Kamis, 03 Juli 2008

TOKSOPLASMA

Sebelum ini toksoplasma dianggap hanya diderita oleh wanita-wanita hamil. Padahal sebenarnya siapapun bisa saja terjangkit penyakit ini. Umumnya janin dalam kandungan sulit terhindarkan dari kematian jika si ibu mengidap Tosoplasma gondii, sejenis parasit penyebab toksoplasma.

Ternyata parasit yang umumnya menyerang anak kucing berusia kurang dari 2 tahun ini tidak hanya menyerang wanita hamil, akan tetapi semua orang baik itu pria maupun wanita. Yang paling mudah terserang adalah mereka yang memiliki daya tahan tubuh sangat lemah seperti pengidap HIV/AIDS, kanker dan lain-lain.

Umumnya penyakit ini baru diketahui setelah melalui proses pemeriksaan laboratorium yang disebut dengan Serologi IgG anti toksoplasma. Kucing sendiri terinfeksi toksoplasma dari tikus dan burung yang menjadi hewan buruan mereka. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan sedikitnya 30% kucing di Negara itu telah terinfeksi oleh Toxoplasma gondii. Artinya, sebanyak itu pula kucing yang berpotensi menularkan toksoplasmosis pada manusia.

Bagaimana Penularan Terjadi?

Telur toksoplasma banyak terdapat di air dan tanah. Hewan-hewan seperti tikus, burung, kucing dan anjing, terinfeksi setelah telur masuk ke dalam usus dan berkembang menjadi parasit. Di dalam usus, parasit akan berkembang dengan mengeluarkan jutaan telur. Selanjutnya telur-telur itu akan dikeluarkan bersamaan dengan kotoran hewan. Di tanah yang lembab atau air, telur tersebut dapat bertahan hidup selama kurang lebih satu tahun. Oleh karena itulah telur-telur toksoplasma bisa dengan mudah mencemari bahan pangan. Apakah itu melalui daging sapi dan kambing, buah-buahan maupun sayuran yang disiram dengan air yang terkontaminasi toksoplasma. Memakan daging atau sayuran yang tidak dimasak dengan baik akan memberikan kesempatan pada Toxoplasma gondii untuk ikut masuk dalam tubuh manusia dalam keadaan ’hidup’. Toksoplasma tidak ditularkan dari manusia ke manusia lain. Tapi penularan melalui plasenta sangat mungkin terjadi dari ibu hamil yang terinfeksi pada janinnya.

Orang sehat yang terinfeksi toksoplasma biasanya tidak mengalami gejala yang berarti. Gejala infeksi toksoplasma biasanya berupa:

  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher dan kepala
  • Sakit otot
  • Sakit tenggorokan saat menelan
  • Demam yang datang dan pergi
  • Rasa tidak enak badan

Tak jarang gejala-gejala seperti itu hilang dengan sendirinya. Dengan catatan, sistem kekebalan tubuh harus berada pada tingkat yang optimal. Meski awalnya gejala itu ringan, namun pada akhirnya bukan tidak mungkin berubah serius bahkan fatal pada tubuh manusia.

Infeksi topksoplasma sangat ditakuti oleh ibu hamil, terutama yang kehamilannya baru memasuki trisemester pertama dan kedua. Pasalnya, jika infeksi terjadi pada janin berusia kurang dari 6 bulan maka akan mengakibatkan neonatal congenital toxoplasmosis (gangguan pada sistem saraf pusat) dan yang lebih parah adalah keguguran.

Jika ibu hamil baru terinfeksi saat tiga bulan terakhir kehamilan, maka biasanya bayi akan lahir dengan selamat, dan tidak menampakkan gejala sakit apapun. Namun dua kemungkinan akan terjadi mengiringi kelahiran tersebut. Pertama, infeksi tidak berlanjut dan gejala hilang. Kedua, infeksi berlanjut hingga beberapa tahun kemudian menjadi toksoplasma kronis.

Toksoplasma kronis memiliki beberapa gejala yang cukup serius, seperti mata berair (retinochoriditis) yang jika berlanjut akan menyebabkan kebutaan, kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kekuningan, di kulit mudah terlihat memar dan kejang-kejang. Bahkan pada kasus yang lebih berat (cerebral toxoplasmosis) akan terjadi sakit kepala yang berat, kejang otot, kelebihan cairan di otak (encephalitis), mati rasa pada salah satu sisi badan, perubahan kepribadian dan mood, serta gangguan penglihatan.

Agar Tak tertular

Beberapa jenis antibiotik dapat digunakan untuk menyembuhkan toksoplasmosis. Selain itu, pengobatan alternatif yang berasal dari tumbuhan, hemoterapi, dan akupuntur juga dapat digunakan. Sayangnya, hingga kini belum ada vaksin yang dapat mencegah terjadinya toksoplasmosis. Namun, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk melindungi diri anda dan keluarga dari infeksi toksoplasma. Caranya adalah:

· Hindari kontak langsung dengan kotoran kucing atau hewan lainnya. Jika anda membersihkan kotoran hewan peliharaan, gunakan sarung tangan. Setelah itu, cucilah tangan anda bersih-bersih dengan sabun.

· Setelah kontak dengan daging mentah atau setengah matang, jangan langsung memegang mata, hidung, atau mulut yang dapat memungkinkan telur toksoplasma masuk ke dalam tubuh. Cucilah dulu tangan anda dengan sabun agar terbebas dari parasit juga telurnya

· Cucilah dengan bersih segala peralatan yang digunakan untuk memotong dan menyimpan daging

· Biasakanlah selalu mencuci dengan air matang sayuran dan buah sebelum dikonsumsi atau disimpan dalam lemari es

· Hindari mengkonsumsi daging setengah matang, terutama daging kambing dan babi (bagi yang mengonsumsi babi, red). Bila anda memesan atau memasak steik, sate, masaklah hingga betul-betul matang, bagian tengah daging tidak lagi berwarna merah seperti daging mentah dan tidak mengeluarkan darah. Bila anda membeli sate di pedagang sate, pastikan bahwa mereka tidak meletakkan kembali sate yang telah dipanggang matang ke piring tempat sate mentah diberi bumbu.

· Simpan persediaan daging pada suhu 20 derajat celsius selama 2 hari. Suhu ekstrim ini dapat menghambat parasit toksoplasma hidup dan berkembang biak.

· Gunakan sarung tangan dan sepatu boot jika akan berkebun. Jauhi peralatan/lingkungan tempat main kucing dari ibu hamil dan anak-anak.

· Buanglah kotoran kucing setiap hari, karena dalam waktu kurang dari 24 jam kotoran tersebut bisa menularkan penyakit.

· Jika memelihara kucing, jangan memberinya makanan berupa daging mentah atau setengah matang. Berilah makanan yang sudah dimasak, dan makanan yang kering (kalengan). Perlakukan pula hal serupa untuk air minumnya.

· Jangan biarkan kucing peliharaan anda memburu dan memangsa tikus atau burung

· Lakukan pemeriksaan kesehatan hewan peliharaan kesehatan hewan peliharaan anda di dokter hewan secara rutin.@ 1 Juli 2008

(Sumber: Majalah Femina)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar