Jumat, 27 Juni 2008

MENGENAL KARAKTER KAUM YAHUDI KUNO DI BAWAH KEPEMIMPINAN NABI MUSA

Assalamua'alikum wr.wb.

khusus kepada moderator SM, saya minta tolong dipostingkan yang ini, soalnya saya kirim via e-mail ga bisa. mau pake ticket khusus saya ga tahu caranya, hehehe...mungkin artikel ini bisa juga bantu the seventh menemukan sebagian jawaban pertanyaannya...maaf baru ini yang bisa saya lakukan untuk membantu. terima kasih:

MENGENAL KARAKTER KAUM YAHUDI KUNO DI BAWAH KEPEMIMPINAN NABI MUSA

author: nelly


Yahudi adalah golongan bangsa yang mana dikalangan mereka pernah banyak muncul para nabi dan rasul Allah swt. Kata ‘Yahudi’ menurut bahasa berarti orang yang berasal dari turunan Yahuda. Yahuda ini adalah salah satu dari 12 putera Nabi Yaqub, nabi yang hidup sekitar abad 18 SM dan bergelar Israil. Segenap turunan dari 12 putera Nabi Yaqub (Israil) itu dikenal dengan sebutan bani Israil, suku Israil atau bangsa Yahudi. Rupanya, setelah berabad-abad turunan Yahudi berkembang menjadi bagian yang dominan dan mayoritas dari bani Israil, sehingga sebutan Yahudi tidak hanya mengacu kepada orang-orang dari turunan Yahuda, tapi mengacu kepada segenap turunan Israil (Nabi Yaqub).

Pada awalnya bangsa Yahudi hanya terdiri dari satu kelompok keluarga diantara banyak kelompok keluarga yang hidup di tanah Kan’an pada abad 18 SM. Ketika terjadi bencana kelaparan di Kan’an, mereka pergi mencari makan ke Mesir, yang memiliki persediaan makanan yang cukup berkat peran serta Nabi Yusuf. Karena kedudukan Nabi Yusuf yang tinggi di kerajaan Mesir, segenap anggota keluarga Yaqub diterima dengan baik di Mesir dan bahkan diberi lahan pertanian di bagian timur laut Mesir.

Saudara-saudara Nabi Yusuf akhirnya terdorong untuk hidup di Mesir dan tinggal bersama Nabi Yusuf karena Mesir dianggap memiliki banyak keistimewaan, tanahnya datar dan iklimnya normal. Dalam kurun waktu beberapa abad mereka pun menetap dan menikah di Mesir hingga jumlah anak turun mereka membengkak menjadi berpuluh-puluh ribu orang. Waktu itu Nabi Yusuf yang masuk dalam jajaran penguasa Mesir telah berhasil mengubah Mesir menjadi negeri yang menganut agama tauhid. Namun sayang, sepeninggal Nabi Yusuf, Mesir kembali menganut faham politheisme (penyembah berhala). Menurut prediksi yang kuat, hal ini terjadi karena ‘permainan’ orang-orang pemerintahan. Sebab, dengan menganut ajaran tauhid, ’kasta’ orang-orang pemerintahan hampir tidak dibedakan dengan masyarakat luas. Oleh karena itu, mereka berkepentingan untuk mengembalikan sistem mempertuhankan banyak sesuatu; mengembalikan sistem ketuhanan Fir’aun.

Pada dasarnya, masyarakat Mesir adalah masyarakat yang berbudaya. Mereka memiliki atensi cukup besar pada pembangunan budaya dan peradaban; memiliki naluri keagamaan yang mendalam. Barangkali sebagian besar masyarakat Mesir mengakui bahwa Fir’aun bukanlah tuhan, tetapi keimanan yang bersemayam dalam jiwa mereka semacam itu tidak berarti apa-apa bagi seorang penguasa. Tuhan-tuhan berhala di Mesir cukup banyak dan Fir’aun-lah yang menguasai semua tuhan-tuhan itu. Inilah persepsi masyarakat Mesir kala itu.

Ironisnya, bani Israil juga mulai ikut-ikutan berpindah akidah dari monotheisme (tauhid) menjadi politheisme, mengikuti tradisi setempat. Hanya sebagian kecil saja diantara mereka yang masih menyimpan keimanan dan tetap menganut agama monotheisme.

Sementara itu, di saat yang bersamaan, jumlah penduduk bani Israil yang semakin banyak dan semakin tangguh dalam bidang perekonomian membuat pemimpin bangsa Mesir mulai menekan mereka. Bangsa ini sengaja diperbudak tanpa kenal belas kasih. Secara turun-temurun para Fir’aun ini memperbudak bani Israil hingga pada satu masa naik tahtahlah seorang Fir’aun yang sangat diktator. Maka Allah swt. mengutus Nabi Musa kepada kaum yang zalim ini. Misi utamanya adalah mengingatkan Fir’aun akan kezalimannya dan mengajaknya kembali kepada ajaran tauhid yang pernah diajarkan Nabi Yusuf kepada leluhur Fir’aun di masa lalu. Akan tetapi Fir’aun terlalu angkuh untuk tunduk kepada risalah yang dibawa Nabi Musa kepadanya. Peringatan Nabi Musa hanya menambah kediktatoran Fir’aun kian menjadi-jadi.

Sebenarnya pada satu titik pernah terjadi Fir’aun ditunjukkan pada mukjizat-mukjizat Nabi Musa dan dia pun merasa takut. Diam-diam dia sebetulnya mengakui keberadaan Allah swt, hanya sayangnya kesombongan dan ketakutannya akan kehilangan tahta kekuasaan tertinggi telah membutakan mata hatinya. Dan karena hal itu pulalah maka Fir’aun ditenggelamkan oleh lautan.


Babak Baru Kehidupan Kaum Yahudi Kuno

Setelah pembebasan kaum Yahudi dari perbudakan bangsa Mesir, ternyata pola pikir bangsa Israil ini tidak banyak mengalami perubahan tauhid. Agaknya usaha para Fir’aun dan penguasa pemerintahan negeri Mesir untuk menanamkan dasar-dasar faham politheisme ke benak bani Israil benar-benar sudah merasuk hingga ke tulang sum-sum hingga sangat sulit dihilangkan. Sifat membangkang dan kejahilian bangsa Mesir juga telah melekat erat dalam diri orang-orang bani Israil, membuat Nabi Musa benar-benar kesulitan mengatasi mereka.

Belum lagi Nabi Musa meninggalkan mereka, kaum Yahudi sudah meminta dibuatkan tuhan yang dapat mereka sembah. Tiap kali bertemu dengan orang-orang yang menyembah berhala, mereka merasa iri karena ingin melakukan hal yang sama. Namun, Nabi Musa menolaknya dengan tegas, sebagaimana tertera dalam ayat-ayat Al Qur’an berikut:

Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani Israil berkata: ’Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).’ Musa menjawab: ’Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan).Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. Musa menjawa, ’Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain dari pada Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat. Dan (ingatlah hai Bani Israil), ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir’aun) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari Tuhanmu’(QS. Al A’raaf: 138-141)


Tidak hanya itu saja, perbudakan yang sangat lama juga telah membuat bangsa Yahudi berpikir sama buruknya seperti bangsa yang memperbudaknya. Mereka menganggap kebebasan yang diberikan oleh Allah swt adalah berkah yang tiada akhir. Mereka sekarang sudah terbebas dari segala macam bentuk penindasan, penganiayaan dan rasa takut yang mencekam, jadi adalah hak mereka untuk tidak merasa takut dan kekurangan lagi. Tuhan telah memilih mereka sebagai bangsa pilihan untuk didekatkan kepada-Nya. Corak kesombongan, tinggi hati, dan tidak pernah merasa puas, yang dulu pernah menyelimuti masyarakat Mesir kelas atas kini mereka adopsi juga.

Satu saat, hijrah mereka telah mencapai gurun Sinai yang tandus. Tak ada makanan dan minuman di sana. Namun demikian rahmat Allah swt yang besar masih menaungi mereka. Allah swt menurunkan ’manna’ dan ’salwa’, serta mengijinkan Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke bumi sehingga dari dalamnya menyembur 12 mata air bagi masing-masing kabilah. Sayangnya, nikmat yang telah diberikan Allah swt tidak cukup membuat Bani Israil berhenti menginginkan hal yang lebih banyak. Mereka menginginkan bawang merah, bawang putih, kacang dan miju-miju. Makanan yang merupakan jenis makanan khas Mesir dan biasa mereka konsumsi selama ini. Kembali Nabi Musa mengingatkan kaumnya pada kezaliman diri mereka itu. Bagaimana bisa mereka tidak bersyukur telah mendapatkan makanan yang baik, malah menginginkan makanan lain yang lebih buruk?

Mereka meneruskan perjalanan menuju Bait Al Maqdis. Disitulah kemudian Nabi Musa memerintahkan mereka supaya masuk ke sana dan memerangi orang-orang yang menyembah berhala. Namun lagi-lagi kaum Yahudi mengelak. Kepada Nabi Musa mereka menyatakan ketakutannya. Nyali mereka yang ciut mendorong mereka untuk berkata tidak akan pernah masuk ke Bait Al Maqdis kecuali golongan yang kuat yang ada di dalamnya keluar lebih dulu. Sebuah pernyataan yang populer dilontarkan kaum Yahudi kepada Nabi Musa direkam oleh Al Qur’an:

Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.(QS. Al Maidaah: 24)


Seketika Nabi Musa pun sadar bahwa tidak ada perkembangan baik pada kaumnya. Padahal Fir’aun sudah binasa, namun pengaruhnya begitu kuat tertanam dalam jiwa mereka. Butuh waktu lama untuk menyembuhkannya. Akhirnya Nabi Musa mengadu kepada Allah swt. Beliau berdoa supaya dipisahkan dari kaumnya.

Allah swt pun menurunkan hukuman terhadap generasi Bani Israil yang mengalami kerusakan nurani. Mereka disesatkan selama 40 tahun, sampai generasi itu menjadi tua. Setelah itu muncul generasi lain sebagai pengganti. Generasi yang tangguh, bukan penakut dan siap membela kebenaran di sisi Allah swt.

Saat Taurat diturunkan, Nabi Musa sempat menyingkir selama sekian waktu. Bersamaan dengan itu ditengah-tengah kaum Yahudi terjadi pengkhianatan oleh Samiri. Pengkhianatan ini berasal dari perilaku Bani Israil juga. Ketika Nabi Musa memerintahkan Bani Israil untuk bersiap-siap pergi diam-diam meninggalkan tanah Mesir, para wanita Bani Israil mencoba berbaikan dengan wanita Mesir dan membujuknya agar mau meminjamkan perhiasan emasnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh para pria bangsa Yahudi. Walhasil orang-orang Bani Israil, baik pria maupun wanita, berhasil mendapatkan emas yang sangat banyak. Awalnya Nabi Musa dan Nabi Harun sama sekali tidak mengetahui masalah ini. Karena itu, ketika akhirnya rahasia ini terbongkar oleh Nabi Harun, beliau berinisiatif mengambil barang-barang curian itu, mengumpulkannya di suatu tempat dan menimbunnya di dalam tanah. Akan tetapi Samiri kembali mengambilnya. Dia tahu betul kelemahan Bani Israil adalah pada benda-benda emas, jadi dia ingin sekali memanfaatkan kesempatan itu. Dari emas-emas itu Samiri membuat patung sapi yang menyerupai patung dewa Apis. Apis sendiri adalah sesembahan masyarakat Mesir. Samiri ingin menghidupkan kembali memori Bani Israil akan sembahan masyarakat Mesir ini.

Setelah patung selesai dibuat, Samiri pergi menemui bani Israil membawa patung tersebut:

Mereka bertanya, ”Apa ini wahai Samiri?

Samiri menjawab, ”Inilah tuhan kalian dan tuhan Musa.”

Mereka berkata, ”Tetapi Musa sedang pergi ke miqat Tuhannya.”

Samiri menjawab, ”Musa lupa. Ia pergi menjumpai Tuhannya di sana, padahal tuhannya ada di sini.”

Tiba-tiba angin berhembus, kemudian masuk lubang anus patung Apis dan keluar melalui lubang mulutnya. Seketika timbullah suara dari mulut Apis. Tanpa menunggu waktu lama, Bani Israil langsung menyembah patung tersebut.

Mereka umumnya tumbuh dan berkembang di Mesir, ketika Mesir mempertuhankan berhala dan mengkuduskan Apis. Jiwa mereka keropos karena terbiasa hidup nista dalam perbudakan. Berkali-kali mereka menyaksikan mukjizat dari Nabi Musa akan tetapi hal itu belumlah cukup membuat mereka berhenti menyimpang dari kebenaran. Dalam hati mereka masih tersimpan keinginan untuk menyembah pada segala hal yang dapat diabstraksikan secara jelas. Sesuatu yang transeden terlalu sulit dimengerti oleh mereka. Jadilah mereka tetap sebagai penganut paganisme, sama halnya dengan pemimpin Mesir mereka dulu.

Suatu hari Nabi Harun terheran-heran menyaksikan Bani Israil menyembah berhala yang terbuat dari emas. Nabi Harun pun mencoba menasehati mereka. Ia katakan pada mereka,


Sungguh kalian telah tertipu. Ini pengkhianatan. Samiri telah memanfaatkan kebodohan kalian. Ia telah mengkhianati kalian dengan patung anak sapi buatannya...Ketahuilan, ini bukan Tuhan kalian. Juga bukan Tuhan Musa.” (QS. Thaha: 90)


Kelompok mereka akhirnya terbelah menjadi dua: sekelompok kecil adalah orang-orang mukmin yang meyakini bahwa semua ini hanyalah omong kosong belaka; dan kelompok yang mayoritas terdiri dari orang-orang kafir yang membiarkan diri mereka menyembah berhala. Celakanya, kaum mayoritas ini selalu menganggap nasehat-nasehat Nabi Harun bagaikan hembusan angin sepoi-sepoi menimpa batu. Mereka tidak mengindahkan kata-kata dan seruannya. Bahkan mereka hampir saja membunuhnya kalau saja tidak diambil kata sepakat menangguhkan masalah ini sampai Nabi Musa datang.

Ketika Nabi Musa mengetahui apa yang dilakukan oleh Bani Israil maka murkalah beliau, ”Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku!” (QS. Al A’raaf: 150)


Nabi Musa yang memiliki karakter tergesa-gesa dan antusiasme tinggi mendatangi Nabi Harun dengan marah dan berselisih paham dengannya. Namun akhirnya kemarahan Nabi Musa terhadap Nabi Harun mereda setelah mendapatkan penjelasan yang sebenarnya. Setelah itu Nabi Musa berpaling kepada kaumnya dan berkata:


Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: ’Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjadikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?’” (QS. Thaha: 86)


Seketika segenap Bani israil menundukkan kepala. Mereka semua menyadari kesalahan yang dilakukan. Oleh Nabi Musa Samiri dijatuhi hukuman berupa pengasingan, sedangkan patung Apis dimusnahkan. Pada kaumnya Nabi Musa berseru:


Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.(QS. Thaha: 98)


Kepada kaumnya Nabi Musa mengatakan bahwa hanya ada satu celah taubat bagi mereka. Dan taubat itu adalah dengan membunuh orang-orang yang mempertuhankan patung Apis di antara mereka. Al Qur’an menggambarkan peristiwa tersebut sebagai berikut:


Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: ’Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak sapi (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatnya. Sesungguhnya Dialah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(QS. Al Baqarah: 54)


Sanksi yang diterapkan Nabi Musa bagi para penyembah Apis sungguh berat, sesuai dengan kadar dosa dan kesalahan itu sendiri. Patokan dasarnya adalah paganisme telah membunuh kehidupan dan kebersihan akal. Maka pembunuhan terhadap kehidupan dan kebersihan akal hanya dapat diimbangi dengan sanksi pembunuhan terhadap kehidupan jasad itu sendiri. Tragedi berdarah yang menyedihkan ini menelan banyak korban jiwa. Sebagian sejarawan memperkirakan sekitar 70 ribu orang Bani Israil tewas dalam peristiwa tersebut.

Diriwayatkan bahwa Nabi Musa dan Nabi Harun berdiri memanjatkan doa kepada Allah swt sehingga Jibril datang memebritahu Nabi Musa bahwa Allah swt menerima taubat orang-orang yang tersisa dari Bani Israil.


Bernegoisasi Dengan Hukum Taurat


Nabi Musa kembali teringat dengan misi utamanya, yakni mengajarkan hukum Taurat kepada kaumnya. Kepedihan atas apa yang diperbuat Bani israil mungkin masih membekas di benak beliau, namun demikian hidup harus terus berlanjut. Nabi Musa pun mulai membacakan isi luh-luh Taurat kepada kaumnya. Awalnya yang diperintahkan adalah mereka harus menjalankan ketentuan hukum yang ada di dalam Taurat. Tetapi sungguh diluar dugaan, ternyata Bani Israil masih ingin melakukan negoisasi dengan kebenaran. Mereka berkata kepada Nabi Musa,

Bagikan luh-luh itu pada kami. Jika perintah dan larangannya kami nilai mudah dan gampang, maka kami akan menerimanya.

Nabi Musa menjawab, ”Justru kalian harus menerima semua yang terkandung di dalamnya.

Tetapi mereka masih terus minta negoisasi. Maka Allah swt mengirimkan para malaikat untuk mengangkat gunung dan meletakkan di atas kepala mereka. Setelah itu dikatakan kepada mereka:

Jika kalian tidak menerima luh-luh itu berikut kandungannya, niscaya gunung ini akan jatuh menimpa kalian.”

Baru kemudian Bani Israil mau menerima dan bersujud dengan cemas serta rasa takut.

Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): ’Peganglah dengan teguh apa yang yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Araaf: 170)


Selalu saja seperti itu, mereka tidak bisa serta merta menyerahkan diri kepada Allah swt kecuali setelah menyaksikan mukjizat-mukjizat inderawi, yang dapat menimbulkan rasa takut dan cemas, yang akhirnya akan mendorong mereka untuk tunduk bersujud. Jika dikatakan Allah swt berlaku sangat keras kepada Bani Israil hal itu memang benar dan wajar. Bukan tanpa alasan, untuk mengembalikan Bani Israil ke jalan yang lurus memang tidak ada cara lain selain dengan sikap tegas dan keras.

Nabi Musa memerintahkan kepada pemuka dan tokoh Bani Israil supaya memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah swt. 70 orang terbaik di antara mereka dipilih. Kepada mereka dikatakan:

Pergilah menuju Allah! Bertaubatlah kepada-Nya atas apa yang telah kalian perbuat. Dan jangan lupa, mintakanlah juga ampunan untuk kaum yang kalian tinggalkan di belakang. Berpuasalah. Bersucilah. Dan sucikanlah pakaian kalian.”


Bersama 70 orang itu, Nabi Musa berangkat menuju miqat Tuhannya. Di bukit itu 70 orang itu telah menjadi saksi Nabi Musa berbicara dengan Allah swt secara langsung. Barangkali mukjizat ini adalah yang terakhir, yang dirasa sudah cukup bisa membawa keimanan di hati di sepanjang kehidupan. Akan tetapi sekali lagi apa yang dikatakan ke-70 orang tadi benar-benar mencengangkan. Dengan polos mereka katakan kepada Nabi Musa:


Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: ’Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang’, karena itu kamu disambar halilintar, sedang mereka menyaksikannya.(QS. Al Baqarah: 55)


Sungguh yang demikian itu merupakan pertanda bencana yang membuat orang terpana. Bencana yang mengindikasikan membatunya hati orang-orang Bani Israil. Pun ketergantungannya pada hal-hal yang bersifat materi dan inderawi. Permintaan itu akhirnya berbuah azab berupa halilintar dan gempa bumi.

Nabi Musa melihat apa yang terjadi pada ke 70 orang itu dan merasa sangat sedih karenanya. Maka beliau pun berdoa kepada Allah swt dan memohonkan ampun bagi mereka:


Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: ’Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya’.” (QS. Al A’raaf: 155)


Nabi Musa memohon keridhaan-Nya dan Allah swt meridhainya. Dia ampuni kaum Nabi Musa dan menghidupkan mereka kembali.


Qishshah Al Baqarah (Cerita Tentang Sapi)


Nabi Musa tinggal bersama kaumnya, berdakwah kepada mereka sepanjang waktu. Sayang jiwa-jiwa mereka benar-benar sudah menelikung. Sifat mereka yang keras kepala dan suka membangkang terjadi lagi kala muncul kisah Bani Israil yang kaya raya ditemukan tewas secara misterius. Masyarakat menjadi gempar karenanya. Mereka meminta kepada Nabi Musa untuk bermunajat kepada Tuhannya sehingga mereka bisa menemukan siapa pembunuhnya. Nabi Musa pun memenuhi permintaan mereka. Mereka diperintah untuk menyembelih seekor sapi.

Semestinya mereka cukup menyembelih sapi apa saja yang mereka temui, tapi dasar keras kepala mereka masih mengajak bernegoisasi. Mereka menuduh Nabi Musa hanya main-main dan mencemooh mereka. Dengan ketabahan yang sangat Nabi Musa memohon perlindungan kepada Allah swt dari kaum yang tak berpengetahuan dan menuduhkan tuduhan buruk terhadapnya ini. Lantas beliau jelaskan kepada mereka bahwa pemecahan masalah pembunuhan akan terungkap dari penyembelihan sapi itu. Di sini Nabi Musa ingin menunjukkan kembali mukjizat dari Tuhannya sekaligus menjadikan ini sebagai indikasi bahwa hingga kini Bani Israil belum mampu berpikir secara logis. Mereka terlalu dalam terperosok ke dunia mistis sehingga untuk mengeluarkannya dari pola pikir yang seperti itu Nabi Musa mengalami kesulitan yang luar biasa.

Bani Israil berkata, “Apakah sapi yang engkau maksud itu sapi pada umumnya atau yang memiliki ciri-ciri tertentu?”

Nabi Musa pun bertanya pada Allah swt. Dan sapi yang dimaksud dibatasi dengan ciri-ciri tertentu, berbeda dengan kriteria sebelumnya. Sapi itu adalah sapi yang tidak tua, juga tidak terlalu muda. Sampai di sini harusnya persoalan telah selesai. Tetapi lagi-lagi Bani Israil masih ingin bernegoisasi. Pertanyaan-pertanyaan aneh mereka lontarkan, seperti: ‘Apa warna sapi itu? Bagaimana kalau Musa bertanya saja kepada Tuhannya?’ Sungguh mereka tidak sopan terhadap Allah swt dan Nabi-Nya. Bagaimana mereka tidak malu membebani Nabi Musa untuk berkonsultasi berulangkali pada Allah swt hanya untuk menanyakan hal-hal yang sederhana? Akhirnya Allah swt menjelaskan tentang sapi itu, ”Sapi yang berwarna kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.

Untuk kesekian kalinya Bani Israil masih belum jengah untuk berhenti bertanya. Mereka kembali meminta kejelasan kepada Nabi Musa sapi macam apa itu karena banyak sapi yang mirip. Dengan praktis Nabi Musa pun menjawab, ”Sapi yang dimaksud adalah sapi yang tidak dipakai untuk membajak dan mengairi tanaman, tidak memiliki cacat dan tidak ada belangnya. Benar-benar kuning, murni...

Kini, sifat keras kepala Bani Israil itu berakibat pada diri mereka sendiri. Mereka benar-benar kesulitan mencari sapi yang dimaksud. Hampir-hampir mereka tidak menjalankan perintah itu saking sulitnya mencari sapi yang dimaksud. Untunglah ada seorang yatim yang memilikinya, jadi mereka membeli darinya dan menyembelih sapi itu.

Nabi Musa mengambil ekor sapi itu dan memukulkannya kepada orang yang sudah mati. Tiba-tiba orang itu hidup kembali. Ia menceritakan segalanya sebelum kemudian mati lagi. Semua Bani Israil menyaksikan peristiwa ini dan mengakui mukjizat ini sebagai kebenaran keberadaan Allah swt hingga waktu tertentu.


Sepertinya jika membicarakan sikap buruk kaum Yahudi terus menerus hal itu tidak akan ada habisnya. Nabi Musa saja sampai begitu menderita karena kaumnya. Sebagain orang meyakini kaum Yahudi telah melukai dan menyakiti Nabi Musa secara psikis dan kejiwaan. Tidak ada yang tahu sedalam apa luka itu bagi Nabi Musa, namun yang jelas kaum Yahudi suka sekali menyeleweng dari risalah-risalah yang dibawakan oleh Nabi Musa, bahkan di saat beliau masih tinggal dan hidup bersama mereka sekalipun.

Terkait dengan ini Rasulullah saw pernah disakiti umatnya dan beliau bersabda, ”Musa telah disakiti lebih dari itu, tetapi ia tetap sabar.

Agaknya, semua propaganda zionis yang ada sekarang yang menyatakan bahwa kaum Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan, sebenarnya bersandar pada kebiasaan mereka menyalah artikan segala hal yang terjadi di masa lalu. Segala kemukjizatan yang diturunkan Allah swt kepada mereka secara berturut-turut, termasuk diutusnya banyak nabi-nabi dari kalangan mereka, dianggapnya sebagai berkah semata. Mereka sengaja melupakan kenyataan bahwa disamping berkah sejatinya terdapat banyak sekali peringatan dan bahkan azab yang pedih bagi mereka karena sering menyombongkan diri. Dengan beranggapan bahwa kaum Yahudi adalah satu-satunya bangsa yang unggul sedangkan bangsa yang lain hanya cukup dihargai sebagai bangsa Junam (kambing/domba), mestinya kaum Yahudi mampu menjadi segala simbol kebaikan bagi dunia dan bukan sebaliknya. Harusnya jika benar mereka adalah bangsa pilihan Tuhan karena keunggulan rasnya, mereka tidak hanya bisa menjadi bangsa yang pandai berkelit tapi juga bangsa yang tunduk patuh pada risalah-risalah yang dibawa oleh Nabi Musa. Maka semoga Allah swt melimpahkan rahmat-Nya tanpa akhir kepada Nabi Musa dan orang-orang mukmin yang tetap menjaga kemurnian risalah milik-Nya, serta dijauhkan dari pengaruh dusta-dusta kaum Yahudi.


Lalu ditimpakan kepada mereka kenistaan dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar. Demikianlah itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.(QS. Al Baqarah: 61)


@ nelly, Juni 2008

Wassalamualaikum wr.wb.

HIKMAH DI BALIK PENGHARAMAN MINUMAN BERALKOHOL


Sejatinya Allah swt telah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang baik-baik dari sebagian karunia-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah swt itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik, dan Allah swt memerintahkan kepada hamba-Nya apa-apa yang diperintahkan kepada Rasul-rasul-Nya.

Sungguh, salah satu kebaikan dalam Islam yang dibawanya untuk kepentingan umat manusia adalah Islam tidak akan mengharamkan sesuatu, kecuali memberikan ganti (way out) yang lebih baik guna mengatasi kebutuhannya itu. Allah swt telah mengharamkan minuman beralkohol, tetapi di balik itu Ia berikan gantinya berupa minuman yang lezat dan cukup berguna bagi kesehatan rohani serta jasmani, seperti susu dan madu.

Begitulah, kalau kita ikuti dengan seksama keseluruhan hukum Islam akan kita jumpai disitu bahwa pelarangan sebagian makanan dan minuman oleh Allah swt tersebut tidaklah dimaksudkan untuk memberikan suatu kesempitan kepada hamba-hamba-Nya. Lagipula kalau kita mau berpikir jauh, sesungguhnya dibalik beberapa hal yang diharamkan oleh Allah swt itu sejatinya telah tersimpan sebab dan hikmat yang sangat luar biasa. Berikut ini akan kita lihat betapa Maha Penyayangnya Allah swt terhadap hamba-hamba-Nya dibalik keberadaan minuman beralkohol.

Minuman alkohol atau yang seringkali disebut dengan khamar dalam bahasa Arab, merupakan jenis minuman yang memabukkan dan menghilangkan akal orang yang meminumnya. Orang Arab Jahiliyah selalu menganggap khamar sebagai sesuatu yang istimewa. Ini dapat dibuktikan dalam syair-syair mereka yang memuji-muji khamar, sloki-sloki, pertemuan-pertemuan dan sebagainya. Tidak kurang dari 100 nama dibuat untuk mensifati khamar itu.

Setelah Islam datang, secara bertahap minuman beralkohol mulai dilarang. Pertama, dengan cara menerangkan bahayanya minuman beralkohol sekalipun didalamnya juga terkandung manfaat, kemudian kadar larangan ditingkatkan menjadi larangan mengerjakan shalat ketika sedang mabuk, dan terakhir baru Allah swt menurunkan ayat-ayat-Nya secara tegas dan menyeluruh:

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ’Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagimu, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya’....” (QS. Al Baqarah: 219)

Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu shalat, sedangkan dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan....” (QS. An Nisaa’: 43)

Hai orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berhala dan mengundi dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah swt dan sembahyang; maka berhentilah kamu.” (QS. Al Maa-idah: 90-91)

Dampak Negatif Alkohol

Telah banyak Negara mengakui bahayanya minuman beralkohol. Alkohol selalu mempunyai efek samping berbahaya dan menyebabkan kerusahan fisik serta sosial. Sayangnya usaha pemberantasannya tak selalu berhasil baik. Di Amerika Serikat, misalnya, sebetulnya negara ini telah berusaha memberantas ketergantungan masyarakatnya terhadap alkohol dengan cara mengesahkan Undang-undang yang berkaitan dengan pembatasan minuman beralkohol, namun demikian agaknya usaha ini masih mengalami kegagalan. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil survey yang menyatakan bahwa lebih dari 18 juta warga Amerika Serikat ternyata telah menjadi pecandu alkohol. Akibatnya, secara finansial, pemerintah Amerika Serikat mengalami kerugian lebih dari 17 miliar dollar akibat masalah-masalah kejiwaan/mentalitas, kekacauan dalam rumah tangga (broken home), dan kesemrawutan tatanan sosial.

Majalah ’Lants’, London, juga menyebutkan bahwa sekitar 200 ribu orang telah meninggal dalam satu tahun di Inggris disebabkan oleh alkohol. Sementara kerugian finansial yang dialami oleh Inggris akibat masalah-masalah sosial yang mengikutinya diperkirakan mencapai 2 milyar poundsterling per tahun.

Menurut Dr. Peter J. D’Adamo dalam bukunya yang berjudul ”Eat Right for Your Type”, setiap orang yang berhubungan dengan pecandu alkohol akan mengalami hal yang sama. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecanduan alkohol dapat mempengaruhi komponen genetis seseorang; biasanya keturunan pecandu alkohol memiliki kecenderungan empat hingga lima kali lipat untuk juga menjadi pecandu alkohol. Konsekuensinya, seorang pecandu alkohol akan mengalami kerusakan fisik berupa degenerasi (kerusakan) otak, penyakit jantung, hipertensi, defisiensi nutrisi, dan penyakit liver. Hanya sekitar 3% alkohol yang masuk ke dalam tubuh dan akan dikeluarkan; sisanya diolah oleh hati (liver) dan diproses teratur dan diproses dalam lambung serta usus halus. Setelah pola konsumsi alkohol yang teratur dan dalam jumlah besar, liver si pecandu alkohol akan rusak. Hasil akhirnya adalah sirosis liver, malanutrisi akibat penyerapan makanan yang buruk, dan akhirnya berakibat pada kematian.

Disamping itu, untuk jenis alkohol yang mengandung asam karbon (sampanye), lebih cepat meresap ke dalam lambung. Liver mencerna hampir 90% alkohol, sedang sisanya dikeluarkan lewat ginjal, paru-paru, dan kulit. 90% oksigen yang dibutuhkan untuk proses kimia dalam liver dipakai alkohol sehingga mengakibatkan penyempitan sel-sel liver.

Beberapa sumber mengatakan bahwa kebanyakan pecandu alkohol memiliki produksi hormon adrenokortikotropik (adrenocorticotropic hormone/ACTH) yang berkurang. Itu adalah hormon yang memberi sinyal kepada kelenjar adrenal untuk menghasilkan hormon stres. Hampir semua pecandu alkohol mempunyai beberapa bentuk hipoglikemia (kekurangan kadar kalium darah), yang mereka imbangi dengan stimulan. Biasanya orang semacam itu dalam jangka waktu panjang tidak ingin makan. Akibatnya, pecandu alkohol kehabisan stamina dan menggunakan alkohol untuk memperkecil efek adrenalin dan untuk memasok gula.

Setelah melihat besarnya dampak buruk yang diakibatkan oleh alkohol ini, maka patut bagi kita sekarang untuk bersyukur karena ketentuan syariat Islam melarang keras umat muslim mengonsumsi alkohol meskipun kadarnya sangat kecil sekalipun. Dalam hal ini Ahmad, Abu Daud dan Tarmidzi pernah meriwayatkan sebuah hadist:

Minuman apa pun kalau banyaknya itu memabukkan, maka sedikitnya pun adalah haram.


Ketegasan Islam Mengatur Soal Minuman Beralkohol

Begitu ketatnya syariat Islam mengatur tentang minuman beralkohol sampai-sampai melarang meminumnya saja belumlah cukup. Berikut ini hal-hal yang dilarang untuk dikerjakan oleh seorang muslim terkait dengan alkohol:

  • Bagi seorang muslim memperdagangkan minuman beralkohol adalah haram hukumnya sekalipun dijual pada orang non-muslim. Seorang muslim memang diwajibkan untuk menghormati orang-orang non-muslim untuk mengonsumsi alkohol, yang mana hal itu tidak dilarang oleh agamanya, namun demikian jika hal itu ada sangkut pautnya dengan umat muslim jenis jual beli semacam ini bagi seorang muslim tetap haram hukumnya. Seorang muslim tidak diperkenankan mengimpor, memproduksi, membuka kafe-kafe atau klub-klub yang didalamnya menyediakan minuman alkohol, dan bekerja di tempat-tempat semacam itu. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim menyatakan:

Sesungguhnya Allah swt telah mengharamkan khamar, maka siapa yang mengetahui ayat ini dan dia masih mempunyai khamar walaupun sedikit, janganlah minum dan jangan menjualnya.

Dalam riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah:

Rasulullah saw melaknat tentang khamar, (terhadap) sepuluh golongan; (1.) yang memerasnya, (2.) yang minta diperaskannya, (3.) yang meminumnya, (4.) yang membawanya, (5.) yang meminta/memesannya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan hasil penjualannya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.

  • Seorang muslim juga dilarang menjual anggur kepada orang yang sudah diketahui bahwa anggur itu akan digunakan untuk membuat minuman beralkohol. Secara tegas masalah ini dinyatakan dalam sebuah hadist:

Siapa menahan anggurnya pada musim-musim panen, kemudian menjualnya kepada seorang Yahudi atau Nasrani atau kepada tukang membuat khamar, maka sungguh jelas dia akan masuk neraka.

  • Memberikan atau menerima hadiah minuman alkohol juga haram hukumnya. Tentang ini Rasulullah saw pernah diberi hadiah seguci alkohol oleh seorang laki-laki, namun beliau menolaknya. Kemudian laki-laki itu berniat menjualnya tapi Rasulullah saw saw melarangnya, begitu juga saat laki-laki itu berniat menghadiahkan minuman itu kepada seorang Yahudi, Rasulullah saw tetap melarangnya juga. Maka laki-laki itu pun bertanya,

Lalu, apa yang harus saya perbuat?”

Rasulullah saw menjawab, ”Tuang ke selokan air.

  • Berdasarkan sunnah Rasulullah saw, seorang muslim diharuskan meninggalkan tempat pesta alkohol, termasuk duduk-duduk dengan para pemabuk. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Ahmad dikatakan:

Siapa beriman kepada Allah swt dan hari akhir janganlah menghadiri suatu pesta yang disitu dihidangkan khamar.

Setiap muslim diperintahkan untuk menghentikan kemungkaran jika menyaksikannya. Tetapi, kalau tidak mampu, dia harus berusaha menyingkir serta menjaga masyarakat dan keluarganya dari pengaruh alkohol.

  • Sebagian orang berpendapat bahwa minuman beralkohol mengandung obat. Dalam hal ini Rasulullah saw pernah ditanya seorang laki-laki tentang alkohol. Kemudian Rasulullah saw menjawab, ”Dilarang.” Laki-laki itu berkata, ” Kami memakainya untuk obat.” Maka Rasulullah saw dengan tegas menjawab, ” Ini bukan obat, melainkan penyakit.

Walaupun demikian, ada ulama yang berpendapat, jika sampai terjadi keadaan yang sangat darurat, dimana benar-benar tidak ditemukan obat yang lain selain alkohol sementara nyawa seseorang terancam jika tidak segera diobati, maka berdasarkan kaidah agama yang selalu membuat kemudahan dan menghilangkan beban yang berat, maka berobat dengan alkohol tidaklah dilarang. Namun demikian tetap dengan syarat yang ketat, alkohol hanya diperbolehkan digunakan dengan batasan seminimal mungkin. Ini didasarkan pada penafsiran diperbolehkannya seseorang mengonsumsi daging babi atau bangkai ketika berada dalam kondisi terdesak.

Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa sedang tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An’aam: 145)

Narkoba termasuk dalam jenis khamar. Oleh karena itu, semua jenis narkoba hukumnya disamakan dengan hukum khamar.@

-dirangkum dari berbagai sumber- Juni 2008

ANCAMAN BARU DARI DUNIA BAKTERI

Oleh: Fajar Ramadhita Putera


Salah satu masalah utama bidang pengobatan di Indonesia adalah banyaknya bakteri kebal antibiotik yang dipicu penggunaan obat yang tidak rasional. Biasanya ini disebabkan penggunaan antibiotik yang tidak tuntas ataupun penggunaan tanpa dasar pemeriksaan yang jelas.


Saat ini semakin banyak bakteri yang menjadi kebal terhadap antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional dan tidak sesuai ketentuan. Akibatnya, penyakit menjadi semakin sulit disembuhkan.


Fenomena ini adalah masalah penting dalam dunia kesehatan mengingat selama ini penelitian obat-obat antibakteri baru masih tetap berkisar pada molekul aktif yang dapat melawan bakteri patogen Gram negatif, seperti Acinetobacter baumannii dan Pseudomonas aeruginosa. Belum ada inovasi yang benar-benar baru pada cara kerja obat antibakteri meski obat-obat baru terus ditemukan. Saat ini, golongan antibakteri baru dengan cara kerja dan pendekatan baru sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas antibakteri konvensional, demikian seperti diulas di Medscape Pharmacist.


Menyukai Antibiotik


Bakteri kebal antibiotik sudah cukup menyulitkan dalam upaya pelayanan kesehatan. Lalu bagaimana jika muncul bakteri yang bukan hanya kebal antibiotik tapi juga mampu memakan antibiotik sebagai sumber nutrisi untuk mereka? Alih-alih mati saat diberi antibiotik, bakteri-bakteri ini justru dapat tumbuh baik dengan mengonsumsi antibiotik yang diberikan.


Bakteri yang mampu mengalahkan antibiotik dalam cara baru yang menakjubkan ini ditemukan sekelompok peneliti dari Harvard baru-baru ini sebagaimana dipublikasikan di jurnal Science edisi 4 April 2008, yang dilansir Yahoo Health.


Tim peneliti yang dipimpin George Church dari Harvard Medical School ini pada mulanya sedang berusaha untuk menemukan mikroorganisme dalam tanah yang mampu memecah zat kimia beracun. Mereka menggunakan antibiotik yang merupakan zat yang seharusnya lebih toksik untuk bakteri guna mendapatkan kandidat yang terkuat. Proses ini dilakukan dalam rangka mengembangkan cara untuk menemukan bahan bakar alami dari limbah pertanian.


Sebenarnya secara alami, bakteri memang sering bertindak sebagai pengurai di alam dan mendapatkan nutrisi dari makanan yang membusuk. Namun, sebagian dari mereka pun ternyata mampu berkembang biak dengan mencerna antibiotik. Ini terlihat ketika para peneliti menempatkan bakteri dalam cawan yang hanya menyimpan antibiotik, bakteri tumbuh lebih lambat namun hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap obat yang diuji dapat membantu pertumbuhan beberapa bakteri.


Sebenarnya beberapa antibiotik seperti penisilin dan sefalosporin memang berasal dari alam. Karena itu, tidak terlalu mengejutkan jika ada bakteri tanah yang mampu bertahan terhadap sejumlah antibiotik. Penemuan ini cukup mengejutkan karena dari sejumlah bakteri yang diteliti, banyak bakteri yang tak sekedar bertahan, tapi mampu berkembang biak ketika diberi makan 18 antibiotik yang berbeda termasuk gentamisin, vankomisin, dan siprofliksasin, yang merupakan obat yang sering digunakan pada terapi.


Yang lebih mengkhawatirkan, sejumlah bakteri ini dapat bertahan bahkan pada tingkat sampai 50 sampai 100 kali dari dosis antibiotik yang biasa diberikan kepada pasien. Penemuan ini membawa kekhawatiran akan banyaknya penyakit infeksi yang tidak akan tertangani, sebagaimana banyak bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik masa kini bahkan setelah beberapa obat baru ditemukan.


Bayangkan jika kemampuan ini diperoleh oleh bakteri yang sulit diberantas seperti bakteri TBC. Berbeda dengan bakteri penyebab penyakit lain, bakteri TBC memiliki dinding sel yang sebagian besar tersusun dari asam mikolik dengan cabang molekul lipid yang memberikan penghalang tak tembus di sekitar sel.


Lipid inilah yang membuat bakteri lebih tahan terhadap asam dan gangguan fisika kimia. Selain itu pada kondisi tidur, bakteri TBC dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun, bahkan dalam udara kering maupun dingin. Setelah bangkit dari keadaan tidur, bakteri dapat kembali aktif seperti sedia kala. Bakteri TBC dapat menghasilkan enzim beta laktamase yang memberinya kekebalan terhadap antibiotik dari golongan beta laktam seperti penisilin dan sefalosporin.


Pada umumnya resistensi disebabkan oleh enzim atau protein tertentu. Mekanisme resistensi biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dari jumlah yang sedikit dan kemudian perlahan-lahan bertambah seiring waktu.


Transfer Genetik


Saat ini peneliti sedang bergiat untuk menemukan cara bakteri tanah dapat mengembangkan kemampuan untuk mengonsumsi antibiotik. Dikhawatirkan, bakteri berbahaya yang membawa penyakit kemudian dapat pula mengembangkan kemampuan yang sama.


Sifat kebal antibiotik pada bakteri biasanya berada pada materi genetik yang dapat dipindahkan ke bakteri lain, baik yang sejenis maupun berbeda jenis, melalui mekanisme transfer genetik. Untuk itu, identifikasi gen yang memungkinkan bakteri ini mencerna dan menguraikan antibiotik merupakan langkah penting selanjutnya bagi para peneliti.


Namun, sebenarnya dampak penemuan ini terhadap dunia kesehatan belum dapat dipastikan. Mengingat pada dasarnya bakteri tanah bukanlah merupakan ancaman untuk manusia. Selain itu, belum ditemukan bakteri pembawa penyakit yang telah memiliki kemampuan yang sama untuk mengonsumsi antibiotik.


Meskipun demikian, dalam menggunakan obat apapun sebaiknya sesuai dengan petunjuk penggunaan agar tidak muncul efek yang tidak diharapkan. Untuk mewujudkan ini, diperlukan peran serta aktif dari tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait.


(Catatan: Penulis adalah Alumnus Farmasi Universitas Padjajaran)


sumber:

-Koran KOMPAS, edisi Jum’at, 6 Juni 2008-

MANFAAT BUAH ANGGUR

Allah swt. berfirman di dalam Al Qur’an:


Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al An’am: 99)


Bangsa Arab kuno mengatakan, banyak sekali manfaat medis pada buah anggur. Mereka banyak mengambil manfaat sebagai makanan dan obat.


Di antara perkataan bangsa Arab Kuno adalah “Anggur memperlancar perut, berguna bagi usus, baik untuk sakit, untuk vitalitas seks, baik untuk tubuh, memproduksi darah baru, berguna untuk dada dan paru-paru, merupakan buah berkualitas, berminyak, memperbaiki ginjal yang busuk, membersihkan darah, mengimbangi temperamen, melancarkan dan membersihkan saluran pencernaan, berguna untuk penyakit radang, penyumbatan ginjal dan limpa, penyakit syaraf, radang paru-paru, dan sembelit.”


  • Daun-daun anggur yang dimasak sampai mendidih seperti minuman teh memiliki keistimewaan untuk penyaluran air kencing, dan bahkan membersihkannya pada kondisi disentri, mencret, dan penyumbatan air kencing, serta penyakit kuning. Juga meringankan kadar asam urik, mengawasi fungsi hati yang dapat mengakibatkan diuresis (melimpahnya air kencing). Anggur juga membantu penyimpanan zat-zat otot dan lemak sehingga melawan keletihan badan secara umum.

  • Dokter Yunani Deskoredes, meyakini bahwa anggur menyembuhkan dari demam, pendarahan pada dada, disentri, dan penyakit hati. Sebagaimana buah kismis yang dikeringkan di bawah matahari digunakan untuk memperlunak penyakit dada dan penyakit paru-paru, hati, ginjal dan urinary bladder (kandung kemih). Adapun daun anggur digunakan sebagai anti penyakit kulit dan menghentikan pendarahan pada wanita.

  • Anggur dalam medis modern telah diteliti dan ditemukan mengandung potasium, mangan, kalsium, magnesium, sodium, besi, khlor, fosfor, dan yodium dalam kadar tinggi. Anggur kaya dengan vitamin A, B dan C. Juga mengandung 1 kilo dari 120-150 gram gula murni, kadarnya bertambah 15% ketika anggur semakin masak. Unsur lain yan dikandung adalah seperti ASI yang berfungsi sebagai makanan efektif, sudah mencukupi hanya dengan mengosumsinya dalam bulan-bulan pertama dari kehidupan bayi. Dengan demikian, anggur dipandang sebagai buah-buahan yang sempurna dan kaya dengan bahan-bahan gizi.

  • Para dokter natural menasihatkan untuk mengonsumsi 200 gram anggur setiap hari sebelum sarapan pagi atau 5 jam setelah sarapan pada musim anggur. Keistimewaannya adalah memelihara tubuh dari berbagai kekurangan dan cacat. Adapun cara melakukan pengobatan dengan menggunakan anggur adalah dengan sebisa mungkin mengonsumsinya sebelum sarapan, lalu berjemur di bawah matahari, menghirup udara bersih, melakukan latihan olah raga, berjalan kaki, dan berwisata. Setiap kali merasa lapar makanlah beberapa anggur. Pola penyembuhan ini dilakukan hingga beberapa minggu sampai kembali pulih.


Percobaan Medis Secara Natural:


Sebuah sensus khusus mencatat percobaan pada penyakit kanker, yang hampir tidak dialami oleh negara yang memiliki tanaman anggur yang banyak dan menjadikan anggur sebagai makanan pokok penduduknya. Anggur dijadikan uji coba oleh puluhan dokter di beberapa negara, dan hasilnya memuaskan dan menakjubkan.


Cara Pengobatan Dengan Anggur:


  • Pertama-tama ia harus bersedia meninggalkan sama sekali makanan selama beberapa hari sesuai kemampuan.

  • Kemudian meminum dua gelas air bersih dicampur sedikit limun atau madu lebah.

  • Setelah beberapa jam setelah minum air, mulailah mengonsumsi anggur satu porsi, ditelan dengan kulit dan bijinya.

  • Mengonsumsi anggur setiap dua jam, atau sesuai dengan nafsu makan pasien, dari pagi hari sampai 2-3 jam sebelum tidur.

  • Pola makan anggur di atas dilakukan selama beberapa minggu hingga mencapai 60 hari. Sebaiknya memulai pengobatan dengan bertahap; sedikit demi sedikit, tidak lebih dari 100 gram untuk sekali makan, lalu ia harus senantiasa mencuci anggur dengan baik dan berkali-kali untuk menghilangkan sulfat yang kerap terpercik pada anggur.


Dokter natural kelas dunia, John Faelni, menyarankan beberapa hal berikut terkait dengan manfaat anggur:

  • Meminum sari anggur antara 700-1400 gram bagi pengobatan beberapa penyakit berikut ini; diuresis, membersihkan usus, membasmi asam folic, membantu pengeluaran empedu, menghancurkan pasir-pasir, membasmi, penyakit persendian, sembelit, keracunan, ambeien, dan beberapa kondisi TBC.

  • Untuk menghancurkan racun, minumlah 3 gelas sari anggur setiap hari setelah makan berjangka lama.

  • Anggur matang untuk memperlancar dan pembersih.

  • Sari anggur yang tidak matang bermanfaat untuk sesak dada, kulit kemerahan, dan pendarahan.

  • Air yang mengalir pada pohon (daun) anggur di musim semi diambil satu sendok kopi di pagi hari sebagai penangkal batu kemih dan pasir-pasir kemih serta empedu.

  • Kismis mengandung keistimewaan anggur segar.

  • Anggur dapat pula digunakan untuk bagian tubuh;

  1. mencuci muka dengan sari (jus) anggur, lalu membiarkan selama 10 menit, kemudian mencucinya dengan air hangat dengan menambah sedikit karbonat soda.

  2. dibuat dari air pohon anggur sebagai obat luka yang menyembuhkan, juga digunakan setetes airnya sebagai anti mata merah.


Minyak biji anggur telah populer di beberapa wilayah. Semoga penelitian tentangnya dapat membuahkan hasil yang bagus bagi manusia, baik untuk makanan atau untuk pengobatan. Oleh karena itu, makanlah anggur maka anda akan sehat dari penyakit.@ (Juni 2008)


-sumber: Mukjizat Kedokteran Nabi, Berobat dengan Rempah dan Buah-buahan, oleh: Mahir Hasan Mahmud Muhammad-

SEBERAPA AMAN TAYANGAN TELEVISI BAGI ANAK-ANAK KITA?

Pada era modern ini manusia tidak bisa lepas dari sarana media massa yang disebut dengan televisi. Dari mulai anak-anak hingga kakek-nenek, semua telah menganggapnya sebagai barang kebutuhan pokok untuk mendapatkan informasi, ilmu pengetahuan, dan hiburan. Akan tetapi sudah cukup amankah tayangan-tayangan televisi kita saat ini bagi anak-anak?


Temuan Nielsen Media Research (2004) menunjukkan televisi memiliki daya penetrasi jauh lebih besar daripada media lainnya. Penetrasi televisi mencapai 90,7%, sedang radio, surat kabar, majalah, dan internet, masing-masing hanya mencapai 39%, 29,8%, 22,4%, dan 8,8%. Kuatnya penetrasi televisi itulah yang menyebabkan televisi dianggap sebagai media paling berpengaruh bagi anak.


Berdasarkan beberapa riset nasional yang dilakukan terhadap anak-anak di Jakarta, seperti yang dilakukan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), menyebutkan bahwa televisi ternyata merupakan medium yang banyak ditonton dengan alasan paling menghibur. Kenyataan ini menunjukkan bahwa televisi benar-benar merupakan media yang diidolakan oleh anak-anak.


Sebuah penelitian lain juga menunjukkan, sekitar 60 juta anak Indonesia menonton televisi selama berjam-jam sepanjang hari. Pada tahun 2002 diperoleh angka mencengangkan. Jam menonton anak-anak Indonesia adalah 30-35 jam per minggu atau 1.560-1.820 jam per tahun. Jumlah jam ini lebih banyak dari jumlah jam belajar di SD yang hanya 1.000 jam per tahun.


Itu baru bicara soal televisi, belum bicara pada program-program games yang cenderung searah tanpa mempedulikan efek-efek yang ditimbulkannya. Kejadian ini tidak bisa dipungkiri karena kebanyakan keluarga tidak pernah memberi batasan yang jelas, tontonan apa yang sebaiknya dilihat anak dan tontonan apa yang sebaiknya dipinggirkan dari depan anak.


Pada tahun 2004, Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) mencermati program televisi. Dari sejumlah sample, tayangan yang aman untuk anak hanya 15%. Saat ini (data diambil tahun 2007, -ket) jumlah acara televisi untuk anak prasekolah dan SD perminggu sekitar 80 judul ditayangkan selama 300 kali penayangan selama 170 jam. Padahal dalam seminggu ada 24 jam x 7 = 168 jam. Jadi, selain sudah sangat berlebihan, acara untuk anak juga banyak yang tidak aman.


Dalam Kidia (Kritisi Media Anak) pada Juni 2006 ada 3 kategori acara bagi anak: aman, hati-hati, tidak aman bagi anak.

Acara aman bagi anak bila tidak mengandung kekerasan, seks, dan mistis (VHS). Aman karena cerita sederhana dan mudah dipahami. Anak boleh menonton tanpa didampingi. Tayangan yang masuk kategori ini Surat Sahabat (Trans TV) dan Si Bolang (Trans 7).

Acara yang tergolong hati-hati adalah mengandung kekerasan, seks, dan mistis namun tidak berlebihan, tema dan jalan ceritanya mungkin tidak cocok untuk anak seusia SD, oleh karenanya anak harus didampingi saat menonton. Acara yang tergolong hati-hati adalah Doraemon (RCTI) dan Spong-Bob (Global TV).

Sementara yang terkategori tidak aman adalah tayangan yang mengandung kekerasan, seks dan mistis yang berlebihan dan terbuka. YPMA menyarankan anak-anak tidak menonton acara ini. Yang terkategori acara ini adalah Crayon Sinchan (RCTI), Popeye (anTV), Detective Conan (Indosiar), dan Tom and Jerry (TPI).


Harus Mengurangi Menonton Televisi


Ada sejumlah alasan mengapa tontonan televisi harus dikurangi:

  • Terhadap perkembangan otak anak usia 0-3 tahun tontonan televisi yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca verbal maupun pemahaman, menghambat kemampuan mengekspresikan pikiran secara tertulis, meningkatkan agresifitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.

  • Anak-anak merupakan target pengiklanan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif.

  • Anak yang banyak menonton televisi namun belum memiliki daya kritis yang tinggi, besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi. Mereka bisa jadi berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yang sama dengan orang di layar televisi. Hal ini akan mempengaruhi sikap mereka dan dapat terbawa hingga mereka dewasa.

  • Terlalu banyak menonton televisi akan mengurangi semangat belajar. Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat memungkinkan anak menjadi malas belajar.

  • Terlalu sering menonton televisi dan tidak pernah membaca menyebabkan anak memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier (searah) dan akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreatifitas, dan perkembangan kognitifnya.

  • Rentang waktu konsentrasi anak adalah 7 menit, persis seperti acara iklan ke iklan, hal ini dapat membatasi daya konsentrasi anak.

  • Dengan adanya televisi, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi individualistis dan penyendiri. Waktu liburan, seperti akhir pekan atau liburan sekolah, lebih banyak digunakan untuk menonton televisi. Mereka seakan-akan tidak mempunyai pilihan lain karena tidak dibiasakan untuk mencari aktifitas lain yang menyenangkan. Ini membuat anak tidak kreatif.

  • Penelitian membuktikan bahwa lebih banyak anak menonton televisi, lebih banyak mereka mengemil di antara waktu makan, mengonsumsi makanan yang diiklankan di televisi dan cenderung mempengaruhi orang tua mereka untuk membeli makanan-makanan tersebut. Duduk berjam-jam di depan televisi akan membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme serta menimbulkan obesitas (kegemukan).

  • Kebanyakan anak-anak menonton televisi lebih dari 4 jam sehari. 40% keluarga menonton televisi sambil menyantap makan malam, yang seharusnya menjadi ajang ‘berbagi cerita’ antar anggota keluarga. Sehingga seandainya pun ada waktu dengan keluarga kita hanya akan mendiskusikan apa yang kita tonton di televisi saja. Rata-rata, televisi dalam rumah hidup selama 7 jam 40 menit. Yang lebih memprihatinkan adalah terkadang masing-masing anggota keluarga menonton acara yang berbeda di ruang rumah yang berbeda.

  • Adegan seksual yang ditayangkan di televisi juga sangat berpengaruh pada kematangan seksual anak lebih cepat dari seharusnya. Dan sayangnya, rasa ingin tahu anak yang tinggi membuat mereka memiliki kecenderungan untuk meniru dan mencoba melakukan apa yang dilihat. Akibatnya, seringkali anak-anak akhirnya menjadi pelaku sekaligus korban perilaku-perilaku seksual.


Apa Yang Harus Dilakukan?


Jika meninggalkan kebiasaan menonton televisi masih terlalu sulit untuk dilakukan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memberikan batasan kepada anak-anak untuk menonton televisi. Beberapa saran telah coba diinventarisir oleh Priyo SM sebagai bahan perenungan untuk keluarga dalam mencermati tayangan televisi, di antaranya:


  • Pilih Program: Perikasalah jadwal acara televisi sehari-hari. Dengan demikian maka kita akan mengetahui mana tayangan televisi yang layak ditonton anak-anak sendirian, perlu didampingi orang tua/keluarga, atau terlarang sama sekali untuk anak. Cermati istilah BO (Bimbingan Orang tua), yang artinya tayangan ini memerlukan bimbingan orang tua. Kode yang memudahkan untuk mengecek apakah tayangan ini sesuai atau tidak untuk anak.

  • Membaca Resensi Televisi: Seringlah membaca resensi atau ulasan mengenai film atau acara itu. Bisa ditemukan di koran, majalah atau promo tayangan dengan demikian kita akan mengetahui seperti apa kira-kira isi acaranya. Kita dapat mempertimbangkan apakah tayangan tersebut pantas atau tidak dilihat anak kita. Banyak keluarga lebih suka memilih program acara yang sehat, namun tetap menghibur dan memberi manfaat.

  • Munculkan Dialog: Dampingilah anak saat menonton televisi. Kita ajak anak-anak membahas apa yang dia lihat di televisi. Buatlah anak-anak mengerti bahwa apa yang ada di televisi adalah dunia realitas buatan yang dibuat semirip mungkin dengan realitas yang sebenarnya. Bilamana perlu, asahlah kemampuan wawasan anak dengan menonton berita televisi.

  • Kemanfaatan: Diskusikan dan bantulah anak memperoleh manfaat dari acara televisi, dengan menuntunnya mengambil nilai positif dari acara tersebut. Hindarkan pola menonton dengan saling diam seribu bahasa. Jangan biarkan anak-anak larut dalam imajinasi liarnya masing-masing.

  • Aturan ketat dan Kebiasaan: Buatlah aturan ketat jam-jam berapa anak boleh menonton televisi, dan jam-jam berapa televisi harus dimatikan. Bilamana perlu dibuat jadwal menonton sama seperti membuat jadwal pelajaran sekolah. Batasi jumlah jam menonton televisi setiap hari. Aturan ini cukup dibuat untuk rumah tangga sendiri, yang sepenuhnya ditaati bahkan oleh orang tua sendiri. Nyalakan televisi saat kita memang ingin menonton televisi, bukan menonton sambil melakukan aktifitas lainnya seperti makan, tidur, dan sebagainya.

  • Penempatan Terlevisi yang Tepat: Lokasi televisi di rumah sebaiknya diatur sedemikian rupa agar tidak berdekatan dengan tempat anak belajar, tidak terlihat dari tempat belajar anak. Sebaiknya hindari menempatkan televisi di setiap kamar anak-anak, karena kita tidak cukup waktu untuk mencermati tayangan apa yang sedang ditonton anak-anak.

  • Pilihan Aktivitas Lain: Ajak anak untuk melakukan banyak aktivitas lain, tidak menghabiskan waktu seharian di depan televisi. Bilamana perlu, manfaatkan pesawat televisi untuk menonton VCD-DVD edukatif, memutar channel televisi yang edukatif, atau menonton rekaman rekreasi keluarga.


Itulah beberapa saran yang bisa Anda lakukan untuk menyaring kemanfaatan televisi bagi anak-anak Anda. Ingat, perilaku Anda dalam memperlakukan televisi adalah perilaku yang ditiru sepenuhnya oleh anak-anak kita. Jangan berharap pada stasiun televisi sepenuhnya untuk mengatur tayangannya. Televisi memiliki 24 jam siaran yang tayangannya diatur sedemikian rupa, dan dibagi masing-masing menurut pola menonton pemirsanya. Tayangan anak-anak pada jam anak-anak, tayangan dewasa pada jam-jam dewasa. Tugas kita, jangan membiarkan anak-anak menonton pada jam yang sebenarnya diperuntukkan untuk orang dewasa. Kalau itu saja sudah cukup sulit: “Matikan saja televisi”. Itulah cara paling bijak untuk mencegah dampak negatifnya.@


( Sumber: Media Perempuan, 04 Tahun 2007 dan Media Perempuan, 05 Tahun 2007 )