Rabu, 27 Agustus 2008

Melanggar Peraturan Lalu Lintas Bisa Tidak Lulus Ujian

Beberapa waktu lalu saya dapat cerita dari saudara sepupu yang breprofesi sebagai dokter. Katanya, orang bisa tidak lulus ujian kedokteran hanya gara-gara melanggar peraturan lalu lintas.

Ini benar-benar terjadi pada seorang dokter yang akan menjadi calon Doktor. Kala itu dia sedang berusaha mengejar waktu menuju tempat Ujian. Pagi-pagi dia berangkat, dengan harapan bisa cepat sampai tempat tujuan. Tidak disangka di tengah jalan, keadaan lalu lintas agak macet. Tepat di sebuah persimpangan, lampu yang semula menyala hijau tiba-tiba berubah kuning. Karena kuning artinya 'persiapan' seharusnya sang calon Doktor ini bersiap-siap berhenti. Namun karena merasa aman, dia tetap saja menerobos lampu lalu lintas itu. Walhasil, dia memang tiba di tempat tujuan dengan cepat.

Giliran ujian tiba, dia masuk ke ruang dosen penguji. Di sana telah duduk para dosen penguji, termasuk salah satu Profesor, yang entah bagaimana ceritanya tahu kalau mahasiswa yang diujinya itu telah melanggar peraturan lalu lintas. Selama ujian, calon Doktor ini sangat lancar menghadapi pertanyaan-pertanyaan mencecar para dosen penguji. Namun tiba giliran hasil akhir diberikan, sang Profesor tiba-tiba berkata: "Kamu tidak lulus."
Tentu saja si calon Doktor itu terkejut dan merasa tidak bersalah. Akhirnya sang Profesor pun menjelaskan:
"Kamu tahu kenapa kamu tidak lulus? Gimana saya bisa meluluskan kamu, lha wong di jalan raya saja kamu berani melanggar peraturan lalu lintas yang ada sanksi pidananya, bagaimana saya bisa percaya kamu tidak akan melanggar kode etik kedokteran kalau nanti kamu sudah lulus?"

Agaknya, kisah di atas perlu menjadi pelajaran bagi semua orang bahwa 'kesalahan yang besar' bisa saja terjadi karena dimulai dari perkara yang 'kecil' dan mungkin menurut kita sangat sepele. Mungkin sudah saatnyalah sekarang kita menyadari bahwa kewaspadaan harus dimulai dari diri kita sendiri dulu, sebelum bertubi-tubi menuntut orang lain berlaku 'sempurna'.@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar