Kamis, 03 Juli 2008

BAHAYA DAGING BABI BAGI KESEHATAN

"Katakanlah: 'Tiadalah aku peroleh wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -karena sesungguhnya semua itu kotor- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Rabbmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al An'aam: 145)

Babi adalah hewan yang sangat kotor karena biasanya memakan segala sesuatu yang diberikan kepadanya dari mulai bangkai, kotorannya sendiri sampai kotoran manusia. Secara psikis babi memiliki tabiat yang malas, tidak menyukai matahari, sangat suka makan dan tidur, memiliki sifat tamak, dan tidak memiliki kehendak dan daya juang, bahkan untuk membela diri sekalipun.

Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Di antara parasit-parasit itu adalah sebagai berikut:


  • Cacing Taenia Sollum

Parasit ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dinding-dinding gelembung ini akan dicerna oleh perut manusia. Peristiwa ini akan menghalangi perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 3 meter. Cacing ini akan melekat pada dinding usus dengan cara menempelkan kepalanya lalu menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu bisa menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena cacing ini bisa mengeluarkan racun.

Apabila pada diri seseorang, khususnya anak-anak, telah diketahui terdapat cacing ini di lambungnya maka dia akan mengalami hysteria atau perasaan cemas. Terkadang larva yang ada dalam usus manusia ini akan memasuki saluran peredaran darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, hati, saraf tulang belakang, dan paru-paru. Dalam kondisi ini dapat menyebabkan penyakit yang mematikan.

  • Cacing Trichinia Spiralis

Cacing ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika seseorang mengkonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka gelembung-gelembung -yang mengandung larva cacing ini- dapat tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru-paru dan jantung, dan di daerah-daerah lain di tubuh. Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berakhir dengan kematian.

Bisa jadi, cacing jenis ini tidak akan membuat seseorang meninggal dalam waktu singkat. Namun patut diketahui bahwa cacing-cacing kecil yang berkembang di otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging babi bisa dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal dunia.

· Cacing Schistosoma Japonicus

Ini adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang dilkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka menyentuh atau mencuci tangan dengan air yang mengandung larva cacing yang berasal dari kotoran babi. Cacing ini dapat menyelinap ke dalam darah, paru-paru, dan hati. Cacing ini berkembang dengan sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih dari 20.000 telur, serta dapat membakar kulit, lambung dan hati. Terkadang juga menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang berakibat pada kelumpuhan dan kematian.

· Fasciolepsis Buski

Parasit ini hidup di usus halus babi dalam waktu yang lama. Ketika terjadi percampuran antara usus dan tinja, parasit ini akan berada dalam bentuk tertentu yang bersifat cair yang bisa memindahkan penyakit pada manusia. Kebanyakan jenis parasit ini terdapat di daerah China dan Asia Timur. Parasit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan pembengkakan di sekujur tubuh, serta bisa menyebabkan kematian.

· Cacing Ascaris

Panjang cacing ini adalah sekitar 25 cm. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru, radang tenggorokan dan penyumbatan lambung. Cacing ini tidak bisa dibasmi di dalam tubuh, kecuali dengan cara operasi.

· Cacing Anklestoma

Larva cacing ini masuk ke dalam tubuh dengan cara membakar kulit ketika seseorang berjalan, mandi, atau minum air yang tercemar.

Cacing ini bisa menyebabkan diare dan pendarahan di tinja, yang bisa menyebabkan terjadinya kekurangan darah, kekurangan protein dalam tubuh, pembengkakan tubuh, dan menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan mental, lemah jantung dan akhirnya bisa menyebabkan kematian.

· Calornorchis Sinensis

Ini jenis cacing yang menyelinap dan tinggal di dalam air empedu hati babi, yang merupakan sumber utama penularan penyakit pada manusia. Cacing ini terdapat di China dan Asia Timur, karena orang-orang di sana biasa memelihara dan mengkonsumsi babi. Virus ini bisa menyebabkan pembengkakan hati manusia dan penyakit kuning yang disertai dengan diare yang parah, tubuh menjadi kurus dan berakhir dengan kematian.

· Cacing Paragonimus

Cacing ini hidup di paru-paru babi. Cacing ini tersebar luas di China dan Asia Tenggara tempat di mana babi banyak dipelihara dan dikonsumsi. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru. Sampai sekarang belum ditemukan cara membunuh cacing di dalam paru-paru. Tapi yang jelas cacing ini tidak terdapat, kecuali di tempat babi hidup. Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, di mana penderita akan merasa sakit, ludah berwarna cokelat seperti karat, karena terjadi pendarahan pada kedua paru-paru.

· Swine Erysipelas

Parasit ini terdapat pada kulit babi. Parasit ini selalu siap untuk pembakaran pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi dengannya. Parasit ini bisa menyebabkan radang kulit manusia yang memperlihatkan warna merah dan suhu tubuh tinggi.

Sedang kuman-kuman yang ada pada babi dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah TBC, Cacar (Small pox), gatal-gatal (scabies), dan Kuman Rusiformas N.

Dalam berbagai argumentasi, sebagian orang berpendapat jika peralatan modern sudah jauh lebih maju dan bisa menanggulangi cacing-cacing ini sehingga tidak berbahaya lagi, karena panas tinggi yang dihasilkan oleh alat tersebut. Sayangnya mereka lupa bahwa pengetahuan mereka masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Sampai sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan benar berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk membunuh cacing-cacing ini. Padahal menurut teori, memasak daging yang benar adalah tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama. Karena jika terlalu cepat dikhawatirkan parasit-parasit yang terdapat dalam daging tidak sempat mati sementara kalau terlalu lama semua kandungan gizi daging akan hilang dan hanya menyisakan toxic (racun). Kalau sudah demikian siapa yang berani menjamin kalau daging babi cukup aman untuk dikonsumsi?

Memang benar dalam tubuh sapi juga ada cacing. Cacing tersebut diberi nama T. Saginata. Tapi babi sendiri kadang-kadang juga menjadi sarang cacing jenis ini. Namun demikian ada perbedaan yang mendasar antara cacing yang terdapat pada sapi dan cacing yang ada pada babi. Saginata yang ada pada babi melangsungkan proses hidupnya dalam tubuh manusia sedangkan saginata yang ada pada sapi hanya dapat hidup di dalam sapi dan tidak hidup di dalam tubuh manusia, sekalipun sudah terlanjur masuk dalam tubuh manusia. Adapun keberadaan saginata dalam tubuh manusia mungkin disebabkan oleh proses masak yang tidak baik di dalam tubuh babi.

Disamping itu daging babi adalah daging yang paling sulit dicerna, karena kandungan zat lemaknya sangat tinggi. Tabel berikut akan menjelaskan kadar lemak yang terdapat dalam daging babi dan hewan lainnya:


Yang Gemuk

Yang Sedang

Yang Kurus

Babi

91%

60%

29%

Sapi

35%

20%

6%

Kambing

56%

29%

14%

Selain itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang pertama kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang terakhir adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut dimasak, maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi.

Dari hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.

Singkatnya, Allah swt ketika mengharamkan babi pasti memiliki maksud yang baik. Allah swt faham betul batas kemampuan tubuh manusia mencerna makanan dan mempertahankan diri dari berbagai macam serangan parasit itu seperti apa, karena bagaimanapun kita ini adalah ciptaan-Nya. Allah-lah yang mendesain tubuh kita, jadi Allah swt pasti tahu betul apa kelemahan kita dan usaha apa yang harus dilakukan-Nya untuk melindungi diri kita. Namun jika ada seorang penantang bertanya untuk apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan? Maka kita bisa menjawabnya dengan mengatakan bahwa di dalam tubuh babi ada hal yang bisa kita petik pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu atau bibit penyakit lainnya. Namun jika dia masih juga bersikukuh tentang babi, maka paling tidak dia harus bisa membuktikan bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit maupun kandungan lemaknya yang tinggi. Apa dia dapat melakukannya sementara para ahli saja tidak benar-benar berani menjaminnya? --@--

Sumber rujukan: ”POLA MAKAN RASULULLAH”, 1 Juli 2008

capeeekk maaaak....

20 komentar:

  1. dagign babi bahaya..sampe2 pake di debatin...belum pernh saya dgr makan daging itu sehat...bahkan jaman sekarang sayur,makanan pabrik..mana ada yg bener...

    BalasHapus
  2. hmm.....membuktikan daging babi aman dr parasit...ayam flu burung...sapi antrax...kambing asam urat plg tinggi...bang ada yg saranin makan daging itu bagus gk??? para ahli pun menyarankan daging dimasak benar2 n gk ada yg saranin makan berlebihan...makanan minuman pabrik pun ngk ada yg bagus..sayuran skrg pake obat ini itu...ikan kena pencemaran laut..skrg mo gmn??? mo makan apa kita???????????????????????????

    BalasHapus
    Balasan
    1. dasar bodoh lo... Kalo pola pikirmu kayak gitu ... Tolol low.. Gini .. Seumpama kamu kena diabetes. Kamu ke dokter.. Pasti kamu dilarang makan gula... Tau sendiri kan gula manis.. Tp dilarang karena berbahaya bagi yg kena diabetes . Tp buat yg sehat dmtidak masalah.. Udah jelas.. Perintahy.. Makanlah makanan yg baik untuk mu .. Kalo daging sapi baik .. Makan. Kalo berbahay untuk kesehatanmu .. Jangan makan.. Kalo ngomingin penyakit pada sapi.. Apa semua sapi. Gak kan..
      Kalo daging babi.. Udah jelas berbahaya.. Tanya para dokter.. dasar loe otak babi ..

      Hapus
    2. wkwkkwkwkwk... setuju brooooo.... Perintahy.. Makanlah makanan yg baik untuk mu .. Kalo daging sapi baik .. Makan. Kalo berbahay untuk kesehatanmu .. Jangan makan.. Kalo ngomingin penyakit pada sapi.. Apa semua sapi. Gak kan..
      Kalo daging babi.. Udah jelas berbahaya.. Tanya para dokter.. dasar loe otak babi ..

      Hapus
  3. banyak ahli gizi yang nyaranin kalo "daging" itu bagus bagi kesehatan karena banyak mengandung protein, ini sama aja dengan "tahu" yang juga disaranin oleh ahli gizi untuk dikonsumsi karena kandungan protein nabatinya yang baik bagi tubuh. Nah, masalahnya kalo "daging" lebih bnyk mengandung parasit apa ya mau dimakan sama kayak tahu besar kandungan formalinnya apa ya mau anda konsumsi juga?????????

    BalasHapus
  4. minta saran dunk tolong buatin menu makanan yang benar-benar tidak berbahaya, rendah lemak, cepat dicerna, tidak berformalin dan bahan pengawet lainnya, gampang di cari dipasar serta murah harganya.

    BalasHapus
  5. islam itu petunjuk bagi ummatnya agar selamat dunia dan akhirat. jika percaya, taatilah. jika tidak, berbuatlah sesukamu....
    semoga Allah memberimu hidayah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul tuh, , ,
      stju bgettt

      Hapus
  6. Haram Hukumnya makan daging babi Bukti Alkitab Kristen

    Bukti Baca Imamat 11:7
    Yesaya 66:17 Selamat membaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sudah googling , bener ternyata bukan cuma islam aja yg melarang makan babi

      Hapus
  7. Bukannya cacing pita klw di bakar 100drajat mati,trs apa lagi yg lebih bahaya dr cacing pita babi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah orang awam tau hal itu? Bagaimana caranya ketika kita memasak panasnya mencapai 100 derajat? sedangkan untuk memasak sesuatu selain daging babi saja biasanya tidak sampai segitu.

      Hapus
  8. jngn souson
    babi itu enak bro,,,mantap
    apalagi babi guling,,,wihhh mantapnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan dilanjutkan saja makannya kalau begitu...

      Hapus
    2. *su'uzon kalau mau tau

      enak awalnya saja, tapi akhirnya menderita luar biasa.

      Hapus
  9. hasil penelitian, daging babi adalah daging paling empuk di dunia. jangan bilng daging haran apalgi babi. sapi pun maunya makan kotoran kalau di amati. klw mmang babi haram, knapa T uhan menciptakannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lalu, kenapa kalau paling empuk? kenapa tuhan menciptakannya? ya agar manusia belajar. Manusia berbeda sama babi. Perhatikan deh sifat dan tingkah lakunya babi. "apa yang kita makan akan menjadi bagian dari diri kita" Ga mau kan disamain sama babi?

      Hapus
  10. Tanyakan pada Tuhanmu yesusmu

    BalasHapus
  11. biarin aja deh brow mereka ngomong sesuka mereka...toh ntar yang rugi jg mereka sendiri,...mereka adalah contoh orng yang di butakan hatinay oleh allah..mereka selalu merasa benar walaupun mereka salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebanyakan makan yg haram itu bro,,, jadi udah kga bisa di nasehatin,,,

      Hapus