapi Allah membuat beraneka ragam ingin melihat mana yg beriman dan mana yg tidak..

    salam

    BalasHapus
  36. someone secret2 April 2011 19.56

    ckckck..masalah ginian aja diributin

    BalasHapus
  37. kepada anonim yang mengatakan bahwa air liur anjing membawa najis besardan sudah dipelajarin sejak kecil, mungkin ada seharusnya mempertanyakan kembali, siapa yang menyampaikan hal tersebut. apakah dia cukup pintar dan objektif dalam menilai al qur an dan hadits atau hanya dilihat permukaannya aja.

    harusnya kan di di cek ulang, kenapa hadits tersebut sampai ada.. bisa jadi pengajar anda hanya membeo saja, org2 bilang air liur najis.. terus dia ikut2an bilang spt itu

    kita kan manusia, tentu butuh alasan kenapa sesuatu dilarang dan sesuatu yg lain tidak. toh islam agama yg logis bukan? jangan membabi buta percaya sesuatu tanpa ada dasar logisnya ah, gak jaman bung..

    BalasHapus
  38. hehe..bukannya malah terlihat lebih membabi buta mempertanyakan sesuatu yang 'syubhat' hukumnya...

    saya dukung anonim di atas..

    anonim 2

    BalasHapus
  39. wealah gaya pake najis segala...wong dagingnya ja dimakan ngomongnya njis.... MUNAFIK YOU KNOW.......................................................NGACA DL SBLUM NGOMONG.............UDAH BENER PA LOEM DIRI LOE... BINATANG APAPUN ITU KUCING, ANJING SERIGALA GAJAH BAHKAN SEKEBUN BINATANG PUN KL DITELITI SMUA MENGANDUNG PENYAKIT GA USAH JAUH2 MANUSIA JA JG PENYAKITAN...JD GA USAH MENGATASNAMAKAN AGAMA OK...KL DASAR MANUSIANYA DAH BEJAT YA BEJAT JA GA USAH PK BW2 AGAMA....MUNAFIKKKKKKKKKKK

    BalasHapus
  40. hindari berdebat dengan orang bodoh. titik.

    BalasHapus
  41. Saya muslim. Saya pelihara anjing. Tp ga masuk rumah. Kandangnya di luar rumah. Kalau kena liur langsung cuci pake tanah, abis main selalu mandi, 1 minggu sekali kandangnya dibersihin pake tanah sama disinfectant. Kalau kayak gitu boleh nggak?

    BalasHapus
  42. Mending pelihara anjing di game aja...
    ada kok game yang pelihara anjing, sama seperti aslinya, kalo nggak di kasih makan, anjing nya bisa mati, dan harus di mandikan setiap hari ( dalam game ). lebih aman kan? dan juga tidak akan Najis. :-)

    BalasHapus
  43. sebenarnya jika dikatakan; kalo ga najis kenapa di ciptakan? toh sama2 makhluk Tuhan..

    nah, setan juga ciptaan Tuhan, tapi kita juga dilarang mengikuti bisikan Setan, trus kenapa diciptakan?
    surga itu enak, tapi kenapa neraka juga diciptakan?
    semua itu mungkin Rahasia Allah, tapi kalo udah ada aturan pasti di AL Qur'an, bahwa itu najis, mending ga usah di debat, tapi kalau mau pelihara anjing silahkan, nggak juga silahkan, toh pertanggung jwaban di hadapan Tuhan itu masing kok,..

    BalasHapus
  44. udah lah lu pada jangan ribut trus!

    kalo kata rasullulah ga boleh pelihara anjing selain buat jaga ternak ato berburu,, ya udah turutin aja.. selesai kan?

    063@rock.com
    windoss@facebook.com

    BalasHapus
  45. Pasti ada alasannya kenapa air liur anjing najis.... Setelah sy tanya kb2rapa dr.hewan baru saya menemukan jwaban yg masuk akal. Anjing hanya mengeluarkan toxin (racun) melalui kotoran hanya 30% saja.... Jadi sisanya dikeluarkan melalui mulutnya? Bayangkan 1/2enya lebih dikeluarkan melalui mulutnya..... Tp seiring berkembangnya jaman banyak diciptakan makanan2 anjing yg sehat.... Vaksin. Obat cacing dll.....bahkan sampo dan bedakk ppun sudah tersedia.... Lain dg jaman dulu.... Mengenai najis.... Jaman dulu kan ga ada sabun.... Makanya harus dibasuh dg pasir.... Skrg sudah banyak sabun antiseptik untuk membunuh kuman.... Jd menurut saya..... Sah2 saja u/ memelihara anjing.... Jaman sekarang memeburu binatang ada senapan.... Tidak perlu memelihara anjing. Sy harap sebagai muslim jg kita harus bisa berfikir lebih pintar....

    BalasHapus
  46. assalamualaikum.........
    saya seorang MUSLIM
    saya orang yg suka memelihara anjing,
    saya pelihara dari semenjak kecil(puppy)dan selalu di dalam kandang,ga pernah di lepas di dalam rumah,(Karna saya tau moncong nya NAJIS)sesekali di ajak main di luar rumah,
    saya beri dia paksin yg terbaik untuk kesehatan nya,makanan yg baik (dog food)obat cacing teratur,
    Beranjak dewasa saya simpan dia di luar rumah untuk menjaga rumah tentunaya(bukan untuk berburu karna saya ga suka berburu).
    yg saya mau tanyakan:
    saya membaca kl anjing basah ga boleh di pegang?lalu bagaimana saya memandikan nya,kan untuk kebersihan nya saya perlu mandikan dia?
    bukan kah yg di larang itu hanya MONCONG nya saja,karana disana dumber penyakit nya?(menurut pengetahuan saya).
    mohon penjelasan nya dari bapak/ibu sekalian.
    apakah yg saya lakukan udah sesuai aturan agama atau tidak.......
    karana saya yakin 1000% apa2 yg telah di atur kan oleh agama saya (ISLAM)itu pasti benar,asalkan berajak dari Al-qur'an & hadis yg sohih...
    wassalam......

    BalasHapus
  47. Kalo bagiku lebih baik menjauhi hal-hal yang meragukan dan banyak diperd ebatkan, jika yang dikhawatirkan benar, kita tidak akan terkena dampaknya, namun jika yang dikhawatirkan salah, kita juga tidak rugi. Tidak ada salahnya kita menjaga diri dari hal-hal yang diragukan kebaikannya.

    BalasHapus
  48. TAAAAEEEEKKKKK KABEH,,,SING KOMEN ASU KABEH,TUKARAN G MARI2...YO IKI TANDA2 KIAMAT SUDAH DEKAT,TUKARAN GAK JELAS

    BalasHapus
  49. hindari berdebat dengan orang bodoh. titik.

    BalasHapus
  50. Yang BODOH ITU YAAA KALIAN YANG KAGA NGERTI AGAMA!! Ngaku ISLAM tapi cuma MULUT MA KTP... Kalo ga ngerti agama ya begini ini..ngomongnya ngelantur sampe nda mempercayai aturan Islam itu sendiri... Mas-mas and Mba-mba.. kalau intinya cuman karena marah and merasa SALAH karena sudah memelihara ANJING... ya jangan salahkan Hadits and Alqur'an donk!! Yang musti banyak belajar itu justru sampean-sampean yang kaga ngerti agama... Segala sesuatu di dunia ini hidup ada aturannya.. ente-ente aja kerja pasti ada aturannye... masa ente2 mau idup sekarepe dewe... ya di doRRRR!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, setuju...
      ente-ente yg bodoh!!!
      ahahahahahahah...

      Hapus
  51. Saya juga muslim yg pelihara anjing....memang anjing najis dalam arti kotoran dan liur nya....itu pun karna bakteri yg terkandung didalam nya....tapi diluar itu anjing juga mahluk TUHAN....jadi biar lah semua kita serahkan KE TUHAN....biar lah kita bertanggung jawab dihadapan TUHAN sesuai dengan apa yg kita perbuat.....yang penting kita sesama umat beragama ISLAM jangan sampai ribut apa lagi karna Anjing....kita saling kasih info aja masalah mau didengar atau nggak ya cuek saja....maksih....wasalam

    BalasHapus
  52. muslim, hamba Allah26 April 2012 05.58

    Selamat untuk saudara ratualit!
    Anda berhasil menyulut api emosi dari pihak yg pro dan kontra dalam memelihara anjing
    Artikel anda yg tidak brtanggungjawab ini, karena tidak ditanggapi dengan landasan agama dan ilmu pengetahuan yg memadai. Tetapi anda berani sekali memojokkan satu pihak dan tidak obyektif mnanggapi isu ini.
    Lain kali buat artikel yg sesuai dgn kemampuan anda saja, pikir seribu kali sebelum posting hal2 seperti ini d blog anda. Anda islam, saya islam, yg komen di blog ini juga kebanyakan islam, kita seharusnya saling menghargai. Tapi dari penilaian saya sndiri, artikel dan jawaban2 anda yg kelihatannya tidak bisa menghargai pendapat org lain

    BalasHapus
  53. woyy ratualit...pinter bgt bikin artikel beginian...bner2 gk bs mghargai perbedaan ya Anda!!
    saya setuju dengan Hamba Allah di atas, Anda benar2 memojokkan satu pihak dengan ilmu agama dan pengetahuan yang tidak memadai sama sekali!! Anda jelas tidak objektif

    saya juga islam dan saya menghargai pendapat muslim lain yg pro memelihara anjing
    bahkan setau saya dari hasil tanya2 ke berbagai ulama, memelihara anjing masih menjadi pro kontra di kalangan muslim, jadi yg penting punya sikap, yg terpenting lagi tidak saling menyerang pndapat org lain

    saya mengamati bahwa orang2 yg melawan pndapat anda di blog ini mnyampaikan dengan sopan dan tidak memaksa, tapi anda selalu menanggapi dengan berapi2 dan terus memojokkan

    ingat ratualit, anda bukan ALLAH! anda tidak tahu dengan PASTI mana yg bnr dan salah, sehingga lebih baik anda menghargai pendapat orang2 yg komen di blog anda, bukan anda serang balik!

    semua orang berhak punya pndapat, toh dosanya ditanggung masing2

    anda tidak perlu berdalih "ingin mengingatkan sesama muslim"...klo anda mmg brniat mngingatkan anda tidak perlu membalas komen dengan lbg berapi2

    harap bnr2 diperhatikan! orang2 seperti andalah yg bisa membuat sesama muslim jadi saling memusuhi
    sama seperti saudara Hamba Allah (yg lbh bijaksana dari anda)>>saya memberi selamat pada anda yang sudah berhasil menyulut api perang di sesama muslim!!

    BalasHapus
  54. hayara sistari31 Mei 2012 15.14

    permisi maaf saya mau bertanya nih, bagaimana kalau org islam memelihara kucing haram atau tidak? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo menurut pandangan islam seperti ini mbak

      Nabi pernah bersabda,”Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling dalam rumah (binantang rumahan),” (HR Al Tirmidzi, Al Nasa’i, Abu Dawud dan Ibnu Majah).
      Diriwayatkan dari Ali bin Al Hasan, dari Anas yang menceritakan bahwa Nabi SAW pergi ke Bathan suatu daerah di Madinah. Lalu Beliau berkata,”Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana”. Lalu Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun seekeor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Nabi ditanya mengenai hal tersebut dan Beliau menjawab,”Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

      Hapus
  55. hahahaha,,,jadi ga jelas juntrungannya gini,ya kalo mau pelihara silahkan,ga silahkan,nanti juga diakhirat tau yang benar mana,gitu ja kok repot.

    BalasHapus
  56. Jadi teringat satu hikayat:
    Suatu hari seorang sufi dengan jubahnya yang selalu bersih berjalan di sebuah gang sempit. Celakanya dari arah berlawanan datang seekor anjing kumal. Saat berpapasan sang sufi setengah mati berjingkat ke tembok dan mengangkat tinggi-tinggi jubahnya agar tak tersenggol anjing. Ketika telah berlalu, Alloh membukakan pendengaran sang sufi terhadap keluh kesah si anjing,"Ya Alloh, hambamu yang suci itu sebegitu jijiknya denganku... bagaimana jika dia Engkau takdirkan untuk mengenakan jubah penuh najis sepertiku?"

    Seketika itu juga sang sufi berfikir bahwa ternyata dia keliru melakukan penghinaan terhadap makluk Alloh. Alloh Mempermudah segala urusan, jika terkena liur anjing, ada cara mensucikannya. Seberapa beratnyakah mensucikan jubah dibandingkan menghina makluk Alloh?

    Semoga menjadi renungan baik.

    BalasHapus
  57. membaca postingan ini dari awal sampai akhir plus dg coment2nya..membuat fikiran saya jd lbih terbuka...thanks alot all,

    BalasHapus
  58. baca artikel ini.... >>> http://muhammadassad.wordpress.com/2010/04/20/hukum-memelihara-anjing-dalam-perspektif-islam/

    BalasHapus
  59. kebanyakan orang yang pro memelihara anjing itu berusaha melakukan pembenaran logis, padahal kalau yang di namakan iman dan bertaqwa, yaitu menjalankan perintah allah dan menjauhi larangannya, disitu poinnya tidak perlu mempertanyakan sebab dan akibatnya, tetapi sudah pasti apa apa yang di perintah Allah SWT, akibatnya juga baik buat makhluknya. pendapat saya... hal yang lebih menghadirkan kemudharatan, lebih baik dihindari, kalau ada yang beralasan melatih kasih sayang kepada makhluk Allah, ya.. medianya tidak harus anjing kan, ikan, ayam, kelinci, juga bisa, terus jangan mengatasnamakan muslim yang cerdas kalau melakukan pembenaran memelihara anjing, muslim yang cerdas itu tahu mana perintah dan mana larangan... ingat itu...

    BalasHapus
  60. hati2 klo bwt artikel
    jadi orang mending gak tau samasekali daripada sok tau
    INGAT !
    klo anda sok tau dosaX tiap hr berjalan

    kasihan tu ANJING, klo udah jd anjing baru deh kasih tau gimana rasaX jd anjing

    BalasHapus
  61. ini ada yang bilang tidak najis..
    http://muslimnurdin.wordpress.com/2010/11/03/anjing-tidak-najis/

    BalasHapus
  62. 80% orang sukses dan kaya didunia memelihara anjing...

    BalasHapus
  63. Mungkin ini bagus bagi kita semua:

    http://arno.uvt.nl/show.cgi?fid=121531

    BalasHapus
  64. Kalo boneka anjing ,boleh nggak

    BalasHapus
  65. Ya sudahlaah jangan diributkan lagi.

    BalasHapus
  66. jadi gk boleh melihara anjing ?

    BalasHapus
  67. Masyarakat pada umumnya menganggap Liur anjing berbahaya, itulah yang saya sebut sebagai alasan klasik bagi umat Islam untuk menghindari bersentuhan dengan anjing. Lalu apakah benar liur anjing haram? Adapun tentang anjing, para ulama berselisih dalam tiga pendapat :
    Bahwa anjing adalah suci, termasuk liurnya. Ini adalah mazhab Malik.
    Bahwa anjing adalah najis termasuk bulunya. Ini adalah mazhab Syafi'I, dan salah satu dari dua pendapat dalam mazhab Ahmad. Bulu anjing suci, sedangkan liurnya najis. Ini adalah pendapat mazhab Abu Hanifah dan salah satu pendapat dari dua pendapat dalam mazhab Ahmad.

    Mari sedikit kita bahas mengenai hal ini. Jika dikatakan “haram” saya tidak setuju, kita tidak boleh mengharamkan/menajiskan sesuatu kecuali ada dalil yang menerangkan dan membenarkannya akan hal tersebut karena hukum asal segala sesuatu adalah suci. Jika dikatakan najis, konteks seperti apa yang melandasi hukum najisnya liur anjing tersebut?

    Rasulullah bersabda :

    طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاَهُنَّ بِالتُّرَابِ
    “Sucinya bejana di antara kalian yaitu apabila anjing menjilatnya adalah dengan dicuci tujuh kali dan awalnya dengan tanah.” (HR. Muslim no. 279)

    Ada hadist lain mengatakan hal yang serupa...

    إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِى الإِنَاءِ فَاغْسِلُوهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَعَفِّرُوهُ الثَّامِنَةَ فِى التُّرَابِ
    “Jika anjing menjilat (walagho) di salah satu bejana kalian, cucilah sebanyak tujuh kali dan gosoklah yang kedelapan dengan tanah (debu)” (HR. Muslim no. 280).

    Jika anjing menjilat bejana, maka ya! Hal tersebut dihukumi najis dan wajib dicuci sebanyak 7 kali sesuai perkataan Rasulullah SAW dalam hadistnya. Lalu bagaimana jika anjing menjilat wajah kita? Apakah wajah kita harus dicuci dengan tanah juga? Banyak orang salah kaprah, ketika anggota tubuhnya terjilat anjing maka dia membasuhnya 7x dengan menggunakan tanah, apakah harus seperti itu? Dalil-dalil yang menerangkan najisnya liur anjing jika mengenai benda-benda lain “selain” bejana (wadah) justru tidak pernah ada dan mengenai air liur anjing yang membasahi makanan yang ia gigit untuk kita makan juga tidak ada. Tidak ada ayat lain maupun hadis dari Rasul yang berkenaan seputar thaharah khusus apabila terkena air liur tersebut pada tubuh manusia atau benda lainnya selain bejana, dengan adanya fakta tersebut saya katakan bahwa kita tidak bisa membuat aturan hukum baru didalam agama karena jika ada suatu perkara yang ditambahkan atau diada-adakan maka hukumnya Bid’ah. Atas dasar prinsip kemudahan (At-Tasyir), beberapa ulama memperbolehkan mencuci dengan menggunakan sabun karena sifatnya membersihkan, dunia yang kita tinggali ini memasuki zaman di mana mencari tanah sangat sulit, karena tanah telah tergusur oleh jalan raya, bangunan atau gedung-gedung, sehingga untuk mencari tanah, apalagi yang bersih, seseorang harus melakukan perjalanan yang jauh. Oleh karena itu, di sini kita menerapkan prinsip kemudahan dalam beragama.

    Rasulullah SAW bersabda:

    يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا [رواه البخاري]
    Artinya: “Mudahkanlah dan janganlah kamu persulit.” [HR. al-Bukhari]

    (Sumber http://malang.muhammadiyah.or.id/artikel-mengganti-tanah-dengan-sabun--ketika-bersuci-dari-jilatan-anjing-detail-162.html)

    BalasHapus