Jumat, 29 Agustus 2008

Kurma Saihan dan Kurma Nabi



Memang benar ada satu kisah yang menceritakan begini:

"Ketika Rasulullah saw melakukan perjalanan dan melewati Quba' di perkampungan klan Amr bin 'Auf dari klan besar 'Aus, beliau berhenti sejenak di sana untuk istirahat. Kemudian oleh seorang ibu bernama Ummu Jirdzan beliau disuguhi standan kurma segar yang sebenarnya masih setengah matang berwarna kuning kemerahan. Ternyata beliau menyukainya. Jenis kurma ini kemudian diberi nama "saihan". Kabarnya kurma ini adalah jenis kurma paling lezat diantara 134 jenis lainnya. Saihan sendiri memiliki makna 'dua seruan'. Terambil dari sebuah kisah dimana kurma tersebut seakan berseru demikian: "Inilah Muhammad, penghulu para Nabi!" dan "Inilah Ali, penghulu para wali, ayah para imam suci!""


Namun mengenai kebenaran kisah ini, hanya Allah saja Yang Maha Tahu kebenarannya. Tapi selama ini orang lebih mengenal bahwa Rasulullah saw memiliki kurma khusus. kurma itu sering disebut sebagai "kurma Nabi" seakan-akan hanya jenis itu yang istimewa, padahal itu hanyalah sebuah tradisi para pedagang untuk membuat jualannya laku saja. Pada dasarnya Rasulullah saw menyukai semua jenis kurma tanpa kecuali, jadi tidak ada istilah kurma Nabi atau bukan. Yang penting Rasulullah saw menyukai kurma yang 'segar' sebagaimana dijelaskan kisah diatas. Dan satu lagi, kurma jenis saihan itu kabarnya berbeda jenis dengan kurma Nabi lho!@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar