Selasa, 29 Juli 2008

Kepiting Berlafadz Allah?

Penemuan kepiting aneh berlafal asma Allah membuat warga Sumenep, Madura gempar. Untuk membuktikan kebenaran tulisan tersebut, wartawan bersama warga lainnya mencoba menggosok tulisan berwarna orange itu dengan sebuah besi.

Sayangnya, meski lafal Allah itu digosok berulangkali, namun tulisan berwarna orange itu tetap tidak hilang. Tulisan tersebut seakan sudah menyatu dalam kulit keras kerang temuan Masjuri.

“Digosok berulang-ulang kok tidak hilang ya. Mungkin ini memang asli,” kata Bambang, salah seorang warga yang mencoba menggosok tulisan itu, kepada detiksurabaya, Rabu (28/5/2008).

Sementara, menanggapi temuan kepiting berlafal Allah temuan Masjuri (25), warga Dusun Perreng Tale, Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar pemiliknya menjaga kesucian lafal Allah itu serta untuk tidak ditempatkan disembarang tempat.

Kepiting yang dianggap aneh karena terdapat lafal Allah berwarna orange di kulitnya ini membuat gempar warga sekitar. Kepiting jantan ini ditemukan Marjuki saat mencari kepiting di pesisir pantai Panele, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Rabu (28/5/200 pagi tadi.(dtksby)

***

saya juga pernah lihat berita di televisi ada seorang bayi dengan telinga berlafalkan Allah. selain itu saya juga pernah memiliki seekor ikan yang motif garis-garis di badannya juga nyaris membentuk asma Allah. tapi terlepas apakah kenyataan ini memang benar adanya demikian atau hanya sekedar kebetulan belaka, namun jika saya menelaahnya, itu semua terjadi karena Allah benar-benar sedang mengingatkan bangsa Indonesia untuk segera sadar dari keblingerannya selama ini. itu seperti Allah sedang berkata dengan keras: "Wahai hamba-hamab-Ku, pandanglah Aku. Jangan hanya kau pintar ruku' dan sujud namun tidak kau imbangi dengan perilakumu yang terus menerus menghancurkan bumi-Ku." Astagfirullah hal adzim!

Ketinggalan Sepur

Mari nglaporno margaret thatcher sutaji oleh tugas maneh seko kaji Imron.
Sutaji dikongkon ngeterno duwek rong juta gawe mbayar utange kaji Imron.
"Pak .....duwek rong juta iki dikekno sopo" ? Takok sutaji.
"nggone Pak Bunali ndek Semarang" jare Pak kaji
"sopo sing ngeterno aku nang terminal sepur" jare sutaji maneh
"Ojo kuatir ..... gempil karo sujak ngancani awakmu sampek stasion sepur"
jare Pak Kaji.

Menene wong telu budal numpak sepur jurusan semarang.
"Sepure sek suwe rek .....ayok ngopi karo rokokan desek rek" jare sutaji
Akhire wong telu mau ngobrol karo guyon cekikikan ndek warung kopi.
Saking asyike guyon wong telu mau gak ngerti lek sepure kate budal

Pas suorone sepur muni banter teett...tetttt ... arek telu mau kuaget
Mari mbayar kopi arek telu terus mblayu nututi sepur
Gempil karo sujak mblayune luwih cepet dadi sik isok mencolot mlebu nang
sepur
Sutaji ketinggalan ndek mburi ... akhire gak nutut .. wis .. ketinggalan

Gak suwe sutaji terus ngguyu kuekel ..... ha ..ha ..ha ...
Wong sing ndelok ..sutaji ... ono sing sakno .. ono sing bingung ... ono
sing ngiro arek gendeng
Satpame ndelok sutaji koyok ngono gak mentolo .. dipikir saking sedihe
terus dilampiasno ngguyu
"hei .. kon iku ketinggalan sepur kok malah ngguyu kekel opo' o? jare
satpame

Sing kate lungo iku sakjane aku .... Sing numpak sepur kok malah sing
ngeterno aku ...

***
buat yang ga ngerti bahasa jawa artinya cerita di atas intinya begini: ada sekelompok orang sedang di stasiun kereta, karena lama menunggu mereka duduk-duduk minum kopi dulu. tapi tiba-tiba peluit kereta bunyi, tanda kereta mau berangkat. singkat cerita orang-orang tadi berlarian buru-buru naik kereta. tapi salah satu dari mereka ternyata ketinggalan. anehnya, orang yang ketinggalan itu malah tertawa terbahak-bahak pasalnya yang berniat mau pergi itu dia sementara yang lainnya hanya mengantar. tapi justru yang diangkut kereta adalah yang semula hanya berniat mengantar...

Disuruh Untuk Mengawasi Pintu Supaya Tidak Ada Pencuri

Suatu hari Nasrudin kecil ditinggal ibunya untuk pergi ke rumah Ibu RT. Sebelum pergi ibunya berkata kepada Nasrudin, “Nasrudin, kalau kamu sedang sendirian di rumah, kamu harus selalu mengawasi pintu rumah dengan penuh kewaspadaan. Jangan biarkan seorang pun yang tidak kamu kenal masuk ke dalam rumah karena bisa saja mereka itu ternyata pencuri!”

Nasrudin memutuskan untuk duduk di samping pintu. Satu jam kemudian pamannya datang. “Mana ibumu?” tanya pamannya.

“Oh, Ibu sedang pergi ke pasar,” jawab Nasrudin.

“Keluargaku akan datang ke sini sore ini. Pergi dan katakan kepada Ibumu jangan pergi ke mana-mana sore ini!” kata pamannya.

Begitu pamannya pergi Nasrudin mulai berpikir, “Ibu menyuruh aku untuk mengawasi pintu. Sedangkan Paman menyuruhku pergi untuk mencari Ibu dan bilang kepada Ibu kalau keluarga Paman akan datang sore ini.”

Setelah bingung memikirkan jalan keluarnya, Nasrudin akhirnya membuat satu keputusan. Dia melepaskan pintu dari engselnya, menggotongnya sambil pergi mencari ibunya.

Sabtu, 12 Juli 2008

KALAU SISTEM PARPOL BENAR-BENAR PAYAH

Gaung perayaan PEMILU tahun 2009 sudah senter terdengar dimana-mana sekarang. Dari mulai media massa, gedung perkantoran, pasar bahkan dapur ibu-ibu rumah tangga, semuanya ramai membicarakannya. Ada yang pro namun tidak jarang yang kontra dengan keberadaan partai-partai tersebut.

Sebenarnya dibentuknya partai-partai politik (parpol) ini bertujuan baik. Ini bisa menjadi bukti bahwa Indonesia benar-benar menganut asas demokrasi yang bebas aktif dalam berpendapat dan berekspresi. Hanya sayang, dari segi marketing partai-partai politik benar-benar payah. Lihat saja cara mereka ketika merekerut anggota baru parpol, boleh dibilang lebih menyeramkan ketimbang bisnis MLM. Ya memang, tidak semua orang yang bergabung dengan parpol itu karena dia mau dibayar dengan sejumlah uang, namun demikian dalam prakteknya banyak orang mau bergabung dengan parpol karena mereka kena iming-iming uang.

Berdasarkan pengalaman PEMILU tahun 2004 lalu, terungkap fakta bahwa ketika sebuah pihak parpol mencoba bernegoisasi dengan seorang target tertentu –umumnya tokoh-tokoh yang punya figur dan pengaruh kuat di masyarakat- berbagai bujuk rayu berusaha dilancarkan. Lumayan, jika seorang negosiator berhasil memasukkan si target ke lingkungan parpol-nya dia akan mendapatkan jatah komisi setidaknya 5 juta rupiah atau lebih (untuk ukuran parpol besar). Padahal seorang negoisator biasanya hanyalah seorang pekerja tidak tetap, namun demikian dia sudah bisa mengantongi gaji sebesar itu. Sementara untuk tokoh yang ditargetkan umumnya akan dipancing dengan sponsor parpol yang berani memasang tarif hingga bermilyar-milyar rupiah untuk satu kali pencalonan, entah itu di lembaga eksekutif maupun di lembaga legislatif.

Hanya sayang ibarat orang berhutang pada bank, tatkala si target akhirnya berhasil masuk ke dalam jajaran kursi pemerintahan, maka pada waktu itulah si target harus mulai mencicil hutangnya kepada parpol yang membesarkan namanya. Tak ayal lagi berbagai carapun dilakukan si target untuk bisa mengembalikan hutangnya pada parpol. Beruntung kalau dia seorang yang cukup kaya raya hingga mengumpulkan uang sekian milyar bisa dilakukan dengan mudah dan sangat singkat. Namun tidak demikian halnya dengan mereka yang sebelum menjadi anggota parpol hidupnya terbilang pas-pasan. Tidak heran kalau banyak dari orang-orang ini berusaha mencari tambahan gaji sebesar-besarnya. Namun kalau tidak berhasil ya menyabet proyek ini itu yang ujung-ujungnya malah memanipulasi dana, terlibat skandal suap, sampai ada yang terlibat dalam proyek-proyek bisnis kotor. Apa yang awalnya membawa visi dan misi yang bertujuan bagus akhirnya malah berakhir dengan air kubangan.

Jika selanjutnya dikatakan, semua itu adalah kesalahan mereka sendiri ’siapa suruh mereka mau menjadi anggota partai?’ , ya itu memang salah mereka dan jelas harus dipertanggungjawabkan di meja pengadilan. Tapi kalau kita hanya berkutat dengan masalah-masalah semacam ini saja setiap hari kapan akar masalahnya mau coba diselesaikan?

Jika Mau Bijak Maka....

Jika mau melaksanakan perbaikan dan pembaharuan bersama-sama di negeri ini, kita tidak cukup hanya membahas masalah yang terlihat di permukaan saja. Pejabat korupsi, meminta tambahan gaji besar dan lain sebagainya, semua itu baru satu masalah saja. Lebih dari itu, di depan sana masih ada pekerjaan rumah yang menunggu untuk ditangani.

Pertama-tama, sistem manajemen parpol harus mengalami perombakan besar-besaran. Sistem yang ideal adalah yang tidak memakai parpol untuk urusan bisnis. Memang benar tidak bisa dipungkiri bahwa ketika sebuah parpol dibentuk maka dibutuhkan dana yang besar untuk menghidupinya. Namun demikian apakah tidak ada cara yang lebih baik untuk mengumpulkan dana, dengan memperbanyak kegiatan sosial misalnya?

Kedua, yang tidak kalah penting adalah upaya pembinaan sikap mental para anggota parpol. Ketika suatu parpol menetapkan suatu visi dan misi tertentu, usahakan untuk mempertahankan itu sebagai fokus utamanya. Parpol jangan hanya mau bekerja kalau ada yang berani bertaruh dengan sejumlah uang besar. Karena pada dasarnya parpol dibentuk adalah sebagai pengabdi masyarakat, maka fokuskan pola pikiran hanya pada tujuan itu, jangan melenceng kemana-mana. Tanamkan rasa ikhlas sejak awal bahwa orang berpartai politik adalah seorang pelayan. Tugasnya adalah untuk melayani dan bukan dilayani. Ini penting untuk menanggalkan rasa gengsi yang masih menyerang mayoritas golongan elit politik di seantero dunia dewasa ini, termasuk Indonesia. Harus tertanam dalam benak mereka bahwa yang membayar gaji mereka adalah rakyat, jadi sejatinya majikan mereka adalah rakyat bukan sebaliknya. Majikan harus selalu mendapatkan prioritas utama ketimbang pelayannya. Nah, kalau tidak mau menjadi pelayan ya jangan bermimpi menjadi anggota parpol.

Ketiga, belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu adalah sebuah keharusan mutlak guna menempatkan batu pijakan bagi masa depan. Andai pun masih ditemukan hal-hal yang positif di masa lalu maka jadikanlah itu sebagai patokan untuk berbuat yang lebih baik lagi. Intinya, dalam setiap pembelajaran silahkan untuk mengambil yang baik-baik dan menanggalkan yang buruk-buruk.

Harapan kita semoga saja PEMILU tahun 2009 nanti bisa memberikan harapan baru bagi demokrasi Indonesia.@

Ditulis 11 Juli 2008. ratualit

RAHASIA ASHHABUL KAHFI


Selama ini orang memandang peristiwa ashhabul kahfi sebagai sebuah keajaiban yang berasal dari Allah swt. Kisahnya sendiri berkisar tentang sekelompok pemuda yang mendapatkan hidayah dari Allah swt karena tidak mempercayai bahwa Raja mereka adalah tuhan. Namun karena takut jika tak mengakuinya sebagai tuhan mereka akan dihukum, maka para pemuda ini pun bersepakat melarikan diri keluar dari wilayah kerajaan. Perjalanan itu sendiri dipimpin oleh salah satu pemuda yang bernama Tamlico. Sungguh Maha Besar Allah, di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang penggembala yang akhirnya malah menjadi pengikut mereka. Dari informasi penggembala itulah akhirnya mereka menemukan sebuah gua untuk berlindung. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 408-450 M di masa pemerintahan Kaisar Theodosius II (Dyqianus). Untuk selanjutnya, kami rasa orang sudah banyak yang tahu hasil akhir ceritanya, apalagi Al Qur’an sendiri sudah menegaskannya dengan sangat jelas

Di sini tidak akan dikemukakan secara detail cerita lengkapnya dari awal hingga akhir. Apa yang akan dijelaskan hanyalah hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa ashhabul kahfi menurut dunia sains.

Gua para ashhabul kahfi ini tertidur terletak di sebuah kampung bernama Al Rahiib di wilayah Yordania. DR. Rafiq Wafa Al Dujani, seorang arkeolog asal Yordania, pada tahun 1963 melakukan riset terhadap gua ini. Pada gua ini didapati 8 buah makam dan rahang anjing (rahang atas) di dekat pintu gua. Jumlah ashhabul kahfi ada 7 orang termasuk sang penggembala, sementara yang kedelapan adalah anjingnya. Jika yang lainnya dikuburkan secara berdampingan, maka si anjing dikuburkan di depan pintu gua, tempatnya berjaga dulu.


Di tahun yang sama, Direktorat Benda Bersejarah Yordania dipimpin oleh DR. Rafiq Wafa Al Dujani, melakukan penggalian di wilayah Sahab atau sekitar 13 km sebelah tenggara kota Amman, ibukota Yordania. Dari penggalian itu ditemukan bukti-bukti sebagai berikut:

  1. Bukti Sejarah

Di atas gua ditemukan sebuah bangunan yang dulunya diperkirakan adalah sebuah bangunan tempat ibadah. Bangunan itu terdiri dari 7 buah tiang batu yang tingginya tidak sempurna berbentuk bulat. Selain itu juga ditemukan sebuah mihrab berbentuk setengah lingkaran tepat di atas pintu gua. Sedangkan di antara sisa-sisa tiang masjid terdapat sumur masjid yang dulunya digunakan untuk tempat berwudhu. Masjid tersebut mengalami renovasi berulangkali, termasuk saat Khalifah Al Muwaffaq dari Dinasti Abbasiyah berkuasa. Agaknya, tempat ibadah ini sengaja didirikan oleh salah satu penguasa tak lama berselang setelah para ashhabul kahfi meninggal dunia. Lalu oleh penguasa-penguasa selanjutnya bangunan ini dilestarikan dan berulangkali direnovasi hingga sekarang.

Selain itu, di dalam gua juga ditemukan lemari kaca berisi tulang tengkorak anjing, beberapa keping uang logam, gelang dan cincin, manik-manik serta bejana yang terbuat dari tanah.

Image Hosted by ImageShack.us

  1. Bukti geologi

Pakar geologi Nazhim Al Kailani menegaskan, debu gua dan wilayah Ar Raqiim bisa membantu menjaga kebugaran tubuh. Debu ini terdiri dari karbohidrat, kalsium, magnesium, serta galian tumbuh-tumbuhan dan binatang yang kaya radium. Bahan-bahan ini terdapat pada uranium dan turanium bersinar yang di antara keistimewaannya adalah menghasilkan sinar alfa, beta, dan gama. Jenis-jenis sinar ini memiliki pengaruh sangat besar untuk mensterilkan daging, tumbuh-tumbuhan, serta menjaga dan mengawetkan.

Al Kailani meyakini bahwa keberadaan jenis debu (tanah) dengan segala jenis unsur dan keasaman yang terkandung didalamnya tersebut, jika direaksikan dengan sinar matahari, akan menjadi sarana pengawet jasad yang sangat baik.


Agar para Ashhabul Kahfi ini dapat tidur secara pulas dan tepat selama kurun waktu ratusan tahun, maka Allah swt melakukan hal-hal berikut:

  • Menonaktifkan indera pendengaran

Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu.” (QS. Al Kahfi: 11)

Artinya, aktifitas pendengaran mereka benar-benar dihentikan secara total untuk sementara waktu. Yang demikian itu karena indera pendengaran adalah satu-satunya indera yang terus bekerja terus-menerus meskipun orang sedang tidur atau bahkan koma sekalipun. Jadi, untuk menghindarkan para ashhabul kahfi ini terjaga sewaktu-waktu, maka indera pendengaran mereka harus dinonaktifkan untuk sementara waktu.

  • Menghentikan tugas organ penggerak (scending reticular activating system) yang ada pada pangkal otak (Brainstem).

Syaraf ini sendiri memiliki dua tugas; pertama, bertanggung jawab atas indera pendengaran, dan kedua bertugas untuk menstabilkan badan bagian dalam dan luar. Karena itulah Allah berfirman, ”Kami tutup telinga mereka...” dan bukan ”Kami tutup pendengaran mereka..” Artinya, penonaktifan fungsi-fungsi tubuh ini akan menyebabkan seorang manusia tertidur dengan sangat pulas karena kepekaannya kepada daya rangsang dibuat tidak sensitif. Indera pendengarnya seperti mati dan syaraf penggeraknya tak merasakan sakit, lapar, haus atau gangguan-gangguan lainnya.

Sel dan jaringan hidup dalam tubuh mereka dipertahankan dalam temperatur panas rendah dan dibiarkan tidak berkembang, namun uniknya juga dijaga agar jangan sampai mati.

  • Menjaga tubuh dalam keadaan tetap sehat secara medis

Allah swt berfirman:

Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.” (QS. Al Kahfi: 18)

Tubuh mereka terus-menerus dibolak-balik dengan tujuan agar fisik mereka tidak rusak karena pengaruh alas tidur mereka pada badan mereka.

Di sini sinar matahari juga berperan penting. Setiap hari tubuh mereka disinari oleh cahaya matahari di setiap pagi dan sore hari. Cahaya matahari ini berfungsi untuk memperkuat tulang-tulang serta jaringan tubuh dengan vitamin (vitamin D). Selain itu, cahaya matahari juga berfungsi untuk mencegah gua dalam keadaan terlalu lembab dan pengap.

Andai saja waktu itu ada orang yang melihatnya, kondisi mereka ini benar-benar akan dipandang aneh. Mereka bukan orang mati, orang yang melihatnya akan mengira kalau mereka sebenarnya sedang terjaga karena bisa bergerak-gerak dan berbolak-balik. Tapi orang juga akan merasa ketakutan karena mereka juga menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka bukan orang yang sedang terjaga dari tidur.

Demikianlah, catatan-catatan yang kami buat di atas bisa saja salah perkiraan. Sebagai manusia kita hanya bisa membuat prediksi tentang peristiwa yang mungkin saja terjadi di masa lalu. Adapun kebenarannya kita serahkan kembali kepada ilmu Allah swt, Yang Maha Mengetahui segala hal. Wallahua’lam bi shawab.@

Ditulis pada hari Kamis, 10 Juli 2008. ratualit.

SELAMATKAN PENDIDIKAN NASIONAL KITA

Pendidikan nasional Dari Masa ke Masa

1.Era Kolonial

Pada masa penjajahan, pendidikan diberikan terbatas pada para penguasa serta tuan tanah atau kaum feodalis. Sementara pendidikan untuk rakyat hanya diberikan di sekolah-sekolah kelas dua. Itu pun alasannya hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan dasar pemerintahan kolonial Belanda yang kapitalistik. Standar kualitasnya pun bisa dikatakan rendah. Namun demikian, setidaknya pendidikan masih ditangani lumayan serius. Satu-satunya kekurangan bangsa Indonesia saat itu hanyalah kurangnya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak bagi semua lapisan masyarakat. Maka tidak heran jika masyarakat Indonesia lebih didominasi oleh kaum buta huruf daripada yang melek huruf.

2. Era Orde Lama

Tahun 1945, setelah masa kemerdekaan dilewati, pendidikan nasional mulai meletakkan dasar-dasarnya. Walaupun segalanya masih serba terbatas, pendidikan digratiskan. Uang SPP sama sekali ditiadakan. Kala itu diberlakukan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1950 jo Undang-undang Nomor 12 tahun 1954 untuk mengatur sistem pendidikan nasional. Sistem yang digunakan masih model yang lama (kolonial). Bagusnya sistem kolonial, guru-guru yang mengajar di tuntut untuk berorientasi pada idealismenya sebagai ”pahlawan tanpa tanda jasa” dan bukan pada kepentingan materialisnya. Hasilnya para siswa dan guru sama-sama dituntut untuk menerapkan disiplin tinggi tanpa harus meninggalkan kualitas hasil didikan yang bermutu.

Untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan tersebut selanjutnya pemerintah pun mengambil langkah strategi lainnya, yakni mendirikan universitas di setiap propinsi, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITS), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair). Tujuan awalnya tentu saja untuk pemerataan kesempatan belajar bagi semua lapisan masyarakat. Tapi sayangnya idealisme ini menjadi berubah drastis tatkala orde lama mulai menganak emaskan persoalan politik. Dunia pendidikan ujung-ujungnya malah disusupi unsur-unsur politik. Sistem pendidikan hanya dijadikan alat untuk mempertahankan kekuasaan pemerintahan orde lama sehingga standar mutu pendidikan terabaikan.

3. Era Orde Baru

Perubahan sistem pendidikan tampaknya tak banyak dilakukan di masa ini. Memang benar secara kuantitas pemerintahan orde baru mencoba membuat sebuah pembaharuan berupa pengadaan Sekolah Dasar INPRES. Sayangnya hal itu tak diikuti oleh peningkatan kualitas pendidikan. Justru apa yang terjadi selanjutnya adalah sistem ujian negara (EBTANAS) yang coba diterapkan oleh pemerintah menjadi bumerang bagi dunia pendidikan. EBTANAS mendasarkan nilai kelulusan seorang siswa pada hasil akhirnya dan bukan pada proses belajarnya. Faktor keberuntungan, itulah yang menjadi indikator utamanya.

Ketika yang diberlakukan oleh pemerintah adalah sistem rangking berdasarkan nilai NEM, maka setiap lembaga sekolah berlomba-lomba meluluskan siswanya hingga 100%. Manipulasi nilai dan bahkan pemalsuan Ijazah kelulusan marak terjadi demi mendapatkan popularitas tertinggi bagi lembaga sekolahnya. Akibatnya, kualitas tidak lagi menjadi sandaran utama. Bagi sebuah lembaga sekolah akan terlihat memalukan jika tidak berhasil meluluskan siswanya dalam jumlah banyak daripada meluluskan siswa yang tidak cerdas.

Tidak cukup sampai di situ, menjamurnya universitas-universitas -terutama swasta- di berbagai daerah hanya kian menambah jumlah kuantitas lulusan di Indonesia yang tidak bermutu semakin menumpuk. Mengeruk keuntungan ekonomis, itulah yang menjadi dasar-dasar kepentingan kopertis mereka.

4. Era Reformasi

Walaupun Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dikeluarkan, bukan berarti di masa ini Indonesia mengalami kemajuan yang berarti. Dalam beberapa hal memang ada sisi positifnya, setidaknya pola pengaturan yang mulanya sentralistik (terpusat di pemerintahan pusat) bisa menjadi lebih desentralistik (daerah punya kewenangan untuk mengatur sistemnya sendiri). Namun demikian banyak kritikus dan praktisi pendidikan yang berpendapat bahwa pendidikan nasional Indonesia masih belum jelas arahnya. Lagi-lagi masalahnya masih berkutat pada unsur-unsur politik.

Belum lagi sekarang ini ada tantangan baru yang harus dihadapi oleh Indonesia, membuat tugas pemerintah menjadi kian berat. Jika sistem pemerintahan pada orde-orde sebelumnya bersifat otoriter bahkan militerisme, maka pada era reformasi ini pemerintahan dicekoki oleh metode pemerintahan model baru, yakni neoliberalisme. Segi positifnya, dengan neoliberalisme pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, terutama dalam masalah ekonomi. Hanya sayang, dampak negatifnya juga tidak kalah mengerikan. Karena sejak awal setiap pendidik dan anak didik hanya dituntut bagaimana caranya supaya bisa menghasilkan uang (profit oriented), maka idealisme seorang guru yang menjadikan media pendidikan sebagai sarana mencerdaskan manusia penuh rasa tanggung jawab dan bermoral akhirnya menjadi luntur.

Indonesia Perlu Belajar dari Finlandia

Finlandia, sebuah negara kecil di kawasan Skandinavia, merupakan negara dengan kualitas pendidikan tingkat satu di dunia. Negara Finlandia tidak hanya terkenal sebagai negara yang paling bersih dari koruptor namun juga sangat terkenal unggul dalam sistem pendidikan nasionalnya. Padahal negara beribukotakan Helsinski ini hanya menerapkan waktu belajar 30 jam per minggunya, juga hampir tidak pernah memberikan jam-jam tambahan les, memberikan Pekerjaan Rumah (PR) berlebihan atau menerapkan disiplin ala militer.

Fergus bordewich dalam Top of the Class menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang membuat pendidikan di Finlandia bisa menduduki peringkat satu di dunia:

  • Dari segi anggaran pendidikan, dalam hal ini pemerintah Finlandia termasuk tinggi menyediakan dana pendidikan bagi warganya. Beasiswa diberikan sejak Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Strata 3 (S3). Tapi hal itu bisa dimaklumi karena jumlah penduduk Finlandia memang tergolong kecil, sementara penghasilan perkapita mereka dari hasil hutan cukup tinggi. Namun demikian, negara ini tidak akan berhasil seperti ini jika tidak ada sistem politik yang bagus.
  • Dari segi kualitas guru, kebanyakan guru-guru di Finlandia terdiri dari guru-guru berkualitas terbaik dan terlatih. Meski gaji mereka tidak besar namun profesi guru merupakan sebuah prestisius. Puncak kebanggan mereka adalah apabila berhasil mendidik anak didik dan bukan karena berhasil memanipulasi nilai siswa atau baru mendapatkan persenan dari hasil pembagian laba menjual buku kepada para siswa. Seorang guru di Helsinski akan mengatakan, ” Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya.”

Ini artinya, seorang guru di Finlandia adalah seorang pendidik yang benar-benar bertanggung jawab. Minimal ia bertanggung jawab pada kelanjutan masa depan anak didiknya. Nilai siswa sama sekali tidak dianggap penting olehnya.

Guru di sana bebas menggunakan metode kelas apapun, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Ujian bukan sesuatu yang utama di sana. Ujian hanya ditujukan untuk mengetahui kualifikasi siswa di universitas.

Para guru juga disarankan untuk menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa, tetapi diperbolehkan meminta para siswa untuk membandingkan hasil belajar mereka dengan nilai sebelumnya. Dengan demikian diharapkan para siswa akan menyadari sendiri kekurangannya dan tergerak untuk memperbaiki dirinya.

  • Dari segi kualitas siswa, di Finlandia siswa-siswa diajari sejak dini untuk bertanggung jawab mengevaluasi dirinya sendiri. Mereka didorong untuk bekerja secara individu tak peduli apapun hasilnya. ”Ini membantu siswa belajar bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri.” kata Sundstrom, seorang Kepala Sekolah di sebuah Sekolah Dasar di Poikkilaakso, Finlandia.

Prestasi siswa-siswa di Finlandia terletak pada prosesnya bukan dari hasil akhirnya. Artinya jika ada Pekerjaan Rumah misalnya, mereka tidak harus mengerjakannya secara sempurna. Yang penting murid sudah menunjukkan hasil usahanya maka hal itu sudah cukup.

Tekanan dari pihak sekolah kepada para siswa baru akan diberikan jika hal itu berkaitan dengan masalah-masalah keaktifan masuk sekolah, kedisiplinan waktu, persiapan buku-buku pelajaran, dan kejujuran.

Indonesia memang tidak harus meniru mentah-mentah apa yang diterapkan oleh Finlandia bagi warga negaranya. Namun akan lebih baik jika Indonesia bisa memperbaiki sistem pendidikan hingga setara dengan itu. Perlu waktu memang tapi kapan hal ini akan terlaksana kalau tidak kita mulai dari sekarang. Menyediakan sarana dan prasarana adalah tugas pemerintah untuk memenuhinya. Dana APBN tidak selamanya bisa dijadikan alasan untuk mengulur-ulur waktu dalam perbaikan sistem pendidikan. Selain itu, peran serta seorang guru juga tidak kalah pentingnya. Seorang pendidik memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan generasi-generasi penerus yang memiliki spirit dan motivasi belajar yang tinggi, yang menganggap pendidikan sebagai kebutuhan dan bukan kewajiban. Beban berat ada di pundaknya untuk membudayakan anti korupsi kepada para siswanya, minimal anti korupsi pada nilai ujian. Sementara bagi orang tua siswa, adalah tanggung jawabnya memilihkan sebuah sekolah yang tidak hanya dipandang favorit namun juga bisa dipastikan kualitasnya. Apa gunanya anak di sekolahkan di sekolah favorit kalau setelah lulus hampir tidak ada bedanya dengan saat dia mulai masuk sekolah.@

9 Juli 2008, di siang yang terik.

(kupersembahkan tulisan ini untuk ibu-ku yang akan pensiun mulai tahun ajaran baru ini, setelah pengabdiannya selama 38 tahun di dunia pendidikan. we love you mami!!ratualit)

Jumat, 11 Juli 2008

CERITA UNIK DARI JEPANG

Rampok Restoran Jepang Bayar Dulu Sebelum Kabur

Kejadian ini terjadi tahun 2006, di kota Osaka. Pembeli yang sebelumnya telah menghabiskan semangkok mie sebelum laki-laki itu lalu mengeluarkan pisau dan memaksa pelayan menyerahkan uang kas sebesar 46 ribu yen. Pelayan itu meminta perampok itu membayar makanannya dulu, dan dia memberi seribu yen dan menunggu hingga menerima kembalian 100 yen sebelum kabur.

***

hahaha...kayaknya patut di contoh sama orang Indonesia nih. kalo mau merampok bayar tarif dulu!!!

Organisasi Suami sayang Istri

Organisasi ini didirikan oleh Kiyotaka Yamana, pengusaha berusia 45 tahun di Kawasaki, bercerai karena istrinya tidak tahan karena alasan suami yang terlalu banyak bekerja. Bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama ketika menikah untuk yang kedua kalinya. Kalau di Indonesia ada Hari Ibu, di sini ada Hari Sayang Istri yang diperingati dengan pulang kerja lebih awal dan menunjukkan rasa terima kasih mereka kepada istri.

Dalam situsnya kelompok ini menyebutkan : “Banyak pria yang tidak dapat mengungkapkan rasa terima kasih kepada istri mereka lewat kata-kata. Pekerjaan adalah nomor satu bagi mereka,” dan salah satu anggota organisasi itu menulis: “Walaupun kadang kita bertengkar, saya merasa sangat bahagia bersamamu.”

***

hehehe...apa iya semuanya bisa begitu??

sumber: http://oketo.wordpress.com/2007/11/14/berita-unik/

Selasa, 08 Juli 2008

Apakah Semua Manusia Keturunan Nuh as.?

seorang teman mengirim e-mail dan bertanya begini:

apakah semua manusia ini keturunan Nuh as. ?

jawabannya:

"menurut riwayat sewaktu terjadi air bah di masa Nabi Nuh, semua orang yang tinggal di dunia meninggal. ini berdasarkan asumsi bahwa sensus jumlah penduduk kala itu hanya beberapa ribu orang saja sedunia. analoginya kalau tsunami di Aceh saja bisa menelan begitu banyak korban padahal gunung2 disekitar tidak tertutup air, maka yang terjadi di masa Nabi Nuh bisa jauh lebih parah dibanding itu.


ada pun pengikut Nabi Nuh waktu itu hanya berjumlah sekitar 80-an orang. dan itu pun sebagian besarnya dikabarkan sakit dan meninggal pasca air surut. sehingga yang tersisa akhirnya hanya sedikit sekali orang. jadi, tidak heran kalau anak-turun yang tersisa itu pada akhirnya hanya bernenek moyang Nabi Nuh saja.

anak Nabi Nuh sendiri ada 3 orang yang selamat, yaitu, Sam, Ham dan Yafat
  1. Sam menurunkan kelompok bangsa SEMITIC yang terdiri dari orang Arab, Assyiria, Aramian dan Elamites. Israel sudah termasuk di dalam kelompok-kelompok ini. ada satu turunan dari kelompok ras ini namanya bangsa Kanaan (Kanaan itu beda dengan Israel, karena mereka sudah ada sejak sebelumnya) yang selanjutnya menurunkan bangsa Hitties, Amorites, Jebusites, Hivites, Girgasithes dan Perrizites. persilangannya dengan ras-ras bangsa yang lain, diantaranya dengan Hamitic menurunkan bangsa Phinisa, Karthaginia dan Heth.
  2. Ham, menurunkan kelompok bangsa HAMITIC yang terdiri dari bangsa Cushites (Ethiopia/Abbasinia), Mizraim (Mesir), dan Put (Libya). umumnya ras Hamitic kelompok kulit putih tinggal di wilayah Afrika Utara dan Timur Sahara.
  3. Yafat, menurunkan kelompok bangsa Media, Ionia, Citrium, Tarshish, Meshech dan Tubal. kelompok ini mendiami wilayah utara dan barat Palestina. orang-orang inilah yang menjadi cikal bakal ras Arya dan Eropa. sebagian orang Eropa kemudian menganggap dirinya sebagai kelompok bangsa Kaukasia sementara sebagaian yang lain tetap menagnggap dirinya adalah bangsa Arya. penyebaran kelompok ras ketiga ini meliputi daratan Eropa (ras indo Eropa) dan sebagian lainnya ke arah timur, sampai masuk wilayah China. orang-orang seperti orang India, Turki dan Mongoloid masuk dalam kategori kelompok ketiga ini dari berbagai macam hasil perkawinan silang.
benar salahnya hasil penelitian ini, semua itu berada di tangan Allah swt, manusia hanya berusaha menggali. Wallahu'alam.

beli ayo beli



siapa mau beli bandul bagus nih, daripada beli bandul gambar tengkorak mending yang ini aja..hehehe..

beli di sini: http://www.dealtime.com/xGS-allah~NS-1~linkin_id-8013493

NERAKA DUNIA


Gambar ini diambil di negara Asia Tengah, Uzbekistan.. .
Tempat ini ada di Uzbekistan, di dekat sebuah kota kecil
bernama Darvaz, yg dikenal oleh penduduk setempat sebagai
The Door to Hell atau Pintu ke Neraka.
Kisah ini berawal kira-kira 35 tahun yg lalu ketika ahli geologis
menggali tempat ini untuk mencari gas alam. Secara tiba-tiba
ketika dilakukan penggalian, mereka menemukan satu jurang besar
di bawah tanah. karena terlalu besar semua peralatan penggalian
masuk ke dalam jurang tersebut.
Tak seorang pun yg berani turun ke dalam jurang tersebut
disebabkan jurang tersebut dipenuhi gas asli bumi.
Untuk menghilangkan penyebaran gas beracun yang keluar dan
mencemarkan bumi, mereka telah menyalakan api di dalam jurang
tersebut dan semenjak itu hingga kini, telah 35 tahun lubang ini
terbakar tanpa henti.







Jika Seorang Hamba

Sahl bin Abdillah pernah berfatwa: Jika seorang hamba berbuat kebaikan lalu berkata, "Wahai Allah, Engkaulah yang memberi karunia, taufik, menolong serta memudhakanku!" Maka Allah memuji hamba itu demikian, "Wahai hamba-Ku, engkau telah berbuat ketaatan dan telah mendekat kepada-Ku." Namun jika si hamba menilai diri sendiri dan berkata, "Akulah yang telah berbuat kebaikan, aku telah berbuat taat dan aku telah mendekat kepada-Mu, wahai Allah." Maka Allah akan berpaling seraya berkata, "Wahai hamba-Ku, Aku yang memberi taufik, Aku yang memberi pertolongan dan Aku yang memudahkanmu." Apabila sang hamba berbuat kejahatan lalu berkata, "Wahai Tuhanku, Engkau telah mentakdirkan, memutuskan, dan menghukum." Maka Allah berkata kepadanya, "Hamba-Ku, engkau yang telah berbuat salah, bodoh, dan bermaksiat." Jika si hamba berkata, "Wahai Tuhanku, aku yang berbuat dzalim, kesalahan, kebodohan." Maka Allah menjawab, "Wahai hamba-Ku, Aku memutuskan, mentakdirkan, mengampuni serta menutupi."

Kamis, 03 Juli 2008

Étimologi lan legèndha asal

Artikel utama: Carita Aji Saka

Aksara Hanacaraka jenenge dijupuk saka urutan limang aksara wiwitan iki sing uniné "hana caraka". Urutan dhasar aksara Jawa nglegena iki cacahé ana rongpuluh lan nglambangaké kabèh foném basa Jawa. Urutan aksara iki kaya mengkéné:


ha na ca ra ka
da ta sa wa la
pa dha ja ya nya
ma ga ba tha nga

Urutan iki uga bisa diwaca dadi ukara-ukara:

"Hana caraka" tegesé "Ana utusan"
"Data sawala" tegesé "Padha garejegan"
"Padha jayanya" tegesé "Padha digjayané"
"Maga bathanga" tegesé "Padha dadi bathang".

Urutan ukara iki digawé miturut legèndha yèn aksara Jawa iku diasta déning Aji Saka saka Tanah Hindhustan menyang Tanah Jawa. Banjur Aji Saka ngarang urutan aksara kaya mengkéné kanggo mèngeti rong panakawané sing setya nganti pati: Dora lan Sembada. Loroné mati amerga ora bisa mbuktèkaké dhawuhé sang ratu. Mula Aji Saka banjur nyiptakaké aksara Hanacaraka supaya bisa kanggo nulis layang.

Sumber: http://jv.wikipedia.org/wiki/Hanacaraka

BUDAYA PATRIARKHIS DAN GERAKAN FEMINISME

Pada awalnya antara pria dan wanita terdapat kesetaraan jender. Pembagian kerja di antara mereka dilakukan berdasarkan fungsi biologis (kodrat) masing-masing. Namun dalam perkembangannya kemudian muncul perbedaan jenis pekerjaan yaitu pekerjaan luar (publik) yang umum dilakukan oleh pria dan pekerjaan dalam/rumah tangga (domestik) yang umumnya dikerjakan oleh wanita.

Pemisahan lingkup kerja yang awalnya hanya digunakan untuk memudahkan sistem pembagian tugas pada akhirnya menjadi semacam kebiasaan yang membudaya. Dan budaya ini menjadi semakin mantap tatkala pria sebagai pengumpul harta membutuhkan aturan mengenai hak waris. Karena kebutuhan pelimpahan hak waris ini maka laki-laki mulai mencari keturunannya untuk diberi hak waris. Sejak itu anak dikenal berdasar garis keturunan ayahnya. awalnya perubahan budaya itu terjadi secara wajar-wajar saja. Namun sayangnya dalam proses selanjutnya pandangan manusia atas hak milik diperluas. Bukan hanya hak milik atas barang-barang, tetapi juga hak untuk mengambil segala keputusan dalam hidup. Pada waktu yang sama, terjadilah perampasan hak wanita dalam pengambilan keputusan. Peristiwa perampasan ini menjadi semakin kuat lagi ketika manusia menghargai nilai harta lebih tinggi dari nilai manusia.

Perjalanan budaya patriarkhi mulanya terjadi pada tatanan sosial kemasyarakatan feodal (kerajaan). Kemudian berkembang pada masyarakat yang kapitalis dan akhirnya patriarkhis pun bercorak militer. Akibat perubahan sosial tersebut, dalam masryarakat terdapat pandangan bahwa norma manusia baru dianggap benar apabila dipandang dari sudut laki-laki. Semua ini berlaku di hampir semua aspek kehidupan, dari mulai sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, sampai agama. Keadaan ini akhirnya melahirkan diskriminasi terhadap perempuan.

Nasib Wanita di Bawah Kekuasaan Dominasi Patriarkhis Kuno

  • Wanita di Yunani Kuno

Dalam masyarakat Yunani Kuno wanita diperjual belikan layaknya barang dagangan. Wanita hanya dianggap sebagai tempat pelampiasan nafsu semata. Ini dapat dibuktikan dengan satu legenda masyarakat setempat yang berkisah tentang Dewi Aphrodite. Dikisahkan bahwa Dewi Aphrodite dengan mudahnya mengkhianati ketiga suaminya yang juga Dewa. Ia dikatakan melahirkan Cupid (Dewa Cinta) dari hasil perselingkuhannya dengan seorang kekasihnya. Ada yang mengatakan bahwa kekasih Dewi Aphrodite itu adalah Adonis, seorang manusia yang terlahir dengan fisik yang sempurna dan sangat tampan.

Entah kisah itu apa memang benar begitu atau sudah dibuat bermacam-macam versinya, namun yang jelas jika kita mengamati cerita legenda tersebut kita bisa melihat bagaimana pola pikir masyarakat umum pada masa itu. Dengan menggambarkan Dewi Aphrodite sedemikian rupa bukankah sama artinya dengan menghina makna cinta dan status sosial bagi seorang wanita.

  • Wanita di Romawi Kuno dan Mesir Kuno

Tak jauh berbeda dengan masyarakat Yunani, dalam pandangan masyarakat Romawi Kuno posisi wanita dianggap lemah. Kaum prianya beranggapan wanita adalah anak asuh roh-roh jahat. Dalam komunitas bangsa tersebut seorang tidak harus mengakui anaknya. Jika seorang wanita melahirkan, pihak keluarga wanita itu akan membawa bayinya ke hadapan sang ayah dan diletakkan di bawah kakinya. Apabila si ayah mengangkat dan menggendongnya, maka silsilah (nasab) anak tersebut mengikuti ayahnya. Kalau ayahnya membiarkannya saja, mereka akan memungutnya dan meletakkannya begitu saja di lapangan terbuka atau tempat-tempat ibadah. Apabila ada yang iba, bayi itu akan menjadi budaknya dan berhak diperlakukan apa saja. Namun jika tidak ada yang memungutnya bayi itu akan mati dengan sendirinya karena kehausan dan kelaparan.

Semula dalam sistem Romawi Kuno seorang pria berhak membunuh istri dan anak-anaknya. Akan tetapi sewaktu Kaisar Justinian (550 M) berkuasa dikeluarkanlah Undang-Undang Justinian yang diantaranya memuat pelarangan seorang pria membunuh istri dan anaknya. Namun demikian undang-undang ini masih memberi peluang kepada pria untuk menjual istri dan anaknya di pasar budak.

Dalam masyarakat ini juga dikenal satu prinsip; kaum wanita selamanya akan tertawan, terikat, dan tak pernah bebas, kecuali meninggal dunia. Sebuah ungkapan populer dideklarasikan oleh pakar hukum Romawi bernama Kato: Nunquam Exvitus Mu-liedrus (ikatan yang diberikan kepada wanita tersebut selamanya tak boleh dilepaskan).

Sementara itu di Mesir, masyarakat kuno hanya menghormati para wanita yang berasal dari kalangan bangsawan dan penguasa. Sejumlah wanita bangsawan yang pernah menjadi penguasa di Mesir adalah Nefertiti, Hatsyibut dan Cleopatra.

Namun demikian dalam sejarah bangsa Mesir (sekitar 2950-2575 SM), ketika Raja Aha, dari Dinasti terkuno Mesir meninggal rakyatnya mengadakan semacam upacara pemujaan. Kemudian di akhir pemujaan itu beberapa orang pilihan diminta minum secawan minuman yang telah dibubuhi racun di dalamnya. Di dekat kuburan sang Raja para arkeolog ternyata menemukan sebuah makam seorang wanita bangsawan. Agaknya wanita itu dimakamkan tidak lama setelah Raja Aha meninggal. Ini mengindikasikan meski wanita itu seorang bangsawan, namun jika rajanya meninggal maka selayaknya dia juga ikut meninggal bersamanya. Belum ditemukan kisah yang sebaliknya, ketika seorang penguasa wanita yang meninggal apakah suaminya juga akan dipaksa meninggal juga.

  • Wanita di India Kuno

Konstitusi Manu memandang wanita hanya sebagai pengikut dan bayang-bayang suami. Jika suaminya meninggal maka dia harus ikut meninggal bersamanya. Karenanya, apabila seorang suami meninggal dunia, sang istri akan berbaring di samping jenazah suaminya dan dibakar hidup-hidup bersamanya. Ia dibakar dalam satu prosesi besar-besaran.

  • Wanita di Arab Jahiliyah

Bagi seorang suami adalah aib jika istrinya sampai melahirkan anak wanita. Ia akan berusaha menghindar dari khalayak ramai dan menguburkan anaknya. Anak yang dikuburkan semacam ini disebut dengan al mau’udah (yang dikubur hidup-hidup). Atau kalau orang itu terlalu iba jika harus membunuh anaknya, maka dia masih punya pilihan lainnya, yakni menjual anaknya ke pasar budak. Wanita Arab jahiliyah juga tidak pernah berhak mewarisi harta seseorang. Bila seorang ayah kandung meninggal, maka anak tertua yang mencintai istri ayah kandungnya (kecuali ibu kandungnya) berhak menikahinya dan memiliki harta yang dimiliki wanita itu sepenuhnya.

  • Wanita di Inggris

Pandangan yang merendahkan derajat wanita akibat budaya patriarkhis bentukan tangan-tangan manusia terus berkembang hingga abad pertengahan. Undang-undang Inggris tahun 1805 masih membenarkan kaum pria memperdagangkan istrinya kepada siapa saja yang dikehendakinya. Ikatan pernikahan di antara keduanya tidak lagi menjadi sah jika sudah terjadi transaksi jual-beli. Undang-undang itu mengesahkan standar harga untuk penjualan istri sebesar 6 Poundsterling.

Tahun 1931, pernah terjadi sebuah kasus. Salah seorang suami jatuh bangkrut dan kebetulan dia memiliki seorang istri yang cantik. Ia pun menjual istrinya kepada salah seorang tetangganya seharga 500 poundsterling. Kedua pihak pun sepakat dan sang istri pun siap diangkut oleh sang tetangga. Tapi wanita itu tidak terima dan melarikan diri ke kantor polisi.

Polisi pun memanggil suaminya dan sang pembeli untuk dimintai keterangan. Sang suami menjawab dengan enteng, ”Saya tidak melanggar undang-undang. Undang-undang Inggris membenarkan penjualan istri.” Ia mengatakan itu sambil menunjukkan undang-undang yang dikeluarkan tahun 1805 tersebut. Akhirnya oleh pihak kepolisian kasus ini dilimpahkan ke pengadilan dan oleh hakim diputuskan bahwa undang-undang yang diberlakukan tahun 1805 itu sudah tidak berlaku lagi. Sebagai gantinya, sang suami akhirnya dipenjara selama 10 bulan dan kontrak jual-beli pun dibatalkan.

  • Wanita di Perancis

Slogan persamaan, kebebasan dan keadilan yang digaungkan Revolusi Perancis ternyata hanya berlaku bagi kaum pria. Undang-undang sipil Perancis ternyata tetap tidak memperbolehkan wanita mengadakan perjanjian tanpa ijin walinya. Artinya, kaum wanita diperlakukan layaknya anak kecil, tidak waras atau kekurangan akal, yang dalam bahasa hukumnya disebut sebagai kelompok ’tidak cakap’. Wanita Perancis baru mendapatkan hak-haknya setelah tahun 1938, itupun belum sepenuhnya terutama bagi mereka yang telah menikah.

Reaksi Gerakan Feminis Dunia

Ketidakadilan jender yang diakibatkan oleh sistem patriarkhis yang keterlaluan di masa lalu menyebabkan banyak gerakan feminisme mulai bermunculan untuk melawannya. Gerakan-gerakan itu mulai bermunculan di tahun 1960-an atau 1970-an. Namun sayangnya, kadang-kadang gerakan ini bereaksi terlalu berlebihan:

  • Feminis Radikal

Feminis Radikal dirintis oleh Charlotte Perkins Gilman, Emma Goldman, dan Margaret Sanger. Mereka menyatakan bahwa wanita harus melakukan kontrol radikal terhadap tubuh dan kehidupan mereka. Bagi mereka penindasan wanita berasal dari sistem penempatan wanita di kelas lebih rendah dan lemah (inferior) dibandingkan dengan kelas pria. Oleh karena itu sistemnya harus dihancurkan. Fokusnya adalah bagaimana mengalahkan aturan-aturan yang selama ini di dominasi kaum pria.

Tujuan pembentukannya sebetulnya bagus, sayangnya akhirnya hanya membuat kesan kalau kelompok ini dibentuk sebagai ajang balas dendam. Ekstrimnya, untuk menyeimbangkan hubungan antara pria dan wanita maka keterpusatan politik (penentu keputusan) seharusnya ditangani oleh wanita.

  • Feminis Liberal

Feminis liberal mendasarkan visi dan misinya sepenuhnya pada kebebasan individu. Bagusnya, mereka merasa perlu menyetarakan hak-hak wanita dalam bidang kesejahteraan, layanan kesehatan, peluang pendidikan, termasuk juga persamaan di muka hukum. Hanya sayangnya, karena sifatnya yang sangat liberalis gerakan ini pada akhirnya malah menjadi berlebihan. Inti keyakinan mereka terletak pada kebebasan tanpa batas. Mereka berprinsip kehidupan pribadi seseorang tidak semestinya menjadi obyek peraturan masyarakat. Dengan kata lain, seorang wanita dapat memperlakukan tubuhnya sesuka hatinya, termasuk jika dia berkeinginan untuk tiba-tiba melakukan aborsi. Pendukung gerakan ini di antaranya adalah Mary Wollstonecraft dan Zillah Eisentein.

Wanita dalam Islam

Berbeda dengan prinsip-prinsip yang dianut kelompok-kelompok Feminis barat, Islam mendasarkan pandangan Feminis-nya pada Al Qur’an. Boleh dibilang perintis pertama gerakan Feminis di dunia sebetulnya adalah Nabi Muhammad saw. Dan karena yang membawa faham-faham perubahan itu seorang Rasul utusan Allah swt sudah bisa dipastikan jika visi dan misinya adalah yang paling sempurna diantara gerakan feminis yang lainnya.

Memang sejauh ini masih ada persepsi, baik dari kalangan kecil muslim maupun sebagian non-Muslim, yang mendeskritkan Nabi Muhammad saw. Mereka beranggapan bahwa ajaran-ajaran dan petunjuk-petunjuk yang dibawa Nabi cenderung diskriminatif terhadap wanita. Seolah-olah ajaran Islam mengajarkan dominasi pria atas wanita. Padahal sejujurnya dalam sejarah Islam tidak ada pergesekan antara ajaran Islam yang murni dengan hak-hak kaum wanita. Bahkan dapat dikatakan tidak ada ajaran apapun yang mampu menandingi pengaturan hubungan antara pria dan wanita yang diajarkan Islam. Tak satupun ayat dalam Al Qur’an yang pernah menempatkan pria sebagai wujud dominan yang dipertuhankan oleh kaum wanita serta tunduk patuh pada mereka tanpa pilihan.

Kalaupun memang benar ada diskriminasi wanita dalam Islam yang dilakukan sebagian muslim, sejatinya itu hanyalah karena pengaruh budaya patriarkhi yang sudah terlanjur berkembang menjadi adat kebiasaan. Dan sewaktu mereka masuk Islam budaya itu tetap terbawa dan dijadikan doktrin turun-temurun.

Selain itu penyebab utama kesalahpahaman mayoritas orang adalah karena kesalahan mereka dalam memahami apa yang dimaksud dengan ”equality” (kesetaraan). Mereka membuat pengertian ’setara’ sebagai ’sama’, padahal antara keduanya jelas berbeda. Jika ’kesetaraan’ menyangkut soal keadilan dan kesesuaian (appropriateness), maka ’kesamaan’ belum tentu adil dan sesuai.

Banyak orang menilai untuk setara diharuskan sama. Padahal setiap orang dilahirkan dalam keadaan setara (equal) tapi sebenarnya di antara mereka tidak ada yang benar-benar sama walaupun pasangan kembar sekalipun. Konsepsi kesetaraan yang dianugerahkan oleh Allah swt sama sekali tidak ada hubungannya dengan perbedaan warna kulit, bahasa, suku bangsa, status sosial dan juga jenis kelamin.

Al Qur’an memberikan ilustrasi tentang hak, kewajiban, dan kesesuaian perihal pria dan wanita:

Demi malam jika telah gelap gulita. Demi siang jika terang benderang. Dan bagaimana Allah menciptakan pria dan wanita.” (QS. Al Lail: 1-3)

Ayat-ayat di atas menjelaskan dengan gamblang perpautan antara dua jenis manusia, pria dan wanita, ibarat siang dan malam. Ibarat dua sisi mata uang. Keduanya terikat, melekat dan tidak bisa dipisahkan. Namun demikian mereka tetaplah berbeda peran, sebagaimana Allah meneruskan dalam ayat selanjutnya:

Sungguh usaha/amalan kamu berbeda-beda.” (QS. Al Lail: 4)

Ada kalanya terdapat tugas-tugas atau kewajiban yang hanya sesuai dengan kondisi khusus pria. Sebaliknya juga ada kewajiban yang hanya sesuai dikerjakan oleh kaum wanita. Contohnya adalah dalam hal fungsi reproduksi. Sampai kapanpun meskipun sangat menginginkan anak seorang pria tidak akan mungkin dapat mengandung dan melahirkan seorang bayi. Sebaliknya, sekeras apapun seorang wanita melatih otot-otot tubuhnya menjadi maskulin dia tidak akan pernah bisa mengalahkan ketegaran logika kaum pria dalam berpikir dan berstrategi. Siapa memangnya yang bisa merubah perilaku hormon?

Sejak penciptaan, disebutkan dalam Al Qur’an bahwa Allah swt menempatkan Adam dan Hawa dalam kondisi yang setara. Keduanya diperbolehkan menikmati kesenangan surga bersama-sama tapi keduanya juga diberi peraturan yang sama untuk tidak mendekati pohon terlarang. Ketika keduanya tergoda untuk memakannya maka keduanya mendapatkan konsekuensi hukuman yang setara. Begitupun saat keduanya memohon ampun, mereka mendapatkan pengampunan yang setara. Singkat kata, Adam dan Hawa di hadapan hukum memiliki kesetaraan jender. Dosa manusia tidaklah ditanggung oleh satu pihak tertentu, sebagaimana umat non muslim selama ini mempercayai bahwa Hawa-lah yang telah menggoda Adam hingga terjatuh ke dalam dosa warisan (original sin). Islam jelas menolak pandangan ini karena menganggap yang paling bersalah adalah iblis bukan Adam maupun Hawa.

Kesetaraan yang ada dalam ajaran Islam adalah kesetaraan yang menyatu dan tidak terpisahkan. Ketenangan atau ”sakinah” hanya akan didapatkan dengan ”partnership” antara keduanya, seperti yang diilustrasikan Al Qur’an sebagai ”Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka.”

Dalam hal ritual keagamaan antara pria dan wanita memiliki kedudukan yang setara. Jika ada yang menganggap bahwa hak-hak semacam larangan sholat di saat haid atau nifas telah membuat hak-hak wanita dikurangi, maka itu adalah pandangan yang salah. Pemahaman ini didasarkan pada realita bahwa yang memerintahkan sholat adalah Allah swt, begitupun yang memerintahkan untuk tidak sholat. Jadi, inti permasalahannya bukan melakukan sholat atau tidak tapi apakah aturan itu diikuti atau tidak. Baik yang sholat maupun yang tidak diperbolehkan sholat, keduanya, sama-sama memiliki peluang untuk menerima pahala.

Begitu pula dalam bidang politik, pernah dikisahkan ada sekelompok wanita protes kepada Nabi Muhammad saw karena tidak diijinkan ikut berperang mengangkat senjata bersama suami mereka. Dalam hal ini, Nabi menyatakan bahwa setiap tasbih, tahmid, dan tahlil yang mereka ucapkan nilainya disetarakan dengan ayunan pedang suami-suami mereka dalam peperangan. Jika wanita barat baru mendapatkan hak suara mereka untuk berpendapat setelah abad ke-20, maka umat Islam ini telah mendapatkan hak itu sejak Islam berdiri. Terbukti, mereka bisa begitu bebas terbuka mengajukan protesnya kepada Nabi, sementara di belahan dunia yang lain rekan-rekan mereka masih mengalami penindasan dan perbudakan dari lawan jenisnya.

Dalam hal pendidikan, Islam pun tidak kalah setaranya. Ini bisa dibuktikan dengan Aisyah ra. Dia tidak hanya cerdas akan tetapi juga cukup ditinggikan derajatnya. Mungkin jika masa kejayaan Nabi masih berlangsung hingga kini, mungkin jabatan yang patut diemban oleh Aisyah ra adalah Wakil Presiden, setingkat lebih rendah di bawah Nabi yang menjadi Presidennya. Ini bisa dibuktikan dengan kepercayaan Nabi yang diberikan kepadanya untuk mengajar para sahabat berbagai ilmu-ilmu syariat, hadist, tafsir Al Qur’an dan sejarah sepeninggal beliau.

Dalam bidang kesehatan, para wanita sering dilibatkan sebagai perawat di tenda-tenda pasukan Muslim. Tugas mereka adalah mengobati para tentara yang terluka dan menjaga persediaan air di belakang barisan. Seringkali Nabi mengundi salah satu atau beberapa orang istrinya untuk ikut berperang bersamanya. Tujuannya adalah untuk menjadi petugas medis di tenda-tenda tentara semacam ini. Mungkin ini jugalah yang nantinya menjadi dasar munculnya Rumah Sakit modern seperti yang kita kenal saat ini, di mana ada dokter dan para perawat yang merawat para pasien secara khusus di ruangan terpisah.

Terakhir berkaitan dengan masalah warisan, Islam memberikan hak kepada wanita untuk menerima warisan, baik sebagai istri, anak perempuan, saudara perempuan ataupun nenek. Wanita juga berhak mendapatkan nafkah dari suaminya, sementara suami tidak berhak menuntut nafkah dari istrinya meskipun istrinya kaya dan suaminya miskin. Ini sebagai implikasi dari adanya peraturan hukum waris Islam yang menetapkan warisan bagi anak pria adalah 1 bagian sementara bagi anak wanita adalah ½ -nya. Dalam hukum waris Islam anak pria mendapat 1 bagian karena masih harus berbagi separuh bagian dengan istri dan anak yang harus ia nafkahi, sementara anak wanita tidak begitu.

Dengan demikian tidak ada kekhawatiran diskriminasi bakal terjadi dalam Hukum Islam yang lurus ini. Semuanya mendapatkan kesempatan yang setara dalam segala bidang tanpa perlu menafikkan kemampuan kodratinya.@

Sumber: Majalah Media Perempuan, Getar Gender: Buku Kedua, Muhammad (karya: Martin Lings), Ensiklopedia Al Qur’an Tematis, Ensiklopedia Feminis, National Geographic.

komentarku hari ini:
Cuapeeeek aku rek!!Wuaaah Surabaya Raya hari ini, 2 Juli 2008 puanaaas pol!!....

MAKNA KOTA MEKKAH DAN KA’BAH



Kota Mekkah dan bangunan ka’bah tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Siapapun yang menyebut kota Mekkah pasti akan mengingat keberadaan ka’bah di sana. Begitupula sebaliknya, jika disebut bangunan ka’bah orang akan segera ingat letaknya yang berada di kota Mekkah.

Mekkah

Menurut sejarah Mekkah dianggap sebagai kota tertua dan tersuci di dunia. Hal ini juga tertuang dalam Al Qur’an:
Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat ibadah) manusia adalah Baitullah di Bakkah yang diberkati dan dijadikan petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imran: 96)

Allah swt menyebut Mekkah sebagai Ummul Qura (Induk dunia). Artinya Mekkah adalah induk dari seluruh kota dan desa di muka bumi. Para mufasir seperti Qatadah, As Suddi, dan Mujahid berpandangan bahwa Baitulharam merupakan rumah pertama yang muncul di permukaan air ketika Allah swt menciptakan langit dan bumi. Kala itu Mekkah berupa titik besar dari gumpalan putih yang mengapung di atas air, sementara bumi terbentang di bawahnya.

Ada satu hal yang unik yang dapat kita kaji di sini. Di dalam salah satu bagian Kitab Suci umat Hindhu, yakni Atharva Weda bab ke 20 ada kata yang dikenal dengan Kuntap Sukt. Kuntap berarti penghapusan kesengsaran atau masalah. Sementara penghapusan kesengsaraan dunia disebut dengan Kuntap Sukt. Secara luas kata ini bermakna bahwa ajaran ini akan muncul di suatu masa di masa depan dan akan menajdi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin).

Selain itu Kuntap juga bermakna kelenjar yang tersembunyi di dalam perut. Maksudnya, sesuatu yang tersembunyi itu terhubung dengan pusat dan titik tengah bumi.
Sungguh sebuah kebetulan yang tidak biasa, Mekkah dikenal sebagai Ummul Qura atau pusat dunia. Secara harfiah Mekkah berarti perut, sedangkan Bakkah berarti payudara. Jika kedua kata itu diterjemahkan secara luas, maka akan diperoleh pengertian sebagai berikut; seorang bayi akan selalu diberi asupan makanan oleh ibunya yang diperoleh dari hasil perubahan-perubahan kimiawi di dalam kelenjar-kelenjar tubuh di bagian payudara dan perut sang ibu. Kelak zat yang sama yang menjadi nutrisi sang anak di dalam rahim akan berubah menjadi susu dan keluar melalui payudara sang ibu sebagai ASI. Dengan demikian, Mekkah (perut) dan Bakkah (payudara) bisa diberi makna tempat pertama yang memberi nutrisi bagi umat manusia untuk tumbuh berkembang secara spiritual.

Kuntap sukt dalam kitab Hindhu selalu menjadi rahasia dan teka-teki bagi penganutnya dan para pakar yang menelitinya. Namun uniknya, kata kuntap (kelenjar tersembunyi di dalam perut) ini tak lagi menjadi teka-teki bagi umat Nabi Muhammad saw. Walaupun umat muslim tak pernah mengenal apa yang dinubuatkan (diramalkan) oleh kitab-kitab umat Hindhu tersebut namun demikian mereka telah menjawab apa yang sebetulnya menjadi teka-teki bagi umat Hindhu.

Ka’bah

Jika Mekkah begitu berarti sebagai induk dunia, maka yang membuatnya menjadi sangat penting adalah keberadaan ka’bah. Persoalannya sekarang adalah mengapa harus ka’bah? Sebuah pertanyaan yang selalu diinginkan jawabannya oleh setiap muslim.

Menurut pendapat para ulama dan pakar sejarah, dinamakan ka’bah karena bentuknya yang kubus. Mereka mengatakan bentuk kubus itu bukan tanpa alasan. Desain yang seperti itu dan letaknya yang berada di Mekkah adalah karena secara geografis ia berada sejajar dengan Baitulmakmur di langit. Baitulmakmur adalah sebuah bangunan mirip ka’bah di langit keempat. Disebut begitu karena malaikat selalu memakmurkan tempat itu dengan melakukan ibadah dan bertasbih kepada Allah swt secara terus menerus. Bahkan, menurut Amirulmukminin Ali bin Abu Thalib ra, sebanyak 70 ribu malaikat memasukinya setiap hari untuk beribadah, kemudian keluar dan tidak pernah kembali ke sana. Karena hari selanjutnya merupakan giliran 70 ribu malaikat lainnya untuk beribadah di dalamnya.

Begitu istimewanya Baitulmakmur ini sampai-sampai Allah swt bersumpah dengannya:
Demi Bukit Thur dan kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitulmakmur” (QS. Ath Thur: 1-4)

Sedang Nabi Muhammad saw bersabda demikian,
”Baitulmakmur sepadan dengan Baitulharam di Mekkah. Seandainya ia jatuh dari langit keempat pasti akan mendarat tepat di lokasi Baitulharam.”

Sebagaimana ka’bah yang berbentuk kubus, Baitulmakmur bentuknya juga kubus. Begitu pula dengan Arsy. Bentuk kubus melambangkan empat pilar yang harus dipegang kuat-kuat dalam beriman. Empat pilar itu meliputi:
Pertama, Subhanallah, yang berarti penyucian dan pengagungan Sang Pencipta.
Kedua, Alhamdulillah, yang bermakna setiap mukmin sejati tidak pernah lupa bersyukur kepada Penciptanya.
Ketiga, La Ilaha illallah, yang bermakna pengesaan sepenuhnya terhadap Allah swt.
Keempat, Allahu akbar.

Dalam satu riwayat Nabi muhammad saw pernah bersabda,
Dalam setiap siang dan malam hari, Allah swt menurunkan 120 rahmat ke Baitullah ini. 60 untuk orang yang thawaf, 40 untuk orang yang melakukan sholat, dan 20 untuk orang yang menyaksikan.”

Makna ka’bah yang lainnya adalah secara spiritual ka’bah menjadi semacam pusat medan magnet dan titik fokus utama umat Islam dalam beribadah. Seperti layaknya planet-planet yang menujukan titik fokusnya pada matahari yang berada di tengah-tengah orbit dan bermilyar-milyar matahari menujukan titik fokusnya pada black hole, maka manusia pun menjadikan ka’bah sebagai kiblat-sebagai titik fokus utama dalam beribadah. Dalam orbitnya planet-planet tidak akan berputar secara melenceng dari garis orbitnya, kecuali dia ingin bertabrakan dengan planet lainnya dan hancur lebur. Maka manusia pun diharapkan juga begitu, berjalan sesuai dengan garis orbitnya. Sudah sewajarnya jika Ka’bah dijadikan sebagai patokan untuk berjalan sesuai orbit yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Sungguh bukan suatu kebetulan jika planet-planet dan orang berthawaf memiliki satu kesamaan, yakni berputar mengelilingi kiblatnya masing-masing dengan gerakan yang seragam berlawanan arah dengan detak jarum jam. Makna spiritualnya, jika usia alam semesta semakin lama semakin habis maka sudah sepatutnya jika bekal kebajikan yang dibawa untuk hari akhir semakin lama semakin bertambah banyak. Bukankah bayi baru dapat dikatakan tumbuh dengan baik kalau dia bisa memanfaatkan asupan nutrisi yang diberikan ibunya secara baik pula? Tapi anehnya kenapa rata-rata manusia semakin hari semakin banyak membuat kerusakan??@
-------------*****--------------*****------------
Artikel ini ditulis pada 1 Juli 2008.

BAHAYA DAGING BABI BAGI KESEHATAN

"Katakanlah: 'Tiadalah aku peroleh wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -karena sesungguhnya semua itu kotor- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Rabbmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al An'aam: 145)

Babi adalah hewan yang sangat kotor karena biasanya memakan segala sesuatu yang diberikan kepadanya dari mulai bangkai, kotorannya sendiri sampai kotoran manusia. Secara psikis babi memiliki tabiat yang malas, tidak menyukai matahari, sangat suka makan dan tidur, memiliki sifat tamak, dan tidak memiliki kehendak dan daya juang, bahkan untuk membela diri sekalipun.

Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Di antara parasit-parasit itu adalah sebagai berikut:


  • Cacing Taenia Sollum

Parasit ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dinding-dinding gelembung ini akan dicerna oleh perut manusia. Peristiwa ini akan menghalangi perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 3 meter. Cacing ini akan melekat pada dinding usus dengan cara menempelkan kepalanya lalu menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu bisa menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena cacing ini bisa mengeluarkan racun.

Apabila pada diri seseorang, khususnya anak-anak, telah diketahui terdapat cacing ini di lambungnya maka dia akan mengalami hysteria atau perasaan cemas. Terkadang larva yang ada dalam usus manusia ini akan memasuki saluran peredaran darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, hati, saraf tulang belakang, dan paru-paru. Dalam kondisi ini dapat menyebabkan penyakit yang mematikan.

  • Cacing Trichinia Spiralis

Cacing ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika seseorang mengkonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka gelembung-gelembung -yang mengandung larva cacing ini- dapat tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru-paru dan jantung, dan di daerah-daerah lain di tubuh. Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berakhir dengan kematian.

Bisa jadi, cacing jenis ini tidak akan membuat seseorang meninggal dalam waktu singkat. Namun patut diketahui bahwa cacing-cacing kecil yang berkembang di otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging babi bisa dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal dunia.

· Cacing Schistosoma Japonicus

Ini adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang dilkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka menyentuh atau mencuci tangan dengan air yang mengandung larva cacing yang berasal dari kotoran babi. Cacing ini dapat menyelinap ke dalam darah, paru-paru, dan hati. Cacing ini berkembang dengan sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih dari 20.000 telur, serta dapat membakar kulit, lambung dan hati. Terkadang juga menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang berakibat pada kelumpuhan dan kematian.

· Fasciolepsis Buski

Parasit ini hidup di usus halus babi dalam waktu yang lama. Ketika terjadi percampuran antara usus dan tinja, parasit ini akan berada dalam bentuk tertentu yang bersifat cair yang bisa memindahkan penyakit pada manusia. Kebanyakan jenis parasit ini terdapat di daerah China dan Asia Timur. Parasit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan pembengkakan di sekujur tubuh, serta bisa menyebabkan kematian.

· Cacing Ascaris

Panjang cacing ini adalah sekitar 25 cm. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru, radang tenggorokan dan penyumbatan lambung. Cacing ini tidak bisa dibasmi di dalam tubuh, kecuali dengan cara operasi.

· Cacing Anklestoma

Larva cacing ini masuk ke dalam tubuh dengan cara membakar kulit ketika seseorang berjalan, mandi, atau minum air yang tercemar.

Cacing ini bisa menyebabkan diare dan pendarahan di tinja, yang bisa menyebabkan terjadinya kekurangan darah, kekurangan protein dalam tubuh, pembengkakan tubuh, dan menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan mental, lemah jantung dan akhirnya bisa menyebabkan kematian.

· Calornorchis Sinensis

Ini jenis cacing yang menyelinap dan tinggal di dalam air empedu hati babi, yang merupakan sumber utama penularan penyakit pada manusia. Cacing ini terdapat di China dan Asia Timur, karena orang-orang di sana biasa memelihara dan mengkonsumsi babi. Virus ini bisa menyebabkan pembengkakan hati manusia dan penyakit kuning yang disertai dengan diare yang parah, tubuh menjadi kurus dan berakhir dengan kematian.

· Cacing Paragonimus

Cacing ini hidup di paru-paru babi. Cacing ini tersebar luas di China dan Asia Tenggara tempat di mana babi banyak dipelihara dan dikonsumsi. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru. Sampai sekarang belum ditemukan cara membunuh cacing di dalam paru-paru. Tapi yang jelas cacing ini tidak terdapat, kecuali di tempat babi hidup. Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, di mana penderita akan merasa sakit, ludah berwarna cokelat seperti karat, karena terjadi pendarahan pada kedua paru-paru.

· Swine Erysipelas

Parasit ini terdapat pada kulit babi. Parasit ini selalu siap untuk pembakaran pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi dengannya. Parasit ini bisa menyebabkan radang kulit manusia yang memperlihatkan warna merah dan suhu tubuh tinggi.

Sedang kuman-kuman yang ada pada babi dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah TBC, Cacar (Small pox), gatal-gatal (scabies), dan Kuman Rusiformas N.

Dalam berbagai argumentasi, sebagian orang berpendapat jika peralatan modern sudah jauh lebih maju dan bisa menanggulangi cacing-cacing ini sehingga tidak berbahaya lagi, karena panas tinggi yang dihasilkan oleh alat tersebut. Sayangnya mereka lupa bahwa pengetahuan mereka masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Sampai sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan benar berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk membunuh cacing-cacing ini. Padahal menurut teori, memasak daging yang benar adalah tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama. Karena jika terlalu cepat dikhawatirkan parasit-parasit yang terdapat dalam daging tidak sempat mati sementara kalau terlalu lama semua kandungan gizi daging akan hilang dan hanya menyisakan toxic (racun). Kalau sudah demikian siapa yang berani menjamin kalau daging babi cukup aman untuk dikonsumsi?

Memang benar dalam tubuh sapi juga ada cacing. Cacing tersebut diberi nama T. Saginata. Tapi babi sendiri kadang-kadang juga menjadi sarang cacing jenis ini. Namun demikian ada perbedaan yang mendasar antara cacing yang terdapat pada sapi dan cacing yang ada pada babi. Saginata yang ada pada babi melangsungkan proses hidupnya dalam tubuh manusia sedangkan saginata yang ada pada sapi hanya dapat hidup di dalam sapi dan tidak hidup di dalam tubuh manusia, sekalipun sudah terlanjur masuk dalam tubuh manusia. Adapun keberadaan saginata dalam tubuh manusia mungkin disebabkan oleh proses masak yang tidak baik di dalam tubuh babi.

Disamping itu daging babi adalah daging yang paling sulit dicerna, karena kandungan zat lemaknya sangat tinggi. Tabel berikut akan menjelaskan kadar lemak yang terdapat dalam daging babi dan hewan lainnya:


Yang Gemuk

Yang Sedang

Yang Kurus

Babi

91%

60%

29%

Sapi

35%

20%

6%

Kambing

56%

29%

14%

Selain itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang pertama kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang terakhir adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut dimasak, maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi.

Dari hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.

Singkatnya, Allah swt ketika mengharamkan babi pasti memiliki maksud yang baik. Allah swt faham betul batas kemampuan tubuh manusia mencerna makanan dan mempertahankan diri dari berbagai macam serangan parasit itu seperti apa, karena bagaimanapun kita ini adalah ciptaan-Nya. Allah-lah yang mendesain tubuh kita, jadi Allah swt pasti tahu betul apa kelemahan kita dan usaha apa yang harus dilakukan-Nya untuk melindungi diri kita. Namun jika ada seorang penantang bertanya untuk apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan? Maka kita bisa menjawabnya dengan mengatakan bahwa di dalam tubuh babi ada hal yang bisa kita petik pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu atau bibit penyakit lainnya. Namun jika dia masih juga bersikukuh tentang babi, maka paling tidak dia harus bisa membuktikan bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit maupun kandungan lemaknya yang tinggi. Apa dia dapat melakukannya sementara para ahli saja tidak benar-benar berani menjaminnya? --@--

Sumber rujukan: ”POLA MAKAN RASULULLAH”, 1 Juli 2008

capeeekk maaaak....