Jumat, 15 Agustus 2008

RAHASIA KATA ‘DAGING SEGAR (IKAN)

Penemuan udang dan ikan laut segar bercampur bahan kimia berbahaya formalin baru-baru ini benar-benar membuat hati kita miris. Bagaimana tidak, demi alasan ekonomi para nelayan dan penjual ikan tidak segan-segan merendam ikan-ikan itu ke dalam larutan air berformalin. Tujuannya jelas, supaya ikan-ikan tersebut bisa awet segar. Tapi benarkah demikian? Jelas tidak. Daging ikan tidak bisa bertahan lama, kecuali kalau dikeringkan terlebih dahulu seperti halnya ikan asin. Walaupun sudah diramu dengan cara apapun daging ikan mentah tidak akan pernah bisa bertahan lama. Hal ini memang sudah menjadi ketentuan dan kehendak Allah SWT untuk menciptakan apapun yang diinginkan-Nya;

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut kamu dapat makan daging segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu dapat memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah lautan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.”(QS.Faathir:12)

Syeikh Maraghi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sifat segar pada binatang laut adalah satu sinyal bahwa ia harus secepatnya dikonsumsi. Karena apabila dibiarkan, umumnya mudah berubah dan rusak. Hal ini didukung dengan ilmu kedokteran yang menyatakan bahwa bila binatang laut tidak segera dimakan atau diolah dalam keadaan segar, maka akan mendatangkan suatu bahaya.

Maha Suci Allah yang telah menginformasikan hal yang penting ini demi kelangsungan hidup makhluk-Nya. Mungkin mulai sekarang kita perlu lebih hati-hati lagi kalau pergi ke pasar ikan.

Menurut catatan BSN (Badan Standart Nasional)
mutu ikan segar digolongkan dalam 1tingkatan mutu. Persyaratan mutu ikan segar adalah : Organoleptik min 7, mikrobiologi (TPC (maks 5X10 pangkat 5/ gram ), E coli MPN (maks 0/ gram ), vibrio cholerae (negatif ).@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar