Senin, 06 Oktober 2008

Masyarakat Belanda Nikmati Film "Ayat-Ayat Cinta", Kenapa Laskar Pelangi Tidak?

Den Haag (ANTARA News) - Masyarakat Belanda akan mendapat suguhan tontonan Film "Ayat-Ayat Cinta" yang merupakan karya Sutradara Hanung Bramantyo, pada 26 Oktober 2008 di Museon, Stadhouderslaan 37, 2517 HV Den Haag.

Film yang merupakan adopsi dari hasil karya (novel) Habiburrahman El Shirazy ini, merupakan persembahan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag.

Menurut Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Junus Effendi Habibie, film ini sengaja dipertontonkan kepada masyarakat Belanda dan warga negara Indonesia yang berada di Belanda untuk menunjukkan bagaimana sesungguhnya kehidupan dan kepribadian umat muslim terhadap mereka yang berbeda agama.

Dalam film itu lanjut saudara mantan Presiden Indonesia, BJ Habibie ini, menggambarkan bagaimana sosok Fakhri mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di negeri Timur Tengah bersahabat dengan orang non Muslim.

Bahkan rasa saling menghargai dan tolong menolong diantara mereka, tidak mengenal agama. Islam dalam film itu, digambarkan penuh dengan kedamaian dan keramahan. Tidak ada satupun yang menunjukkan adanya tindakan kekerasan seperti yang banyak dikhawatirkan kamu non muslim.

JE Habibie mengakui bahwa sebagian masyarakat Belanda masih ada yang paranoid dengan Islam seperti pada kelompok-kelompok Geert Wilders yang pernah mendapat kecaman dari beberapa kaum muslim di dunia terkait dengan film yang pernah dibuatnya tentang Islam.

Dalam film tersebut, Wilders menggambarkan kekerasan dan memperlihatkan peristiwa seakan-akan Islam bertanggung jawab dengan semua peristiwa kekerasan yang terjadi.

"Tidak benar kalau Islam itu identik dengan kekerasan. Kami akan buktikan kepada dunia bahwa Islam itu merupakan agama yang rukun. Kita juga nantinya akan melakukan open house kepada seluruh masyarakat Belanda pasca hari Natal," jelas Habibie.

"Kita juga sudah menjelaskan kepada orang-orang Belanda bahwa Indonesia bukanlah negara Islam meski penduduknya banyak yang muslim," katanya dan menambahkan bahwa selain film Ayat-Ayat Cinta, KBRI juga akan mempersembahkan film Cut Nyak Dien, Denias, Nagabonar dan Kartini.(*)

COPYRIGHT © 4/10/2008

SUMBER: antara.co.id

******

Yah, untuk menangkis serangan yang dilancarkan kaum orientalis tentang makna poligami memang bagus juga kalo film ini di putar di Belanda. Tapi saya ragu, apa itu bisa berdampak lebih bagus bagi wajah Islam. Jujur saja, saya sendiri kurang begitu sreg dengan film ini, apalagi sampai ditonton kaum orientalis?

kalo menurut saya, sih jauh lebih bagus kalo film ini juga didampingi pemutaran film Laskar Pelangi. Setidaknya Laskar Pelangi juga mengandung kritikan bagi Pemerintah Belanda, yang sejauh ini Indonesia masih dengan setengah hati dakui sebagai Negara Merdeka. Mungkin kalo para Pejabat, Politikus dan para nasionalis di Negeri Kincir Angin itu menonton Laskar Pelangi mereka bisa liat dengan mata kepala sendiri bagaimana "AKIBAT" dari politik DEVIDE ET IMPERA yang mereka terapkan dulu bagi bangsa Indonesia dalam jangka panjang. Masyarakat menjadi terkotak-kotak, pendidikan tidak cukup merata, anak-anak terpaksa jadi kuli di pabrik Tambang Timah peninggalan Belanda. Dan bagaimana aturan-aturan hukum yang mereka terapkan dulu masih mencengkeram erat bumi anak-anak negeri ini hingga era 80-an di tanah Belitong, bahkan dirasakan juga sebagian besar rakyat Indonesia hingga sekarang. Bagaimana tidak begitu, lha wong hutang Pemerintah Kolonial Belanda saja yang harus melunasinya adalah rakyat Indonesia. Terakhir hutang itu terlunasi sekitar tahun 2006 kemarin...fiuh

2 komentar:

  1. Yogyakarta 16 Desember 2008 Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun KOBUKI (Kontak Budaya Komunikasi Indonesia ) ke 10 Tahun pada taggal 8 Desember 2008 sekaligus Hari Ulang Tahun Ketua Umum / Ajaraham DPP KOBUKI. Bapak Prof.DR.KH.Nanang Hariadi SE.MSc atau Gus Har ke 38 Tahun , maka kami selaku Jajaran Pelaksana Harian DPW KOBUKI YOGYAKARTA dengan ini menyampaikan Syair Puisi Sholawat buat Ketua Umum Kita dan lembaga KOBUKI Kita sebagaimana di bawah ini : kakang kawah adi ari-ari sedulur tuwa papat lima pancer sing dumunung ana ing awak ingsun jungkungana laku ingsun jabang bayine Prof.Dr.KH. Nanang Hariadi (Gus Har) Ajaraham DPP KOBUKI. bisa kasembadan apa sing DIKAREPAKE ana ati lan pikiran ingsun yaiku sugih dunyo lan bondo sarta apa wae kang ingsun Nanang Hariadi karepake katurutan lan bisa ketemu kalawan sira sedulur kabeh kanti kalis ing sambekala padang panjang.... Amin..
    Allohumma Sholli alaa Nanang Hariadi ( Gus Har) Kamma Shollaita Alaa Nabiyulloh Khidir Alaisalam. 8 X dibaca 8 kali setiap hari bagi anda yang membaca salam kami ini. Demikian ucapan Selamat Ulang Tahun kami sampaikan buat KOBUKI ke 10 Tahun dan Ketua Umum / Ajaraham DPP KOBUKI ke 38 Tahun semoga mejadikan pedoman bagi kalangan yang membaca salam kami ini merdeka !!! . Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Tertanda Dewan Pengurus Wilayah Kontak Budaya Komunikasi Indonesia Yogyakarta (DPW KOBUKI YOGYAKARTA) SOEHARTO M DANU SH. President DPW KOBUKI YOGYAKARTA

    BalasHapus
  2. maksudnya diatas itu apa sih???

    BalasHapus