Sabtu, 09 Februari 2008

LIMA IBADAH DALAM PERUMPAMAAN YANG INDAH

Nabi Isa as pernah berkata, “Sesungguhnya Allah memberiku lima kata agar aku melaksanakannya dan Dia juga memerintahkan aku agar mengajak kalian melakukannya.”


Perintah pertama adalah memegang ‘tauhid’, tidak menyembah selain Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Ibarat bagi orang yang menyekutukan Allah seperti seorang laki-laki yang membeli budak dengan uang dan emasnya sendiri dan membawanya ke rumah. “Ini rumahku dan ini pekerjaanmu maka kerjakanlah untukku.”ujar tuan itu. Tapi si budak ternyata tidak mau bekerja untuk tuannya.

“Siapakah yang dapat menerima perbuatan itu?” ujar Nabi Isa as. Sikap syirik tidak dapat diterima Allah sebagaimana seorang tuan yang tidak bisa menerima perbuatan budak yang mengkhianatinya.


Perintah kedua adalah ‘sholat’ tanpa menoleh ke kiri dan kanan. “Karena sesungguhnnya Allah menyediakan wajah-Nya untuk wajah hamba-Nya dalam sholat selagi ia tidak menoleh.” Ujar Nabi Isa as. Dua wajah itu saling bertemu dan berhadap-hadapan dari takbir hingga salam. Allah menyediakan wajah-Nya dengan syarat orang sholat itu fokus dalam kekhusyukannya. Bagi siapa saja yang dapat bertemu muka dengan Allah ia telah mendapatkan kebahagiaan batin tertinggi, kebahagiaan yang dicari-cari semua sufi dari segala zaman.


Perintah ketiga adalah ‘puasa’. Ibarat bagi puasa adalah sebungkus minyak wangi. “Semua orang menyukai aroma minyak wangi, sedang aroma orang berpuasa di sisi Allah lebih wangi dari minyak kasturi.” ujar Nabi Isa as.


Perintah keempat adalah ‘sedekah’. Amal ini diibaratkan dengan seorang laki-laki yang ditawan musuh dengan terbelenggu di atas leher dan siap dibunuh lalu berkata, “ Aku menebus jiwaku dari kalian dengan semua harta yang kumiliki.” Seperti itulah kerja sedekah dalam perumpamaannya. Sedekah itu menolong, melindungi, dan menebus hidup siapa saja yang menunaikannya, sebagaimana orang yang lepas dari belenggu, kebiadaban musuh, dan terselamatkan.


Perintah kelima adalah perintah ‘berzikir’. “Ingat pada-Nya ibarat orang yang dikejar musuh dan berlari cepat menuju benteng untuk berlindung dari ancaman.” Ujar Nabi Isa as. Zikir adalah gerak manusia menjauhi musuhnya menuju benteng utama yang dapat melindunginya dari ancaman apapun. Musuh yang dimaksud memang musuh yang tidak bisa dihindari dari ancaman apapun. Musuh yang dimaksud memang musuh yang tak bisa dihindari dan selalu melancarkan serangan, yakni setan yang ingkar. Hanya dengan zikir, manusia terhindar dari setan dan memperoleh lindungan dan naungan teduh dari benteng Allah, yang sedemikian kokoh dan penuh rahmat.@ (nelly-2006)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar