Minggu, 19 Oktober 2008

JIKA SAAT TENANG TIBA-TIBA BERUBAH MENJADI GENTING

Siapapun tentu ingin hidupnya selalu dalam keadaan tenang. Akan tetapi jika saat-saat tenang itu tiba-tiba berubah menjadi musibah kecelakaan umumnya tak banyak orang yang sanggup menghadapinya tanpa rasa panik. Kalau orang sudah panik tentu jalan pikirannya akan buntu dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menolong penderita. Berikut ini ada beberapa panduan yang diharapkan mampu membantu pembaca untuk segera melaksanakan pertolongan pertama kepada penderita jika menemukannya:

· Mengatasi Kedinginan yang Sangat

Yang dimaksud di sini adalah rasa dingin yang dapat membahayakan nyawa. Rasa dingin ini berbeda pemahamannya dengan demam biasa. Rasa dingin ini bisa disebabkan oleh terlalu lama berendam di air dingin hingga akhirnya menggigil atau berada di luar rumah dalam kondisi cuaca buruk, dan lain-lain. Biasanya hal ini dialami oleh anak-anak. Maka tindakan pertama yang tepat untuk dijalankan adalah berusaha mengembalikannya ke suhu normal. Caranya adalah dengan merangkulnya atau mendekapnya dengan hantaran panas tubuh penolong sendiri.

Jangan mengurut atau menggosoknya dengan salep atau alkohol. Jangan pula menghangatkan tubuhnya dengan sumber panas dari cahaya. Jika perlu, beri air gula hangat dan segera bawa ke rumah sakit terdekat jika keadaannya tidak membaik.

· Mengatasi Kejang-Kejang

Bila terjadi kejang-kejang pada penderita yang disertai suhu badan yang meningkat, segeralah bawa penderita ke dokter atau rumah sakit. Namun sebelumnya selipkan gulungan sapu tangan diantara kedua rahangnya agar tidak terkunci (minta penderita menggigit sapu tangan itu).

Namun jika tidak terjadi kenaikan suhu badan, cobalah mengatasi keadaan dengan memercikkan air dingin ke seluruh tubuhnya. Bila tidak ada reaksi, lakukan tepukan dengan telapak tangan yang dicekungkan pada punggung penderita. Jika penderita berangsur-angsur pulih segera ajak bicara untuk memulihkan kesadaran dan fungsi syarafnya.

· Mengatasi Keracunan

Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah menjauhkan penderita dari sumber penyebab keracunan, khususnya jika keracunan itu disebabkan oleh udara yang dihirup. Segera bawa penderita ke udara bersih, baringkan jika ia tidak sadarkan diri dengan posisi miring dan segera bawa ke rumah sakit terdekat.

Bila keracunan terjadi dalam usus, jangan lakukan perangsangan untuk memuntahkan isi perut. Apalagi jika penyebab keracunan tidak diketahui, karena zat-zat kimia tertentu yang bersifat korosif dapat merusak saluran penceraan.

· Mengatasi Luka Gigitan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah usahakan menghentikan pendarahan dengan cara menekan sumber pendarahan dengan gulungan atau kain bersih lainnya. Bila diduga luka gigitan itu berasal dari binatang berbisa, lakukan ikatan kuat pada bagian bekas gigitan yang ke arah jantung untuk menghambat peredaran darah yang mengandung bisa tersebut. Untuk gigitan anjing atau binatang lainnya, segera bersihkan dengan sabun lalu bilas dan basuhlah dengan alkohol. Obati segera dengan antiseptik dan tutup dengan kain steril. Bawa ke rumah sakit.

· Mengatasi Luka Memar

Luka memar adalah luka pendarahan yang terjadi di bawah kulit atau otot. Untuk mengatasinya segera lakukan kompres dingin dengan potongan-potongan es sampai sembab berkurang, kemudian lilit dengan perban elastis. Khusus untuk luka memar di kepala dan terasa sangat sakit, segera bawa ke rumah sakit.

· Mengatasi Bila Jari atau Lengan Putus

Rawat luka seperti luka biasa, sedangkan potongan jari atau lengan yang terputus jangan dibersihkan tetapi biarkan steril dengan memasukkannya ke dalam kantong plastik bersih. Kemudian masukkan kantong plastik tadi ke dalam kantong plastik/wadah lain yang berisi potongan es dan sedikit air. Ikat rapat dan segera bawa penderita beserta potongan jari atau lengannya ke rumah sakit untuk disambungkan kembali oleh tim dokter.

· Mengatasi Mata Luka atau Kemasukan Benda Asing

Pertama-tama tutup mata penderita dengan perban atau kain bersih tanpa menekan. Bila benda asing. Bila benda asing jelas terlihat dan nampak tidak menempel terlalu erat pada bola mata, cobalah mengeluarkannya dengan sudut kain atau kapas bersih dan jangan sekali-kali menggunakan benda keras.

Jika benda asing itu tidak dapat dikeluarkan karena lengket, biarkan saja dan segera bawa ke rumah sakit.

· Mengatasi Patah Tulang

Tanda-tanda terjadinya patah tulang adalah pembengkakan dan rasa sakit bila digerakkan. Untuk patah tulang terbuka dimana terjadi luka kulit pada bagian yang patah, tutup luka itu untuk menghindari pencemaran kuman dan jangan disentuh. Selama pengangkutan ke rumah sakit, usahakan bagian yang patah tidak bergerak, yaitu melindungi dengan papan tipis, karton tebal, atau lainnya dan diikat. Atau usaha lainnya yang memungkinkan bagian yang patah bergerak. Jika perlu dapat dibantu dengan segitiga penggendong. Selain itu ajaklah penderita berbicara agar tidak shock.

· Mengatasi Pendarahan

Untuk semua jenis luka yang mengalami pendarahan, lakukan pada penekanan pada bagian luka dengan gulungan perban kemudian dililit dengan perban atau kain bersih. Untuk luka pada tungkai dan lengan, angkat tinggi-tinggi dan tekan pembuluh darah dengan jari-jari di luar daerah luka ke arah jantung. Sedangkan untuk darah yang keluar dari lubang hidung dan mulut yang mungkin disebabkan keretakan tempurung kepala, maka pertolongan pertamanya adalah sandarkan penderita pada sandaran kursi dengan posis kepala agak menengadah. Selanjutnya kompres dengan es pada dahi dan tengkuk, lalu tekan kedua cuping hidung dengan telapak tangan dan ibu jari beberapa menit. Untuk menentukan berat ringannya derajat pendarahan dapat dinilai dengan keadaan shock penderita.

· Mengatasi Sengatan Listrik

Segera matikan sirkulasi listrik dan jauhkan penderita dari sumber sengatan. Baringkan dan selimuti dia. Bila penderita terlihat tidak bernafas lakukan resusitasi (pernafasan buatan). Namun jika ia hanya tak sadarkan diri, baringkan pada posisi miring. Awasi pernafasan dan denyut nadinya. Bila perlu lakukan bantuan mengatasi shock dan lakukan penutupan luka jika terjadi luka bakar. Bawa ke rumah sakit.

· Memberikan Pernafasan Buatan

Yaitu menghidupkan kembali dengan pernafasan buatan atau pijat dan rangsang jantung pada penderita yang terhenti nafasnya. Tindakan pertama yang perlu dilakukan sebelum memberikan nafas buatan adalah mengetahui denyut nadi dan pernafasan penderita. Jika pernafasan masih dapat dirasakan dengan naik turunnya perut pada telapak tangan yang diletakkan diatasnya, maka pernafasan buatan tidak diperlukan.

Resusitasi diawali dengan menidurkan penderita dalam posisi telentang dan kepalanya semaksimal mungkin diregangkan ke arah belakang. Setelah itu tulang rahang bawah ditutupkan ke rahang atas dengan satu tangan dan mulutnya ditutup dengan ibu jari, yang ditempelkan pada bibirnya. Kemudian tempelkan mulut anda yang terbuka ke hidung penderita, dan dengan sekuat tenaga hembuskan pernafasan anda melalui lubang hidung penderita (ini juga bisa dilakukan melalui mulut penderita). Lakukan berulang-ulang setiap menit. Bawa ke rumah sakit.

· Mengatasi Sengatan Matahari

Segera bawa penderita ke tempat teduh dan kompres dengan handuk basah yang dingin pada kepala dan tengkuknya. Awasi nadi dan pernafasannya. Baringkan ia dengan tenang.

· Mengatasi Shock

Tanda-tandanya adalah kulit pucat kebiru-biruan, keringat dingin, gelisah dan kesadaran terganggu. Untuk mengatasinya segera baringkan penderita dengan tungkai ditinggikan, diselimuti, dan jangan biarkan dia bergerak. Jangan tinggalkan penderita sendirian dan segera bawa ke rumah sakit jika memang perlu.

· Mengatasi Terbakar Larutan Kimia

Larutan asam dan alkali dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan selaput lendir. Karena itu kulit yang terkena harus diguyur terus menerus dengan air dingin bersih, begitu pula bila yang terkena adalah selaput lendir bola mata.

Bila mulut yang terkena, maka air bersih dikumur-kumurkan berulangkali. Dan bila zat kimia tersebut tertelan, maka minumkan air bersih sedikit demi sedikit dan jangan dimuntahkan. Segera bawa ke rumah sakit atau dokter.

· Mengatasi Luka Bakar

Guyur luka bakar dengan air dingin terus menerus untuk mengurangi rasa sakit. Lalu tutup dengan penutup bersih yang tidak mungkin melekat pada luka, seperti kapas atau perban. Namun ingat, luka pada wajah tidak boleh ditutup.

Semua luka bakar tidak boleh diolesi dengan bubuk powder atau salep, namun madu mungkin tidak apa-apa. Tapi ada baiknya dibawa ke rumah sakit tanpa diberi apapun.

· Mengatasi Tercekik Benda Asing

Terjadi karena tersangkutnya benda asing pada saluran pernafasan atau pencernaan. Jika terjadi pada anak-anak, angkat dia dengan kaki ditinggikan dan goyang serta pukul belikatnya (punggung) dengan kuat. Sedang untuk orang dewasa, bungkukkan ke arah depan sedalam mungkin dan pukul belikatnya. Baringkan penderita yang tak sadar pada posisi telungkup lalu pukul belikatnya. Jika belum berhasil segera bawa dia ke rumah sakit.

Itulah beberapa pedoman yang bisa dilakukan jika sewaktu-waktu kita menemukan kejadian-kejadian darurat yang tidak kita inginkan. Semoga Allah SWT Yang Maha Penjaga senantiasa menganugerahkan kesehatan fisik kepada kita dan menjauhkan kita dari segala bencana.@

sumber: Majalah As Sholihah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar