Kamis, 03 Juli 2008

MAKNA KOTA MEKKAH DAN KA’BAH



Kota Mekkah dan bangunan ka’bah tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Siapapun yang menyebut kota Mekkah pasti akan mengingat keberadaan ka’bah di sana. Begitupula sebaliknya, jika disebut bangunan ka’bah orang akan segera ingat letaknya yang berada di kota Mekkah.

Mekkah

Menurut sejarah Mekkah dianggap sebagai kota tertua dan tersuci di dunia. Hal ini juga tertuang dalam Al Qur’an:
Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat ibadah) manusia adalah Baitullah di Bakkah yang diberkati dan dijadikan petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imran: 96)

Allah swt menyebut Mekkah sebagai Ummul Qura (Induk dunia). Artinya Mekkah adalah induk dari seluruh kota dan desa di muka bumi. Para mufasir seperti Qatadah, As Suddi, dan Mujahid berpandangan bahwa Baitulharam merupakan rumah pertama yang muncul di permukaan air ketika Allah swt menciptakan langit dan bumi. Kala itu Mekkah berupa titik besar dari gumpalan putih yang mengapung di atas air, sementara bumi terbentang di bawahnya.

Ada satu hal yang unik yang dapat kita kaji di sini. Di dalam salah satu bagian Kitab Suci umat Hindhu, yakni Atharva Weda bab ke 20 ada kata yang dikenal dengan Kuntap Sukt. Kuntap berarti penghapusan kesengsaran atau masalah. Sementara penghapusan kesengsaraan dunia disebut dengan Kuntap Sukt. Secara luas kata ini bermakna bahwa ajaran ini akan muncul di suatu masa di masa depan dan akan menajdi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin).

Selain itu Kuntap juga bermakna kelenjar yang tersembunyi di dalam perut. Maksudnya, sesuatu yang tersembunyi itu terhubung dengan pusat dan titik tengah bumi.
Sungguh sebuah kebetulan yang tidak biasa, Mekkah dikenal sebagai Ummul Qura atau pusat dunia. Secara harfiah Mekkah berarti perut, sedangkan Bakkah berarti payudara. Jika kedua kata itu diterjemahkan secara luas, maka akan diperoleh pengertian sebagai berikut; seorang bayi akan selalu diberi asupan makanan oleh ibunya yang diperoleh dari hasil perubahan-perubahan kimiawi di dalam kelenjar-kelenjar tubuh di bagian payudara dan perut sang ibu. Kelak zat yang sama yang menjadi nutrisi sang anak di dalam rahim akan berubah menjadi susu dan keluar melalui payudara sang ibu sebagai ASI. Dengan demikian, Mekkah (perut) dan Bakkah (payudara) bisa diberi makna tempat pertama yang memberi nutrisi bagi umat manusia untuk tumbuh berkembang secara spiritual.

Kuntap sukt dalam kitab Hindhu selalu menjadi rahasia dan teka-teki bagi penganutnya dan para pakar yang menelitinya. Namun uniknya, kata kuntap (kelenjar tersembunyi di dalam perut) ini tak lagi menjadi teka-teki bagi umat Nabi Muhammad saw. Walaupun umat muslim tak pernah mengenal apa yang dinubuatkan (diramalkan) oleh kitab-kitab umat Hindhu tersebut namun demikian mereka telah menjawab apa yang sebetulnya menjadi teka-teki bagi umat Hindhu.

Ka’bah

Jika Mekkah begitu berarti sebagai induk dunia, maka yang membuatnya menjadi sangat penting adalah keberadaan ka’bah. Persoalannya sekarang adalah mengapa harus ka’bah? Sebuah pertanyaan yang selalu diinginkan jawabannya oleh setiap muslim.

Menurut pendapat para ulama dan pakar sejarah, dinamakan ka’bah karena bentuknya yang kubus. Mereka mengatakan bentuk kubus itu bukan tanpa alasan. Desain yang seperti itu dan letaknya yang berada di Mekkah adalah karena secara geografis ia berada sejajar dengan Baitulmakmur di langit. Baitulmakmur adalah sebuah bangunan mirip ka’bah di langit keempat. Disebut begitu karena malaikat selalu memakmurkan tempat itu dengan melakukan ibadah dan bertasbih kepada Allah swt secara terus menerus. Bahkan, menurut Amirulmukminin Ali bin Abu Thalib ra, sebanyak 70 ribu malaikat memasukinya setiap hari untuk beribadah, kemudian keluar dan tidak pernah kembali ke sana. Karena hari selanjutnya merupakan giliran 70 ribu malaikat lainnya untuk beribadah di dalamnya.

Begitu istimewanya Baitulmakmur ini sampai-sampai Allah swt bersumpah dengannya:
Demi Bukit Thur dan kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitulmakmur” (QS. Ath Thur: 1-4)

Sedang Nabi Muhammad saw bersabda demikian,
”Baitulmakmur sepadan dengan Baitulharam di Mekkah. Seandainya ia jatuh dari langit keempat pasti akan mendarat tepat di lokasi Baitulharam.”

Sebagaimana ka’bah yang berbentuk kubus, Baitulmakmur bentuknya juga kubus. Begitu pula dengan Arsy. Bentuk kubus melambangkan empat pilar yang harus dipegang kuat-kuat dalam beriman. Empat pilar itu meliputi:
Pertama, Subhanallah, yang berarti penyucian dan pengagungan Sang Pencipta.
Kedua, Alhamdulillah, yang bermakna setiap mukmin sejati tidak pernah lupa bersyukur kepada Penciptanya.
Ketiga, La Ilaha illallah, yang bermakna pengesaan sepenuhnya terhadap Allah swt.
Keempat, Allahu akbar.

Dalam satu riwayat Nabi muhammad saw pernah bersabda,
Dalam setiap siang dan malam hari, Allah swt menurunkan 120 rahmat ke Baitullah ini. 60 untuk orang yang thawaf, 40 untuk orang yang melakukan sholat, dan 20 untuk orang yang menyaksikan.”

Makna ka’bah yang lainnya adalah secara spiritual ka’bah menjadi semacam pusat medan magnet dan titik fokus utama umat Islam dalam beribadah. Seperti layaknya planet-planet yang menujukan titik fokusnya pada matahari yang berada di tengah-tengah orbit dan bermilyar-milyar matahari menujukan titik fokusnya pada black hole, maka manusia pun menjadikan ka’bah sebagai kiblat-sebagai titik fokus utama dalam beribadah. Dalam orbitnya planet-planet tidak akan berputar secara melenceng dari garis orbitnya, kecuali dia ingin bertabrakan dengan planet lainnya dan hancur lebur. Maka manusia pun diharapkan juga begitu, berjalan sesuai dengan garis orbitnya. Sudah sewajarnya jika Ka’bah dijadikan sebagai patokan untuk berjalan sesuai orbit yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Sungguh bukan suatu kebetulan jika planet-planet dan orang berthawaf memiliki satu kesamaan, yakni berputar mengelilingi kiblatnya masing-masing dengan gerakan yang seragam berlawanan arah dengan detak jarum jam. Makna spiritualnya, jika usia alam semesta semakin lama semakin habis maka sudah sepatutnya jika bekal kebajikan yang dibawa untuk hari akhir semakin lama semakin bertambah banyak. Bukankah bayi baru dapat dikatakan tumbuh dengan baik kalau dia bisa memanfaatkan asupan nutrisi yang diberikan ibunya secara baik pula? Tapi anehnya kenapa rata-rata manusia semakin hari semakin banyak membuat kerusakan??@
-------------*****--------------*****------------
Artikel ini ditulis pada 1 Juli 2008.

6 komentar:

  1. saya masih kompius..adakah dibawahnya itu terletak kuburannya nabi adam a.s.

    BalasHapus
  2. masa' iya githu sih??kayaknya ga mungkin...

    BalasHapus
  3. ka'bah berbentuk segi empat...kenapa?
    maksud segi empat adalah aturan, hukum, batasan...
    yaitu
    Subhanallah, Alhamdulillah, La Ilaha illallah, Allahu akbar. yang jika dijabarkan adalah aturan pada hukum islam.
    kita beriman pada Allah yang dibuktikan dengan tunduk padanya tunduk pada aturannya...
    semoga membantu

    BalasHapus