Selasa, 26 Agustus 2008

LEBIH MENGENAL JAHE

Jahe banyak dicari orang karena banyak manfaatnya. Akar tongkat atau rimpangnya umumnya digunakan sebagai penyedap makanan, bumbu dapur, bahan baku industri minuman dan obat-obatan.

Secara tradisional, jahe biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan kepala pusing, kurang nafsu makan, encok, batuk kering, masuk angin, terkilir, bengka-bengkak, gatal, muntah-muntah, kolera dan difteri. Maka tidak heran kalau jahe banyak digunakan sebagai bahan baku industri jamu dan farmasi terkait dengan penyakit-penyakit tersebut.

Tanaman jahe memiliki nama ilmiah Zingiber officinale Roscoe. Kata Zingiber berasal dari bahasa Sansekerta Singaberi. Singaberi sendiri berasal dari suku kata Arab Zanjabil. Jika rimpang jahe dipotong akan tampak warna daging rimpang yang bervariasi, putih kekuningan, kuning atau jingga tergantung klonnya. Umumnya rasa jahe pedas disebabkan oleh kandungan senyawa gingerol yang ada dalam jahe. Sementara aromanya yang khas disebabkan oleh minyak atsiri yang umumnya berwarna kuning dan sedikit kental.

Jahe dapat dibedakan jenisnya berdasarkan aroma, warna, bentuk dan besarnya rimpang. Kini dikenal ada tiga klon jahe meliputi, jahe putih besar (jahe gajah/jahe badak), jahe putih kecil dan jahe merah.

Umumnya zat-zat yang terkandung dalam rimpang jahe adalah vitamin A, vitamin B, vitamin C, lemak, protein, pati, damar, asam organik, oleoresin (gingerin), dan minyak terbang (zingeron, zingerol, zingeberol, zingiberin, borneol, sineol dan feladren). Rimpang jahe bisa mengadung 0,8 - 3,3% minyak atsiri dan 3% oleresin, tergantung klonnya.@

site terkait:

manfaat jahe

Jahe enak berkhasiat juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar