Jumat, 29 Agustus 2008

Cara berdiet ala Rasulullaah

Dapat e-mail dari temen nih:

Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis , lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain2 penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yg lainnya.

Ini pun adalah diet Rasullulah SAW kita juga. Ustaz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah ini, anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

Jangan makan SUSU bersama DAGING

Jangan makan DAGING bersama IKAN

Jangan makan IKAN bersama SUSU

Jangan makan AYAM bersama SUSU

Jangan makan IKAN bersama TELUR

Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD

Jangan makan SUSU bersama CUKA

Jangan makan BUAH bersama SUSU CTH :- KOKTEL


  • CARA MAKAN:
  1. JANGAN MAKAN BUAH SETELAH MAKAN NASI , SEBALIKNYA MAKANLAH BUAH TERLEBIH DAHULU, BARU MAKAN NASI.
  2. TIDUR 1 JAM SETELAH MAKAN TENGAH HARI.
  3. JANGAN SESEKALI TINGGAL MAKAN MALAM . BARANG SIAPA YG TINGGAL MAKAN MALAM DIA AKAN DIMAKAN USIA DAN KOLESTEROL DALAM BADAN AKAN BERGANDA.
    Nampak memang sulit.. tapi, kalau tak percaya... cobalah..... ......... ......... ......... .
    Pengaruhnya tidak dalam jangka pendek.... Akan berpengaruh bila kita sudah tua nanti.
  4. Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.
    Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu. karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.
  5. Al-Quran Juga mengajarkan kita menjaga kesehatan spt membuat
    amalan antara lain:
  6. Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk.
  7. Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).
  8. Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir keruang tersebut.
  9. Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur. (enzyme sejenis alat percerna makanan) Wassalam...

    Sama-samalah kita mengamalkannya. ......
Sabda nabi, Ilmu itu milik Allah, barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan insya Allah... Allah akan menggandakan 10 kali kepadanya.

Wallaahu a'lam...
Sumber : rangkuman dari beberapa buku seperti :
Al Thibb an Nabawi (Kedokteran di zaman Nabi)karya Dr. Abdelhadi Taazi , al Shihhatu min Manzhur Islamiy (Kesehatan dari perspektif Islam) karya Dr. fathullah Zayyadi,
How aur Prophet Mohammad PBUH cares to himself ( Bagaimana Rasulullaah SAW menjaga dirinya) karya Dr. Fazl ar Rahmaan

Kurma Saihan dan Kurma Nabi



Memang benar ada satu kisah yang menceritakan begini:

"Ketika Rasulullah saw melakukan perjalanan dan melewati Quba' di perkampungan klan Amr bin 'Auf dari klan besar 'Aus, beliau berhenti sejenak di sana untuk istirahat. Kemudian oleh seorang ibu bernama Ummu Jirdzan beliau disuguhi standan kurma segar yang sebenarnya masih setengah matang berwarna kuning kemerahan. Ternyata beliau menyukainya. Jenis kurma ini kemudian diberi nama "saihan". Kabarnya kurma ini adalah jenis kurma paling lezat diantara 134 jenis lainnya. Saihan sendiri memiliki makna 'dua seruan'. Terambil dari sebuah kisah dimana kurma tersebut seakan berseru demikian: "Inilah Muhammad, penghulu para Nabi!" dan "Inilah Ali, penghulu para wali, ayah para imam suci!""


Namun mengenai kebenaran kisah ini, hanya Allah saja Yang Maha Tahu kebenarannya. Tapi selama ini orang lebih mengenal bahwa Rasulullah saw memiliki kurma khusus. kurma itu sering disebut sebagai "kurma Nabi" seakan-akan hanya jenis itu yang istimewa, padahal itu hanyalah sebuah tradisi para pedagang untuk membuat jualannya laku saja. Pada dasarnya Rasulullah saw menyukai semua jenis kurma tanpa kecuali, jadi tidak ada istilah kurma Nabi atau bukan. Yang penting Rasulullah saw menyukai kurma yang 'segar' sebagaimana dijelaskan kisah diatas. Dan satu lagi, kurma jenis saihan itu kabarnya berbeda jenis dengan kurma Nabi lho!@

Rabu, 27 Agustus 2008

Melanggar Peraturan Lalu Lintas Bisa Tidak Lulus Ujian

Beberapa waktu lalu saya dapat cerita dari saudara sepupu yang breprofesi sebagai dokter. Katanya, orang bisa tidak lulus ujian kedokteran hanya gara-gara melanggar peraturan lalu lintas.

Ini benar-benar terjadi pada seorang dokter yang akan menjadi calon Doktor. Kala itu dia sedang berusaha mengejar waktu menuju tempat Ujian. Pagi-pagi dia berangkat, dengan harapan bisa cepat sampai tempat tujuan. Tidak disangka di tengah jalan, keadaan lalu lintas agak macet. Tepat di sebuah persimpangan, lampu yang semula menyala hijau tiba-tiba berubah kuning. Karena kuning artinya 'persiapan' seharusnya sang calon Doktor ini bersiap-siap berhenti. Namun karena merasa aman, dia tetap saja menerobos lampu lalu lintas itu. Walhasil, dia memang tiba di tempat tujuan dengan cepat.

Giliran ujian tiba, dia masuk ke ruang dosen penguji. Di sana telah duduk para dosen penguji, termasuk salah satu Profesor, yang entah bagaimana ceritanya tahu kalau mahasiswa yang diujinya itu telah melanggar peraturan lalu lintas. Selama ujian, calon Doktor ini sangat lancar menghadapi pertanyaan-pertanyaan mencecar para dosen penguji. Namun tiba giliran hasil akhir diberikan, sang Profesor tiba-tiba berkata: "Kamu tidak lulus."
Tentu saja si calon Doktor itu terkejut dan merasa tidak bersalah. Akhirnya sang Profesor pun menjelaskan:
"Kamu tahu kenapa kamu tidak lulus? Gimana saya bisa meluluskan kamu, lha wong di jalan raya saja kamu berani melanggar peraturan lalu lintas yang ada sanksi pidananya, bagaimana saya bisa percaya kamu tidak akan melanggar kode etik kedokteran kalau nanti kamu sudah lulus?"

Agaknya, kisah di atas perlu menjadi pelajaran bagi semua orang bahwa 'kesalahan yang besar' bisa saja terjadi karena dimulai dari perkara yang 'kecil' dan mungkin menurut kita sangat sepele. Mungkin sudah saatnyalah sekarang kita menyadari bahwa kewaspadaan harus dimulai dari diri kita sendiri dulu, sebelum bertubi-tubi menuntut orang lain berlaku 'sempurna'.@

Enam Tips Sehat Puasa

Menjalankan ibadah puasa adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, namun jika ditilik dari sisi kesehatan dibalik nilai ibadah dari ritus yang dijalankan sebulan penuh tiap tahun ini, juga tersimpan banyak manfaat. Tapi tentu saja jika itu dijalankan dengan aturan yang benar dan tidak asal-asalan. Bagaimana memadukan antara ibadah dan mendapatkan manfaat bagi kesehatan kita, berikut kami suguhkan 6 tips menjalankan puasa sehat:

1. Jangan Tinggalkan Sahur

Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat disarankan, dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa "Bersabda Rasulullah SAW: "Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar". Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa?, Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

Banyak makan makanan manis disaat sahur akan membuat Anda cepat lapar di siang hari. Makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat, insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap. Untuk membuat energi dari sahur tahan lama, bersahurlah lebih akhir saat mendekati imsak.

2. Jangan Tunda Berbuka

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian. Tetapi usahakan menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal.

3. Makanlah Secara Bertahap

Biasanya begitu mendengar bedug magrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan diatas meja. Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kita tak terisi dan organ cerna beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar. Saat tiba waktu berbuka makan makanan manis, seperti kolak, atau minum teh hangat, istirahatkan sesaat, bisa Anda gunakan jeda itu untuk menjalankan sholat magrib sambil memberi waktu organ cerna kita menyesuaikan. Baru setelah sholat Anda dapat lanjutkan kembali makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk-pauknya. Dan setelah Tarawih dilanjutkan lagi dengan sesi makan kecil atau camilan.

4. Jangan Tinggalkan Olahraga

Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih selain ibadah juga sebagai sarana menjaga kebugaran
jasmani karena saat melakukan sholat tarawih sama dengan membakar kalori.

5. Konsumsi Cukup Air

Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60 % tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup tubuh akan mengalami gangguan. Untuk itu perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Yang disebut air disini bukan hanya berupa air putih, tapi susu dan teh pun juga termasuk di dalamnya. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar Anda minum delapan gelas air sebelum menjalani puasa esok hari.

6. Kendalikan Emosi

Rasulallah bersabda bahwa puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menahan nafsu. Dengan kata lain tujuan puasa adalah me-manage emosi, belajar bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kita
tumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Allah membuat hati kita damai. (erl)

sumber: Kapanlagi.com

Selasa, 26 Agustus 2008

LEBIH MENGENAL JAHE

Jahe banyak dicari orang karena banyak manfaatnya. Akar tongkat atau rimpangnya umumnya digunakan sebagai penyedap makanan, bumbu dapur, bahan baku industri minuman dan obat-obatan.

Secara tradisional, jahe biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan kepala pusing, kurang nafsu makan, encok, batuk kering, masuk angin, terkilir, bengka-bengkak, gatal, muntah-muntah, kolera dan difteri. Maka tidak heran kalau jahe banyak digunakan sebagai bahan baku industri jamu dan farmasi terkait dengan penyakit-penyakit tersebut.

Tanaman jahe memiliki nama ilmiah Zingiber officinale Roscoe. Kata Zingiber berasal dari bahasa Sansekerta Singaberi. Singaberi sendiri berasal dari suku kata Arab Zanjabil. Jika rimpang jahe dipotong akan tampak warna daging rimpang yang bervariasi, putih kekuningan, kuning atau jingga tergantung klonnya. Umumnya rasa jahe pedas disebabkan oleh kandungan senyawa gingerol yang ada dalam jahe. Sementara aromanya yang khas disebabkan oleh minyak atsiri yang umumnya berwarna kuning dan sedikit kental.

Jahe dapat dibedakan jenisnya berdasarkan aroma, warna, bentuk dan besarnya rimpang. Kini dikenal ada tiga klon jahe meliputi, jahe putih besar (jahe gajah/jahe badak), jahe putih kecil dan jahe merah.

Umumnya zat-zat yang terkandung dalam rimpang jahe adalah vitamin A, vitamin B, vitamin C, lemak, protein, pati, damar, asam organik, oleoresin (gingerin), dan minyak terbang (zingeron, zingerol, zingeberol, zingiberin, borneol, sineol dan feladren). Rimpang jahe bisa mengadung 0,8 - 3,3% minyak atsiri dan 3% oleresin, tergantung klonnya.@

site terkait:

manfaat jahe

Jahe enak berkhasiat juga

NAIK KE ANGKASA

"...Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.." (QS. Al An'aam: 125)

Ayat ini menegaskan bahwa saat manusia naik ke angkasa luar ia pasti merasakan dadanya sesak dan perasaan yang tertekan. Hal ini disebabkan adanya tekanan lapisan udara dan kurangnya kadar oksigen yang diserap oleh jantung. Fenomena ini akan sulit dibuktikan secara ilmiah kecuali jika manusia naik ke angkasa. Sejak dulu, manusia cenderung berasumsi bahwa udara masih dapat dirasakan hingga di angkasa paling luar. Namun setelah manusia mulai melakukan perjalanan ke angkasa luar dan merasakan sendiri kenyataan yang sebenarnya, mereka mulai mengetahui bahwa menginjakkan kaki di angkasa pasti mengakibatkan dadanya tersiksa hingga mencapai titik kronis-tercekik-meski ia berada tidak jauh dari permukaan bumi. Ini semua ditimbulkan oleh berkurangnya kadar udara dan oksigen yang dibutuhkan untuk bernafas secara bertahap namun sangat cepat.@

Sabtu, 23 Agustus 2008

PRO KONTRA ADAB BERZIARAH KUBUR

Maksud utama dari berziarah kubur adalah mendoakan jenazah yang ada di dalam makam yang diziarahi. Pengertiannya, penziarah membacakan doa-doa yang pahalanya dihadiahkan kepada jenasah penghuni makam tersebut. Hal ini disunatkan bagi laki-laki sedangkan bagi perempuan hukumnya adalah makruh karena ditakutkan akan menjadi keluh kesah yang dapat membuatnya lupa pada kekuasaan Allah SWT.

Manfaat dari berziarah kubur ini adalah agar kita selalu ingat kepada kehidupan sesudah mati, sebagaimana dalam riwayat Muslim Rasulullah saw pernah bersabda,

Ziarahilah kubur, karena ia akan mengingatkanmu kepada kematian.”

Dalam hal adab atau etika ketika berziarah kubur, hingga detik ini masih banyak terjadi khilafiyah (perbedaan pendapat) di antara para ulama. Masing-masing pihak mengklaim memiliki dalil-dalil yang lebih kuat dibandingkan dengan yang lain.

Ulama Golongan Pertama Berpendapat:

Ziarah kubur memang disyariatkan oleh Islam, namun demikian menurut para ulama golongan pertama ada banyak batasan yang tidak boleh dilanggar oleh umat muslim, sebagian diantaranya adalah:

1.Tidak boleh mengkhususkan ziarah kubur pada hari tertentu, karena hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. Ulama golongan pertama mendasarkannya pada hadist ini:

Barangsiapa membuat perkara baru dalam agama ini, padahal bukan menjadi bagian (agama)-nya, ia tertolak.”

2.Adalah bid’ah membaca Al Fatihah atau ayat-ayat suci Al Qur’an di makam. Alasannya karena Rasulullah saw tidak pernah membaca apapun di makam kecuali berdoa untuk jenazah dan memintakan ampunan baginya.

3.Tidak diperbolehkan mengadakan suatu perjalanan khusus (dalam jarak jauh) untuk berziarah kubur. Rasulullah saw bersabda,

Janganlah kalian bersusah payah mengadakan suatu perjalanan kecuali ke tiga tempat: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsa.”

4.Meletakkan/menaburkan bunga pada jenazah atau makamnya. Hal ini dianggap menyerupai orang-orang kafir. Padahal Rasulullah saw bersabda,

Barangsiapa menyerupai suatu kaum, dia termasuk kaum itu.”

Termasuk kategori ini adalah mengukir nisan, membuat bangunan di atas makam, mengapur makam dan lain-lain.

5.Kerabat jenazah tidak diperbolehkan membaca Al Qur’an dan melakukan shalat dengan maksud pahala shalatnya ditujukan kepada mayat. Namun demikian mereka diperbolehkan melakukan ibadah tertentu seperti berdoa, berhaji, umrah, shadaqah dan berkurban untuknya. Demikian juga membayar hutang puasa jenazah.

Golongan Ulama Kedua Berpendapat:

Ziarah kubur disyariatkan oleh Islam. Namun berbeda dengan pendapat ulama pada golongan pertama, ulama golongan kedua tidak banyak memberikan batasan-batasan. Berbanding terbalik dengan golongan ulama pertama, mereka berpendapat seperti ini:

1.Lebih utama berziarah ke makam pada malam Jum’at atau hari Jum’at. Hal ini mereka landaskan pada perkataan Muhammad bin Annuman tentang perkataan Rasulullah saw:

Siapa yang berziarah ke makam ayah ibunya tiap-tiap hari Jum’at, maka akan diampunkan baginya dan dituliskan sebagai anak yang berbakti.”

2.Membaca Al Qur’an dan surat-surat pendek di makam adalah disunahkan. Dari Anas bin Malik diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Barangsiapa berziarah ke kuburan, lalu membaca surat Yasin, maka Allah SWT meringankan siksa seluruh ahli kubur pada waktu itu. Selanjutnya, pembaca surat Yasin memperoleh pahala yang sama dengan jumlah pahala ahli kubur yang ada

Hal ini juga dapat dirujuk pada Ensiklopedia Tematis Al Qur’an Buku 2: Konsep Taqwa, terbitan Kharisma Ilmu, halaman 114.

3.Diperbolehkan mengadakan perjalanan khusus (dalam jarak jauh) apabila keadaannya cukup memungkinkan untuk itu. Namun jika tidak mampu atau dirasa tidak mendesak, tidak ada paksaan untuk melakukannya. Dasarnya adalah dari Buraidah, Rasulullah saw pernah bersabda:

Dulu aku melarang kamu berziarah kubur, sekarang Muhammad telah mendapat izin berziarah ke makam ibunya, maka ziarahlah kamu, karena sesungguhnya ziarah itu mengingatkan kepada akhirat.”

Sementara Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya juga mengatakan bahwa ”Rasulullah saw pernah berziarah ke makam ibunya bersama seribu orang berkuda dan bersenjata. Pada waktu itu, beliau menangis tersedu-sedu dan belum pernah beliau menangis seperti itu.”

Terakhir dari Ibnu Hibban dari Ibnu Mas’ud dikatakan, ”Rasulullah bersabda, ’Sesungguhnya makam yang kalian lihat aku berdoa, adalah makam ibuku, Aminah binti Wahab, aku memohonkan ampun baginya, tetapi Allah tidak memberiku ijin untuk memohonkan ampun dan Allah menurunkan firman-Nya: ”Tidaklah pantas bagi seorang Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampun bagi orang-orang musyrik.(QS. At Taubah: 113). Maka aku merasa kasihan kepada ibuku, sampai aku menangis.’”

4.Meletakkan/menaburkan bunga di atas pusara makam adalah sunnah Rasulullah saw. Alasannya, dalam satu riwayat Rasulullah saw pernah meletakkan pelepah daun kurma segar di atas dua makam. Para ulama golongan kedua berpendapat, sebagai ganti dari pelepah daun kurma segar maka bunga adalah yang paling tepat. Hal ini dikarenakan bunga segar lebih mudah didapatkan di lingkungan kita daripada pelepah daun kurma. Kalau kemudian kebiasaan semacam ini ada kemiripan dengan tradisi kuno, terutama tradisi Kejawen, hal ini tidak berarti bermakna sama.

Lebih lengkapnya riwayat tersebut adalah sebagai berikut:

Dari Jabir bin Abdullah dikatakan: ”Aku pernah bepergian bersama Rasulullah saw. Di perjalanan Rasulullah saw menghampiri dua makam yang penghuninya sama-sama disiksa. Rasulullah saw kemudian bersabda: ’Sesungguhnya penghuni makam ini disiksa. Tidak disiksa karena dosa-dosa besar. Melainkan seorang dari mereka karena mengumpat orang lain sedangkan orang yang kedua karena tidak membersihkan sisa kencingnya.’

Kemudian Rasulullah saw meminta satu pelepah daun kurma yang masih segar dan membelahnya menjadi dua. Lalu memerintahkan kepadaku untuk menancapkan kepada masing-masing makam tersebut, seraya berkata: ’Ingatlah bahwa siksa kedua orang itu diringankan selama kedua pelepah tersebut masih belum mengering.’

5.Berbagai jenis ibadah yang dilakukan kerabat jenazah, jika niatnya ditujukan sepenuhnya hanya untuk memohon rahmat dari Allah SWT namun pahalanya diniatkan untuk dihadiahkan pada jenazah, maka hal ini sah-sah saja untuk dilaksanakan. Hal ini meliputi, membaca Al Qur’an, berhaji, umrah, shadaqah, berkurban dan membayar hutang puasa jenazah. Ijma’ kaum muslim juga memperbolehkannya (didasarkan dari An Nawawy dalam Ensiklopedia Ijma’ keluaran Hakim Agama Damaskus).

Sebetulnya masih ada satu lagi perbedaan diantara kedua golongan ulama di atas, namun tidak terlalu mencolok. Perbedaan itu terletak pada penafsiran sebuah hadist berikut:

Ibnu Abbas berkata, "Rasulullah saw telah mengutuk wanita yang berziarah kubur dan orang-orang yang menjadikan kubur itu sebagai masjid dan menyalakan lampu padanya."

Dalam hal ini, ulama golongan pertama memberikan penafsiran secara tegas melarang membangun masjid di atas makam, shalat di masjid yang ada makamnya di tengah, samping atau arah kiblatnya. Begitu pula membaca Al Qur'an di sana disamakan dengan hukum larangan shalat di makam.


Makam Rasulullah saw

Sementara itu ulama golongan kedua memberi penafsiran bahwa yang dilarang dilakukan adalah shalat di pemakaman, menghadap makam, atau diatasnya. Namun demikian, apabila ada sebuah masjid yang telah berdiri terlebih dahulu akan tetapi kemudian di sekelilingnya dijadikan pemakaman, maka berdasarkan ijma' Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Anas dan Abu Hurairah; siapapun tidak dilarang shalat di dalamnya. Hal ini pulalah yang menjelaskan pada kita mengapa makam Rasulullah saw bisa dibiarkan berada di dalam kompleks Masjid Nabawi. Makam itu hanya dibatasi oleh pagar dinding yang tinggi dan kuat serta atap yang sangat kokoh, sementara orang-orang bebas beribadah apa saja di masjid yang tepat bersisian dengan makam Rasulullah saw.

Memang benar Rasulullah saw pernah bersabda seperti ini,

"Ketahuilah, orang sebelum kamu membangun masjid di atas makam nabi-nabi dan orang-orang salih diantara mereka. Janganlah membangun masjid di atas kubur, karena aku melarangnya."

Bahkan saat tiba detik-detik sakratulmaut, beliau masih sempat berpesan, "Allah melaknat kaum Yahudi dan Nasrani yang menjadikan makam nabi mereka sebagai masjidnya."

Namun demikian Rasulullah saw, tidak pernah menjelaskan jika yang akan terjadi sebaliknya, yaitu bagaimana jika masjid sudah ada sebelum ada makam.

Rasulullah saw hanya pernah terlihat begitu cemas tatkala menyadari kalau-kalau ada orang yang tidak menghormati makam dan meratakannya dengan tanah. Itu bisa kita lihat dari nada yang beliau pakai ketika menyatakan perkataan ini:

"Jika seseorang duduk di atas bara api sehingga terbakar pakaiannya dan menembus ke kulit badannya, maka itu lebih baik (ringan) daripada duduk di atas kubur."

Tapi apapun perbedaan pendapat di antara dua golongan ulama di atas, kita mungkin patut merasa sedikit tenang karena diantara keduanya tetap masih ada celah yang menyatukan mereka. Apa yang menyatukan mereka itu adalah mereka sama-sama tidak mengakui perbuatan syirik. Kalaupun ada sebagian masyarakat yang masih memegang tradisi nenek moyang dan memasukkannya ke dalam ritual keagamaan mereka, sejatinya baik golongan ulama pertama maupun golongan ulama kedua, keduanya sama-sama sepakat tidak mau mengakui itu sebagai bagian yang disyariatkan oleh hukum Islam.

Kesepakatan itu diantaranya berupa larangan melakukan thawaf mengelilingi makam, meminta jenazah supaya mengabulkan keinginannya dan menyembah makam karena dianggap memiliki wasilah (ngalab berkah-istilah Jawanya).

Pada awalnya ziarah kubur juga dilarang di masa Rasulullah saw, karena ditakutkan akan mengarah pada hal-hal semacam di atas. Namun, ketika umat muslim sudah mulai dapat diajari bagaimana caranya niat berziarah yang benar, Allah SWT mengijinkan Rasulullah saw, para sahabat, dan orang-orang yang hidup kemudian untuk berziarah ke makam. Ini juga menjadi suatu bukti bagi kita bahwasannya segala sesuatu dapat saja dilakukan, asal tergantung niat dan tata kramanya. Selama itu tidak berlebihan saya rasa semua ulama pasti akan sepakat kalau ziarah kubur hanyalah cukup dipandang sebagai sebuah sarana ibadah kepada Allah SWT. Toh, Rasulullah saw sendiri tidak pernah kaku dengan tata etika berziarah kubur.

Dari Aisyah ra. diriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw suka spontan pergi berziarah ke Pemakaman Baqi' dan berdoa di sana. Seringnya beliau melakukannya pada malam hari. Berikut salah satu kisah yang dinukil dari kisah Aisyah ra dalam Buku Aisyah The Greatest Woman in Islam:

Pada suatu malam, saat Rasulullah saw berada di tempat Aisyah ra, beliau keluar tiba-tiba. Aisyah ra membuntutinya hingga sampai di pemakaman Baqi'. Di sana Rasulullah saw mengangkat kedua tangan beliau dan berdiam agak lama, lalu pergi. Aisyah ra pun ikut beranjak dari sana. Aisyah ra menuturkan, "Beliau berjalan sangat cepat, aku mengikutinya dengan cepat pula. Beliau berlari, aku ikut berlari. Beliau sampai, aku pun sampai di sana sebelum beliau, lalu bersembunyi sambil berbaring. Beliau lalu masuk dan berkata, 'Ada apa denganmu, wahai Aisyah, bersembunyi di situ?' Aku menjawab,'Tidak ada apa-apa.' Kemudian beliau berkata lagi, 'Kau beritahu aku, atau Allah yang memberitahuku?' Maka aku berkata, 'Wahai Rasulullah, demi ayah dan ibuku…'. Akhirnya aku menuturkan hal tersebut kepada beliau.

Akhirnya, menurut hemat saya, apapun perbedaan pendapat diantara kalangan ulama, jika masing-masing pihak sudah merasa yakin dapat mempertanggungjawabkan dalil-dalil yang mereka jadikan rujukan, lalu untuk apa lagi harus saling menyalahkan bahkan cenderung saling menghujat? Karena selalu berkutat mempersoalkan suatu hadist tertentu adalah lemah sanadnya atau hadist tertentu tidak dapat digunakan dalam persoalan ini hanya akan membuang-buang waktu saja. Kalau orang terus menerus hanya meributkan hal-hal semacam itu lalu kapan akan dimulai ibadahnya? Padahal Allah SWT sudah cukup bersabar menunggu kapan mau mulai disembah oleh hamba-hamba-Nya.

Mungkin akan jauh lebih baik kalau kita serahkan saja semua permasalahan ini kembali hanya kepada Allah SWT. Karena biar bagaimanapun hanya Dia satu-satunya yang berhak menghakimi seorang hamba. Kita mesti waspada terhadap ucapan Rasulullah saw di suatu malam di Pemakaman Baqi' ini:

"Keselamatan atasmu, wahai penghuni kubur. Bergembiralah di alammu, yang jauh lebih baik dari negeri yang kini dihuni manusia. Fitnah akan datang kepada mereka secara beruntun, seperti beruntunnya potongan-potongan malam yang gelap. Yang terakhir menyusul yang terdahulu, dan yang terakhir lebih buruk dari yang sebelumnya."

Siapakah yang dimaksud dengan kata 'mereka' itu? Bisa jadi itu adalah para ulama kita yang saat ini begitu tenggelam dalam pertikaian, saling menyalahkan dan saling fitnah. Atau yang lebih buruk lagi 'mereka' itu adalah justru kita-kita sendiri yang sadar atau tidak sadar sudah ikut terseret dalam pertikaian tersebut. Naudzubilah.

Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dan menjauhkan kita dari segala bentuk kejahatan berupa fitnah.@

****

Para pembaca mungkin sudah lebih tahu alamat-alamat site mana yang bisa dijadikan bahan rujukan terkait dengan tema ini. Tapi untuk bahan rujukan pustaka, saya bisa berikan daftar sejumlah referensinya:

  • Buku Pintar Agama Islam Edisi Senior, oleh Syamsul Rijal Hamid
  • Malam Pertama di Alam Kubur, oleh Dr. Muhammad bin Abdurrahman al Uraifi
  • Mendaki Tangga Ma'rifat, oleh Syekh Jabr ar Rummi
  • Irsyadul Ibad Ila Sabilirrasyad (Petunjuk ke Jalan Lurus)
  • Muhammad, oleh Martin Lings
  • Aisyah The Greatest Woman in Islam, oleh Sulaiman an Nadawi
  • Tawa dan Air Mata Rasulullah, oleh Dr. Ahmad Mustofa Qasim Tohtowiy
  • Ensiklopedia Ijma', dikeluarkan oleh Hakim Agama Damaskus
  • Ensiklopedia Tematis Al Qur'an , diterbitkan oleh Kharisma Ilmu
  • Majmu' Syarif Kamil

Kamis, 21 Agustus 2008

Kue Apem Dalam Tradisi 'Megengan'

Ramadhan sebentar lagi akan tiba, orang-orang sudah mulai terlihat ribut mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi bulan yang suci ini. Lihat saja, sebentar lagi sebagian masyarakat tradisional bakal ramai-ramai mengadakan sebuah acara tahunan yang disebut dengan 'megengan.' Acara semacam itu biasanya diadakan beberapa hari menjelang Ramadhan tiba. Menu utamanya biasanya kue apem. Tradisi semacam ini sudah menjadi budaya di kalangan suku Jawa sejak bertahun-tahun lalu.

Memang, masih ada kontroversi di antara para ulama. Sebagian ada yang beranggapan kalau acara seperti Megengan dengan menu utama kue apem ini sebagai pemborosan atau bahkan bid'ah. Namun terlepas dari kontroversi yang terjadi di masyarakat, sebetulnya acara semacam ini memiliki makna filosofis. Dan karena adat orang Jawa selalu kental dengan makna-makna filosofis, maka tidak heran kalau kue apem-pun memiliki sebuah makna filosofis yang unik.

Konon menurut sejarah, suatu hari di bulan safar, ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya kembali dari perjalanannya ke tanah suci. Ia membawa oleh-oleh 3 buah makanan dari sana. Sayangnya saat akan dibagikan kepada penduduk, jumlahnya tidak memadai. Maka bersama sang istri iapun mencoba membuat kue yang sejenis. Setelah jadi, kue-kue ini kemudian disebarkan kepada penduduk setempat. Pada penduduk yang berebutan mendapatkannya ki Ageng Gribig meneriakkan kata “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan

ImagesSelanjutnya makanan ini dikenal oleh masyarakat sebagai kue apem, yakni berasal dari saduran bahasa arab “affan” yang bermakna ampunan. Tujuannya adalah agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta. Lambat laun kebiasaan 'membagi-bagikan' kue apem ini berlanjut pada acara-acara selamatan menjelang Ramadhan. Harapannya, semoga Allah berkenan membukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya kepada umat muslim yang hendak menjalankan ibadah puasa. Dengan begitu umat muslim yang menjalankan ibadah puasa berharap dapat menjalankannya dengan lapang dada dan tenang juga.

Tapi itulah tradisi, bisa diikuti bisa juga tidak terserah bagaimana orang ingin memandang maknanya.@

Rabu, 20 Agustus 2008

Asah Kepekaan Siswa Tuna Netra Lomba Agustusan

suarasurabaya.net| Peringatan Kemerdekaan Indonesia yang ke-63 tidak hanya bisa dirasakan oleh orang normal pada umumnya. Sebanyak 14 siswa Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) ikut mengadakan lomba Agustusan.

ATUNG YUNARTO panitia lomba YPAB pada suarasurabaya.net, Selasa (12/08), mengatakan acara ini bertujuan mewarisi nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang pantang menyerah dan menjunjung tinggi sportifitas.

Lomba selama tiga hari dengan beragam aktivitas, antara lain, lomba giring bola, bawa balon berpasangan, kupas telur, tennis meja, baca puisi, menghitung huruf braille acak. Juga digelar lomba jelajah, cerdas cermat dan makan krupuk.

“Lomba yang dipilih mempunyai manfaat tertentu pada anak seperti lomba membau rempah yakni berguna untuk melatih indra penciuman agar siswa bisa mandiri”, ujar ATUNG.

ATUNG menambahkan tingkat kesulitan itu mungkin tidak berguna bagi orang normal, tapi ini sangat berguna pada orang yang tuna netra. (ris/tin)

Teks Foto:
- IPUNG satu diantara peserta lomba Agustusan. Ia ikut lomba kupas kulit telur dimana bagi orang normal hal itu mudah. Tapi bagi IPUNG itu suatu tantangan tersendiri
Foto : RISKI suarasurabaya.net
******

Ini jauh lebih bagus ketimbang aku yang ga ngapa-ngapain di rumah. kalaupun apa yang kulakukan di rumah bisa disebut sebagai partisipasi maka itu hanya satu, yaitu mendentingkan musik-musik perjuangan dengan kemampuanku bermain alat musik yang pas-pasan. yah, dumbrang-dumbreng asal jadi-lah. Yang penting hati bisa puas!!pokoknya MERDEKAAAA...SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKAAAA...

CONAN DAN NARUTO BAHAYA BAGI ANAK

Jawa Post-Jakarta;Rabu 20 Agustus 2008

Ini peringatan agar orang tua selalu mendampingi anak ketika menonton televisi. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menganggap empat tayangan di stasiun TV bermasalah. Pemantauan dilakukan oleh Tim Panelis KPI, khususnya pada tayangan anak dan remaja periode 14-29 Juni 2008.

bleach

Judul program bermasalah itu adalah Bleach di Indosiar, Cerita SMA di RCTI, Detective Conan di Indosiar serta Naruto di Global TV dan Indosiar. Koordinator Pemantauan Langsung KPI Pusat Yurizwan Uyun mengatakan, empat tayangan tersebut dinilai oleh tim panelis yang diketuai oleh tokoh pendidikan Arief Rahman melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

detective conan

"Tim ini menilai secara periodik." ujarnya dalam jumpa pers di kantornya kemarin (19/8). Tim Panelis terdiri atas Arief Rahman (Ketua), dedy Nur Hidayat (Wakil Ketua), Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto, Razaini Taher. Mereka dibantu sebelas orang analis. "Mereka telah memantau 84 judul tayangan dari 316 episode yang disiarkan oleh 9 stasiun televisi nasional." katanya. "Titik beratnya adalah perlindungan terhadap anak dan remaja." tambahnya.

Naruto

Di tempat yang sama, anggota Tim Panelis KPI Nina Armando mengatakan, tayangan animasi Bleach di Indosiar setiap Minggu puluk 11.00 itu dinilai tidak cocok untuk anak.@

Jumat, 15 Agustus 2008

RAHASIA SUSU DALAM QUR’AN SURAT AN NAHL(LEBAH)


Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (QS. An Nahl: 66)

Susu adalah satu nikmat yang sangat besar nilainya dalam kehidupan manusia. Kebutuhan gizi manusia -khususnya anak kecil- sangat bergantung pada kandungan nutrisi dan gizi yang ada dalam susu.

Susu merupakan mukjizat yang Allah tanamkan dalam tubuh binatang ternak. Keterangan mengenai hal ini telah diulas oleh Al Qur’an, jauh sebelum ilmu pengetahuan modern mampu menganalisisnya. Ulasan dalam Al Qur’an itu berisi tentang proses pembentukan susu, sebagai berikut:

Pertama-tama setelah binatang ternak mengunyah makanannya, makanan tersebut akan sampai ke lambung dan diolah nutrisinya. Sesudahnya makanan yang tersisa dan tak bernutrisi akan disalurkan ke saluran pembuangan, sementara nutrisi akan disalurkan ke dalam aliran darah.

Terakhir, darah yang mengandung nutrisi ini akan melewati kantung proses kedua. Dengan demikian, maka dipahami bahwa pada proses pertama air susu terproduksi dari proses yang ada antara darah dan saluran pembuangan. Hal inilah yang ditekankan dan disebutkan dalam Al Qur’an surat An Nahl ayat 66 sebelum ilmu pengetahuan mampu membuat kesimpulan ini.@

RAHASIA KATA ‘DAGING SEGAR (IKAN)

Penemuan udang dan ikan laut segar bercampur bahan kimia berbahaya formalin baru-baru ini benar-benar membuat hati kita miris. Bagaimana tidak, demi alasan ekonomi para nelayan dan penjual ikan tidak segan-segan merendam ikan-ikan itu ke dalam larutan air berformalin. Tujuannya jelas, supaya ikan-ikan tersebut bisa awet segar. Tapi benarkah demikian? Jelas tidak. Daging ikan tidak bisa bertahan lama, kecuali kalau dikeringkan terlebih dahulu seperti halnya ikan asin. Walaupun sudah diramu dengan cara apapun daging ikan mentah tidak akan pernah bisa bertahan lama. Hal ini memang sudah menjadi ketentuan dan kehendak Allah SWT untuk menciptakan apapun yang diinginkan-Nya;

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut kamu dapat makan daging segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu dapat memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah lautan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.”(QS.Faathir:12)

Syeikh Maraghi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sifat segar pada binatang laut adalah satu sinyal bahwa ia harus secepatnya dikonsumsi. Karena apabila dibiarkan, umumnya mudah berubah dan rusak. Hal ini didukung dengan ilmu kedokteran yang menyatakan bahwa bila binatang laut tidak segera dimakan atau diolah dalam keadaan segar, maka akan mendatangkan suatu bahaya.

Maha Suci Allah yang telah menginformasikan hal yang penting ini demi kelangsungan hidup makhluk-Nya. Mungkin mulai sekarang kita perlu lebih hati-hati lagi kalau pergi ke pasar ikan.

Menurut catatan BSN (Badan Standart Nasional)
mutu ikan segar digolongkan dalam 1tingkatan mutu. Persyaratan mutu ikan segar adalah : Organoleptik min 7, mikrobiologi (TPC (maks 5X10 pangkat 5/ gram ), E coli MPN (maks 0/ gram ), vibrio cholerae (negatif ).@

Yang Terlupa Dari Lingkaran Koruptor dan Penyuap

Fenomena yang banyak terjadi saat ini adalah semua fokus tertuju hanya kepada Pelaku Korupsi dan Pelaku Suap belaka, sedangkan orang-orang yang berdiri di belakang mereka sama sekali tidak tersentuh ranah Hukum. Seorang Pejabat misalnya, sebelum menjadi pejabat dan terlibat sebuah tender tertentu dengan para Pelaku Suap selaku pihak ketiga, seringkali harus berhubungan lebih dulu dengan anggota tim suksesi dari partai-partai tertentu. Kadang-kadang kasihan juga mereka. Apa yang mulanya dilandasi oleh niat tulus ingin menolong rakyat, tapi karena keluguan mereka, akhirnya mereka malah diperalat dan diperas habis-habisan oleh orang-orang di lingkungan partai. Orang yang awalnya jujur dan baik bisa berubah menjadi amoral. Orang yang awalnya hidup dengan prinsip kuat bisa berubah menjadi sangat egois. Orang yang awalnya tidak ingin menjadi penguasa akhirnya malah jadi gila kekuasaan. Sedikit demi sedikit keimanan mereka terkikis habis. Dan semua itu terjadi karena pengaruh solidaritas partai.

Berdasarkan pengamatan intensif yang saya lakukan, dalam beberapa kasus yang sesungguhnya terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Mula-mula tim suksesi berusaha mendekati dan mendatangi Caleg atau Calon Pejabat yang dianggap potensial. Mereka mengadakan negoisasi intern atau istilahnya ”bisik-bisik” dulu. Umumnya mereka berasal dari utusan-utusan partai-partai tertentu.
  2. Kemudian tim suksesi ini akan menawarkan diri, bersedia mengorbitkan sang Caleg dan Calon Pejabat dengan syarat Caleg atau Calon Pejabat tersebut bersedia menyetorkan sejumlah dana kepada partai yang bersangkutan.
  3. Jika Caleg atau Calon Pejabat yang dimaksud bersedia menerima persyaratan dari tim suksesi ini, maka Caleg atau Calon Pejabat ini akan berusaha mencari sumber dana bagi pencalonan dirinya. Mereka akan melakukan tender di sana-sini atau bahkan hutang ke sana kemari demi mencapai target yang telah dia sepakati dengan partai tempat ia akan diorbitkan. Tender-tender besar pun dimulai. Orang yang ingin mencalonkan diri sebagai pejabat akan berhubungan dengan para pemilik modal dan melakukan negoisasi-negoisasi tertentu dengan mereka.
  4. Ketika sudah mencapai tahap ini, tim suksesi akan lepas tangan. Mereka tidak mau tahu lagi urusan hutang-piutang antara Caleg atau Calon Pejabat dengan pihak ketiga. Menang atau kalah dalam sebuah pencalonan seorang Caleg atau Calon Pejabat harus tetap menyetor sejumlah uang kepada partai. Itu sudah menjadi aturan mainnya.
  5. Jika menang, Caleg atau Calon Pejabat yang kini telah menjadi Pejabat, akan terikat dengan partainya sampai masa jabatannya berakhir. Dan karena dia telah terikat dengan partainya, maka mau tidak mau dia akan harus mengikuti aturan main pihak partai. Termasuk jika partai itu terus menerus minta jatah bagian keuntungan. Pejabat yang bersangkutan harus sanggup memenuhinya. Dalam salah satu kasus di suatu daerah, misalnya, ada tender sebuah pembangunan mall yang kini telah menjadi milik kelompok partai tertentu. Itu terjadi lantaran pejabat yang bersangkutan berada di bawah pengaruh kuat partainya.

Begitulah awal mulanya lingkaran yang terjalin antara seorang Pejabat (Koruptor) dengan Pemilik Modal (Penyuap) dimulai. Sementara mereka terlibat kasus-kasus korupsi dan penyuapan, anehnya tim suksesi yang terlibat sama sekali menghilang tanpa bekas kejahatan. Ini jelas sangat tidak adil, sementara Koruptor dan Penyuap bisa sewaktu-waktu ditangkap KPK, partai yang mengusung sang Koruptor justru dibiarkan saja menikmati sendiri uang hasil suapannya.

Untuk itu, sudah waktunya aturan perundang-undangan tentang korupsi di Indonesia ini di amandemen. Harus ada ketetapan hukum pasti yang menyatakan bahwa partai-partai yang menjadi tim suksesi dari seorang pejabat yang terbukti korupsi juga diwajibkan ikut bertanggung jawab. Termasuk di dalamnya adalah orang-orang di luar partai yang bersedia mendukung partai yang mengorbitkan Koruptor. Karena selama manajemen partai yang seperti rentenir ini belum berakhir, jangan harap kasus-kasus korupsi akan mudah diberantas.@

Selasa, 12 Agustus 2008

Rapim KPK Setuju Seragam Koruptor

11/08/2008 19:47

INILAH.COM, Jakarta - Terlepas dari pro-kontra publik mengenai seragam koruptor, Rapim KPK sudah memutuskan. Kepala Biro diminta menindaklanjuti keputusan tersebut.

"Jadi keputusan tersebut untuk ditindaklanjuti," kata Wakil Ketua KPK M Jasin di Gedung KPK, Jakarta, Senin (11/8).

Biro Hukum KPK bertugas membuat kajian tentang aspek legal pemberlakuan seragam perkara korupsi itu. "Termasuk kajian aturan tentang kekuasaan kehakiman, hukum acara, dan Hak Azasi Manusia," ujar M Jasin.

Sementara itu Biro Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat bertanggungjawab soal desain. Jasin menegaskan desain seragam tersebut harus mengakomodir aspek kelayakan, kesopanan, dan efek jera. Pengadaan seragam bagi mereka yang terjerat kasus korupsi tersebut akan menggunakan dana dari Bagian Penindakan KPK yang besarnya tidak lebih dari Rp 50 juta.

Pimpinan KPK memasang target para tersangka dan terdakwa kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK bisa mengenakan seragam dalam tahun ini. "Tentunya kita tidak akan menunggu sampai 2009," pungkas Jasin.[*/L8]

***

mau dipakaikan seragam apa tidak, tapi kalau saya boleh usul para koruptor tak diberikan fasilitas. pada mereka harus diberlakukan azas "Equality" dengan para pencuri umumnya yang ditangkap Pak Polisi.

Ratualit

Teks-Teks Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Islam?

Pada prinsipnya, Islam lahir dimaksudkan untuk meletakkan dasar-dasar sosial baru yang anti diskriminasi dan anti kekerasan. Akan tetapi para penafsir Al Qur’an dan Hadits seringkali mengasumsikannya dengan cara yang salah sehingga terkesan bahwa wanita memang sudah sepatutnya berada di posisi yang subordinat (rendah) dibanding pria.

Pemahaman terhadap teks-teks keagamaan seperti itu perlu diluruskan karena bila tidak, maka akan memberi kesan kontradiktif dengan visi kesetaraan dan kemuliaan manusia. Mengapa sudut pandang yang diskriminatif bisa terjadi dalam pemikiran keagamaan? Ada beberapa kemungkinan jawabannya, yaitu:

  1. karena kekeliruan dalam menginterpretasikan bunyi teks secara harfiah;
  2. karena cara atau metode penafsiran yang parsial atau tidak utuh, sepotong-sepotong, sebagian, atau separo dari keseluruhan teks;
  3. karena sering kali didasari dan dikuatkan oleh hadits-hadits lemah (dha’if), hadits palsu (maudhu’) atau hadits-hadits isra’liyyat.

Tiga kemungkinan itu pada akhirnya terakumulasi dalam interpretasi dan sering kali kurang memperhatikan sosiokultur di mana dan kapan firman itu diturunkan, atau disebut dengan asbab an-nuzl dan as-bab al wurud. Selain adanya manipulasi hadits-hadits nabi untuk kepentingan politis.

Salah satu dari sejumlah faktor yang membuat fenomena terhadap perempuan menjadi kuat dan efektif adalah karena adanya dukungan atau kultur patriarkhi yang hegemonik. Selanjutnya, beberapa contoh teks kekerasan terhadap perempuan dalam Al Qur’an itu mendapat legitimasi dari pandangan atau pemahaman penafsiran tertentu.

Konsep-konsep dalam ajaran Islam yang biasa dipakai untuk membenarkan kekerasan atau menyudutkan wanita misalnya, larangan untuk meninggalkan rumah, kecuali ada keperluan mendesak. Seperti termaktub dalam surat Al Ahzab 33:

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah dulu.

Oleh sebagian orang, ayat ini dipahami sebagai ketentuan Tuhan yang mewajibkan kaum perempuan untuk tinggal di dalam rumah.

Pemahaman ini juga didukung oleh sebagian hadits, antara lain bahwa sahabat Utsman bin Affan berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Seorang istri yang keluar dari rumah suaminya akan dilaknat oleh segala yang ada di muka bumi hingga ikan-ikan di laut.”

Memahami firman Allah tersebut dengan pemahaman seperti itu tidaklah komprehensif. Ayat di atas sebenarnya ditujukan kepada para istri Nabi dan untuk konteks tertentu, bukan ditujukan kepada semua muslimah.

Hal ini menjadi jelas ketika dilihat bahwa rangkaian ayat tersebut dilengkapi dengan penjelasan yang lain, “Hai para istri nabi, kalian tidak sama dengan para istri yang lain, jika kalian bertakwa.” Beberapa mufasir, misalnya Ibnu Hajar, mengatakan dalam tafsirnya bahwa ayat ini ditujukan hanya untuk para istri Nabi. Demikian pula Ibnu Asyur dalam tafsirnya At-Tahrir at-Tanwir.

Beberapa contoh teks-teks hadits lemah yang kemudian menjadi pemicu kekerasan terhadap wanita adalah:

  • Konsep wali dalam perkawinan. Karena seorang wali haruslah seorang pria, maka pria bisa memaksa kehendaknya kepada wanita ketika si wanita tidak setuju pada pilihan wali. Dan hal semacam ini masih dipahami sebagai doktrin kebenaran bagi kebanyakan masyarakat Indonesia saat ini;
  • Konsep cerai dan poligami. Untuk sementara ini banyak kasus terjadi, pihak perempuan sengaja disetir dan tidak diperdayakan untuk mempertahankan hak-haknya. Alasannya adalah karena wanita dianggap memiliki sifat ketergantungan yang sangat tinggi kepada suaminya, maka mereka hanya diperkenankan untuk berlaku pasif.
  • Suami dibenarkan memukul istri menurut agama. Apakah Islam pernah mengijinkan seorang suami memukul atau menyiksa batin istrinya? Sebenarnya tidak ada yang seperti itu. Islam hanya memberikan ruang bagi suami untuk memukul istrinya ketika istri sudah berlaku di luar batas kewajaran. Itupun dengan syarat tidak diperbolehkan hingga menimbulkan luka atau bekas siksaan di tubuhnya. Ibaratnya, jika istri harus dicambuk seratus kali, maka istri tersebut hanya boleh dipukul sekali dengan seratus helai rumput kering.
  • Konsep muhrim. Konsep ini seakan mempersempit dan membatasi ruang gerak wanita secara mandiri;
  • Konsep khitan bagi wanita. Ini dipakai untuk mengurangi kepekaan genital wanita. Ditemukan adanya dasar dari sabda Rasulullah saw: “Khitan adalah sunnah bagi laki-laki dan suatu kemuliaan bagi wanita.” Dikatakan oleh Imam asy-Syaukani dalam kitabnya Nail al Authar bahwa hadits di atas diriwayatkan oleh Hajjaj bin Artha’ah, seorang perawi yang sering melakukan kekeliruan (mudallas). Menurut Imam al Baihaqi yang juga meriwayatkan hadits ini, disebutnya sebagai hadits lemah (dha-if) karena terputusnya sanad (munqathi). Sayangnya, pandangan bahwa khitan kewajiban atau sunnah bagi wanita dikalangan sebagian muslim masih saja ada. Umumnya hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosiokultur yang subordinat terhadap wanita. Wanita dituntut untuk senantiasa melayani kebutuhan seksual suami sementara dia sendiri dianggap tabu jika bertindak aktif atau agresif. Sepertinya mereka percaya agar tingkat agresivitas seksual wanita bisa dikurangi dan tak melebihi pria selaku pemimpin mereka, maka Islam mewajibkan wanita disunat. Padahal, khitan disyariatkan oleh Islam itu karena ada kaitannya dengan persoalan medis dan bukan karena alasan gender.
  • Menstruasi. Ketika wanita dalam keadaan menstruasi dilarang memasuki tempat-tempat ibadah, misalnya masjid. Padahal, pemahaman ini hanya ada menurut Imam Syafi’i, sementara menurut imam-imam yang lain tidaklah demikian.
  • Terlambat melayani kebutuhan seksual suami. Dalam ajaran Islam suami adalah pakaian istri, begitupun sebaliknya istri adalah pakaian bagi suaminya. Dengan kata lain, sejatinya di antara keduanya terdapat kedudukan yang seimbang satu sama lain. Kemitraan dalam hubungan seksual antara suami dan istri sangat dibutuhkan dalam kehidupan rumah tangga. Hubungan seks tidak diperkenankan dilakukan secara paksa. Adalah terlalu ekstrim jika beranggapan bahwa segala amal kebajikan wanita dianggap gugur jika terlambat melayani kebutuhan suaminya tanpa melihat terlebih dahulu apa alasannya.

Seperti halnya memahami hadits berikut, ”Ketika wanita diajak oleh suaminya kemudian tidak mau, maka dia akan dilaknat oleh malaikat sampai pagi.”

Hadits ini tidak bisa disimpulkan begitu saja. Bagaimana kalau sewaktu suami meminta istrinya untuk melayaninya sedangkan istrinya dalam keadaan lelah atau sakit dan suami tetap memaksa? Apakah yang demikian itu tidak berarti bahwa suami telah melanggar prinsip mu’asyarah bi al ma’ruf ?

Persoalan diskriminasi gender dan kekerasan terhadap wanita pada akhirnya berujung pada problem metodelogi penafsiran terhadap teks-teks keagamaan. Analisis terhadap teks-teks tersebut mengalami kemandegan yang sangat kritis.

Seharusnya pernyataan-pernyataan Al Qur’an yang mengkritik secara tajam kebudayaan Arab yang diskrimintaif dan misoginis terhadap wanita sebelum Al Qur’an diturunkan, seharusnya menjadi dasar metodologi untuk melangkah ke arah perwujudan cita-cita Al Qur’an itu. Bukannya malah sebaliknya. Apa tidak aneh dunia kita sekarang ini, Al Qur’an yang semestinya mengoreksi budaya jahiliyah malah dikoreksi oleh budaya jahiliyah untuk disesuaikan dengan budaya jahiliyah?@Agustus 2008

(kemarin lagi asyik liat-liat koleksi buku-buku lama, eh ketemu salah satu literatur jaman sibuk-sibuknya bikin skripsi dulu. Ya udah, daripada bukunya cuman didiemin nganggur begitu, saya coba bikin semacam resume githu-lah.Ratualit)

SISTEM DAN POLA DIDIK ANAK YANG SALAH

Banyak hasil penelitian di lapangan membuktikan bahwa banyaknya kasus-kasus kekerasan terhadap anak selain dipengaruhi oleh faktor kepribadian seseorang juga dikarenakan pengaruh lingkungan atau budaya setempat. Ironisnya lagi, kadang-kadang kekerasan secara sosial ini justru mendapatkan persetujuan dan pembenaran oleh negara.

Dalam laporannya UNICEF mengatakan bahwa sekitar 40 juta anak-anak di seluruh dunia telah menjadi korban kekerasan, mulai dari dicubit, dijewer, dipukuli dengan kayu hingga dilacurkan untuk alasan ekonomi.

Kita sering mendapati dalam kehidupan masyarakat kita, disiplin melalui hukuman fisik dan mempermalukan, menakut-nakuti hingga pelecehan seksual dipandang sebagai sesuatu yang normal. Ketiadaan akibat kasat mata dan cedera fisik yang parah, bagi kebanyakan orang tua dipandang bukan sebagai masalah sama sekali.

Mungkin awalnya memang hanya karena ingin menghukum anak agar tidak mengulangi kesalahannya. Namun ketika anak tidak terlihat mematuhinya hukumannya menjadi berlipat-lipat, bahkan bisa sampai menimbulkan dampak negatif pada kesehatan fisik dan psikis anak. Dalam hal ini anak tidak pernah diajak berkomunikasi secara baik-baik. Bagi orang tua, secara hirarki kedudukan seorang anak adalah di bawah kekuasaan orang dewasa sehingga tidak ada yang bisa dia lakukan selain hanya boleh menuruti saja apa kata orang tua. Anak tidak diperbolehkan sama sekali mengungkapkan pendapatnya sendiri karena hal itu bisa dianggap tabu. Model mendidik anak dengan cara demikian, khususnya di Indonesia, bisa jadi dikarenakan sistem kasta yang telah terlanjur mengakar kuat dalam darah dan daging orang-orang Indonesia sejak ribuan tahun lalu.

Contoh paling konkrit yang bisa kita lihat adalah doktrin orang Jawa yang beranggapan bahwa anak yang paling muda harus selalu ’manut’ kepada orang-orang yang lebih tua darinya, tidak peduli apakah orang yang lebih tua tersebut salah atau benar. Yang jelas semakin muda usia seseorang maka kedudukan hirarkinya juga semakin rendah. Karena secara hirarki rendah maka semakin pendiam dan manut dirinya maka hal itu semakin baik baginya. Akibatnya, komunikasi yang terjalin antara orang tua dengan anak-anak hanya berlaku satu arah. Orang tua boleh berpendapat apapun akan tetapi anak hanya diperbolehkan diam. Berdasarkan pengalaman pribadi dalam keluarga saya saja, misalnya, kalau ada yang berani mengajukan pendapat yang berbeda orang tua biasanya langsung mencap kami sebagai anak durhaka. Mereka tidak pernah mempertanyakan alasannya mengapa kami mempunyai pendapat yang berbeda lalu membahasnya secara terbuka. Belum lagi pengalaman di lingkungan sekolah juga tidak kalah buruknya, rata-rata sekolah di Indonesia memperlakukan murid-muridnya layaknya seorang penguasa kepada bawahannya. Berdasarkan pengalaman saya, guru matematika saya di sekolah dulu suka sekali memukulkan penggaris kayu atau menggebrak meja kalau ada murid yang tidak bisa mengerjakan tugas. Memang tidak menyakitkan secara fisik, tapi secara psikis hal itu membuat kami sangat tertekan. Imbasnya saya jadi malas belajar matematika sampai sekarang. Mungkin tanpa disadari saya merasa dendam pada pelajaran matematika, makanya kalau bisa saya tidak mau bersentuhan sedikitpun dengan bidang yang satu itu.

Sumber Kekerasan Anak Dalam Perspektif Sosiologis

Menurut kacamata sosiologi, kekerasan terhadap anak awalnya bersumber dari kecenderungan orang tua dan lingkungan untuk bertindak diskriminatif terhadap anak. Sumber diskriminasi itu sendiri dapat berasal dari alasan-alasan seperti ini:

  • Anak-anak dipandang tidak matang, tidak kompeten, tidak bertanggung jawab dan irasional, karenanya tidak dapat dipercaya
  • Karena orang dewasa pernah menjadi anak-anak, maka orang dewasa merasa layak untuk bertindak atas nama anak-anak
  • Anak-anak sepantasnya diperlakukan sebagai pihak yang pasif dan bergantung kepada orang tua
  • Bagi kebanyakan orang dewasa memberikan kebebasan kepada anak dipandang sebagai ancaman bagi kekuasaan orang dewasa

Tindakan-tindakan diskriminatif terhadap anak yang mulanya hanya bersifat lokal itu kemudian dilestarikan oleh sekelompok masyarakat dan bahkan dijadikan semacam aturan baku pada kelompoknya. Dalam hal ini kita bisa melihat bagaimana diskriminasi terhadap anak-anak juga terjadi di jajaran otoritas pemerintahan terjadi. Hal itu terjadi karena mereka beralasan:

  • Selaku abdi negara mereka merasa berhak untuk melegitimasi wewenang mengambil keputusan bagi anak-anak berdasarkan kacamata orang dewasa
  • Adanya anggapan anak-anak cenderung tidak terlihat dalam hitungan statistik
  • Anak-anak dipandang sebagai anggota masyarakat yang tidak produktif, sehingga kebutuhan dan kepentingan mereka dapat dikalahkan oleh kepentingan dan kebutuhan orang dewasa

Akibat dari tindakan diskriminatif ini dalam jangka panjang sudah jelas adalah munculnya berbagai kasus kekerasan terhadap anak-anak, seperti telah diutarakan di awal tulisan. Lebih lanjut, anak-anak akan tumbuh dewasa dengan kecenderungan negatif. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang pencemas, sulit berkonsentrasi, disorientasi seksual, mengalami gangguan fisik dan emosional, agresif, pendendam, dan cenderung meniru tingkah laku orangtuanya yang kasar. Mungkin pembunuh berdarah dingin sekelas Verry Idham Henyansyah alias Ryan, awal mulanya juga seperti itu. Karena tidak ada model didikan yang dapat mendukung perkembangan sisi emosinya secara baik akhirnya mereka tumbuh dewasa sebagai pribadi yang tidak stabil.

Solusi Dari Sudut Pandang Psikologi

Menurut Kak Seto Mulyadi, Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Indonesia, orang tua sangat berperan dan bertanggung jawab untuk mendidik putra-putrinya dengan baik. Namun perlu senantiasa kita ingat bahwa anak-anak sebagai generasi yang unggul tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Mereka sungguh memerlukan lingkungan subur yang sengaja diciptakan sehingga memungkinkan potensi mereka dapat tumbuh dengan optimal.

Bayi-bayi yang memperoleh berbagai rangsangan mental dalam bentuk pengalaman yang kaya, juga cenderung akan memiliki perkembangan jiwa yang sehat. Pengalaman tersebut dapat berupa sentuhan hangat, dekapan, belaian, senandung lagu-lagu yang merdu atau dongeng indah yang dibacakan ibu dalam suasana kasih sayang yang hangat.

Bayi-bayi yang memperoleh sentuhan emosional demikian akan tumbuh sehat dan cerdas di kelak kemudian hari. Pendidikan terhadap anak baru dianggap berhasil jika para orang tua dan guru mampu memahami anak sebagai individu yang unik, di mana setiap anak dilihat sebagai individu yang memiliki potensi-potensi yang berbeda satu sama lain namun saling melengkapi dan berharga.

Selain itu, ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan dalam kaitannya dengan upaya kita memahami anak:

  • Anak bukan orang dewasa mini. Mereka memiliki keterbatasan-keterbatasan dibandingkan dengan orang dewasa. Mereka memiliki dunia sendiri yang khas dan harus dilihat dengan kacamata anak-anak. Untuk itu untuk menghadapi mereka dibutuhkan kesabaran, pengertian dan toleransi yang mendalam.
  • Sesuatu akan dilakukan oleh anak-anak dengan penuh semangat apabila terkait dengan suasana yang menyenangkan. Namun sebaliknya akan dibenci dan dijauhi jika suasananya tidak menyenangkan. Seorang anak akan rajin belajar dan melakukan pekerjaan rumahnya apabila suasana belajarnya menyenangkan dan menumbuhkan tantangan.
  • Selain itu anak juga akan berkembang secara psikologis. Ada fase-fase perkembangan yang dilaluinya dan anak menampilkan berbagai perilaku sesuai dengan ciri-ciri masing-masing fase perkembangan tersebut. Dengan memahami bahwa anak berkembang, kita akan tetap tenang dan bersikap dengan tepat menghadapi berbagai gejala yang mungkin muncul pada setiap tahap tertentu perkembangannya tersebut
  • Salah satu proses pembentukan tingkah laku anak-anak adalah diperoleh dengan cara meniru. Anak-anak yang gemar membaca adalah anak-anak yang mempunyai lingkungan dimana orang-orang disekelilingnya juga gemar membaca. Mereka meniru ibu, ayah, kakak, atau orang-orang lain di sekelilingnya yang mempunyai kebiasaan tersebut. Dengan demikian maka orang tua dan guru dituntut untuk bisa memberikan contoh-contoh keteladanan yang nyata akan hal-hal yang baik, termasuk perilaku bersemangat dalam mempelajari hal-hal baru
  • Anak-anak pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya, imajinasinya tinggi, minatnya luas, tidak takut salah, bebas dalam berpikir, senang dengan hal-hal baru, dan sebagainya. Namun sering dikatakan bahwa begitu anak masuk sekolah kreatifitas anak menjadi menurun. Hal ini disebabkan pola pengajaran disekolah terlalu menekankan cara berpikir konvergen, sementara cara berpikir divergen kurang dirangsang.

Khusus untuk orang tua di rumah, agar tidak terjebak pada pola pikir yang konvergen, maka hendaknya mereka bersikap terbuka ketika menerima gagasan-gagasan dari anak-anak meskipun kelihatannya tampak aneh dan tidak lazim. Bagaimanapun, mereka perlu diberi kesempatan untuk berimajinasi (berpendapat dengan caranya sendiri). Jangan memaksakan kehendak kepada mereka.

  • Memahami anak juga dapat dilakukan dengan cara menjalin komunikasi yang senantiasa terbuka antara orang tua dan anak. Rata-rata anak-anak tidak mau melanjutkan komunikasi dengan orang tuanya dikarenakan ketika anak menceritakan masalahnya orang tua cenderung ikut campur, kemudian menyalahkan atau memberi mereka kuliah yang panjang lebar. Reaksi-reaksi semacam ini tentu saja akan merusak komunikasi. Anak-anak akan jadi tersinggung dan tidak akan mau melanjutkan komunikasinya. Oleh karena itu, orang tua perlu lebih terbuka pada anak-anak. Tunjukkan bahwa orang tua mengerti bagaimana perasaan anak, sehingga anakpun akan terdorong untuk lebih mudah menerima masukan dari orang tuanya. Selain itu anak juga akan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap masalah yang dihadapinya karena dia diberi kepercayaan untuk memecahkan masalahnya sendiri.

Sebaliknya, dalam memberikan nasehat orangtua juga dituntut agar lebih efektif memilih suatu cara untuk mempengaruhi anak agar mengubah tingkah lakunya yang tidak dapat diterima oleh orang tuanya. Dalam hal ini, orang tua harus jujur mengatakan akibat dari tingkah lakunya tersebut. Jangan langsung mencapnya dengan sesuatu yang buruk seperti kamu ’jahat’ atau ’bandel’.

Anggapan kolot mayoritas orang Indonesia bahwa anak merupakan ”properti” milik mereka sehingga mereka berhak mengatur anaknya sesuka hatinya sudah selayaknya diubah sekarang. Semboyan ”Banyak anak banyak rejeki” kini sudah sepatutnya mendapatkan penafsiran yang lebih manusiawi. Orang tua harus sadar bahwa anak bukanlah ”sumber investasi” melainkan ”amanah” dari Tuhan. ”Amanah” itu merupakan satu individu tersendiri yang tidak ada kaitannya dengan diri kita. Kita hanya bertugas mengantarkan ”amanah” itu sampai ke tujuannya sendiri dengan selamat. Selebihnya kita tidak berhak memiliki ”amanah” itu sebagai harta milik pribadi, apalagi sampai mengesploitasinya sebagai mesin pencetak uang.

Perkara sebagai tanda bakti anak-anak lantas diwajibkan membalas kebaikan orang tua dan merawatnya di hari tua itu adalah masalah lain. Yang penting di sini, anak jangan pernah dituntut harus bisa memenuhi semua standar yang diinginkan orang tuanya. Biarkan saja mereka berkembang sesuai dengan kemampuannya sendiri dan menghasilkan karya ciptanya sendiri selagi mereka sanggup bertanggung jawab untuk itu. Karena akan percuma saja ribuan peraturan perundang-undangan tentang perlindungan anak dibuat pemerintah negara ini kalau masyarakatnya sendiri juga tidak mau mengubah pola hidupnya yang ala raja-raja kuno dan kolonial memperlakukan anak-anaknya. Selamanya anak-anak akan merasa tertekan dan tidak berkembang. Padahal bisa jadi kenapa Indonesia punya banyak koruptor saat ini, salah satu alasannya adalah dulu sewaktu mereka masih anak-anak mereka selalu ditekan oleh orang tuanya agar punya target mendapatkan pekerjaan yang bisa cepat menghasilkan uang sehingga bisa segera memperbaiki perekonomian keluarga. Pada mereka tidak pernah diberikan kesempatan bagaimana caranya mengembangkan bakat atau potensi yang sudah ada pada diri mereka sebelumnya. Semua-muanya harus selalu sesuai dengan selera orang tua.@

***

Maka pesan bagi orang tua dan para calon orang tua yang beragama muslim:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

-diambil dari berbagai sumber-