Selasa, 09 September 2008

Apa Itu Ruh? (Bagian II)

Jika sebelumnya dijelaskan bahwa ruh merupakan pemberi energi kehidupan yang dengan itu manusia dapat hidup dan berfungsi, maka pertanyaan yang timbul kemudian adalah dimanakah ruh berada?

Sebagian ada yang menggambarkannya hanya sebagai seberkas sinar, sosok yang bentuknya persis dengan badan sesorang tapi tidak kelihatan, dan lain sebagainya. Tapi mungkin gambaran tersebut masih kurang memuaskan keingintahuan kita. Oleh karena itu untuk mengetahui posisi ruh, kita perlu terlebih dahulu menyamakan persepsi tentang fungsinya.

Sebelumnya sudah dibahas, bahwa ruh itu ibarat aliran listrik dalam mesin komputer atau mesin robot yang sekaligus juga berfungsi sebagai ’sumber kehidupan’.

Sekali ruh memasuki badan manusia maka fungsi manusia sudah langsung terhubung ke sistem Ilahiah. Bagaikan komputer yang sudah mengandung aliran listrik, maka secara otomatis dia akan masuk ke program Windows. Siap untuk dioperasikan dengan program aplikasi apapun yang sesuai dengan pembawaan ruh.

Untuk mengetahui di mana ruh seorang manusia berada, kita bisa mendeteksinya dari fungsi kehidupan yang diperankannya. Di mana saja kita menemui fungsi kehidupan di dalam tubuh manusia, maka disitulah ruh ada dan berperan. Lalu dimanakah kita melihat fungsi itu di tubuh kita? Ternyata jawabannya ada di seluruh anggota badan kita. Yaitu, di unit kehidupan terkecil yang dinamakan dengan ’sel’.

Sel merupakan bagian terkecil dari diri manusia yang memiliki kemampuan untuk berkembang biak, tumbuh, melakukan regenarasi, dan memenuhi kebutuhannya secara ’self maintenance’.

Seluruh organ tubuh seorang manusia terbangun dari sekumpulan sel. Ada sel otot, sel tulang, sel kulit, sel otak, sel darah, sel jantung, sel liver, sel rambut dan lain sebagainya. Setiap sel berfungsi untuk memasok seluruh kebutuhan hidup jaringan di dalam organ tubuh tertentu. Sel melakukan fungsi-fungsi kehidupan seperti menyerap dan mengeluarkan oksigen, menyerap sari-sari makanan, dan membuang sampah-sampah yang tidak diperlukan. Termasuk memiliki mekanisme perlindungan terhadap kelangsungan hidup sel.

Semua mekanisme kehidupan sel tersebut dikendalikan oleh sel itu berdasarkan perintah genetika yang terkandung di bagian inti sel. Begitu kompleks dan canggihnya mekanisme itu, seakan-akan telah terorganisir dengan begitu rapi dan sangat disiplin mengikuti perintah dari suatu pusat komando yang ada di suatu tempat. Di antaranya, sel harus membentuk jenis-jenis protein tertentu untuk berkembang biak atau regenerasi. Padahal, ada jutaan atau bahkan miliaran jenis protein yang mungkin dicetak oleh sel. Tapi, sel bisa melakukannya dengan tepat sesuai dengan perintah yang datang kepadanya. Tak sekalipun sel-sel itu melakukan kesalahan, padahal jika salah memproduksi jenis protein, boleh jadi sel itu akan keracunan oleh produknya sendiri.

Kalau digambarkan, pertama-tama sel menerima kiriman bahan-bahan mentah dari darah. Bahan-bahan mentah itu berasal dari makanan yang sudah dicerna, diserap oleh darah dan kemudian diedarkan ke seluruh sel-sel tubuh. Selain dari sari makanan, sel juga menerima pasokan bahan mentah berupa oksigen yang berasal dari pernafasan paru-paru.

Berbagai macam bahan mentah tersebut disortir oleh membran sel yang berada di luar bagian sel. Bahan-bahan yang tidak dikenal dan tidak dibutuhkan oleh sel tidak diperbolehkan masuk ke dalam sel dan akan dibawa darah ke bagian lain. Sedangkan yang sesuai dengan kebutuhan sel itu akan dibawa masuk ke dalam sel oleh cairan yang disebut sitoplasma. Bahan-bahan mentah tersebut kemudian dibawa ke beberapa tempat di dalam sel yang berfungsi untuk memproduksi protein maupun energi. Di antaranya adalah mitokondria dan ribosom.

Pecahan-pecahan bahan mentah itu berupa molekul-molekul air, gula, asam, yang intinya merupakan kombinasi dari atom-atom Carbon, Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen. Selain itu, sel juga membutuhkan atom-atom lain untuk kebutuhan proses-proses di dalam sel, seperti Na, Cl, Ca, K, Fe, dan lainnya bergantung jenis selnya. Setelah semua bahan dasar tersedia proses produksi protein oleh sel pun dilakukan.

Protein ini tersebar di seluruh badan. Separuh jumlah protein terdapat di otot, seperlimanya ada di tulang dan tulang rawan, sepersepuluhnya ada di kulit, dan selebihnya ada di jaringan-jaringan lain dan cairan tubuh. Setiap jenis sel akan memproduksi jenis protein yang berbeda-beda. Kerja sel rambut akan berbeda dengan kerja sel hati, begitupun dengan sel saraf, sel darah dan lain-lain. Sel rambut misalnya, akan memproduksi protein yang disebut keratin sementara sel darah akan memproduksi protein albumin, begitu seterusnya.

Bagaimana sel-sel tersebut dapat memproduksi protein yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi selnya? Ternyata perintah itu muncul dari inti sel. Perintah itu berbentuk kode-kode protein yang disebut dengan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid). Perintah itu diterjemahkan oleh jenis protein lain yag disebut RNA (Ribonucleic Acid). Berdasarkan perintah itulah sel akan memproduksi protein-protein tertentu. Benar tidaknya perintah dilaksanakan bergantung benar tidaknya mesin produksi beroperasi, salah langkah sekali saja, akan menyebabkan protein cacat dan tidak bisa digunakan atau malah bersifat racun bagi tubuh.

Bukan hanya di dalam sel, kerumitan juga terjadi dalam proses pembentukan koordinasi antar sel. Sebab, sejumlah milyaran sel akan berkoordinasi membentuk jaringan-jaringan. Dari jaringan-jaringan akan membetuk organ-organ. Dan dari organ-organ akan membentuk tubuh manusia secara utuh. Seluruh tubuh manusia membentuk semacam koordinasi yang rumit melalui koordinasi otak dan sistem saraf.

Jadi, sistem komando di dalam tubuh manusia merupakan gabungan antara pusat komando di dalam milyaran sel-sel tubuhnya dengan pusat komando di otak dan sistem saraf. Uniknya semua itu terjadi di luar kesadaran pemilik tubuh. Seakan-akan ada sumber KECERDASAN yang super hebat, penuh kedisiplinan tinggi dan super teliti yang mengontrol proses-proses komando itu secara langsung di luar diri pemilik tubuh.

Maka tidak ada pilihan lain bagi kita untuk mengatakan, bahwa itu semua dikendalikan oleh suatu Zat Yang Maha Cerdas. Dia-lah yang mengendalikan ”Program Komando” di dalam tubuh kita. Dia-lah yang mengendalikan manusia dari mulai jantung yang berdenyut, liver, usus, sistem saraf, sampai tertidur atau terjaganya seseorang. Semua itu terjadi dan terkontrol karena ada ruh di dalam diri seseorang. Ruh yang selalu menjadi alat Allah untuk mengendalikan ”Program Komando” itu.

Semoga dengan uraian ini kita dapat menangkap posisi ruh di dalam tubuh manusia. Bahwa ruh ’menyebar’ dan ’meresap’ ke seluruh bagian tubuh sebagai satu kesatuan yang utuh. Mulai dari bagian yang halus sampai bagian yang kasar. Dari bagian yang paling dalam sampai terluar. Bagian yang paling kelihatan sampai yang paling rahasia. Tidak ada bagian terkecil pun dari tubuh kita yang tidak terliputi oleh-Nya.

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)-nya Ruh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (QS. As Sajdah: 9)

Pada akhirnya tak ada yang lebih sempurna daripada Pengetahuan Allah SWT sendiri. Karena kita juga masih belum sanggup memahami apa benda-benda seperti batu atau pohon dan makhluk hidup seperti hewan juga bisa disebut memiliki ruh. Tentunya kita juga tahu kalau benda-benda dan makhluk hidup semacam itu juga memiliki partikel-partikel yang menerima ”Program Komando” dari Allah, hanya caranya bagaimana kita tidak atau belum tahu. Apakah melalui ruh juga atau bagaimana? Sebaiknya kita kembalikan saja semuanya kepada-Nya sebagaimana firman-Nya:

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ”Ruh itu urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.
(QS. Al Israa’ : 85)

Sumber pustaka:

Menyelam Ke Samudera Jiwa dan Ruh, karya Agus Mustofa dan sumber lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar