Rabu, 24 September 2008

LEBARAN SEBENTAR LAGI!!

Ga kerasa lebaran bentar lagi sudah datang. Sedih sih rasanya harus pisah sama bulan Ramadhan. Pinginnya sih Ramadhan teruuuuuss...biar bisa terawih teruuuuus...biar bisa mudah menahan diriiii...biar segala masalah bisa terlihat lebih mudah tuk dihadapi...

btw, tapi hidup harus terus berjalan. Tak ada seorangpun yang dapat menghentikan perputaran waktu. so, saya hanya bisa mengucapkan kata MAAF pada semua orang. Mohon jika ada kata-kata salah, perbuatan saya yang tidak berkenan dan apapun yang saya kerjakan ternyata pernah menyinggung perasaan dan mungkin juga harga diri, saya MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA. Semoga di hari nan Fitri ini Allah pun berkenan membukakan pintu maaf-Nya untuk saya dan memberikan barokah terbesar bagi orang-orang yang berkenan memaafkan semua kesalahan dan dosa-dosa saya....




Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)


Ya Allah, mohon perkenankanlah taubatku kali ini, karena sesungguhnya tak ada satupun di alam semesta ini yang dapat mengampuniku selain atas ijin-Mu.




Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)


temen-temen...maafin aku yaaaaah...hiks. jadi terharu




Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)


untuk angsa-angsa, ayam-ayam, Bong si burung lucu dan si pussy, aku minta maaf yah karena suka marah-marah sama kalian waktu ngasih makan..hehehe...

Andrea Hirata Takjub Film Laskar Pelangi

Senin, 22 September 2008 | 20:30 WIB

JAKARTA, SENIN--Penulis buku Andrea Hirata mengaku takjub setelah melihat film Laskar Pelangi karya sutradara Riri Riza, yang merupakan adaptasi dari buku karangannya yang berjudul sama.

"Terus terang, bagi saya Laskar Pelangi adalah sebuah memoar, sebuah kisah masa kecil dalam film. Ini yang sulit saya gambarkan bagaimana kebahagiaan saya," kata Andrea Hirata dalam acara konferensi pers peluncuran film "Laskar Pelangi," di Jakarta, Senin.

Film Laskar Pelangi berkisah tentang perjuangan dua guru SD Muhammadiyah dan sepuluh muridnya untuk berahan mendapatkan pendidikan. Film itu diputar mulai 25 September di bioskop-bioskop di Indonesia.

Andrea mengatakan, ketakjubannya semakin bertambah ketika menyadari bahwa pesan yang ingin disampaikannya dalam film itu ternyata dapat diterima penonton.

Pesan tersebut adalah tentang pentingnya pendidikan bagi masyarakat sekitar Belitong, masyarakat yang terpinggirkan dan miskin. "Teknik yang dipakai dalam pembuatan ini sangat tinggi, tapi Riri sebagai sutradara tidak melupakan pesan-pesan moral dalam film ini," kata pria berambut ikal itu.

Film Laskar Pelangi merupakan produksi ke-9 Miles Films dan Mizan Production. Dalam film ini Mira Lesmana menjadi produser dan penulisan naskahnya ditulis oleh Salman Aristo yang sebelumnya menulis naskah film, di antaranya Ayat Ayat Cinta, Brownies, dan Jomblo.

Cerita Laskar Pelangi berlatar belakang kehidupan di Pulau Belitong pada pertengahan tahun 1970an. Novel Laskar Pelangi merupakan karya best seller yang berisi kisah anak-anak Belitong yang inspiratif, penuh semangat, dan kemauan untuk bekerja keras.

Film ini dibintangi 10 anak asli Belitong yang berperan sebagai anggota Laskar Pelangi dan akrtis dan aktor Indonesia, di antaranya Cut Mini, Ikranagara, Tora Sudiro, Slamet Raharjo, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Lukman Sardi, Alex Komang, dan Jajang C Noer.

Seluruh pengambilan gambar dalam film ini dilakukan di Belitong dan menggunakan Bahasa Belitong. Proses pengambilan gambarnya memerlukan waktu satu tahun lamanya dan pada draft ke-11 Andrea baru menerima naskah lengkapnya untuk segera difilmkan.

"Dua tahun lamanya saya jungkir balik menghadapi penggemar yang tidak ingin Laskar Pelangi difilmkan, tapi saya yakin hasil kerja Riri dan kawan-kawan akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, dan hal itu menjadi kenyataan," demikian kata Andrea.(ANT)

SUMBER: KOMPAS.COM
***
Wah, aku dah lama nunggu2 nih film, akhirnya muncul juga. jadi pengen liaaaat!!!
dulu aku cuman baca Novelnya, tapi sekarang aku jadi pengen tau kalo cerita di Novel itu diangkat ke dalam film...sebagus Novelnya ga yah???

Selasa, 09 September 2008

Apa Itu Ruh? (Bagian II)

Jika sebelumnya dijelaskan bahwa ruh merupakan pemberi energi kehidupan yang dengan itu manusia dapat hidup dan berfungsi, maka pertanyaan yang timbul kemudian adalah dimanakah ruh berada?

Sebagian ada yang menggambarkannya hanya sebagai seberkas sinar, sosok yang bentuknya persis dengan badan sesorang tapi tidak kelihatan, dan lain sebagainya. Tapi mungkin gambaran tersebut masih kurang memuaskan keingintahuan kita. Oleh karena itu untuk mengetahui posisi ruh, kita perlu terlebih dahulu menyamakan persepsi tentang fungsinya.

Sebelumnya sudah dibahas, bahwa ruh itu ibarat aliran listrik dalam mesin komputer atau mesin robot yang sekaligus juga berfungsi sebagai ’sumber kehidupan’.

Sekali ruh memasuki badan manusia maka fungsi manusia sudah langsung terhubung ke sistem Ilahiah. Bagaikan komputer yang sudah mengandung aliran listrik, maka secara otomatis dia akan masuk ke program Windows. Siap untuk dioperasikan dengan program aplikasi apapun yang sesuai dengan pembawaan ruh.

Untuk mengetahui di mana ruh seorang manusia berada, kita bisa mendeteksinya dari fungsi kehidupan yang diperankannya. Di mana saja kita menemui fungsi kehidupan di dalam tubuh manusia, maka disitulah ruh ada dan berperan. Lalu dimanakah kita melihat fungsi itu di tubuh kita? Ternyata jawabannya ada di seluruh anggota badan kita. Yaitu, di unit kehidupan terkecil yang dinamakan dengan ’sel’.

Sel merupakan bagian terkecil dari diri manusia yang memiliki kemampuan untuk berkembang biak, tumbuh, melakukan regenarasi, dan memenuhi kebutuhannya secara ’self maintenance’.

Seluruh organ tubuh seorang manusia terbangun dari sekumpulan sel. Ada sel otot, sel tulang, sel kulit, sel otak, sel darah, sel jantung, sel liver, sel rambut dan lain sebagainya. Setiap sel berfungsi untuk memasok seluruh kebutuhan hidup jaringan di dalam organ tubuh tertentu. Sel melakukan fungsi-fungsi kehidupan seperti menyerap dan mengeluarkan oksigen, menyerap sari-sari makanan, dan membuang sampah-sampah yang tidak diperlukan. Termasuk memiliki mekanisme perlindungan terhadap kelangsungan hidup sel.

Semua mekanisme kehidupan sel tersebut dikendalikan oleh sel itu berdasarkan perintah genetika yang terkandung di bagian inti sel. Begitu kompleks dan canggihnya mekanisme itu, seakan-akan telah terorganisir dengan begitu rapi dan sangat disiplin mengikuti perintah dari suatu pusat komando yang ada di suatu tempat. Di antaranya, sel harus membentuk jenis-jenis protein tertentu untuk berkembang biak atau regenerasi. Padahal, ada jutaan atau bahkan miliaran jenis protein yang mungkin dicetak oleh sel. Tapi, sel bisa melakukannya dengan tepat sesuai dengan perintah yang datang kepadanya. Tak sekalipun sel-sel itu melakukan kesalahan, padahal jika salah memproduksi jenis protein, boleh jadi sel itu akan keracunan oleh produknya sendiri.

Kalau digambarkan, pertama-tama sel menerima kiriman bahan-bahan mentah dari darah. Bahan-bahan mentah itu berasal dari makanan yang sudah dicerna, diserap oleh darah dan kemudian diedarkan ke seluruh sel-sel tubuh. Selain dari sari makanan, sel juga menerima pasokan bahan mentah berupa oksigen yang berasal dari pernafasan paru-paru.

Berbagai macam bahan mentah tersebut disortir oleh membran sel yang berada di luar bagian sel. Bahan-bahan yang tidak dikenal dan tidak dibutuhkan oleh sel tidak diperbolehkan masuk ke dalam sel dan akan dibawa darah ke bagian lain. Sedangkan yang sesuai dengan kebutuhan sel itu akan dibawa masuk ke dalam sel oleh cairan yang disebut sitoplasma. Bahan-bahan mentah tersebut kemudian dibawa ke beberapa tempat di dalam sel yang berfungsi untuk memproduksi protein maupun energi. Di antaranya adalah mitokondria dan ribosom.

Pecahan-pecahan bahan mentah itu berupa molekul-molekul air, gula, asam, yang intinya merupakan kombinasi dari atom-atom Carbon, Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen. Selain itu, sel juga membutuhkan atom-atom lain untuk kebutuhan proses-proses di dalam sel, seperti Na, Cl, Ca, K, Fe, dan lainnya bergantung jenis selnya. Setelah semua bahan dasar tersedia proses produksi protein oleh sel pun dilakukan.

Protein ini tersebar di seluruh badan. Separuh jumlah protein terdapat di otot, seperlimanya ada di tulang dan tulang rawan, sepersepuluhnya ada di kulit, dan selebihnya ada di jaringan-jaringan lain dan cairan tubuh. Setiap jenis sel akan memproduksi jenis protein yang berbeda-beda. Kerja sel rambut akan berbeda dengan kerja sel hati, begitupun dengan sel saraf, sel darah dan lain-lain. Sel rambut misalnya, akan memproduksi protein yang disebut keratin sementara sel darah akan memproduksi protein albumin, begitu seterusnya.

Bagaimana sel-sel tersebut dapat memproduksi protein yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi selnya? Ternyata perintah itu muncul dari inti sel. Perintah itu berbentuk kode-kode protein yang disebut dengan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid). Perintah itu diterjemahkan oleh jenis protein lain yag disebut RNA (Ribonucleic Acid). Berdasarkan perintah itulah sel akan memproduksi protein-protein tertentu. Benar tidaknya perintah dilaksanakan bergantung benar tidaknya mesin produksi beroperasi, salah langkah sekali saja, akan menyebabkan protein cacat dan tidak bisa digunakan atau malah bersifat racun bagi tubuh.

Bukan hanya di dalam sel, kerumitan juga terjadi dalam proses pembentukan koordinasi antar sel. Sebab, sejumlah milyaran sel akan berkoordinasi membentuk jaringan-jaringan. Dari jaringan-jaringan akan membetuk organ-organ. Dan dari organ-organ akan membentuk tubuh manusia secara utuh. Seluruh tubuh manusia membentuk semacam koordinasi yang rumit melalui koordinasi otak dan sistem saraf.

Jadi, sistem komando di dalam tubuh manusia merupakan gabungan antara pusat komando di dalam milyaran sel-sel tubuhnya dengan pusat komando di otak dan sistem saraf. Uniknya semua itu terjadi di luar kesadaran pemilik tubuh. Seakan-akan ada sumber KECERDASAN yang super hebat, penuh kedisiplinan tinggi dan super teliti yang mengontrol proses-proses komando itu secara langsung di luar diri pemilik tubuh.

Maka tidak ada pilihan lain bagi kita untuk mengatakan, bahwa itu semua dikendalikan oleh suatu Zat Yang Maha Cerdas. Dia-lah yang mengendalikan ”Program Komando” di dalam tubuh kita. Dia-lah yang mengendalikan manusia dari mulai jantung yang berdenyut, liver, usus, sistem saraf, sampai tertidur atau terjaganya seseorang. Semua itu terjadi dan terkontrol karena ada ruh di dalam diri seseorang. Ruh yang selalu menjadi alat Allah untuk mengendalikan ”Program Komando” itu.

Semoga dengan uraian ini kita dapat menangkap posisi ruh di dalam tubuh manusia. Bahwa ruh ’menyebar’ dan ’meresap’ ke seluruh bagian tubuh sebagai satu kesatuan yang utuh. Mulai dari bagian yang halus sampai bagian yang kasar. Dari bagian yang paling dalam sampai terluar. Bagian yang paling kelihatan sampai yang paling rahasia. Tidak ada bagian terkecil pun dari tubuh kita yang tidak terliputi oleh-Nya.

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)-nya Ruh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (QS. As Sajdah: 9)

Pada akhirnya tak ada yang lebih sempurna daripada Pengetahuan Allah SWT sendiri. Karena kita juga masih belum sanggup memahami apa benda-benda seperti batu atau pohon dan makhluk hidup seperti hewan juga bisa disebut memiliki ruh. Tentunya kita juga tahu kalau benda-benda dan makhluk hidup semacam itu juga memiliki partikel-partikel yang menerima ”Program Komando” dari Allah, hanya caranya bagaimana kita tidak atau belum tahu. Apakah melalui ruh juga atau bagaimana? Sebaiknya kita kembalikan saja semuanya kepada-Nya sebagaimana firman-Nya:

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ”Ruh itu urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.
(QS. Al Israa’ : 85)

Sumber pustaka:

Menyelam Ke Samudera Jiwa dan Ruh, karya Agus Mustofa dan sumber lainnya.

Apa Itu Ruh? (Bagian I)

Selama ribuan tahun manusia berusaha menganalisis dan berteori untuk memecahkan misteri tentang ruh. Namun demikian, tak banyak teori-teori yang dapat membantu memberikan pemahaman yang rasional tentang fungsi sebenarnya dari ruh.

Secara sederhana, manusia bisa hidup karena tersusun dari tiga unsur yakni badan (nafsu), jiwa (rasa, hati), dan ruh. Sayangnya, kebanyakan dari kita selama ini tidak membedakan antara jiwa dan ruh. Atau kalaupun merasakan perbedaannya, kita tidak begitu memperhatikan perbedaannya. Oleh karena itu kita kemudian cukup memandangnya sebagai dua bagian saja. Yang satu berupa fisik yang kelihatan, sedangkan yang lainnya adalah sesuatu yang abstrak. Atau secara singkat menyebut makhluk hidup hanya terdiri dari ’jiwa dan raga’ saja.

Padahal sebenarnya informasi mengenai jiwa dan ruh banyak tersebar di dalam Al Qur’an dengan pemahaman yang berbeda diantara keduanya. Perbedaan ini tidak hanya terkait dengan jumlah ayatnya saja tetapi juga mengenai maknanya.

Kata ’jiwa’ dalam Al Qur’an diwakili oleh kata ’nafs’ sedangkan ’ruh’ dengan ’ruh’. Secara jumlah kata ’jiwa’ lebih banyak digunakan dibandingkan dengan kata ’ruh’. Jiwa seringkali digambarkan sebagai sesuatu yang bisa ada dan tidak ada, atau bisa keluar dan masuk pada diri seseorang yang hidup, sebagaimana diterangkan ayat berikut:

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekausaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS. Az- Zumar: 42)

Makna lain dari ayat di atas adalah jiwa merupakan sesuatu yang terdapat pada orang yang sedang terjaga atau tersadar. Sementara pada orang pingsan atau mati suri (koma) ini menunjukkan ketidaksadarannya.

Selain itu, jiwa juga bisa berarti sesuatu yang kualitasnya bisa naik dan turun, bisa tumbuh dan berkembang seiring bertambahnya umur seseorang, memiliki kemampuan menangkap ilmu dan hikmah, serta diberi kebebasan untuk memilih kebaikan atau keburukan.

Dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syam: 7-10)

Jika pemahaman tentang ’jiwa’ adalah seperti itu maka yang menjadi pertanyaan kita adalah ’Apa itu Ruh?’

Dibandingkan dengan jiwa, informasi mengenai ruh di dalam Al Qur’an jumlahnya jauh lebih sedikit. Namun demikian kita masih bisa membedakan makna diantara keduanya yaitu:

  1. Jika jiwa digambarkan sebagai zat yang dapat berubah-ubah kualitasnya: naik-turun, jelek-baik, kotor-bersih dan seterusnya, maka ruh digambarkan sebagai zat yang selalu baik dan suci serta berkualitas tinggi.
  2. Ketinggian zat yang disebut ruh itu terlihat pada bagaimana Allah mengatakannya sebagai ’Ruh-Ku’. Tidak pernah Allah dalam firman-Nya menyebutkan ’jiwa’ sebagai ’Jiwa-Ku’.

Penggunaan kata Ruh-Ku ini lantas jangan ditafsirkan sebagai Ruh Allah yang masuk ke dalam diri manusia. Melainkan ruh ciptaan Allah. Ibaratnya seperti ini, untuk membuat sebuah komputer menyala dan memproses data maka diperlukan aliran listrik. Begitulah manusia, dia tidak akan bisa konek dengan Allah kalau tidak ada ruh. Maka wajar kalau kemudian Allah menciptakan ruh tersendiri untuk menghidupkan manusia dan mengirim data-data-Nya melalui ruh. Pendeknya, ruh adalah zat yang menjadi media penyampai sifat-sifat Ketuhanan di dalam kehidupan manusia seperti rasa cinta, kasih sayang, kebijaksanaan, keikhlasan, ketangguhan dan seterusnya.

Sementara ruh menjadi media yang keseluruhannya bersifat baik dan suci, maka jiwa yang berada di antara ruh dan badan (hawa nafsu) memfungsikan dirinya sebagai sesuatu yang memiliki kemampuan untuk memilih jalan yang baik atau buruk. Boleh dibilang, untuk menjalankan fungsinya dengan baik jiwa selalu bergantung kepada ruh.

  1. Menurut sifatnya, jiwa bisa berubah-ubah tergantung suasananya misalnya jiwa bisa merasakan sedih, kecewa, gembira, tentram, tenang dan damai. Sementara ruh sifatnya stabil dalam kebaikan. Ruh tidak mengenal perbandingan. Atau dalam istilah lain ruh digambarkan seperti malaikat yang mengajak pada cahaya yang terang benderang. Jika ruh adalah penggerak maka jiwa adalah suatu akibat. Jika ruh selalu mengajak pada kebaikan maka jiwa bertanggung jawab pada segala perbuatannya yang berupa dosa maupun pahala.

Demikianlah, pengertian ruh harus dibedakan dari pengertian jiwa. Tugas dasar ruh adalah memberikan energi kehidupan kepada manusia, yang ’ditiupkan’ oleh Allah kepada cikal bakal badan yang tadinya mati, sehingga ia menjadi hidup dan berfungsi. Bagaikan energi listrik yang dialirkan kepada badan robot. Dan dengan cara itu pulalah ruh bertugas membawa sifat-sifat Allah sehingga manusia dapat hidup sesuai dengan fitrahnya. Karena ruh membawa sifat Hayyat (hidup), maka manusia jadi hidup. Karena ruh membawa sifat Rahman dan Rahim (kasih dan sayang), maka manusia bersifat kasih dan sayang. Karena ruh membawa Qiyamuhu binafsihi (mandiri), maka manusia juga memiliki kecenderungan untuk hidup mandiri, dan seterusnya. Dan akhirnya mengapa manusia, meski seorang ateis sekalipun, akan selalu merasa tergantung pada ’kekuatan’ yang jauh berada di atas dirinya hal itu karena sudah menjadi pembawaan ruh untuk selalu bergantung pada Sang Pemilik ruh, yaitu Allah azza wajalah. (BERSAMBUNG)

***

Buka mataku buka hatiku

Allah terangilah hidupku dengan sinar-Mu

Aku merasa tak berdaya

Tanpa rahmat-Mu aku hilang

Beribu dosa tlah terjadi mewarnai langkahku

Hitam diri hitamlah hari yang lalu

Bila tanpa cahaya-Mu gelap seluruh hidupku

Tak berdaya tak berarti sia-sia

Tak mungkin bisa ku sempurna

Mencintai-mu seperti Kemahaan-Mu

Diri yang hina berlumur noda

Hanya bersimpuh memohon belas kasih-Mu

(Lirik: Opick dalam ”Buka Mata Buka Hati”)

KEPERCAYAAN DAN TRADISI YANG DILARANG ISLAM

Mentauhidkan Allah SWt adalah inti dari ajaran Islam. Oleh karena itu melindungi kepercayaan dan tauhid tersebut adalah hal pertama yang harus dilakukan masyarakat Islam. Memberantas kepercayaan jahiliyah berupa kepercayaan politeisme merupakan tugas yang harus dilakukan secara bahu-membahu untuk membersihkan Islam dari dosa syirik.

1. Mistik dan Khurafat

Rasulullah saw pernah menjumpai orang yang disebut Kuhhan (dukun) dan arraf (tukang ramal) di tengah-tengah masyarakat. Mereka mengakui mengetahui perkara-perkara gaib baik untuk masa yang telah lalu maupun yang akan datang. Mereka melakukan hal itu dengan bantuan jin dan sebagainya.

Oleh karena itu, Rasulullah saw memproklamirkan perang terhadap hal-hal yang berbau mistik dan khurafat:
”Katakanlah, Tidak ada yang dapat mengetahui perkara gaib di langit dan di bumi melainkan Allah semata.” (QS. An Naml: 65)

Sebagian utusan pernah datang ke tempat Rasulullah saw. Mereka menganggap bahwa Rasulullah saw adalah salah seorang yang mengaku dapat mengetahui perkara gaib. Kemudian mereka menyembunyikan sesuatu di tangannya dan berkata kepada Rasulullah saw: ’Tahukah tuan apakah ini?’ Maka, Rasulullah saw menjawab tegas: ’Aku bukan seorang tenung sebab sesungguhnya tukang tenung dan pekerajaan tenung serta seluruh tukang tenung di neraka.’

Islam tidak membatasi dosa hanya kepada tukang tenung dan peramal saja, tetapi juga seluruh orang yang datang dan bertanya serta membenarkan ucapan mereka, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

”Siapa datang ke tempat tukang ramal, kemudian bertanya tentang sesuatu dan emmbenarkan apa yang dikatakan, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” (Riwayat Muslim)

2. Mengadu Nasib

Termasuk perbuatan syirik adalah mengadu nasib dengan cara pergi ke kuburan, menggaris-garis tanah, membawa-bawa Al Qur’an membaca piring dan sebagainya. Semua itu adalah perbuatan yang diharamkan oleh Islam.

”(Dan diharamkan juga) kamu mengetahui nasib dengan mengundi bahwa yang demikian itu perbuatan fasik.” (QS. Al Maidaah: 3)

Sabda Rasulullah saw:

”Tidak akan mencapai derajat yang tinggi orang yang menennung atau mengetahui nasib dengan mengundi pada nasib buruk (tathayyur).” (Riwayat Nasa’i)

3. Sihir

Islam menentang keras perbuatan tukang sihir, perbuatan sihir dan ilmu sihir:

”Mereka belajar suatu ilmu yang membahayakan diri mereka sendiri dan tidak bermanfaat buat mereka.” (QS. Al Baqarah: 102)

Haramnya sihir di sini tidak hanya terbatas kepada tukang sihirnya, tetapi meliputi setiap orang yang percaya pada sihir dan pada apa yang dikatakan oleh tukang sihir itu.

”Tidak akan masuk surga pecandu arak dan tidak pula orang yang percaya kepada sihir dan tidak pula orang yang memutuskan silaturahim.” (Riwayat Hibban)

4. Bertolak Balak

Termasuk dalam tolak balak ini adalah bertolak balak pada sebuah kuburan dan sebagainya dengan anggapan hal tersebut dapat menyembuhkan dari penyakit atau dapat melindungi diri dari marabahaya.

Mereka menuliskan tolak balak pada jimat-jimat tertentu dengan anggapan dapat melindungi si pembawa dari gangguan jin, tindak kejahatan, gangguan binatang berbahaya dan lain sebagianya.

Uqbah bin Amir meriwayatkan bahwa ada 10 orang berkendaraan datang ke tempat Rasulullah saw, yang sembilan di bai’at, tetapi yang satu ditahan. Kemudian mereka yang sembilan bertanya, ’Mengapa dia ditahan?’ Rasulullah saw menjawab, ’Karena di lengannya ada tangkal (rajah). Kemudian laki-laki tersebut memotong tangkalnya, maka diabaitlah dia oleh Rasulullah saw seraya bersabda, ’Siapa menggantungkan (tangkal), maka sungguh dia termasuk telah menyekutukan Allah.’ (Riwayat Ahmad dan Hakim)

Tumbal termasuk dalam bab tolak balak.

5. Tathayyur (Merasa Sial)

Merasa sial (percaya nasib buruk) karena tempat, waktu, seseorang dan sebagainya merupakan jenis mistik yangs angat dipercayai orang, baik secara berkelompok atau perorangan.

Pada jaman dulu pernah terjadi dimana Fir’aun dan kaumnya apabila ditimpa suatu musibah, mereka menganggap kesialan itu karena Nabi Musa as dan orang-orang yang bersamanya. Padahal sebenarnya kesialan terjadi umumnya karena ulahnya sendiri, seperti karena kufur dan ingkar terhadap nikmat yang dianuggerahkan oleh Allah SWT kepadanya.

Rasulullah saw berdabda;

”Bukan dari golongan kami siapa yang meras sial atau minta diramalkan kesialannya atau merenung atau minta ditenungkan atau menyihir atau minta disihirkan.” (Riwayat Thabarani)

Menurut Ibnu Mas’ud, perasaan-perasaan tathayyur akan lenyap dari hati orang yang sellau tawakal dan tidak membiarkan perasaan semacam itu tinggal di dalam hati.

6. Ashabiyah

Islam sangat memerangi tradisi jahiliyah yang selalu menghidup-hidupkan ashabiyah, kecongkakan, kesombongan, dan membangga-banggakan golongan.

Rasulullah saw bersabda:

’Bukan dari golongan kami siapa saja yang mengajak kepada ashabiyah, bukan pula dari golongan kami orang yang ebrperang karena ashabiyah dan tidak juga termasuk golongna kami orang yang mati karena ashabiyah.” (Riwayat Abu Daud)

Sesungguhnya tidak ada keistimewaan khusus dengan warna kulit seseorang, jenisnya, atau karena tanah airnya. Tidak halal seorang muslim merasa fanatik (ta’asshub) karena warna kulit melebihi kulit orang lain, karena golongannya melebihi golongan lainnya dan karena daerahnya melebihi daerah orang lain. Tidak halal pula seorang muslim membela golongannya (chauvinisme) karena ta’asshub baik dalam kebenaran, kebatilan, keadilan, maupun kecongkakan.

Wailah bin Al Asqa’ pernah bertanya kepada Rasulullah saw, ’Apa yang disebut ashabiyah itu?’ Maka jawab Rasulullah saw, ’Yaitu kamu membela golonganmu pada kezaliman.’

”Dan jangan sampai karena kebencianmu terhadap suatu kaum menyebabkan kamu tidak berlaku adil.” (QS. Al Maidah: 8)

Pernah satu kali Rasulullah saw bersabda, ’Tolonglah saudaramu yang menganiaya dan yang dianiaya.’ Para sahabat terperangah dan bertanya, ’Ya Rasulullah! Kami bisa saja menolong saudara kami yang dizalimi, tetapi bagaimana kami harus menolong saudara kami yang berbuat zalim?’ Maka jawab Rasulullah saw, ’Yaitu kamu tahan dia berbuat zalim. Yang demikian itu berarti suatu pertolongan buat dia.’ (Riwayat Abu Daud)

Dari sini kita dapat mengetahui bahwa setiap anjuran di kalangan kaum muslim kepada fanatisme daerah, golongan, hingga rasa nasionalisme berlebihan merupakan propaganda jahiliyah yang sama sekali tidak diakui oleh Islam, Rasulullah saw dan Al Qur’an.

(Sumber rujukan: Halal dan Haram, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi)

***

BAHAYA ASHABIYAH

Ada satu hal yang membuat saya lebih takut melebihi rasa takut saya pada bahaya sihir dan perbuatan mistik, yakni bahaya ’ashabiyah’. Kalau perbuatan mistik dan khurafat masih bisa dideteksi oleh mata, tapi tidak dengan ashabiyah. Ashabiyah bisa terjadi dengan sangat halus dan tak terkendali bagaikan sel kanker yang sedang tumbuh. Membutuhkan penjelasan? Baiklah saya akan ambil contoh konkrit di dunia Islam kita sekarang.

Di Arab Saudi pernah berdiri satu kelompok yang sangat anti tradisi-tradisi jahiliyah. Kelompok itu disebut dengan Wahabiyah. Didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787). Nama Wahabiyah sendiri diberikan oleh orang-orang yang melawan gerakan ini dan kemudian digunakan oleh orang-orang Eropa. Mereka mengaku sebagai golongan sunni, pengikut mazhab Ahmad bin Hanbal versi Ibnu Taimiyah yang dalam tulisan-tulisannya banyak menyerang pemujaan berlebihan kepada syekh-syekh tarekat. Ajaran Wahabi merupakan ajaran yang berusaha memurnikan ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw. Menurut mereka ajaran-ajaran Rasulullah saw telah mengalami banyak penyimpangan, terutama terkait dengan pengkultusan wali-wali dan syekh-syekh tarekat, penyembahan pohon-pohon keramat, dan sajian-sajian di makam-makam wali-wali dan syekh-syekh tersebut. Hanya sayangnya, karena orientasinya adalah kembali ke masa Rasulullah saw yang sederhana, maka kesederhanaan itu pun dilestarikan. Keyakinan (fanatisme) itulah agaknya yang mendorong gerakan ini menghancurkan makam-makam, seperti makam Zaid bin Khattab, dan buku-buku teologi.

Hingga abad 20, kaum ini berkembang menjadi penguasa di Saudi Arabia. Seorang penguasa Wahabi, Ibnu Sa’ud, di antara tahun 1924-1925 melakukan tindakan yang sangat menggemparkan dunia Islam. Dia melakukan pembersihan praktik-praktik keagamaan yang dianggap Wahabi menyeleweng dari ajaran Islam yang murni. Dia memprakarsai adanya konggres Mekkah dan mengundang negara-negara Islam untuk mengikutinya. Dari Indonesia diwakili oleh H.O.S Cokroaminoto dari Syarekat Islam dan K.H. Mas Mansur dari Muhammadiyah.

Pihak-pihak yang merasa kontra dengan pandangan Wahabi, khususnya di Indonesia, merasa perlu untuk membela diri. Mereka membentuk suatu komite yang disebut dengan Komite Merembuk Hijaz. Tujuannya adalah melindungi hal-hal yang terancam dihancurkan oleh Wahabi. Perlindungan yang berusaha diberikan itu diantaranya seperti berusaha mempertahankan praktek-praktek ajaran keagamaan tradisional yang berasal dari hasil penafsiran para sahabat Rasulullah saw hingga mazhab-mazhab semacam Imam Syafi’i dan Hanafi atau sering disebut dengan ajaran-ajaran mazhab yang empat, dan juga berusaha mempertahankan tradisi pemeliharaan makam Rasulullah saw serta keempat sahabatnya di Madinah. Komite ini kemudian diubah namanya menjadi Nahdatul Ulama di tahun 1927-an. Tapi lagi-lagi sikap fanatisme yang berlebihan membuat tujuan awal didirikannya kelompok baru ini pun menjadi hal yang kadang-kadang dianggap terlalu sakral oleh sebagian orang yang tak memahami ajaran Islam dengan benar. Sementara pihak yang pro-Wahabi menganggap kelompok tradisional sebagai ahli bid’ah dan ahli taqlid, sebaliknya pihak yang tradisional menganggap pihak pro-Wahabi (modernis) sebagai penghambat perkembangan agama Islam.

Itulah salah satu dampaknya jika fanatisme berlebihan mencengkam masing-masing kelompok keagamaan. Jika sekarang umat muslim di Indonesia menjadi terkotak-kotak dan saling serang satu sama lain, hal ini benar-benar memprihatinkan. Semoga pembaca bisa lebih memahami mengapa saya lebih khawatir terhadap bahaya ’ashabiyah’ ketimbang yang lain. Karena sikap fanatisme bisa menghancurkan ’akal sehat’ manusia, siapapun itu yang berselisih pendapat. Dan pada akhirnya hanya membuat pengikutnya saling mencaci dan membenci. Mengapa umat muslim jadi begini?

Minggu, 07 September 2008

Benarkah Kekuatan Jin Lebih Besar dari Manusia?

saya download ini dari forumswaramuslim.net, tapi biasanya redaksi ambil sumber dari eramuslim. minta ijinnya saya posting yah, redaksi SM dan eramuslim

Assalamu 'alaikum wr. Wb,
imageUstadz yang saya hormati! Saya ada pertanyaan yang mengganjal dari uraian yang ustadz jelaskan mengenai JIN "Bahwa kekuatan Jin jauh lebih kuat dari kekuatan Manusia"

Sepengetahuan saya bahwa di zaman Nabi Sulaiman alaihissalam pernah menawarkan kepada siapa yang mampu memindahkan singasana Ratu Balqis baik dari golongan Jin & Manusia.

Saat itu Jin Ifrit menawarkan diri untuk memindahkan dari duduk ke berdiri singasana itu telah dapat pindah namun seorang ahli kitab "Manusia biasa bukan Nabi" mampu memindahkan singasana tersebut dalam satu kedipan mata "Allahuakbar"

Jadi menurut saya sekarang ini Manusia banyak yang terperdaya tentang Paham bahwa Jin jauh lebih kuat daripada Manusia. Yang ada bahwa Manusia tidak mau menggali potensi diri yang telah diberikan oleh Allah kepada setiap Manusia, Jadinya manusia sekarang sangat mudah terperdaya oleh bujuk rayu Jin. Tolong tanggapan dari Ustadz dan jelaskan hadist atau keterangan Al-Quran Karim yang menjelaskan tentang Kekuatan Jin yang melebihi Manusia.

Terima kasih

Wasalam

Edy Tarmuzi
edy@siplg.co.id at eramuslim.com

Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Secara pisik dan kasat mata, jin memang punya kekuatan yang lebih dari kekuatan manusia. Bukankah seorang jin mampu terbang ke mana saja dalam sekejap? Bukankah dia bisa menghilang hingga lenyap dari pandangan mata? Bukankah dia bisa masuk ke dalam otak manusia hingga bisa melakukan penguasaan atas kesadarannya? Bukankah jin juga bisa mengalir di dalam darah manusia?

Semua itu adalah kekuatan alami dari se(orang?) jin. Sesuatu yang tidak dimiliki secara alamiah oleh seorang anak Adam. Tidak ada seorang anak anak Adam yang lahir langsung bisa terbang, menghilang, serta melakukan hal-hal supranatural lainnya.

Kalau pun seorang anak manusia bisa terbang, maka dia harus naik pesawat terbang. Kalau butuh kekuatan, dia harus gunakan teknologi yang tidak terkait dengan wujud pisik dirinya. Dan belum pernah ada manusia yang bisa menghilang, masuk ke dalam otak atau berjalan di pembuluh darah. Kecuali bila semua dikerjakan lewat teknologi yang berkembang pada hari ini saja. Di masa lalu, tidak ada seorang pun yang bisa melakukan apa yang dilakukan jin.

Adapun tentang adanya seorang manusia yang mampu memindahkan singgasana Ratu Balkis dari Yaman ke Palestina dalam waktu sekejap, maka hal itu sebuah pengecualian semata. Toh tidak semua manusia mampu melakukannya. Hanya orang itu saja yang mampu melakukannya.

Dan tidak ada penjelasan, apakah orang itu melakukannya dengan kekuatan ghaib, ataukah dengan teknologi tingkat tinggi. Kalau dengan kekuatan ghaib, maka jelaslah bahwa hal itu pengecualian. Sebab manusia tidak punya kekuatan ghaib.

Sedangkan kalau menggunakan teknologi tingkat tinggi, logikanya adalah orang itu mampu mengubah materi pada koordinat tertentu di muka bumi, kemudian diubah menjadi energi (gelombang elektromagnetik atau semacamnya), lalu enegeri itu diproyeksikan kembali di koordinat tertentu untuk diubah kembali menjadi materi. Dan semua itu dilakukan hanya dalam hitungan kedipan mata.

Berarti teknologinya sudah sangat maju, melebihi teknologi 'startrek' yang ada di dalam layar film.

Tetapi semua itu sekali lagi hanya asumsi. Sebab kita tidak punya data apapun yang bisa menjelaskan tentang kekuatan yang digunakan oleh orang itu di zaman nabi Sulaiman. Tapi yang jelas, sepeninggal orang itu, tidak pernah lagi disebutkan di dalam sejarah ada orang bisa melakukannya, kecuali seorang nabi atau hamba Allah yang diberi karamah.

Sedangkan bangsa jin, sejak lahir telah diberi berbagai kekuatan ghaib. Semuanya bisa terbang, menghilang atau melakukan hal-hal aneh di mata manusia. Dan itu memang ciri khas yang dimiliki mereka.

Tetapi mereka tidak punya teknologi seperti yang kita punya sekarang ini. Entah mengapa, mungkin karena mereka memang tidak butuh lagi. Buat apa bikin koneksi internet, membangun jaringan selular, membuat kereta api cepat dan lainnya, kalau mereka bisa dalam sekejap berpindah dari satu titik di dunia ini ke belahan dunia yang lain?

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Jumat, 05 September 2008

Fakta Tentang Daya Ingat

  • Mengapa lebih mudah mengingat wajah ketimbang nama?

Menurut penelitian, lupa yang paling sering dialami orang adalah lupa nama seseorang. Meski begitu, umumnya orang tersebut masih bisa kita kenali wajahnya. Ini terjadi karena ketika berinteraksi dengan seseorang meski hanya beberapa saat, saat bercakap-cakap anda mempunyai waktu memandang wajah lebih lama. Sedangkan nama, mungkin hanya diucapkan satu dua kali, saat bersalaman.

  • Orang muda sekarang mudah lupa?
Memang belum ada peneletian khusus tentang ini, tapi secara umum orang muda masa kini cenderung bergantung pada lat-alat bantu 'Daya ingat' semacam buku catatan, organizer sampai handphone untuk membantu mereka mengingat hal-hal penting. Kondisi ini terjadi antara lain karena jadwal aktivitas yang padat, sehingga mereka sulit mengingat sesuatu secara manual. Apalagi daya ingat seseorang akan semakin melemah kalau dalam keadaan stres atau depresi

  • Wanita lebih pikun dibanding pria?
Sebenarnya tidak demikian, kondisi yang sebenarnya adalah wanita lebih banyak yang berusia panjang ketimbang pria. Karena pertambahan usia biasanya disertai dengan penurunan daya ingat, akibatnya jumlah orang pikun lebih di dominasi oleh wanita ketimbang pria.

Pesan Rasulullah saw Tentang Jalan Umum

Jalan umum adalah tempat orang-orang berlalu lalang. Jika penuh dengan sampah dan kotoran, hal itu tentu sangat mengganggu. Belum lagi kalau sampah itu mengalami proses pembusukan, bisa-bisa malah menyebarkan bibit penyakit. Lalu bagaimana Rasulullah saw memperhatikan hal ini?
  1. Ketika membuat jalan Rasulullah saw menentukan luasnya paling tidak adalah 7 hasta (sekitar 4,5 meter). Jika kita bayangkan ukuran itu diterapkan bagi perumahan tipe horisontal (satu tingkat) dengan kepadatan penduduk terbatas, pasti kita sudah bisa menentukan luas jalan di kota dan di desa pada masa sekarang kira-kira berapa ukurannya. Abu Hurairah ra berkata, "Apakah ada orang yang bersengketa dalam jalan-jalan mereka, maka Rasulullah saw memutuskan bahwa luas jalan adalah 7 hasta." (HR. Ahmad).
  2. Kebersihan jalan juga menjadi perhatian besar Rasulullah saw. Abu Hurairah pernah bertanya, "Wahai Nabi Allah, ajarkan sesuatu yang dapat aku ambil manfaatnya," Beliau menjawab, "Bersihkan jalan kaum muslimin dari kotoran dan sampah."
Nah, kalo Rasulullah saw sudah memberikan pesan demikian kenapa juga masih ragu menjalankan? Terutama soal menjaga kebersihan nih. Kapan yah bisa lihat jalan-jalan di seluruh Indonesia bisa awet bersih seharian? Mungkin sudah saatnya sekarang para Pasukan Kuning lebih dihargai hasil kerja kerasnya. Jangan pakai jalan umum untuk bikin bangunan tambahan rumah kita dan jangan buang sampah sembarangan lagi yuuuk...

TAHUKAH KAMU?

Saya ambil ini dari Myquran.org:

IKAN
Bahwa perbandingan besarnyah Lobus opticus(bagian otak yg nyambung ke mata) dgn Lobus Olfactori(bagian otak yg nyambung ke hidung) dari ikan, mempengaruhi sifat makan dari ikan tersebut?

Bila Lobus Opticus nya lebih besar, maka ikan itu lbih mngandalkan mata untuk makan dan biasanya herbivora.
Tp klo Lobus Olfactori nyah lebih besar, maka ikan itu lbih mngandalkan penciuman untuk makannya dan biasanya carnivora.

Yg jadi kren, klo ilmu ini kita gunakan untuk memancing.
Klo ikan yg mau dipancing ikan herbivora, sebaiknya pasang umpan pancing yg berwarna menarik atau mencolok.....
Klo ikan yg mau dipancing ikan carnivora, sebaiknya pasang umpan yg berbau anyir/amis

BUANG ANGIN
Jika seorang manusia mampu buang angin (kentut) secara konstan
selama 6 tahun 8 bulan, maka energi yang dihasilkan setara dengan
energi yang dihasilkan bom atom

LEBAH
ScoutBee (Lebah pencari makanan di kelompoknya) menggunakan tarian khusus untuk memberitahukan teman2nya di sarang letak makanan berada. Arah tarian menunjukkan arah makanan dan lamanya dia bergoyang menunjukkan jaraknya. Matahari kemudian menjadi patokan untuk mencari makanan tersebut. Dan dengan bergesernya matahari 1 derajat tiap 4 menit, bergeser pulalah arah tarian si lebah.

ASI
tahukah kamu bahwa IQ [tingkat kecerdasan] bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.

MACAM-MACAM TENTANG BINATANG
Gigi kuda memanjang setiap saat seumur hidupnya

- Sapi bisa menaiki tangga tapi tidak bisa menuruninya

- Selain bulunya yang belang, kulit harimau juga memiliki corak yang belang

- Jerapah bisa membersihkan telinganya dengan lidah. Panjang lidahnya 53,5 cm.

- Sapi perah bisa menghasilkan 36 Liter susu perhari dan dapat memberi minum bagi 100 orang

- Kudanil bisa membuka mulutnya setinggi 1 meter lebih

- Dalam satu sarang semut terdapat kurang lebih 250000 sampai 300000 semut

- Pada saat dilahirkan bayi tupai hanya sebesar lebah

- Mata burung unta lebih besar daripada otaknya

SUKU INCA
Sebelum kedatangan dan penaklukan bangsa Spanyol di Amerika Selatan, orang Indian Inca tidak mengenal besi, perunggu atau logam lain. Itu sebabnya mereka memiliki emas dalam jumlah yang sangat besar. Mereka tidak hanya menggunakannya sebagai perhiasan, tetapi juga untuk benda keperluan sehari-hari seperti paku, peralatan makan dan memasak, sisir, dan pencabut alis. Jadi dapat dibayangkan bagaimana 'gila'nya orang Spanyol ketika melihat orang Indian setiap hari bersisir menggunakan sisir emas.

lengkapnya bisa klik di sini

Kamis, 04 September 2008

Anehnya Merpati Mekkah


merpati-merpati di halaman masjid Al Haram

Orang Arab sering mengambil istilah 'dia baik laksana merpati Mekkah' sebagai analogi bagi seseorang, hewan, atau burung yang baik. Diseluruh penjuru dunia kerumunan merpati mudah sekali ditemukan, seperti di lapangan kota London atau seputar Gereja Notterdam, Paris, Perancis. Namun demikian, merpati-merpati itu berbeda dengan merpati Mekkah.

Sebagian penulis sejarah Arab menduga bahwa merpati yang berada di sekitar Baitullah, Mekkah dan Madinah adalah keturunan sepasang merpati yang dulu pernah membangun sarangnya di depan gua tempat Rasulullah saw dan Abu Bakr ash Shiddiq bersembunyi dari kejaran orang-orang Quraisy. Menurut sebagian orang merpati-merpati yang berada di sekitar Mekkah memiliki ciri yang berbeda dari merpati-merpati pada umumnya. Warnanya unik dan bulunya dihiasi dengan dua garis melintang mirip pangkat seorang perwira dalam ketentaraan.

Menurut cerita dari para Jemaah Haji yang baru pulang dari Mekkah, mereka sering menyaksikan gerombolan merpati yang jinak tersebut mengelilingi ka'bah, berputar-putar sebanyak tujuh kali seolah-olah sedang bertawaf. Kita mungkin menganggap hal itu hanya sebuah kebetulan belaka, tapi kalau kita ingat kembali kepada Kekuasaaan Allah maka kita akan segera menyadari bahwasanya tidak ada hal yang tidak mungkin bagi Allah.

Selain itu ada satu kasus lagi yang pasti lebih mencengangkan kita. Langit Jazirah Arab terkenal dengan beragam jenis burung pemangsa seperti elang dan alap-alap. Merpati adalah mangsa empuk burung elang. Namun anehnya, tak seekor burung elang pun pernah terlihat berputar-putar mengincar merpati sebagai mangsanya. Penduduk Mekkah pun tidak jauh berbeda, mereka terkenal sangat menyukai kerumunan merpati-merpati ini. Mereka tak pernah merasa terganggu dengan kehadiran merpati-merpati ini, dan bahkan mereka membuat kesepakatan untuk tidak menyembelih burung-burung itu. Mereka juga suka membiarkan saja merpati-merpati itu masuk ke rumah-rumah mereka seolah-olah itu adalah bagian dari keluarganya. Tak jarang burung-burung itu juga ikut kebagian jatah makanan dari si tuan rumah.

Umumnya merpati-merpati itu bersarang di lubang-lubang angin dan bagian-bagian dinding yang berlubang. Ular yang terkenal menyukai telur merpati juga tidak terlihat seekor pun keluar menghampiri sarang-sarang mereka.

Pertanyaannya, lalu dari mana ribuan burung-burung merpati itu mendapatkan makanan? Padahal merpati dikenal sebagai burung yang banyak memakan biji-bijian, sementara di sekitar Mekkah tidak ada ladang atau gudang biji-bijian. Kalau hanya mengandalkan roti pemberian dari penduduk sekitar saja niscaya itu takkan mengenyangkan perut merpati. Dan meskipun banyak anak-anak kecil yang berdagang makanan merpati disekitar Mekkah, toh itu juga tidak akan mencukupi kebutuhan ribuan perut merpati akan biji-bijian. Begitupun dengan kotoran mereka. Bagaimana bisa kota Mekkah dan sekitarnya bisa tetap dalam keadaan bersih meski diserbu ribuan kerumunan merpati. Agaknya tak seorangpun bisa menjawabnya kecuali mengembalikan segalanya hanya kepada Allah.@

Senin, 01 September 2008

Siapa Bilang Chip Hanya Dimiliki HP, Manusia Juga Punya

Mau tahu dimana letak chip manusia?

Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah mewajibkan kepada bumi untuk memakan seluruh jasad hamba-Nya, kecuali satu tulang yaitu tulang tungging (tulang ekor)"

Tulang ekor manusia adalah tempat menyimpan dan merekam seluruh aktivitas yang pernah dibuat oleh seluruh organ tubuh manusia selama hidupnya.
Sifat tulang ekor ini, tidak dapat dibakar, dirusak, tidak lapuk dalam air maupun cairan lainnya, serta tidak dapat dicerna di lambung hewan manapun. Walaupun terlindas mobil atau pesawat terbang sekalipun, tulang ekor ini tidak akan bisa dihancurkan. Bentuknya boleh saja sangat kecil layaknya biji sawi di bagian ekor, tapi kapasitas memorinya jangan ditanya lagi, bisa melebihi ribuan chip HP.

Tulang yang 'ajaib' ini merupakan kotak atau lapisan yang memuat pintalan khusus bagi seluruh sifat manusia. Ilmu modern menjelaskan bahwa tulang ekor ini merupakan primitive streak (lapisan utama) yang mendorong sel-sel melakukan pembelahan diri dan partikularisasi. Sebagai akibatnya, organ-organ saraf mulai terbentuk (saluran saraf dan tabung saraf) sampai bentuknya menjadi sempurna, yakni menjadi sistem urat saraf. Setelah itu sebagian dari lapisan ini bercerai-berai, kecuali sebagian kecil yang masih tersisa di daerah tulang ekor.

Pada hari kiamat nanti, manusia akan dibangkitkan kembali sesuai dengan tipe masing-masing tulang ekor ini. Jika tulang ekor ini milik si A maka dia akan bangkit sebagai A, jika tulang ekor itu milik si B maka dia akan bangkit sebagai B. Dan akhirnya, segala memori yang tersimpan di dalamnya akan terbuka lembar demi lembar serta satu persatu tanpa kecuali, semuanya tergantung dari perjalanan hidup yang dilalui masing-masing pemilik tulang ekor. Kelak di akhirat, tiap-tiap memori dalam tulang ekor pasti akan dibuka seperti rekaman LCD di sebuah layar besar Pengadilan Allah. Wallahu'lam.

"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". (QS. Al Kahfi: 49)