Jumat, 10 Oktober 2008

Bentuk Satuan Polisi Khusus Telur Ikan

Jum'at, 10 Oktober 2008

LONDON - Pekerjaan ini bisa jadi kurang bergengsi bagi polisi, tapi harus dilakukan, yaitu keluar masuk restoran dan toko untuk menyelidiki telur ikan. Unit khusus kaviar yang baru dibentuk ini dikepalai Inspektur Nevin Hunter dari satuan polisi Devon dan Cornwall. Senior yang pernah memenangkan penghargaan dari badan margasatwa atas kerjanya membantu melindungi spesies-spesies berbahaya.

Landscape --majalah internal departemen lingkungan, makanan dan pedesaan--melansir, Hunter bersama 20 anggota unit hebat kepolisian Inggris akan punya wewenang khusus untuk menyita makanan lezat dari restoran elite dalam rangka menyingkap perdagangan pasar gelap kaviar. Jika ketemu, restoran dan toko itu harus bersiap menerima hukuman.

Inisiatif terbentuknya unit unik ini berasal dari konvensi internasional atas perdagangan spesies langka. Dikatakan bahwa 50 persen kaviar di dunia diperdagangkan secara illegal.

Inspektur Hunter yang akan berkerja di departemen ini selama 2 tahun ke depan mengatakan, ''Kami tak punya data apapun tentang perdagangan ilegal kaviar di Inggris. Jadi tugas pertama saya adalah mengetahui dulu masalahnya.''

Tugas polisi unit kaviar ini adalah memeriksa semua kontainer yang memuat kaviar. Kontainer itu diwajibkan menempeli label dengan 20 karakter kode yang mencerminkan rincian spesies penghasil kaviar, misalnya Beluga.

Mereka juga harus menyidik keaslian kaviar. ''Kami menggunakan tes DNA. Jadi tahu apakah benar kaviar itu berasal dari ikan yang diklaim importir atau tidak,'' kata Hunter.

Seorang juru bicara mengatakan, ''Perdagangan ilegal kaviar telah merusak populasi ikan penghasil telur. Perdagangan itu senilai ratusan bahkan ribuan poundsterling. Penjahat yang melakukan itu biasanya jaringan organisasi kriminal internasional.''

Dia menambahkan bahwa Inspektur Hunter juga harus memeriksa kejahatan serius lain terhadap margasatwa. Misalnya perdangan gading ilegal dan burung-burung dari hutan belantara. (ape/ami)

SUMBER: jawapos.co.id

1 komentar: