Jumat, 05 September 2008

Pesan Rasulullah saw Tentang Jalan Umum

Jalan umum adalah tempat orang-orang berlalu lalang. Jika penuh dengan sampah dan kotoran, hal itu tentu sangat mengganggu. Belum lagi kalau sampah itu mengalami proses pembusukan, bisa-bisa malah menyebarkan bibit penyakit. Lalu bagaimana Rasulullah saw memperhatikan hal ini?
  1. Ketika membuat jalan Rasulullah saw menentukan luasnya paling tidak adalah 7 hasta (sekitar 4,5 meter). Jika kita bayangkan ukuran itu diterapkan bagi perumahan tipe horisontal (satu tingkat) dengan kepadatan penduduk terbatas, pasti kita sudah bisa menentukan luas jalan di kota dan di desa pada masa sekarang kira-kira berapa ukurannya. Abu Hurairah ra berkata, "Apakah ada orang yang bersengketa dalam jalan-jalan mereka, maka Rasulullah saw memutuskan bahwa luas jalan adalah 7 hasta." (HR. Ahmad).
  2. Kebersihan jalan juga menjadi perhatian besar Rasulullah saw. Abu Hurairah pernah bertanya, "Wahai Nabi Allah, ajarkan sesuatu yang dapat aku ambil manfaatnya," Beliau menjawab, "Bersihkan jalan kaum muslimin dari kotoran dan sampah."
Nah, kalo Rasulullah saw sudah memberikan pesan demikian kenapa juga masih ragu menjalankan? Terutama soal menjaga kebersihan nih. Kapan yah bisa lihat jalan-jalan di seluruh Indonesia bisa awet bersih seharian? Mungkin sudah saatnya sekarang para Pasukan Kuning lebih dihargai hasil kerja kerasnya. Jangan pakai jalan umum untuk bikin bangunan tambahan rumah kita dan jangan buang sampah sembarangan lagi yuuuk...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar